APKDock Logo
Sampul Novel Pacarku Berondong

Pacarku Berondong

8.7 / 10.0
Meira, wanita 35 tahun, terus menghindari Daniel yang berusia sepuluh tahun lebih muda. Walau ditolak, Daniel pantang menyerah untuk meminangnya. Hubungan asmara ini pun diterpa badai besar, khususnya akibat pertentangan keras dari keluarga Daniel. Keadaan kian pelik ketika rahasia lama Meira terbongkar: ia nyaris menjadi istri dari paman Daniel di masa lalu. Di tengah gempuran konflik dan rahasia kelam ini, akankah cinta mereka sanggup bertahan, atau justru kandas?

Pacarku Berondong Bab 1

Alunan musik DJ memekakkan telinga Meira yang tengah duduk sembari menikmati vodka yang ia pesan. Duduk di bartender dengan suasana hati yang sedang kacau.

“Raffael gila! Kalau emang udah gak mau sama gue, gak usah nikahi gue. Bangsat!”

“Woah!”

Meira terkejut kemudian menoleh ke samping kiri di mana seorang lelaki yang jauh lebih muda darinya duduk.

“Boleh duduk di sini?” tanya Daniel, pria berusia dua puluh empat tahun.

Meira mengangguk canggung. “Kamu sudah duduk.”

“Kenapa dengan Raffael?” tanyanya sembari meneguk vodka milik Meira. “Daniel. What’s your name?”

Meira menaikan kedua alisnya. “Kamu … ingin kenalan denganku? Tampangnya masih muda, tapi malah menggodaku.”

Daniel terkekeh pelan. “Gak masalah, kan? Gak ada yang larang pun. Dulu juga pernah heboh. Anak remaja menikahi nenek-nenek tua.”

Meira tertawa kemudian menyurai rambut panjang nan lebat miliknya itu. “Lucu juga,” ucapnya dengan pelan.

“Namanya siapa, Mbak?” tanyanya lagi sembari menerbitkan senyumnya.

Meira menoleh dan menatap lelaki itu. “Bisa temani aku malam ini?”

“Sure! Sampai pagi pun aku siap, Mbak cantik. Asalkan beri tahu dulu, nama kamu siapa.”

“Meira. Meira Maurent.”

“Nama yang indah, Mbak Meira.”

Meira mendehem pelan. “Apa yang sedang kamu lakukan di sini, Daniel?”

Pria itu mengedikkan bahunya. “Mumet, dengar orang tua berantem terus tiap hari. Tapi, gak pernah mau pisah. Dengan alasan anak. Padahal aku sendiri masa bodoh, mau mereka pisah pun itu bukan urusanku.”

Meira manggut-manggut dengan pelan. “Butuh penghiburan, dong?”

“Bisa jadi. Thanks for your drink. Aku ambilkan yang baru.” Daniel lalu memanggil sang barista untuk mengambilkan satu botol vodka dan satu gelas untuknya.

“So! Siapa Raffael?” tanyanya ingin tahu.

Meira menuangkan minuman itu ke dalam gelas miliknya. “We are will married, but … dia menghamili wanita lain. Yang ternyata akulah, selingkuhannya.”

“Oh my God. It’s so hurt.”

“Ya. Aku harus menghadapi orang tuaku dan mengatakan yang sebenarnya. Pernikahan itu batal dan aku, jadi single lagi.”

Daniel menatap wajah Meira dengan lekat. “Tapi, raut wajahmu tidak memperlihatkan jika kamu menyesal, telah berpisah dengannya. Why?”

Meira mengusapi ceruk lehernya kemudian menghela napasnya dengan panjang. “Bisa pesan kamar sekarang juga?” pintanya kemudian.

Daniel menaikan alisnya sebelah. Tampak dari raut wajahnya jika perempuan itu sudah terpengaruh oleh minuman.

“Okay!” ucapnya kemudian menyunggingkan senyum dan memesan kamar untuk membawa perempuan ini ke sana.

