APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Akibat Percaya Pekerja Magang

Akibat Percaya Pekerja Magang

Ulah ekstrem seorang pekerja magang baru yang sok berhemat mulai mengacaukan kantor, mulai dari menukar hantaran klien bernilai puluhan juta dengan barang murah, hingga mematikan listrik saat lembur. Puncaknya, ia mengusulkan kerja tanpa dibayar di hari libur nasional. Saat saya memimpin penolakan demi membela rekan kerja, anak magang itu justru menuduh saya korupsi dan mendesak pemecatan saya. Anehnya, bos langsung menyetujuinya. Kini, saya menanti kehancuran perusahaan ini tanpa kehadiran saya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Agar tidak memengaruhi hari libur kemerdekaan, sehingga hari libur tetap berjalan dengan normal, seluruh tim bekerja lembur untuk mengejar target. Saat pekerjaan sudah hampir selesai, tiba-tiba saja listrik padam.

"Apa yang terjadi?"

"Kenapa ini? Programku! Belum tersimpan!"

"Cepat periksa sakelar listriknya!"

Suasana kantor benar-benar menjadi kacau balau.

Akan tetapi, Nadia justru berjalan mendekat dengan tenang, lalu menatap semua dengan tatapan merendahkan.

"Memangnya listrik di perusahaan itu nggak bayar? Jangan selalu berpikir untuk mengambil keuntungan dari perusahaan! Pekerjaan kalian nggak selesai karena kalian itu nggak kompeten. Siapa suruh kalian nggak pulang dan malah kerja di kantor? Kalau kalian menggunakan listrik perusahaan di kantor, aku berhak untuk memutus aliran listriknya. Hmph, kebiasaan buruk kalian ini memang harus diubah. AC, komputer, mengisi daya ponsel, apa kalian nggak tahu kalau tagihan listrik perusahaan itu sangat mahal?"

Aku tidak tahan lagi. Aku langsung menggebrak meja dan berdiri. Kemudian, aku menuding hidung Nadya dan memakinya dengan penuh amarah.

"Nadya, apa kamu sudah gila? Aku sudah lama bersabar denganmu. Perusahaan nggak peduli dengan tagihan listrik! Apa kamu sadar kalau semua kerja keras yang kami lakukan selama lembur akhir-akhir ini jadi sia-sia dengan kamu memutus aliran listriknya? Bajingan, apa yang kamu lakukan? Aku benar-benar nggak paham kenapa perusahaan mempekerjakanmu. Cepat pergi dari sini!"

Rekan-rekan yang lainnya juga berkata dengan marah, "Apa-apaan ini? Benar-benar ya, dia pikir dia itu siapa?"

Nadya tidak mau kalah dan langsung berteriak, "Aku ditunjuk langsung oleh Pak Faris. Kamu nggak berhak memecatku!"

Ketika melihat Faris datang mendekat dari sudut matanya, Nadya pun langsung menunjukkan wajah sedih.

"Aku cuma nggak tega melihat semua orang membuang-buang listrik. Aku tahu, aku nggak bisa dibandingkan dengan kalian yang orang kota. Aku sudah terbiasa miskin sejak kecil, nggak seperti kalian yang hidup mewah. Kalian hidup nyaman sejak lahir, nggak seperti diriku ...."

Lagi-lagi Nadya mulai memamerkan kemalangannya.

Faris pun berbisik kepadaku, "Nadya itu terlalu hemat. Tapi, semua itu juga karena kondisi keluarganya yang buruk. Jadi, kamu harus pengertian padanya. Ada begitu banyak rekan-rekan kerja yang melihat, jangan buat keributan!"

Mataku langsung menjadi dingin mendengar kata-kata Faris yang membela Nadya itu.

"Lucu sekali. Penderitaannya bukan karena aku, kenapa aku harus pengertian padanya?"

Faris langsung menunjukkan wajah serius saat melihatku tidak menghormatinya.

"Amel, jangan kelewatan. Nadya nggak sengaja melakukannya. Dia cuma ingin menghemat listrik perusahaan. Niatnya baik. Cuma cara dan metodenya saja yang agak kurang tepat. Begini saja. Nadya, kamu cukup minta maaf saja."

"Bu Amel, aku minta maaf, oke?"

Nadya memang mengucapkan kata-kata permintaan maaf, tetapi raut wajahnya sama sekali tidak menunjukkan penyesalan, melainkan malah sedikit bangga.

"Apakah cukup cuma dengan meminta maaf? Dia dengan entengnya bilang maaf, sementara usaha semua orang akhir-akhir ini menjadi sia-sia. Apa itu adil?"

"Lalu apa yang kamu inginkan?" Faris mengusap dahinya. Nada bicaranya sedikit tidak sabar.

"Dia yang pergi, atau aku yang pergi?"

Aku menatap Faris lekat-lekat. Ekspresiku benar-benar serius.

"Amel, kenapa kamu harus mengancam seperti ini? Nadya sudah minta maaf. Jangan nggak kenal ampun begini!"

Wajah Faris terlihat muram. Suaranya penuh amarah.

