APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Akhir dari Sepuluh Tahun Pernikahan

Akhir dari Sepuluh Tahun Pernikahan

Setelah mengalami kecelakaan saat ingin melihat putranya memenangkan kompetisi piano, seorang istri justru dikhianati. Sang anak memberikan medalinya kepada cinta pertama ayahnya, sementara sang suami malah mencaci penampilannya yang kotor dan melarangnya hadir di pesta perayaan. Setelah dikunci di luar rumah dalam kondisi terluka dan kehujanan sepanjang malam, ia akhirnya menyerah. Di pagi hari, ia memutuskan untuk mengirim pesan cerai dan berjanji tidak akan pernah mengganggu kehidupan mereka lagi.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku tersenyum tipis, lalu menawarkan keik itu kepadanya.

Sepertinya, dia sangat kelaparan. Dia menghabiskan seluruh keik itu hanya dalam waktu kurang dari dua menit.

Masih ada sedikit krim yang menempel di sudut mulutnya.

Lantaran buru-buru keluar rumah hari ini, aku lupa membawa tisu. Aku ingin meminta orang tuanya untuk membantu menyeka mulutnya, tetapi aku baru sadar kalau kursi di sebelahnya kosong.

Aku bertanya dengan ragu.

"Kamu sendirian? Ibumu mana?"

Dia mengerutkan bibirnya, matanya memerah, lalu menundukkan kepalanya, dan menjawab dengan suara kecil.

"Ibuku sudah bawa adikku turun dari kereta api. Katanya, kalau aku duduk dengan patuh di sini, pasti ada orang yang menyukaiku."

Aku baru menyadari ada yang tidak beres. Aku pun memanggil petugas kereta. Setelah diperiksa, aku baru tahu kalau wanita yang membawanya ke sini telah diam-diam turun dari kereta api beberapa jam yang lalu.

Dengan kata lain, dia ditinggalkan di kereta api.

Saat kami hampir sampai di stasiun, dia memeluk kakiku dan menangis, memohon agar aku membawanya pergi.

"Tante, kudengar anak-anak di panti asuhan sering dipukuli. Kamu mirip dengan ibuku. Maukah kamu mengadopsiku?"

Aku menggelengkan kepalaku, lalu meminta maaf dan menolaknya dengan kejam.

Aku tidak punya banyak aset. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Jadi, aku tidak punya kemampuan untuk mengadopsi anak lagi.

Saat turun dari kereta, aku memandangnya untuk terakhir kalinya.

Ada air mata di wajahnya. Namun, dia tetap melambaikan tangannya kepadaku, berpura-pura bijak.

Ibuku datang menjemputku.

Sudah tiga tahun aku tidak bertemu dengan ibuku. Terakhir, aku membawa Sean pulang untuk menghadiri pemakaman ayahku.

Tiga tahun tidak bertemu dengannya, aku baru sadar ibuku kini bertambah tua.

Cahaya di matanya meredup. Bahkan, rambutnya juga banyak memutih.

Dia menatap pintu keluar dengan cemas. Saat melihat aku pulang sendirian, senyuman di wajahnya tiba-tiba menghilang.

Dia menggerakkan bibirnya beberapa kali, tetapi pada akhirnya dia tidak menanyakan apa pun. Dia hanya menarikku ke dalam pelukannya dengan tangan gemetar dan membelai kepalaku seperti yang dia lakukan saat aku masih kecil.

Di peluk seperti itu, aku tiba-tiba tidak bisa menahan diri dan langsung menangis.

Setelah berkorban selama sepuluh tahun, meninggalkan anak yang kulahirkan dengan mempertaruhkan separuh hidupku tentunya akan terasa memilukan dan menyakitkan.

Ibuku tidak mengatakan apa-apa. Dia menepuk punggungku dengan lembut dan dengan sabar menungguku puas menangis. Lalu, dia meraih tanganku, menghentikan taksi, dan membawaku pulang.

Saat melewati sebuah toko ponsel, aku meminta sopir untuk berhenti sebentar. Aku turun dari mobil, membeli kartu SIM baru dan memasangnya.

Begitu menghidupkan ponsel, beberapa pesan whatsapp langsung masuk.

Pesan dari Sean. Aku sempat ragu. Ujung jariku ingin menekan tombol hapus, tetapi pada akhirnya aku gagal menekannya.

Tidak perlu menghapus pesan itu. Lagi pula, prosedur perceraianku dengan Chris juga masih perlu didiskusikan dan ditangani.

Aku menekan pesan suara yang dia kirim. Nada bicaranya begitu sombong, seolah sedang berbicara dengan ibu pengasuh.

"Bu, mana kaus kakiku?"

"Jaketku mana?"

"Dasar wanita bodoh. Ayah bilang, kalau kamu masih nggak pulang, dia akan menceraikanmu!"

Aku menutup obrolan whatsapp, lalu bersandar di bahu ibuku dan memejamkan mata untuk bersantai.