‘So funny. Maybe, dengan cara ini, dia bisa melupakan lelaki itu,’ ucapnya dalam hati.

“Di mana, Bro?” Ezra—sahabat dengan Daniel menghubunginya.

“Bar, dekat dance floor. Ada yang lagi butuh pelampiasan. Cantik, dan menggemaskan.”

“Hah? Gila lo! Mentang-mentang baru putus, udah dapat mangsa lagi aja. Gak usah ngadi-ngadi kalau cuma buat pelampiasan nafsu doang, Daniel.”

“No, no, no! Tentu saja bukan. Kali ini gue serius. She is so cute, and … beautiful. Dan umurnya kayaknya lebih tau dia. And i like a old women.”

Ezra tertawa di seberang sana. “Okay, okay. Dari dulu juga lo gak pernah pacaran sama yang lebih muda dari elo. Have fun. Jangan lupa besok main basket.”

Daniel menutup panggilan tersebut kemudian menatap Meira kembali. “Mei?” panggilnya kemudian.

Meira menoleh kemudian tersenyum miring. “I wanna play tonight. Kepalaku, ough! Pening sekali.” Meira memegang kepalanya kemudian menggembungkan pipinya.

“Aku ambil kunci kamarnya dulu,” bisik Daniel tepat di telinga Meira.

Ia kemudian beranjak dari duduknya dan pergi menuju resepsionis untuk mengambil kunci kamar yang sudah ia pesan.

Tak lama setelahnya, ia menarik tangan Meira dan membawanya ke dalam lift menuju lantai dua.

Di dalam club yang cukup gelap tak bisa melihat dengan jelas, wajah cantik wanita itu. Namun, akhirnya Daniel bisa melihat wajah Meira setelah masuk ke dalam lift.

“You look so beautiful, Meira. Kamu harus jadi milikku,” gumam Daniel sembari mengusap bibir merah Meira.

Perempuan itu menoleh pelan. Wajah Daniel sudah berbayang ia lihat. Kepalanya sudah benar-benar pusing akibat alkohol yang ia minum tadi.

Sesampainya di dalam kamar. Daniel langsung meraup bibir perempuan itu dan menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur.

“Eumph! Slow down,” pinta Meira kepada Daniel.

“No, Baby! Bukankah ini, yang kamu inginkan?” bisik Daniel dengan suara beratnya.

Meira mengatur napasnya yang terengah-engah. Daniel kembali meraup bibir perempuan itu dengan tangan meremas gundukan kenyal milik Meira.

Hingga membuat perempuan itu mengerang kenikmatan. Cumbuan itu semakin menjadi. Daniel semakin menginginkan Meira yang tengah berada di atas tubuhnya.

“Aku menginginkanmu setiap hari, Meira. Bisakah kita melakukan ini lagi?” Daniel sudah meracau tak jelas.

Sementara Meira tak kuat menahan desahan yang terus ia keluarkan bersamaan dengan tangan Daniel yang terus meremas gundukan kenyalnya itu.

“Do it! Ough!” Meira membuka mini dress yang ia kenakan. Pun dengan Daniel. Membuka seluruh pakaian yang ia kenakan.

Lalu meraup bibir perempuan itu dengan rakus. Tangannya kini merayap ke bawah. Mengusapi titik sensitive milik Meira yang sudah basah karena permainan Daniel.

“Kamu sudah basah, Baby,” bisik Daniel lalu tubuhnya merayap ke bawah. Tepat di depan sana, Daniel menikmati benda asing itu dengan penuh.

“Ough! Oh my God! Daniel … ough ….” Meira mengerang. Menjerit menikmati sentuhan yang dilakukan oleh Daniel padanya.

“Enjoy, Baby,” ucap Daniel kemudian menyesapnya lagi.

Meira semakin menjadi. Kepalanya terangkat ke atas dengan tangan menjambak rambut Daniel yang masih menikmati miliknya di bawah sana.

Tubuh Meira mengejang—tanda ia sudah mencapai puncaknya. Kemudian lemas, karena pengeluarannya luar biasa itu.

