APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel AFTER THAT NIGHT (CEO)

AFTER THAT NIGHT (CEO)

CEO teknologi New York, Darren Hawk, ingin melamar Angela Rawllies yang merupakan desainer top Paris. Namun, rencana ini terhalang niat ibunya menjodohkannya dengan model elite, Xavia Price. Darren berupaya menjauh, tetapi satu malam tak terduga mengubah segalanya dan menyeretnya ke dilema rumit. Kini ia terjebak di antara kesetiaan cintanya pada Angela atau tanggung jawab mendesak yang harus ia penuhi terhadap Xavia.
Bab
Bagikan

Bab 1

Karena cinta, duri menjadi mawar. Karena cinta, cuka menjelma anggur segar.

  ~Jalaluddin Rumi~

***

Musim panas di kota New York. Tampak beberapa orang yang sedang berlari pagi bersama orang terdekatnya.

Ada juga yang tampak menenteng tali pengikat leher anjing kesayangan sambil berjalan-jalan santai. Ya, pagi yang sangat cerah. Pasti lebih seru jika berjoging sambil mengajak peliharaan tersayang. Ide yang bagus, bukan?

Di sebuah kamar hotel VIP. Tampak seorang pria dengan postur tubuh atletis yang baru saja keluar dari kamar mandi. Dengan handuk putih yang melilit di pinggang, pria itu tampak menawan dengan dada bidangnya dan otot-otot perutnya yang kekar menyerupai kotak-kotak.

Rambut dark brownnya tampak masih basah, dia berjalan menuju standing miror yang berada di pojok ruangan.

Di tengah ranjang, terlihat seorang wanita yang masih meringkuk dengan tubuh polos yang hanya berbalut selimut putih nan tebal. Benar, keduanya baru saja menghabiskan malam bersama.

"Darren, apakah kau akan segera pulang?" Si wanita mulai terbangun sambil memegang selimut yang menutupi sampai ke bahunya.

Pria itu menoleh sambil tersenyum tipis.

"Ya, Aku akan segera pulang. Hari ini ada meeting penting di kantor. Aku tak ingin terlambat," jawabnya.

Dia, Darren Hawk. CEO dari Hawk Company Group, salah satu perusahaan teknologi yang sedang melebarkan sayapnya di Amerika.

"Baiklah, aku pun akan segera kembali ke Paris," balas wanita di atas ranjang itu. Namanya Angela Rawllis, desainer berbakat yang bekerja di sebuah perusahaan fashion terkenal di kota Paris.

Keduanya sudah hampir dua tahun menjalin hubungan asmara, dan ini bukan kali pertama bagi mereka menghabiskan malam bersama. Kebetulan, kemarin Angela datang ke kota New York untuk urusan pekerjaan. Jadi, mereka bisa bertemu untuk sekedar saling melepas rasa rindunya.

"Angela, apakah kau akan terus bekerja di sana? Alangkah baiknya jika kau pindah saja ke kantorku. Mungkin kau bisa menjadi Sekertaris pribadiku," tukas Darren sambil mengenakan kemeja putihnya di depan cermin.

Angela hanya mengulas senyum mendengar ucapan pacarnya itu.

"Kau ini, aku bisa mati jika berada di kantormu. Hh, Nyonya Hawk pasti akan menjambak rambutku lalu melemparku ke jalanan seperti seorang pengemis," rajuk Angela sambil mengenakan gaun tidurnya yang tampak kusut.

Darren tersenyum tipis. Nyonya Hawk yang dimaksud Angela tak lain adalah ibunya. Dan ibunya tak pernah memberikan tatapan yang bersahabat pada Angela.

Bahkan sering kali Nyonya Hawk menawarkan sejumlah uang pada Angela guna meninggalkan putranya. Sungguh calon ibu mertua yang angkuh! Angela sudah malas untuk membujuk wanita berdarah Jerman itu agar mau menerimanya.

"Maafkan ibuku, jangan dipikirkan," ucap Darren sambil berjalan menghampiri Angela yang masih berada di tengah ranjang.

Wanita itu hanya mengangguk ringan. Apa lagi yang bisa dia lakukan? Sampai mati pun Nyonya Hawk tak mungkin bisa menerimanya. Entah kenapa. Mungkin karena kasta mereka yang jauh berbeda.

"Angela, aku sangat mencintaimu. Aku tak perduli apa pun yang dikatakan ibuku. Kau yang terbaik untukku, Darling." Darren duduk di sampingnya, lantas diraih jemari wanita itu kemudian dikecupnya lembut.

