APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel AFTER THAT NIGHT (CEO)

AFTER THAT NIGHT (CEO)

CEO teknologi New York, Darren Hawk, ingin melamar Angela Rawllies yang merupakan desainer top Paris. Namun, rencana ini terhalang niat ibunya menjodohkannya dengan model elite, Xavia Price. Darren berupaya menjauh, tetapi satu malam tak terduga mengubah segalanya dan menyeretnya ke dilema rumit. Kini ia terjebak di antara kesetiaan cintanya pada Angela atau tanggung jawab mendesak yang harus ia penuhi terhadap Xavia.
Bab
Bagikan

Bab 3

Darren dan Xavia masih duduk di dalam resto. Tak ada obrolan yang seru. Keduanya tampak canggung. Hanya ada beberapa tanya jawab yang terdengar sangat formal.

Namun, Xavia tampak senang meski pria di depannya itu terkesan dingin. Dia memang tak menyukai pria yang banyak bicara. Baginya pria dingin terkesan lebih berkelas.

Sedangkan Darren merasa sudah ingin segera pergi dari resto itu. Namun dia agak kesusahan untuk mencari alasan yang tepat. Seperti pesan ibunya; jangan sampai dia membuat Xavia kecewa pada kencan pertama mereka ini.

Ah, Darren sungguh pusing. Terlebih tatapan bola mata kebiruan Xavia yang selalu mengincar matanya. Ingin rasanya dia segera pulang.

"Hm, Darren. Apakah kau merasa tak nyaman dengan kencan ini?" tanya Xavia usai menyesap pada gelas granitanya. Darren agak tersentak mendengar itu. Mungkinkah Xavia bisa membaca pikirannya?

"Tidak. Aku baik-baik saja." Darren segera memalingkan wajah pada lalu lalang orang-orang di luar sana. Dia tak ingin sampai bertemu pandang dengan gadis di depannya itu.

Xavia hanya mengulas senyum. "Apakah kau sangat sibuk pekan ini? Bila ada waktu, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat," ucapnya seray menatap lembut.

Darren semakin canggung dibuatnya.

"Sepertinya aku sangat sibuk pekan ini. Ya, aku tak bisa." Darren kembali memalingkan wajah setelah bicara pada Xavia.

Perasaannya sangat bergejolak dan ingin segera pergi. Xavia mengulas senyum tipis. Rupanya Darren tipe pria yang tak mudah menerima ajakan dari seseorang, meski seorang gadis. Xavia merasa semakin menyukainya.

"Baiklah, kalau begitu bisakah kita keluar malam ini? Ya, sekedar menikmati udara malam," ajak Xavia masih sedang menguji pria di depannya itu.

Darren menoleh padanya. Astaga, apa ini? Gadis itu terus menawarkan banyak hal. Dia semakin pusing saja.

"Xavia, aku sedang banyak pekerjaan di kantor. Maafkan aku," balas Darren dengan hati-hati. Dia takut gadis pilihan Nyonya Hawk itu akan marah padanya.

Xavia mengangguk sambil tersenyum tipis. Darren sangatlah bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Selain itu, dia juga bukan tipe pria yang suka keluyuran di malam hari.

Xavia yakin, pria pilihan orang tuanya ini adalah pria yang terbaik untuknya.

"Tak apa, Darren. Aku mengerti. Kau sangat sibuk, itu yang kulihat di majalah bisnis. Karirmu sangat bagus, bukan?" ucapan Xavia sungguh membuat Darren tersentak.

Dia tak menduga gadis moderen seperti Xavia bisa bersikap begitu pengertian. Darren merasa bersalah karena sudah berdusta.

"Terima kasih," ucap Darren datar.

Xavia tersenyum manis untuknya. Mereka pun mulai menikmati makanan penutup yaitu New York Cheesecake, berupa dessert dengan saus berries. Sangat cocok dinikmati oleh pasangan yang sedang jatuh cinta. Dan rasanya yang manis, seolah menggambarkan perasaan Xavia sore itu.

***

Usai makan dan mengakhiri obrolan yang canggung tadi, Darren mengantar Xavia menuju mobil Limousine putih yang sudah menunggunya.