Kesadaran Meira mulai pulih. Ia kemudian mengerutkan keningnya menatap Daniel yang tengah menyunggingkan senyum kepadanya.

“Daniel? Kamu … yang tadi kenalan di bar tadi, kan?” tanya Meira sembari menunjuk wajah Daniel.

Lelaki itu mengangguk. “Ya. Siapa lagi, kalau bukan aku? Kamu berharapnya siapa, hum?”

Meira menggeleng pelan. “Sorry. But, kenapa kamu melakukan ini? Oh! Sorry. Aku, kalau mabuk memang selalu melantur.”

“It’s okay, it’s okay. Aku juga menginginkanmu. Santai saja.”

Meira menelan salivanya. Bahkan keduanya sudah tidak mengenakan apa pun. Namun, Meira tampak canggung sebab lelaki yang ada di depannya ini baru ia kenal beberapa jam yang lalu.

Namun, sudah membuatnya orgasm. Meira sedikit malu, dan sangat menyesali perilaku mabuknya yang selalu mengajak bercinta. Begitulah Meira.

Daniel kemudian mengadahkan kepala Meira dengan memegang dagu lancip perempuan itu. Kembali meraup bibir itu dengan lembut, membiarkan Meira tahu, bila dirinya sangat menginginkan tubuh Meira.

“Come on! Kita sudah sama-sama tahu, right?” bisik Daniel sembari menatap dengan sangat dekat wajah wanita itu.

Meira mengangguk pelan. “Do it,” ucapnya dengan pelan.

Daniel menerbitkan senyumnya. Ia kembali meraup bibir perempuan itu sembari membawa miliknya masuk di bawah sana.

“Aahh!” pekik Meira usai merasakan pedang ganas Daniel sudah tenggelam masuk di bawah sana.

Daniel memompa tubuh Meira dengan sangat lincah dan memburu. Suara erangan dan pekikan berpadu di dalam ruangan itu. Tangan Meira mencengkeram erat bahu Daniel sembari melayangkan suara desahan yang membuat Daniel semakin menjadi.

Tubuh Meira dibalikkan guna mengganti posisi yang dia inginkan. Lalu membawanya masuk kembali dan memompanya dengan sangat cepat.

“Ouuuh! Daniel … please!” pekik Meira sudah tak karuan.

“Enjoy, Baby. Ini sangat nikmat, oughh!” raung Daniel sembari terus melajukan temponya. Daniel benar-benar tenggelam dalam permainan bersama dengan wanita yang baru ia temui itu.

Sangat luar biasa bahkan membuat Daniel lupa diri. Sensasi yang luar biasa, yang Daniel rasakan kini. Pikiran yang semrawut itu kembali fresh sebab permainan gila yang dilakukan olehnya kepada Meira.

Satu jam berlalu ….

Daniel menyelesaikan permainan itu kemudian mengeluarkan cairan putih itu di atas perut Meira sebab ia tak mengenakan pengaman.

Meira kemudian duduk di samping Daniel yang baru saja membersihkan bekas cairan itu dengan tissue yang tersedia di sana.

“Mau tidur di sini, atau pulang ke apartemenku?” tanya Daniel sembari menatap wajah perempuan itu.

“Boleh, memangnya?”

“Sure! Itu rumah keduaku, jika Mommy dan Daddy sedang bertengkar.”

“Kamu anak tunggal?” tanyanya ingin tahu.

“No! Anak sulung, aku punya dua adik. Dan mereka kembar. Vallery dan Viona, usianya baru dua puluh tahun dan masih kuliah di semester empat.”

Meira manggut-manggut dengan pelan. “Kalau begitu, pakai bajumu. Aku tidak pernah menginap di tempat seperti ini.”

“Okay!” Daniel lalu memunguti pakaiannya dan langsung memakainya kembali.

Setibanya di apartemen mewah itu. Meira mengedarkan matanya melihat betapa luasnya apartemen tersebut.