Angela hanya tersenyum tipis. Dia tahu itu. Namun, perasaan Darren saja tak cukup untuk membuat mereka bersatu. Restu Nyonya Hawk sangatlah diperlukan juga.

"Aku tahu kau sangat mencintaiku. Namun, aku ingin hubungan kita bisa lebih dari ini. Aku ingin menjadi istrimu," lirih Angela terdengar menekan.

Darren mengulas senyum sambil memandangi wajah cantik tanpa riasan itu. Diselipkannya anak-anak rambut yang tampak kusut ke telinga kiri Angela.

"Beri aku sedikit waktu lagi. Aku akan berusaha membujuk ibuku," bisik Darren sambil menatapnya lembut.

Angela hanya mengangguk pelan. Darren masih menatapnya dan mulai memajukan wajah perlahan. Bibir keduanya saling bertemu. Angela memindahkan kedua tangannya pada tengkuk leher Darren. Matanya kian terpejam seraya menikmati hangatnya ciuman itu. Keduanya memang sedang dimabuk cinta. Berpisah? Rasanya tak mungkin.

***

Waktu menunjukkan pukul dua sore saat Darren baru saja selesai meeting dengan para staf utamanya. Mereka membahas harga saham yang kian melonjak. Dan perusahaan besar ternama di Amerika menawarkan sebuah kerja sama.

Altano Group, nama perusahaan itu. Para staf sangat berharap Darren sebagai CEO utama mengambil keputusan yang tepat kali ini.

Ya, Darren sangatlah teliti dalam setiap keputusannya. Dia tak mudah percaya dan mau menjalin kerjasama begitu saja. Akibatnya banyak perusahaan yang sangat kecewa karena ditolak mentah-mentah olehnya.

"Sore, CEO. Di ruangan Anda ada Nyonya Hawk. Beliau sudah menunggu sekitar lima belas menit," ucap Jeremy, salah seorang staf utama dan juga orang kepercayaan Darren.

"Baiklah, aku akan segera ke sana." Darren menunjukan wajah datarnya pada Jeremy sebelum melanjutkan langkah menuju ruangannya.

Jeremy hanya mengangguk dan segera menyusulnya.

"Sore, CEO." Dua orang pria berpakaian rapi masing-masing berdiri di pinggir pintu yang terbuat dari kaca tebal. Mereka adalah orang-orangnya Nyonya Hawk yang langsung menyambut Darren datang dan membukakan pintu kaca itu untuknya.

Tak ada senyuman di wajah tampan Darren, dia hanya mengedipkan kedua matanya saja sambil melangkah masuk.

Tibalah Darren di ruangan luas dengan cat dinding berwarna kayu pinus kering. Tak banyak furniture yang berada di sana, hanya ada meja kerja Darren lengkap dengan bangkunya.

Lemari-lemari besar nan tinggi yang terisi oleh banyak buku tebal dan beberapa figuran kecil, juga sebuah sofa panjang yang berseberangan dengan meja kerjanya. Sedangkan beberapa lukisan minimalis tapi bernilai tinggi bergantung di beberapa titik dinding.

Maskulin dan sangat berkelas! Inilah ruangan di mana Darren menghabiskan banyak waktunya sepanjang hari.

Manik mata Darren menangkap sesosok wanita berpostur tinggi dengan heels tinggi 10cm warna putih gading. Pakainnya tampak sangat licin dan bau asap rokoknya yang mulai mendominasi wewangian dalam ruangan itu.

Liliana Hawk, nama wanita itu. Namun semua orang menyebutnya Nyonya Hawk, atau Nyonya Besar.

Nyonya Hawk sedang berdiri di tepi jendela besar yang berada di bagian kiri ruangan. Matanya lurus ke depan dengan tangan kirinya yang tampak memegang selembar majalah fashion. Sebatang rokok terselip di antara jari tangan kanannya. Sesekali ia mengarahkan batang rokok itu ke mulutnya.

"Ma, ada apa menemuiku? Apakah ada hal penting?"

Suara bass Darren membuatnya menoleh. Nyonya Hawk hanya tersenyum tipis menyapa putranya itu. Kaki jenjangnya mulai terayun menuju pria dengan stelan jas hitam di depannya.

"Darren, kau akan segera menikah, Sayang." ucapan Nyonya Hawk sungguh membuat Darren kaget sekaligus heran.

Menikah?

"Hei, apa maksudmu? Aku tak mengerti." Darren memasang senyum garingnya.

Nyonya Hawk hanya tersenyum tipis, lantas mendekati Darren sambil menikmati batang rokoknya.

