APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel AFTER THAT NIGHT (CEO)

AFTER THAT NIGHT (CEO)

CEO teknologi New York, Darren Hawk, ingin melamar Angela Rawllies yang merupakan desainer top Paris. Namun, rencana ini terhalang niat ibunya menjodohkannya dengan model elite, Xavia Price. Darren berupaya menjauh, tetapi satu malam tak terduga mengubah segalanya dan menyeretnya ke dilema rumit. Kini ia terjebak di antara kesetiaan cintanya pada Angela atau tanggung jawab mendesak yang harus ia penuhi terhadap Xavia.
Bab
Bagikan

Bab 2

Daren masih terdiam lesu. Dia ingin bertanya, namun entah kenapa tiba-tiba lidahnya terasa keluh. Dia memang tak berani membantah apa pun keinginan ibunya selama ini, kecuali meninggalkan Angela, dia masih membangkang untuk itu.

"Dengar, kau dan Xavia akan segera bertunangan minggu depan. Jeremy sudah mengatur pertemuan kalian sore ini. Temuilah dia, dan jangan pernah kecewakan Mama. Aku sangat senang saat Tuan Altano mau menerima lamaran ini. Bahkan dia menyempatkan untuk bertemu denganku di sela waktunya yang padat." Nyonya Hawk berkata dengan nada dan sorot matanya yang menekan.

Darren sampai menelan salivanya gugup.

"Xavia adalah gadis yang sangat pantas untukmu, Sayang. Kau adalah pria yang sangat beruntung karena puteri tunggal Tuan Altano itu mahu menerima lamaran ini," lanjut Nyonya Hawk tanpa mengurangi nadanya.

Darren sudah tak tahan lagi. Dia harus bicara pada ibunya sekarang juga.

"Ma, kenapa mengambil keputusan sebesar ini tanpa bertanya padaku lebih dulu? Aku suka atau tidak pada gadis itu," protes Darren. Bagaimanapun dia berhak atas hidupnya. Namun Nyonya Hawk malah tertawa kecil mendengar ocehannya itu.

Akibatnya Darren tampak heran dibuatnya.

"Darren, untuk apa aku harus bertanya padamu, Sayang? Bukankah kau adalah putera terbaikku? Kau selalu setuju pada semua pilihanku, bukan?" Nyonya Hawk mulai memutar tubuhnya untuk berjalan-jalan kecil di sekitar ruangan itu sambil menikmati batang rokoknya. Darren memejamkan matanya menahan emosi.

Benar, selama ini memang dia tak pernah membantah. Apa pun yang ibunya perintahkan, pasti dia ikuti dengan semestinya. Namun kali ini dia tak bisa menerima, ini menyangkut masa depannya.

"Sudahlah, Darren. Mama harus segera pergi. Aku pun sudah memesan stelan untukmu menemui Xavia sore ini. Ya, kau harus memberikan kesan yang baik untuknya. Kau mengerti?" Sudah mau pergi pun Nyonya Hawk masih sempat menekan Darren. Namun Darren masih berdiri tanpa suara. Dunianya terasa luluh lantak kini. Dia sangat frustasi. Apa yang harus dia katakan pada Angela.

"Oh iya, Darren. Untuk menghindari masalah dalam hidupmu, sebaiknya kau tinggalkan Jalang itu segera," ucap Nyonya Hawk yang menoleh pada Darren sambil memegang knop pintu ruangan itu.

Darren menjatuhkan wajahnya. Hebat sekali, Nyonya Hawk seolah bisa membaca apa yang ada di pikirannya. Nyonya Hawk tersenyum miring dan segera meninggalkan ruangan Darren sambil menikmati batang rokoknya. Dia yakin, kali ini pasti Darren akan benar-benar meninggalkan Angela.

Fuuuhhh ...

Napas berat Darren terhembus berlahan. Dia segera berjalan dan duduk pada bangku kebesarannya. Kedua tangannya mengusap kasar pada wajahnya. Dia sangat pusing. Bagaimana mungkin dia harus bertunangan dengan gadis lain, sedangkan Angela sangat berharap padanya.

Akan tetapi dia tak bisa melawan Nyonya Hawk. Wanita berdarah Jerman itu memang sangat egois. Nyonya Hawk tak pernah meminta pendapat siapa pun untuk semua keputusannya. Baginya keputusannya itu adalah peraturan yang tak bisa dilanggar.

