APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ada Cinta di Meja Hijau

Ada Cinta di Meja Hijau

Anita Putri, pengacara andal bertubuh gempal, dikhianati oleh Adrian Hartono. Putra pemilik firma hukum tempatnya bekerja itu hanya memanfaatkan kecerdasan Anita demi memenangkan berbagai kasus, meski Anita tulus mencintainya. Kecewa dengan perlakuan Adrian, Anita memutuskan bangkit dan mengubah penampilannya secara drastis. Ini menjadi awal perjuangannya membalas dendam sekaligus menemukan kembali harga diri yang sempat hilang di dunia hukum.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pagi itu, sebuah rumah sederhana dipenuhi suara nyanyian sumbang yang memekakkan telinga. Di dalam kamarnya, Dika, remaja berusia 18 tahun, menutup telinganya dengan bantal, berusaha menghalau suara kakaknya, Anita.

"Argh! Kenapa sih kak Anita harus nyanyi sepagi ini?" gerutu Dika, akhirnya menyerah dan bangun dari tempat tidurnya.

Dengan langkah gontai dan wajah masam, Dika menghampiri kamar mandi. Suara Anita masih terdengar jelas dari balik pintu, menyanyikan lagu pop yang sedang hits dengan nada yang jauh dari kata tepat.

"Kak Anita!" Dika menggedor pintu kamar mandi. "Bisa nggak sih nggak nyanyi? Berisik tau!"

Pintu kamar mandi terbuka sedikit, hanya menampakkan wajah Anita yang basah dan berbusa. "Apaan sih, Dik? Ganggu orang mandi aja."

"Kakak tuh yang ganggu!, suara kakak ittu sudah kayak cicak kegencet pintu," protes Dika. "Aku kan mau tidur sampai siang. Mumpung hari ini masih libur tau!"

Anita nyengir jahil. "Enak aja kamu, suara bagus gini kamu bilang kayak cicak. Kakak lagi happy nih, hari ini mau nyanyi sepuasnya!"

"Ih, Kak! Please deh, stop nyanyi ya?" Dika memohon dengan wajah memelas.

"Nggak mau," Anita menjulurkan lidahnya. "Weekk!"

"Kak Anita!" Dika mulai kesal. "Ayolah, kasihan telingaku, nanti genderang telingaku bisa pecah gara gara dengar suara cempreng kakak!"

Anita tertawa. "Oke, oke. Gimana kalau kakak nyanyinya pelan-pelan aja? Deal?"

Dika menghela napas panjang. "Ya udah deh, yang penting nggak sekenceng tadi."

"Sip!" Anita mengangguk. "Tapi awas ya kalau protes lagi."

"Iya, iya," Dika mengiyakan dengan malas. "Pokoknya jangan kenceng-kenceng."

Saat Anita menutup pintu kamar mandi, Dika bisa mendengar kakaknya mulai bernyanyi lagi, kali ini dengan suara yang lebih pelan. Meski masih sumbang, setidaknya tidak separah tadi.

Dika kembali ke kamarnya, menggelengkan kepala. "Dasar Kak Anita. Seneng banget sih kayaknya. Ada apa ya?"

Tanpa Dika sadari, senyum Anita di balik pintu kamar mandi semakin lebar. Hari ini adalah hari pertamanya bekerja di Hartono Firm, dan dia tidak sabar untuk memulai petualangan barunya.

Pagi itu, aroma nasi goreng memenuhi ruang makan keluarga sederhana itu. Dika, dengan rambut acak-acakan khas orang baru bangun, sudah duduk di meja, menyendok nasi goreng ke mulutnya dengan mata setengah terpejam.

Anita muncul dari kamarnya, senyum lebar menghiasi wajahnya. "Pagi, keluarga tersayang!" serunya riang, membuat Dika tersedak.

"Uhuk! Astaga, Kak," Dika terbatuk-batuk. "Bisa nggak sih nggak bikin kaget?"

Anita terkekeh, mengambil tempat di seberang adiknya. "Maaf, Dik. Soalnya kakak lagi happy nih!"

"Happy karena berhasil merusak mimpi indahku?" gerutu Dika. "Padahal tadi lagi enak-enaknya pelukan sama Fuji."

Anita memutar bola matanya. "Alah, mimpi aja bangga. Kakak malah mau ketemu cowok ganteng beneran hari ini."

Dika mengangkat alisnya, mendadak tertarik. "Hah? Maksudnya?"

Belum sempat Anita menjawab, ibu mereka datang membawa sepiring nasi goreng lagi. "Ini Nita, sarapan dulu."

Mata Anita berbinar melihat hidangan di hadapannya. Tanpa basa-basi, dia langsung menyantap makanan itu dengan lahap.

"Pelan-pelan, Nita," tegur ibunya. "Nanti tersedak."

Dika menyeringai. "Bu, mending suruh Kak Nita diet deh. Tuh, badannya udah kayak Baymax."

Anita mendelik. "Enak aja! Ini namanya sintal, tau!"

"Sintal dari Hongkong," balas Dika. "Kingkong kali!"

"Sudah, sudah," ibu mereka menengahi. "Tapi Nita, Dika ada benarnya. Jaga kesehatan ya, Nak."

Anita mengangguk, mulutnya masih penuh. Setelah menelan, dia berkata, "Iya, Bu. Nanti Nita coba deh. Oh iya, Nita harus berangkat sekarang nih. Nggak mau telat di hari pertama."

Dika mengerjap. "Lho? Hari pertama apa?"

Anita berdiri, membusungkan dadanya dengan bangga. "Hari pertama kerja, dong! Di Hartono Firm, firma hukum nomor satu di Indonesia!"

Mulut Dika menganga. "Hartono Firm? Yang itu? Yang sering muncul di TV?"

"Yup!" Anita mengedipkan mata. "Makanya tadi Kakak bilang mau ketemu cowok ganteng. Anaknya bos kan cakep banget!"

Dika bersiul kagum. "Gila! Hebat juga lo, Kak. Tapi... yakin diterima? Maksudnya..." dia melirik penampilan kakaknya dari atas ke bawah.

Anita cemberut. "Heh, jangan remehkan Kakakmu ini ya! Lihat aja nanti, Kakak bakal jadi pengacara paling top di sana!"

Dengan itu, Anita menyambar tasnya dan bergegas ke pintu. "Nita berangkat ya, Bu, Dik! Doain Nita!"

Setelah Anita pergi, Dika dan ibunya bertukar pandang.

"Bu," kata Dika pelan. "Kira-kira Kak Nita bakal bertahan berapa lama ya di sana?"

Ibunya tersenyum misterius. "Kita lihat saja nanti, Nak. Kakakmu itu... punya caranya sendiri."

Sementara itu, di jalan menuju Hartono Firm, Anita menarik napas dalam-dalam. "Oke, Anita," gumamnya pada diri sendiri. "Hari ini adalah awal dari segalanya. Tunjukkan pada mereka siapa bosnya!"

Tanpa dia sadari, di Hartono Firm, Adrian sudah menunggunya dengan rencana-rencana tersendiri. Hari itu akan menjadi hari yang tak terlupakan bagi keduanya.

Anita melangkah penuh percaya diri dari tempat parkir, senyum lebar menghiasi wajahnya. Blazer yang sedikit ketat dan rok pensil yang memamerkan lekuk tubuhnya membuatnya merasa siap menaklukkan dunia.

"Hari ini, Hartono Firm akan tahu siapa bos sebenarnya," gumamnya penuh tekad.

Namun, keasyikannya membayangkan kesuksesan membuatnya tidak memperhatikan sekitar. Tiba-tiba...

BRAK!

Suara benturan keras menggema di lobby, diikuti getaran kaca yang membuat semua orang menoleh. Anita, dengan hidung menempel di pintu kaca otomatis yang baru saja tertutup, mematung sejenak.

Tawa tertahan dan bisik-bisik mulai terdengar di sekitarnya.

"Haha, lihat tuh si gendut!"

"Astaga, apa dia buta?"

"Mau sok keren kali ya?"

Anita merasakan wajahnya memanas. Tapi alih-alih merasa malu, dia malah menegakkan bahunya dan tersenyum lebar.

"Selamat pagi, semuanya!" serunya riang, seolah-olah benturan tadi adalah bagian dari rencananya. "Saya Anita, pengacara baru di sini. Senang bertemu kalian semua!"

Beberapa orang terlihat tercengang dengan reaksinya, sementara yang lain masih cekikikan.

Tak peduli, Anita melangkah mantap menuju meja resepsionis. "Permisi, saya sudah ada janji dengan Pak Yanto."

Resepsionis yang berjaga hari ini kebetulan beda dengan orang yang kemarin berjaga di meja resepsionis,kali ini yang berjaga adalah seorang wanita cantik yang terlihat ramah.Si resepsionis ini, yang masih berusaha menahan tawa, mengangguk. "Oh, Anda bu Anita yang di tunggu pak Yanto itu? Pak Yanto sudah menunggu anda di—"

Tiba-tiba, suara familiar menginterupsi.

"Well, well, well. Lihat siapa yang datang."

Anita membeku. Suara itu... Dia menoleh perlahan, dan matanya bertemu dengan sepasang mata yang memancarkan kebencian.

Adrian berdiri di sana, senyum sinis menghiasi wajahnya yang tampan.

"Selamat datang di Hartono Firm," ujarnya dengan nada mengancam. "Aku sudah menunggumu.Akan ku buat kau menyesal karena sudah berani membuat masalah denganku."

Anita menelan ludah. Hari pertamanya baru saja dimulai, dan sepertinya, ini akan menjadi hari yang sangat, sangat panjang.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak yang tersembunyi
9.3
Nasib buruk menimpa Alia saat menanti kepulangan anak majikannya. Di malam itu, ia dipaksa masuk ke kamar dan dilecehkan meski sudah berusaha keras memberontak. Kemalangan Alia berlanjut ketika ia dituduh merayu pria tersebut, hingga akhirnya diusir secara sepihak oleh sang majikan. Peristiwa kelam itu tidak hanya meninggalkan trauma emosional yang mendalam bagi Alia, tetapi juga mengakibatkan lahirnya seorang anak yang sama sekali tidak pernah ia harapkan kehadirannya.
Sampul Novel Bangkit Dari Kematian
8.3
Pernikahan Rianti dan Randi yang semula tenang kini diguncang badai akibat kehadiran masa lalu. Monica kembali membawa dendam membara, merasa dikhianati karena Randi memilih menikahi Rianti. Ia menuntut janji suci yang diklaim pernah diucapkan Randi dahulu, walau pria itu membantahnya dengan tegas. Di tengah misteri ikrar masa lalu yang membayangi, sanggupkah Rianti bertahan dan berjuang menyelamatkan rumah tangganya dari usikan sang mantan?
Sampul Novel Cintamu Bohong, Ya?
8.7
Kirana hancur saat mengetahui rahasia kelam suaminya, Raka, di balik keguguran yang dialaminya lima kali berturut-turut. Di depan ruang dokter, ia mendengar Raka mengaku sengaja memberinya obat aborsi agar rahimnya diangkat, sementara selingkuhannya yang bernama Maya sedang hamil sehat. Menyadari pernikahan dan cinta tulusnya selama ini hanyalah kebohongan fatal yang dirancang untuk menghancurkannya, Kirana harus menghadapi kenyataan bahwa fisiknya kini melemah tanpa harapan bisa mengandung lagi.
Sampul Novel DILEMA CINTA SEGITIGA
9.3
Pernikahan Marlon dan Sarah terikat oleh urusan bisnis, tanpa cinta. Diam-diam, keduanya memiliki kekasih gelap. Demi bercerai cepat, Sarah berencana menghancurkan nama baik Marlon. Namun, ia malah terbakar cemburu saat melihat suaminya bermesraan dengan Natalia. Kini, Marlon berada di posisi sulit karena istri dan selingkuhannya sama-sama menolak untuk pergi. Ia pun didera kebimbangan besar dalam menentukan pilihan hidupnya.
Sampul Novel Dimanjakan oleh Taipan yang Menyendiri
8.4
Corinna hampir kehilangan nyawa akibat kekejaman ayah dan ibu tirinya. Beruntung, takdir mempertemukannya dengan Andres, pewaris paling berkuasa di Kota Driyver yang terkenal dingin. Setelah Corinna menyelamatkan hidupnya, kesepakatan bisnis di antara mereka perlahan tumbuh menjadi kisah cinta yang mengguncang publik. Banyak orang terkejut melihat bagaimana taipan penyendiri yang tak berperasaan itu kini berubah drastis menjadi sosok pria yang sangat bucin.
Sampul Novel Ghost Boyfriend
8.0
Pasca kecelakaan maut yang merenggut nyawanya, Arka terjebak menjadi arwah penasaran. Demi menuntaskan urusan yang tersisa sebelum benar-benar pergi, ia bekerja sama dengan seorang pengangguran bernama Zulfi. Arka bertekad memastikan kebahagiaan sang kekasih, Ziva, yang telah ditinggalkannya. Namun, melihat kedekatan yang mulai terjalin antara Zulfi dan Ziva, sanggupkah Arka pergi dengan tenang? Bisakah ia juga membenahi hidup Zulfi di sisa waktu yang ada?