Keduanya berjalan berdampingan. Sesekali Xavia menoleh pada Darren yang tampak masih acuh padanya. Tak apa, justru sikap dingin Darren yang membuat Xavia penasaran pada pria tampan berkulit putih itu.

"Istirahatlah, maaf bila kau sedikit kecewa atas kencan kita ini," ucap Darren yang berdiri di depan Xavia yang sudah tiba di depan mobilnya. Dua bodyguard menunggu sambil berdiri agak jauh dari mereka.

"Tak apa, aku senang kau bisa datang." Xavia tersenyum manis.

"Iya." Darren hanya menganguk.

Seorang bodyguard membukakan pintu mobil. Xavia mulai berbalik dari Darren untuk masuk ke mobilnya. Namun, tiba-tiba seorang pengendara motor dengan kecepatan tinggi melewati Xavia dan hampir saja menabraknya.

"AWASS!!"

"Aaaaaaa...!"

Jerit Xavia hampir terjatuh karena menghindar dari kecelakaan yang bisa saja melukainya. Darren segera maju dan menangkap Xavia hingga terjatuh ke dalam pelukannya. Keduanya saling berpandangan barang sejenak.

Angin cukup kencang sore itu. Anak-anak rambut Xavia mengganggu wajahnya. Darren menyingkirkan anak-anak rambut itu, dengan masih pada posisinya. Jantung keduanya terasa kacau. Seperti ada sengatan listrik ribuan volt yang menyengat tubuh mereka.

"Nona, apa Anda baik-baik saja?" Suara seorang pria dengan stelan jas hitamnya cukup mengagetkan keduanya. Darren segera melepaskan pelukannya dari Xavia.

"Tak apa, aku baik-baik saja." Xavia tersenyum ramah pada pria itu. Sedangkan Darren tampak salah tingkah dan memalingkan wajahnya ke semua penjuru arah. Ada perasaan yang tiba-tiba bergelora di hatinya.

"Baiklah, aku pulang dulu." Xavia tersenyum pada Darren sebelum memasuki mobilnya.

Darren hanya mengangguk dan tetap berdiri di sana sampai mobil Limousine putih itu melaju meninggalkan area Resto.

Darren menghela napas. Dengan perasaannya yang bergejolak tak jelas, dia segera berjalan menuju Jeremy yang tampak sedang tersenyum-senyum sendiri.

"Apa yang sedang kau lihat? Cepat antar aku pulang!" perintah Darren segera memasuki mobilnya. Jeremy menutup pintu mobil itu sambil tersenyum tipis, lantas ia segera berlari menuju bagian kemudi.

Mobil pun melaju menuju apartemen Darren. Ya, pria itu tinggal sendiri di apartemennya selama ini. Ada pun dua atau tiga kali dalam sebulan dia pulang ke rumah mewah ayahnya. Itu pun jika ibunya yang meminta.

Darren lebih suka tinggal di unit apartemen. Selain dekat dengan kantornya, dia pun bisa dengan leluasa mengajak Angela bermalam di sana.

Darren duduk manis sambil bersandar pada sandaran bangku mobilnya yang nyaman. Wajahnya tampak datar dan pikirannya sedang melantur entah kemana. Tiba-tiba saja senyuman manis Xavia muncul di pikirannya.

Pria itu segera menggelengkan kepala sambil memejamkan matanya erat. Namun kali ini bola mata indah Xavia yang muncul. Darren segera membuka matanya dan merubah posisi duduknya. Dia tampak gelisah.

Jeremy yang mengetahui hal itu segera membuka suara sambil menatapnya dari kaca spion di atasnya.

"Ada apa, CEO? Apa Anda baik-baik saja?"

"It's oke. Aku baik-baik saja," jawab Darren sambil mengendurkan simpul dasinya.

Jeremy mengangguk dan segera membanting roda kemudinya ke arah kanan, memasuki gerbang sebuah apartemen 30 lantai di mana Darren tinggal.

Setelah membukakan pintu mobil untuk Darren, Jaremy segera berjalan cepat menyusul bosnya itu. Darren meneruskan langkah panjangnya menuju unit apartemen miliknya.

Beberapa orang yang berpapasan tampak menyapanya dengan sopan.