Tak ada seorang pun yang bisa menang jika berdebat dengannya. Bahkan Tuan Hawk sekali pun selalu mendukung keputusan istrinya itu, terlebih untuk menghindari sebuah perdebatan.

Darren sendiri hanya ingin menjadi anak yang berbakti pada orang tuanya. Karena hanya dirinya kini harapan satu-satunya keluarga Hawk. Meski dulu Darren memiliki seorang adik bernama Harry. Namun kini dia sendiri tak tahu di mana keberadaan adiknya itu. Apakah dia masih hidup, atau sudah tiada.

Nyonya Hawk telah mengusir Harry dari rumah, bahkan mencoret namanya dari daftar ahli waris keluarga Hawk. Kenapa demikian? Masalahnya sepele. Harry hanya menolak untuk kuliah bisnis, dan lebih memilih fotografi.

Apa yang salah? Setiap orang pasti mempunyai cita-citanya sendiri, bukan?

Tentu saja salah!

Keluarga Hawk terkenal sebagai pembisnis yang handal, itu yang tersiar di Amerika. Wajah-wajah mereka pun sering muncul di surat kabar dan stasiun televisi. Namun Harry justru tak ingin menjadi pekerja kantoran, dia lebih menyukai seni. Akibatnya Nyonya Hawk sangatlah murka sampai-sampai mengusirnya.

Namun tak seperti Harry, Darren justru sangat menyukai bisnis. Kemampuannya di dunia bisnis sangatlah mumpuni. Banyak proyek besar yang dia menangkan sepanjang tahun. Sejak menyelesaikan kuliahnya di London dan memimpin Hawk Company Group, Darren sangatlah bersinar. Baru tiga tahun dia bergabung dengan perusahaan, namun prestasinya sangatlah bagus. Dia mampu membawa Hawk Company Grup menjadi perusahaan teknologi terkuat dan terbesar di Amerika.

Darren tak ingin mengecewakan orang tuanya. Bukan, bukan takut di usir seperti Harry. Namun komitmennya yang membuatnya bertahan selama ini.

"Sore, CEO. Saya membawakan stelan yang Nyonya Hawk pesan untuk Anda." suara Jeremy membuatnya sedikit kaget.

"Oh iya, letakkan di sana." Darren menunjuk pada sofa yang ada di sudut ruangan itu.

Jeremy membungkuk hormat dan segera memutar tubuhnya menuju sofa dengan warna dark blue yang berseberangan dengan meja Darren.

"CEO, gantilah pakaian Anda. Anda harus segera menemui Nona Price sekarang," ucap Jeremy usai menaruh stelan yang dibawanya di atas sofa.

Darren mengangguk lalu berkata, "Baiklah, tunggu aku di luar." Dia segera bangkit dari bangkunya.

Jeremy membungkuk dan segera meninggalkan ruangan itu. Darren mengayunkan langkahnya menuju sofa di mana Jeremy menaruh stelan yang akan dikenakannya sore ini. Sebuah jas warna hitam lengkap dengan dasinya. Darren tersenyum pahit sembari memandangi benda mahal itu.

***

Mobil BMW keluaran terbaru pada musim panas tahun ini menepi di depan sebuah resto mewah. Jeremy keluar dari mobil itu, dengan sigap penuh hormat dia membukakan pintu. Darren keluar dari sana sambil mengangguk pada Jeremy. Mereka mulai berjalan menuju pintu resto. Ternyata Nyonya Hawk sudah memesan meja khusus untuknya. Jeremy segera mengantarkan bosnya itu pada meja pilihan Nyonya Hawk.

"Silahkan, CEO. Santai saja. Sepertinya Nona Price masih di jalan," ucap Jeremy sembari menarik bangku untuk Darren duduki.

"Baiklah, tinggalkan aku sendiri," pinta Darren datar setelah duduk pada bangkunya.

"Tentu, CEO." Jeremy membungkuk dan segera meninggalkan Darren yang tampak tak nyaman di sana.

Sepeninggal Jeremy, Darren tampak bosan. Sudah hampir lima menit dia duduk sendiri di sana. Namun gadis bernama Xavia Altano Price itu belum juga kelihatan batang hidungnya. Benar-benar tidak disiplin! Darren mulai kesal. Menunggu adalah hal yang sangat dibencinya.

"Hai, maaf membuatmu lama menunggu." terdengar suara lembut nan manja seorang gadis.