Sebuah majalah dilemparnya ke atas meja. Tampak wajah seorang model cantik yang sedang tersenyum manis sebagai cover majalah tersebut. Darren menatap heran pada ibunya, dia masih belum bisa mengerti. Apa maksud wanita itu sebenarnya.

"Kau kenal gadis ini?" Tunjuk Nyonya Hawk pada gadis dalam majalah tadi.

Darren menatapnya heran. Untuk apa ibunya menanyakan hal itu? Tentu saja dia mengenalnya. Gadis itu adalah model yang sedang bersinar sepanjang musim panas ini, Xavia Altano Price. Lantas apa maksudnya? Darren mulai curiga.

"Dia calon istrimu," lanjut Nyonya Hawk setengah berbisik, kemudian menyesap dan menghembuskan asap rokoknya ke udara.

Darren membulatkan sepasang manik matanya dengan mulut yang mengangah. Apa? Calon istri? Dia hampir tak percaya dengan apa yang barusan didengarnya. Namun Nyonya Hawk bukanlah tipe orang yang suka bergurau. Dia tak pernah main-main dalam setiap ucapannya.

___________________

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Rahasia Kerajaan Terlarang: Petualangan Sensual di Dunia Fantasi
8.6
Tersesat di hutan membawa Aiden menemukan gerbang rahasia menuju kerajaan legendaris. Di dunia tersembunyi ini, ia bertemu Elara, seorang penyihir wanita yang sangat kuat. Di tengah kemegahan istana, mereka berdua berusaha mengungkap rahasia kelam serta ancaman kekuatan kegelapan. Seiring berjalannya waktu, benih cinta dan hasrat sensual mulai tumbuh di antara keduanya. Menghadapi intrik politik dan pengkhianatan, mereka harus bersatu untuk menyelamatkan kerajaan sekaligus melindungi hubungan mereka.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia memeluk Evelyn dan membisikkan janji manis yang dulu sering ia katakan padaku. Melalui tatapan matanya yang sangat dingin, Brama menegaskan bahwa pernikahan kami hanyalah sebuah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel PELACUR DI RANJANG SUAMIKU
9.7
Gava, pengusaha sukses nan rupawan, memiliki hidup yang tampak sempurna. Namun, sifat pemalunya membuat hubungan intim dengan Rasyid, suaminya, menjadi dingin. Rasyid pun tergoda oleh pesona Putri, pemilik hotel yang agresif. Dengan alasan menghindari dosa, Rasyid berniat poligami. Perselingkuhan ini akhirnya diungkap oleh Viko, pengacara yang memendam rasa pada Gava. Di hadapan Gava, Putri dengan tidak tahu malu memamerkan detail hubungan ranjangnya bersama Rasyid.
Sampul Novel SAUDADE
9.0
Fahri dan Albani berkendara cepat ke rumah sakit demi mendampingi persalinan istri mereka. Sialnya, kecelakaan tragis merenggut nyawa Albani seketika. Sebelum mengembuskan napas terakhir, ia mengamanatkan Rindu kepada Fahri. Kemalangan Fahri kian lengkap saat sang istri juga dinyatakan wafat pascamelahirkan. Di tengah kepedihan mendalam dan amanah mendiang sahabatnya, takdir perlahan menuntun Fahri dan Rindu untuk saling terikat dalam babak kehidupan yang baru.
Sampul Novel Suami Muda Nyonya Ines
9.4
Ines, pengusaha sukses berumur 40 tahun, kerap diterpa gosip miring lantaran belum menikah. Sementara itu, Damian yang berusia jauh lebih muda sedang hancur karena keluarganya bangkrut. Pertemuan mereka terjadi saat Ines menolong Damian dari anak buah Max. Demi tujuan masing-masing, keduanya sepakat melakukan pernikahan kontrak. Ines mengira kekayaannya bisa dengan mudah mengendalikan Damian, tetapi ia salah. Lambat laun, rahasia besar Damian terkuak dan mengejutkan Ines.
Sampul Novel Tak Sangka Dokter Itu Begitu
9.4
Kecanduan berat yang dialami seorang mahasiswi mulai merusak urusan akademis, kehidupan pribadi, hingga hubungan asmaranya. Atas saran sang kekasih, ia akhirnya mendatangi klinik kampus untuk menjalani pengobatan. Namun, sesi terapi tersebut berubah menjadi mimpi buruk saat ia ditangani oleh dokter pria berbadan kekar. Metode sang dokter yang mengintimidasi membuatnya ketakutan setengah mati. Terikat di ranjang periksa tanpa daya, tangisan dan permohonannya diabaikan begitu saja ketika sang dokter mulai bertindak kasar.