Setelah keluar dari lift tibalah mereka di lantai 25. Darren segera berjalan ke arah timur menuju pintu unit apartemen miliknya.

Setibanya di sana dia mulai mengetik enam digit angka, tanggal jadiannya dengan Angela. Angka cantik itu dia jadikan pasword untuk membuka kunci pintu unit apartemen miliknya.

Waw! Pintu langsung terbuka saat pasword berhasil disingkronkan.

Pitu otomatis terdorong secara perlahan ke dalam. Mata Darren menangkap sosok gadis yang sedang berdiri menyambutnya sambil tersenyum manis.

Angela?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Rahasia Kerajaan Terlarang: Petualangan Sensual di Dunia Fantasi
8.6
Tersesat di hutan membawa Aiden menemukan gerbang rahasia menuju kerajaan legendaris. Di dunia tersembunyi ini, ia bertemu Elara, seorang penyihir wanita yang sangat kuat. Di tengah kemegahan istana, mereka berdua berusaha mengungkap rahasia kelam serta ancaman kekuatan kegelapan. Seiring berjalannya waktu, benih cinta dan hasrat sensual mulai tumbuh di antara keduanya. Menghadapi intrik politik dan pengkhianatan, mereka harus bersatu untuk menyelamatkan kerajaan sekaligus melindungi hubungan mereka.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia memeluk Evelyn dan membisikkan janji manis yang dulu sering ia katakan padaku. Melalui tatapan matanya yang sangat dingin, Brama menegaskan bahwa pernikahan kami hanyalah sebuah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel PELACUR DI RANJANG SUAMIKU
9.7
Gava, pengusaha sukses nan rupawan, memiliki hidup yang tampak sempurna. Namun, sifat pemalunya membuat hubungan intim dengan Rasyid, suaminya, menjadi dingin. Rasyid pun tergoda oleh pesona Putri, pemilik hotel yang agresif. Dengan alasan menghindari dosa, Rasyid berniat poligami. Perselingkuhan ini akhirnya diungkap oleh Viko, pengacara yang memendam rasa pada Gava. Di hadapan Gava, Putri dengan tidak tahu malu memamerkan detail hubungan ranjangnya bersama Rasyid.
Sampul Novel SAUDADE
9.0
Fahri dan Albani berkendara cepat ke rumah sakit demi mendampingi persalinan istri mereka. Sialnya, kecelakaan tragis merenggut nyawa Albani seketika. Sebelum mengembuskan napas terakhir, ia mengamanatkan Rindu kepada Fahri. Kemalangan Fahri kian lengkap saat sang istri juga dinyatakan wafat pascamelahirkan. Di tengah kepedihan mendalam dan amanah mendiang sahabatnya, takdir perlahan menuntun Fahri dan Rindu untuk saling terikat dalam babak kehidupan yang baru.
Sampul Novel Suami Muda Nyonya Ines
9.4
Ines, pengusaha sukses berumur 40 tahun, kerap diterpa gosip miring lantaran belum menikah. Sementara itu, Damian yang berusia jauh lebih muda sedang hancur karena keluarganya bangkrut. Pertemuan mereka terjadi saat Ines menolong Damian dari anak buah Max. Demi tujuan masing-masing, keduanya sepakat melakukan pernikahan kontrak. Ines mengira kekayaannya bisa dengan mudah mengendalikan Damian, tetapi ia salah. Lambat laun, rahasia besar Damian terkuak dan mengejutkan Ines.
Sampul Novel Tak Sangka Dokter Itu Begitu
9.4
Kecanduan berat yang dialami seorang mahasiswi mulai merusak urusan akademis, kehidupan pribadi, hingga hubungan asmaranya. Atas saran sang kekasih, ia akhirnya mendatangi klinik kampus untuk menjalani pengobatan. Namun, sesi terapi tersebut berubah menjadi mimpi buruk saat ia ditangani oleh dokter pria berbadan kekar. Metode sang dokter yang mengintimidasi membuatnya ketakutan setengah mati. Terikat di ranjang periksa tanpa daya, tangisan dan permohonannya diabaikan begitu saja ketika sang dokter mulai bertindak kasar.