Darren segera memutar lehernya dan menanggah pada gadis yang sedang berdiri di samping kanannya saat ini.

Seorang gadis muda sekitar umur 23 tahunan. Tubuhnya cukup tinggi, dengan rambutnya yang tergerai rapi. Cara berpakaiannya pun terkesan modis, dan wajahnya terbilang cantik. Ya, dia adalah Xavia Price. Puteri tunggal Edward Altano Price, pemilik Altano Company, perusahaan teknologi yang tak kalah besarnya dengan perusahaan miliknya.

Darren mengangkat bokongnya perlahan dari bangku. Matanya menatap bola mata kebiruan gadis itu. Bola mata yang bersinar seperti butiran diamond, dan enak dipandang. Darren tertegum dibuatnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Sang Ladyboy
8.4
Pesona Vanya sebagai ladyboy cantik kerap membuat wanita tulen merasa tersaingi. Di sebuah klub malam, ia jatuh hati pada Ricardo Esteban, meski ragu karena identitasnya. Daya tarik Vanya saat menari juga memicu obsesi dari miliarder New York, Peter Hallmark, dan bos mafia Italia, Don Salvatore. Namun, di balik profesinya sebagai MUA, ia justru terperangkap dalam sindikat perdagangan manusia. Sanggupkah Vanya bertahan dan meraih cinta sejati di tengah penderitaan ini?
Sampul Novel DI ANTARA NODA DAN CINTA PRASASTI
8.4
Kehidupan Prasasti menjadi rumit sejak berurusan dengan tiga putra konglomerat Adisurya. Hubungan asmaranya dengan si bungsu, Prasetya, hancur akibat tindakan Pramudya, sang sulung, yang hampir melecehkapannya hingga reputasi Sasti rusak. Demi menyelamatkan nama baik, Prahara yang merupakan anak kedua akhirnya menikahi Sasti. Sayang, pernikahan ini memicu dendam wanita lain yang ingin mencelakainya. Sanggupkah Sasti bertahan di tengah ancaman maut dan kembalinya Pras?
Sampul Novel I am always waiting for you (I'm fine 2)
7.8
Kepergian Ara Valeria tanpa kabar demi mengobati HIV yang dideritanya membuat Aldy Fathee, CEO arogan Fathee Grup, tumbuh menjadi sosok yang kian kejam. Takdir kembali mempertemukan mereka dalam sebuah proyek besar saat Aldy telah bertunangan dengan Melly. Meski Aldy mencoba mendekat, Ara kini bersikap sangat dingin. Setelah kecelakaan menimpa Ara, Aldy bertekad membongkar rahasia di balik sikap dinginnya itu. Akankah cinta mereka bersatu kembali?
Sampul Novel Istri Kampungan Kesayangan Presdir
9.1
Demi menghidupi adik-adiknya, Santi, seorang gadis desa, memutuskan mengadu nasib di kota besar. Takdir membawanya bertemu Bima, CEO tampan berjiwa Casanova yang sering bergonta-ganti kekasih. Biasa dikelilingi kemewahan, pertahanan Bima justru runtuh saat menghadapi ketulusan dan kepolosan Santi. Perbedaan latar belakang yang kontras ini menjadi awal mula kisah cinta tak terduga di tengah riuhnya kehidupan metropolitan.
Sampul Novel Kita Tidak Akan Pernah Berpisah Lagi
9.6
Setelah tewas secara tragis akibat cinta buta, Maeve terlahir kembali dengan tekad menjalani hidup baru yang bebas. Ia pun menghancurkan ambisi rival lamanya di dunia musik melalui bakat yang tak tertandingi. Sambil meniti puncak karier, Maeve tetap menunjukkan sisi lembut pada pria yang dicintainya. Di balik ketegasannya, ia tak ragu menggoda sang kekasih hingga pria itu membalasnya dengan bisikan penuh gairah yang menjanjikan malam tak terlupakan.
Sampul Novel Mawar Hitam Berdarah
9.7
Lelah didera siksaan batin oleh mertua dan suaminya yang tidak adil, Maria akhirnya memilih bercerai. Ia dicap cacat karena belum punya anak, bahkan suaminya tega menikah lagi secara sepihak. Namun, takdir mempertemukannya dengan bos menyebalkan yang perlahan meluluhkan hatinya. Saat cinta baru mulai tumbuh, sang mantan suami justru datang memohon untuk rujuk. Maria kini terjebak di antara masa lalu atau memulai lembaran baru.