APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ahli Waris yang Terlupakan

Ahli Waris yang Terlupakan

Akibat kelalaian Emily saat transaksi, keluarga mafia kami kehilangan obat-obatan berharga. Demi melunasi utang, pihak saingan menuntut sandera. Ironisnya, ayah dan tunanganku sepakat mengirimku demi melindungi adik tiriku yang terluka. Mengabaikan pengkhianatan mereka, aku bersedia pergi dalam lima hari. Sebelum pergi selamanya, aku membagikan kasino kepada adik angkatku, uang kepada ayahku, dan mengembalikan cincin tunanganku. Mereka tersenyum tanpa sadar bahwa ini adalah perpisahan abadi yang membawa kehancuran.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sudut Pandang Aria.

"Berapa banyak?" tanyaku dengan suara stabil.

"Kamu yang jawab!" Suara Ayah meninggi karena marah. "Kok bisa aku membesarkan putri sepertimu, mencuri dari keluargamu sendiri? Kalau bukan karena kamu menyerahkan kasino pada Emily, kamu mau tutupi sampai kapan?"

Damian menengahi dengan nada menenangkan, "Pak Nino, tenanglah. Aku percaya Aria, dan kurasa ini lebih rumit dari yang terlihat." Lalu, dia menatapku dengan tatapan yang sama lembutnya dan menambahkan, "Aria, tolong katakan. Apa kamu butuh uang itu? Kamu bisa minta padaku atau pada Pak Nino. Kamu nggak boleh ambil begitu saja."

"Sudah selesai bicara?" tanyaku dingin sambil berjalan ke meja. Aku mengeluarkan dompet, lalu menarik beberapa kartu. "Ini kartu ATM-ku. Ini termasuk rekening tabunganku, ini kartu kreditku."

Ayah mengangkat alis, jelas kebingungan.

"Silakan periksa," kataku dengan nada datar. "Lihat apa dana yang hilang ada di rekening-rekening itu. Kalau nggak ada, mungkin pencuri sebenarnya masih belum ketahuan."

Ayah mencibir. "Pencuri sebenarnya? Siapa yang bisa mengakses uang kasino selain kamu?"

Aku tersenyum tenang seperti biasa. "Oh, entahlah. Mungkin Ayah atau Ibu, atau, mungkin… " Aku mencondongkan tubuh menatap Emily, dia sempat tersentak. "Emily kita yang polos?"

Emily terhenyak, matanya berkaca-kaca. "Mana mungkin aku?"

"Mana mungkin kamu?" Aku tertawa dingin dan tajam. "Entahlah. Mungkin saat kamu menandatangani berkas itu, kamu sadar ini adalah satu kesempatan lagi untuk menjebakku? Kamu mampu melakukan banyak hal, Emily. Kamu mungkin nggak lahir sebagai Keluarga Javiera, tapi kamu jelas mewarisi semangat keluarga ini."

Bahkan sebelum aku selesai, sebuah tamparan keras mendarat di pipiku.

Tangan Ayah masih terangkat, wajahnya bertopengkan amarah. Namun, saat kutatap matanya, dia cepat-cepat mengalihkan pandangan.

"Sudah kubilang, jangan pernah ejek Emily soal keluarga, dia anak kami dan adikmu. Kenapa kamu terus memperlakukannya seperti orang luar selama ini? Apa yang pernah dia lakukan hingga menyakitimu?"

Rasa sakit dari tamparan itu tajam, tapi yang lebih menyakitkan adalah hinaan terus menerus dari keluargaku. Akulah yang selalu disalahkan saat ada masalah, orang pertama yang mereka serang ketika semuanya berantakan.

Jika mereka berusaha mencari tahu kapan dana itu menghilang, atau cukup memercayaiku sekali lagi, semuanya mungkin akan berbeda.

"Ya, dia memang nggak melakukan apa pun buat menyakitiku. Biar kutebak, Emily. Kamu yang menemukan dana hilang itu dan kasih tahu Ayah serta Damian, 'kan?"

"Aria, aku… "

"Kamu nggak perlu membelanya, aku yang menemukannya," potong Damian. Seperti biasa, sang kesatria pelindung datang.

"Jangan terlalu membelanya, Damian." Suaraku makin dingin, lebih tajam dari yang kumaksud. "Aku lagi tanya sama Emily sekarang."

"Aria, aku nggak tahu Ayah bakal bereaksi seperti ini," ucap Emily tergagap. "Aku bicara dengannya tentang uang itu... Aku pikir kamu mungkin membutuhkannya, jadi itu… "

"Jadi, aku harus terima kasih padamu atas hal ini?" Aku tertawa getir lagi.

"Apa-apaan nada sombong itu?" Ayah mencibir. "Emily cuma berusaha membantumu. Kamu keras kepala dan tertutup, dia khawatir kalau kamu benaran kesulitan, kamu nggak akan bilang ke kami!"

Saat aku melihat mereka bertiga berdiri di depanku, dua dari mereka terlalu buta untuk memahami kebenaran dan satunya sang aktris yang mencoba menenun rahasia kotornya jadi jebakan, berharap jebakan itu membuatku hancur.