"Hmph, biarkan dia pergi. Kalau dia nggak pergi, perusahaan ini akan hancur. Lihatlah ini, Nak!"

Ibu Faris bergegas memasuki kantor dengan marah. Kemudian, dia membanting setumpuk kertas ke atas meja.

"Bu, apa yang Ibu lakukan di sini? Apa ini?"

Faris dengan bingung mengambil data yang dibanting di atas meja itu.

Ibunya Faris mendengus, lalu berkata dengan marah.

"Lihat saja dan kamu akan tahu. Semua ini berkat Nadya yang sangat teliti. Kalau nggak, kamu akan terus dibodohi oleh wanita ini. Lihatlah, berapa banyak uang yang sudah dihabiskan oleh Amel!"

Makin melihat data itu, wajah Faris menjadi makin muram.

Nadya memanfaatkan kesempatan dan berkata.

"Uangnya Pak Faris nggak datang begitu saja. Pak Faris mendapatkan uang itu dengan susah payah, bukan untuk kamu hambur-hamburkan seperti ini. Bu Amel, kamu sangat boros. Cepat atau lambat, perusahaan ini pasti akan hancur karenanya!"

Setelah berkata seperti itu, Nadya juga menatapku dengan kecewa dan penuh penghinaan.

Aku tidak mengerti. Oleh karena itu, aku langsung mengambil data tersebut dan melihatnya. Setelah itu, aku pun hampir tertawa karena marah.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B31473" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B31473
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Can't Be Us
8.9
Bara Danendra sangat beruntung memiliki kekasih sesempurna Tiffany Amora. Namun, ia menyembunyikan rahasia kelam demi mematuhi kontrak ketat bersama teman-temannya yang melarang hubungan asmara diketahui media. Rasa frustrasi terhadap aturan itu malah membuat Bara melampiaskannya bersama wanita lain, sementara ia tetap menjaga kesucian Tiffany sebagai malaikatnya. Setelah tujuh tahun menderita akibat rindu dan pengkhianatan yang menyakitkan, Tiffany yang trauma akhirnya memilih pergi.
Sampul Novel Hari Penikahanku, Adalah Hari Kematianku
8.1
Di hari pernikahan mereka, Bradley tega mengurung Beatrice di ruang bawah tanah yang gelap selama sepuluh hari hingga tewas membusuk. Tragisnya, Bradley justru menikahi Michelle dan memfitnah Beatrice berselingkuh, memicu serangan jantung fatal yang merenggut nyawa ibu Beatrice. Pria itu mengabaikan semua permohonan Beatrice demi membela sahabat masa kecilnya. Namun, saat Bradley akhirnya menemukan jasad Beatrice yang mengenaskan, penyesalan mendalam perlahan menyeretnya ke dalam kegilaan.
Sampul Novel Proses kedewasaan
9.1
Cerita pendek romantis modern khusus pembaca 18 tahun ke atas ini mengupas kedewasaan dalam hubungan pria dan wanita. Kisahnya menyoroti dinamika intim di balik pintu tertutup secara jujur dan berani. Berfokus pada proses pendewasaan serta hasrat mendalam, alurnya menyajikan interaksi penuh gairah bagi audiens dewasa yang mencari narasi sensual.
Sampul Novel Setelah Dibuang, Aku Menikahi Saingannya
8.2
Penantian sepuluh tahun kandas seketika saat Kody Morgan tega meninggalkan pernikahan demi kekasih masa kecilnya, Tonya Buckley. Meski Tonya hanya terluka ringan, Kody nekat menerobos lampu merah dan mempermalukan tunangannya di hadapan para tamu. Alasan klise penundaan acara menjadi batas akhir kesabaran sang wanita yang lelah terus dikhianati. Sadar dirinya tak pernah diutamakan, ia memilih mundur, menyudahi hubungan, lalu menikah dengan pria lain yang jauh lebih menghargainya.
Sampul Novel Ternyata Jodoh Selalu di Sampingku
9.0
Tiga tahun setelah malam penuh gairah dengan seorang penguasa elite Kota Persy yang memanggilnya "Putri Kecil", sang protagonis harus menghadapi kenyataan pahit. Ketika ia menyatakan cintanya pada Farel, Nia Candra kembali. Demi cinta pertamanya itu, Farel tega membiarkannya ditabrak mobil, merusak peninggalan ibunya, hingga menjebloskannya ke penjara. Kecewa dan menyerah, ia memutuskan pergi ke Kota Appia untuk menikah dengan pria lain, membuat Farel panik mencarinya ke penjuru kota.
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Majikan Duda
7.9
Dunia Hanum runtuh setelah mendapati kekasihnya, Bara, berkhianat. Kemalangan kembali menimpa saat ia dijebak sahabatnya sendiri, meski beruntung Arya, seorang duda kaya raya, datang menolongnya. Hanum lalu bekerja merawat anak Arya. Ketika sang ayah butuh biaya operasi besar, Hanum terpaksa memohon bantuan sang majikan. Arya bersedia menolong dengan syarat Hanum mau melakukan pernikahan kontrak dengannya. Akankah pernikahan tanpa cinta ini berubah menjadi abadi?