Nada dering ponselku tiba-tiba berbunyi. Aku menunduk dan melihat foto profil Sean muncul di layar.

Aku bahkan tidak punya keinginan untuk mengangkatnya dan hanya membiarkan ponsel bergetar di tanganku.

Namun, Sean sepertinya tidak menyerah. Setelah berdering berulang kali, akhirnya ibuku angkat bicara.

"Sean meneleponmu? Anak itu sangat gigih. Jangan menyakiti hatinya."

Aku menghela napas. Terakhir, aku pun mengangkat teleponnya.

Mungkin karena menunggu terlalu lama, suara Sean terdengar dingin dan tidak sabar.

"Kapan kamu pulang? Kamu tahu nggak, gara-gara tasku nggak ketemu, aku hampir terlambat ke sekolah tadi pagi?"

"Selain itu, bukankah kamu janji mau menyelesaikan tugas pekerjaan tanganku? Kalau kamu nggak segera kembali membantuku menyelesaikannya, aku akan suruh Ayah …."

"Sean."

Aku menyela kata-katanya dengan lembut. Aku bosan dengan keluhannya yang tidak habis-habis.

"Dengarkan baik-baik. Aku dan ayahmu sudah mau bercerai. Kelak aku nggak akan pulang lagi."

"Selain itu, kamu sudah delapan tahun. Bisakah kamu berhenti bersikap seperti anak kecil dan terus mengandalkan orang lain?"

"Kelak kamu harus mengandalkan dirimu sendiri."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Datang Terlambat
9.4
Hamil enam bulan tidak membuat seorang istri mendapat perlindungan dari keluarganya. Ketika sang adik mengalami kecelakaan dan membutuhkan transfusi darah mendesak, hanya golongan darahnya yang cocok. Meski lelah akibat mual kehamilan, ia dipaksa mendonorkan darah. Harapan terakhirnya runtuh saat sang suami justru berpaling dan mendukung paksaan tersebut demi masa depan adik iparnya. Kecewa atas pengkhianatan ini, sang istri pingsan pascaoperasi. Begitu tersadar, ia langsung memutuskan untuk mengaborsi kandungannya.
Sampul Novel Cinta Sejatinya
8.2
Lamaran pernikahan Dimas batal seketika demi menolong Janet yang terluka. Kejadian itu menyadarkan sang protagonis bahwa sosok Janet selalu membayangi hubungan mereka, mulai dari selera makanan hingga gaya berpakaian. Meski Dimas berdalih Janet hanyalah masa lalu dan masa depannya adalah dirinya, luka hati ini sudah terlalu dalam. Menolak terus dibanding-bandingkan, ia akhirnya memilih pergi dan menerima lamaran William Anderson, pria miliarder yang siap menjadikannya satu-satunya cinta sejati.
Sampul Novel Diselingkuhi Saat Mengandung
8.7
Pernikahan Salma dan Rayden berada di ambang kehancuran. Walau sudah dikaruniai seorang putri dan kini Salma sedang mengandung enam bulan, kesetiaan suaminya goyah. Rayden berubah menjadi dingin sejak Clarissa, staf baru di kantornya, mulai mendekat. Di tengah perjuangan fisik masa kehamilan yang berat, Salma harus menelan pil pahit. Kepercayaan yang ia rawat sekian lama runtuh seketika saat perselingkuhan suaminya dengan Clarissa akhirnya terbongkar.
Sampul Novel Hasrat Dunia Lain
8.8
Masuki sebuah dimensi fantasi memikat yang menawarkan kepuasan mendalam bagi mereka yang berani melangkah ke dalamnya. Kisah ini mengajak Anda menembus batas realitas demi merasakan sensasi luar biasa yang tak terbayangkan. Menyajikan narasi romansa yang sangat intens dan menggugah, karya khusus dewasa ini menjadi pelarian penuh gairah di tengah dunia baru yang misterius sekaligus menawan hati.
Sampul Novel Pemilik Hati
8.2
Nila telah lama menikah dengan Chandra, namun bayang-bayang Raksa belum juga hilang dari benaknya. Walau berstatus istri sah, ia tetap menanti kehadiran mantan kekasihnya itu. Demi impian bersatu kembali dengan cinta sejatinya, Nila bahkan rela menunda kehamilan. Bagi dirinya, ikatan pernikahan yang sakral dan sekali seumur hidup ini hanya layak ia jalani bersama pria yang sangat dicintainya.
Sampul Novel Sugar Baby Milik Mafia Tampan
8.0
Max tidak pernah menduga bahwa keputusannya membawa pulang Ella dari tempat pelelangan akan mengubah hidupnya. Meski mulanya Max membenci gadis polos berpenampilan kurang gizi itu, kehadiran Ella perlahan membawa kehangatan di kediamannya yang dingin. Berbagai kejutan dari Ella menumbuhkan benih cinta di hati Max. Kini, hubungan mereka harus menghadapi ujian berat, mulai dari konflik internal hingga pertaruhan hidup dan mati. Sanggupkah cinta mereka bertahan?