Satu-satunya alasanku menandatangani surat sialan itu dan memilih meninggalkan Keluarga Javiera adalah karena aku sudah muak dengan mereka, bukan sebaliknya.

Aku terkekeh pelan, suaraku terdengar hampa. "Baiklah. Aku menghargai perhatian Emily. Aku sudah meninggalkan kartu-kartuku di sini. Kata sandinya adalah ulang tahunku, gunakan dana di sana untuk mengisi uang kasino yang hilang."

"Jadi kamu mengakuinya? Kamu mencuri uangnya?" Suara Ayah terdengar campuran antara tidak percaya dan kemarahan.

"Nggak, aku nggak melakukannya. Tapi mau kuakui atau nggak, hasilnya akan sama. Jadi lebih baik kita selesaikan sekarang."

Setelah itu, aku berbalik dan menarik pintu hingga terbuka.

"Aria!" Suara Ayah, tajam dan menyakitkan saat memanggilku.

Aku menoleh untuk menghadapnya. Wajahnya menegang, seperti tersangkut kata-katanya sendiri. Mungkin dia ingin minta maaf karena menamparku, tapi yang keluar justru, "Jangan kekanak-kanakan, pulang untuk makan malam ini. Bagaimanapun, besok kamu akan pergi."

Hah, hanya itu...

Aku melangkah keluar tanpa menoleh. "Nggak perlu, aku sudah ada acara sendiri."

Selain itu, acaraku ini tidak termasuk makan malam dengan keluarga yang memilih seorang pembohong ketimbang putri kandungnya sendiri!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bercinta dengan werewolf
8.3
Kecewa karena patah hati, Alexa meluapkan kesedihannya dengan minum hingga mabuk di sebuah bar. Di sana, ia bertemu Michael, seorang pemimpin mafia sekaligus werewolf yang menguasai tempat tersebut. Di bawah pengaruh alkohol, Alexa merayu Michael karena mengiranya seorang gigolo. Malam panas itu pun menjadi awal hubungan kasual yang terus terulang setiap kali mereka berjumpa. Akankah jalinan penuh gairah ini berkembang menjadi cinta yang sesungguhnya?
Sampul Novel Darah Sang Mafia
8.9
Dastan, pembunuh bayaran berjuluk The Black Wings, menyandera Dara di rumahnya sebagai jaminan utang. Ia sempat membenci Dara karena mengira gadis itu wanita simpanan ayahnya. Namun, sikap Dastan melunak saat kebenaran terungkap. Meski kerap diperlakukan kasar, Dara tetap mencintai Dastan. Di tengah kejamnya dunia mafia, akankah Dara berhasil menyelamatkan Dastan dari kegelapan, ataukah maut justru memisahkan mereka?
Sampul Novel DENDAM CINTA SANG MAFIA
8.3
Dunia kelam mafia mengubah total hidup seorang wanita biasa. Terjerat pesona sang bos kriminal yang kejam, ia kini terjebak di tengah gairah berbahaya dan aksi balas dendam yang brutal. Konflik berdarah tersebut memaksanya menghadapi dilema batin yang sangat berat. Pada akhirnya, ia harus menentukan pilihan sulit: tetap mengikuti kata hatinya untuk mencintai sang mafia, atau mempertahankan prinsip moralitas yang selama ini ia pegang teguh.
Sampul Novel Mafia Koplak: Kekacauan Cinta Antara Don Arkhan dan Si Bebeb Gila
9.0
Kehidupan Don Arkhan, bos mafia yang dingin dan disegani, berubah total setelah menikahi Yara. Tingkah konyol dan kelakuan ajaib sang istri terus menguji kesabarannya. Di balik keceriaan itu, Yara rupanya memendam trauma masa lalu yang membuatnya takut akan keintiman. Di tengah gempuran ancaman dari rival organisasinya, Arkhan berjuang meruntuhkan tembok pertahanan hati Yara. Inilah kisah cinta yang absurd sekaligus emosional antara sang predator dan istrinya yang unik.
Sampul Novel Setelah Dua Kali Dikhianati, Aku Dinikahi Sang Penguasa
9.8
Amara mengira pernikahannya yang megah adalah sebuah penyelamatan indah. Namun, kenyataan pahit terungkap saat ia mendengar rahasia suaminya dalam bahasa Italia yang ia kuasai diam-diam. Pernikahan itu rupanya hanya kedok untuk melindungi wanita lain bernama Liora. Bahkan, obat depresi yang rutin dikonsumsi Amara ternyata adalah pil KB untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan sang suami. Menyadari cinta dan perhatian suaminya hanyalah kebohongan terencana, Amara memutuskan untuk merelakan hubungan penuh kepalsuan ini.
Sampul Novel Suamiku Nakal dan Liar
8.8
Di dalam kamar yang hangat, Revi tetap memanjakan suaminya dengan penuh gairah meski fisiknya didera kelelahan. Sang suami yang berbaring santai di ranjang membiarkan istrinya memegang kendali penuh. Revi pun memberikan stimulasi intens yang memicu sensasi luar biasa. Walau sempat kewalahan akibat perbedaan ukuran yang mencolok, perjuangan Revi tetap berhasil memberikan kepuasan mendalam bagi suaminya hingga desah kenikmatan pun akhirnya lolos tak terbendung.