“Kamu, sendirian … tinggal di sini?” tanya Meira ingin tahu. “Dan permainanmu tadi sangat lihai. Itu artinya, bukan kali pertama, kamu lakukan itu dengan wanita?”

Daniel menghela napasnya dengan panjang. “Mau es jeruk?”

“Boleh. Dan jawab pertanyaanku.”

Lanjut Membaca

Daftar Isi Pacarku Berondong

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cincin Dendam : Janji di Balik Rahasia
9.4
Akibat cemburu, Lara tak sengaja merusak hubungan adiknya dengan Leon, menyeretnya ke dalam rahasia kelam keluarga Ariatama Marten. Leon yang menyimpan rencana tersendiri justru menawarkan pernikahan kontrak demi membalas pengkhianatan itu. Demi menjaga nama baik keluarga dan perasaan cintanya yang tersembunyi, Lara pun menerima tawaran tersebut. Akankah pernikahan tanpa cinta ini menumbuhkan rasa sejati, atau justru membongkar luka lama serta misteri berbahaya yang mengancam mereka?
Sampul Novel Ku Kira Setia Ternyata Mendua
9.1
Pernikahan hasil perjodohan dengan lelaki impian awalnya terasa begitu sempurna. Namun, ilusi kebahagiaan itu seketika sirna saat aku memergoki suamiku berselingkuh dengan perempuan lain di depan mataku sendiri. Janji setia yang selama ini kupercayai rupanya palsu. Di tengah hancurnya hati, kini aku dihadapkan pada kebimbangan besar dalam bersikap di depan keluarga serta menentukan kelanjutan takdir rumah tangga kami yang telah ternoda.
Sampul Novel Pembalasan Winter
7.9
Karir Kimberly Feodora, seorang model terkenal, hancur akibat tuduhan palsu atas kematian sahabatnya. Depresi karena diasingkan, ia melompat dari lantai tujuh belas. Namun, jiwanya terbangun di tubuh Winter, gadis obesitas yang dikhianati meski disayangi keluarganya. Berbekal kesempatan kedua ini, Kimberly bertekad membalas dendam dengan cara tak terduga.
Sampul Novel Tangisan Pilu Sang Istri
9.6
Demi mewujudkan pernikahan impian, Manda memilih pensiun dari pekerjaan yang cemerlang. Namun, kenyataan pahit harus ia telan setelah menikah. Meski Dimas adalah sosok yang mengajaknya membina rumah tangga, pihak keluarga suaminya justru terus memberikan tekanan psikologis yang berat bagi Manda. Di tengah penderitaan ini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: tetap bertahan dalam ikatan yang menyiksa atau melangkah pergi demi menyembuhkan luka batinnya.
Sampul Novel TERJEBAK CINTA SATU MALAM
7.8
Hidup Anaya Diandra runtuh setelah dikhianati pacarnya dan dipaksa sang ibu tiri menikahi lelaki tua. Di tengah keputusasaan, ia nekat menyerahkan kehormatannya pada pria asing. Siapa sangka, sosok itu bukan orang bayaran, melainkan Kevin Wiratama, CEO kaya yang pernah menyelamatkan ayahnya. Akibat kesepakatan jahat ibu tirinya, kini Anaya terikat untuk melayani Kevin selamanya. Ia tak menyadari bahwa Kevin telah lama mengincar dan menjebaknya dalam jerat asmara.
Sampul Novel Wanita Kontrak
9.0
Setahun setengah Kana berpura-pura menjadi istri Ian demi menutupi jalinan asmara rahasia sang pria. Namun, setelah perceraian mereka, nasib buruk kembali menjeratnya. Kali ini, Lucas datang memaksa Kana menyetujui pernikahan kontrak baru selama tiga tahun, di mana ia hanya dijadikan pemuas nafsu. Saat Kana menderita dalam jeratan Lucas, Ian muncul kembali untuk menolongnya. Akankah Kana berhasil membebaskan diri dan mengakhiri takdirnya sebagai wanita kontrak?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan