APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel A Thousand Tears of Sword

A Thousand Tears of Sword

Di benua terkutuk yang penuh penindasan dan perdagangan manusia, dewa mengutus Dewi Kematian untuk menegakkan keadilan. Sialnya, sebuah insiden saat turun ke bumi melenyapkan seluruh kekuatannya. Ia justru bereinkarnasi sebagai gadis kecil bernama Hua Hua. Tanpa kekuatan dewa yang tersisa, mampukah ia menuntaskan misi sucinya untuk menyelamatkan mereka yang tertindas di tengah neraka dunia ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Ep 2. Kekacauan Kota merah

Matahari mulai tenggelam membuat dunia menjadi gelap, semua orang berbalik ke kediaman masing-masing untuk beristirahat tapi tidak untuk para budak yang terus di pekerjaan dan di siksa. Suara tangisan dan teriakan kesakitan sudah menjadi nyanyian sehari-hari di kota merah, kepala dan mayat budak dibiarkan begitu saja tanpa ada yang peduli.

Semua kejahatan sudah menjadi tradisi bagi mereka semua, itu dikarenakan tidak ada ketegasan sama sekali. Dunia menjadi jahat atau manusia yang terlalu lemah untuk hidup di benua neraka. Hua Hua dan Sulin duduk di kegelapan malam menatap rembulan yang kesepian, sekarang mereka berada di tempat sepi.

Disisi lain pangeran malam atau kekasih tercinta Dewi Kematian rela terjun kebumi untuk membantu kekasihnya menjalankan misi, ia menyamar sebagai seorang budak agar tidak menimbulkan kekacauan. Pangeran malam memang memiliki kekuatan tapi semua kalangan keluarga atas juga tidak kalah kuat, itu mengharuskan pangeran bergerak secara diam-diam.

Malam semakin larut Sulin berjalan mengintip penjaga gerbang, ia memegang erat tangan Hua Hua. Penjaga gerbang sudah mulai mengantuk dan sebagian lainnya masih ada yang mengobrol, tidak lama setelah itu beberapa budak menghampiri mereka. Sulin mengalihkan pandangan ke arah semua budak yang pernah berada di rumah tua satu hari lalu.

Semau budak berlutut tanpa mengatakan apapun, mereka memohon tanpa berkata agar bisa ikut melarikan diri dari kota. Sulin yang begitu banyak melihat budak takut kalau mereka akan ketahuan, ia menggelengkan kepala.

Salah satu budak berjalan lalu memegang kaki Sulin, ia memohon sekali lagi. Melihat itu semua budak mendekati Sulin dan berlutut, Sulin mengalihkan pandangannya ke arah Hua Hua. Hua Hua menganggukan kepala, setelah itu semua budak berdiri dengan perasaan terima kasih, mereka mengalihkan pandangan ke arah penjaga yang juga tidak tidur.

Beberapa menit kemudian suara keributan terdengar yang memperlihatkan banyak orang sedang mengejar satu pria yang hanya menggunakan celana dalam dengan kaki terikat Rantai yang sudah putus, sosok tersebut tidak lain adalah Pangeran malam.

Hua Hua dan Sulin melihat ke arah pria yang pernah memberinya gulungan. Pangeran malam berlari dengan cepat, sambil berlari pangeran malam masuk ke penginapan, setelah itu ia melompat dari jendela.

"Sial, mereka terus mengejar!" ucap pangeran malam lalu mengambil batu dan melemparkan kepada orang yang mengejar.

"Kejar dia!"

"Itu gerbang!" ucap pangeran malam.

Sulin meminta semua budak untuk berlari menabrak dua penjaga yang menghadang "ayo, mereka tidak akan bisa kalau menahan kita sebanyak ini!" ucap Sulin.

Mendengar itu semua budak berlari ke arah dua penjaga, Pangeran malam mengerutkan keningnya ketika melihat banyak budak yang akan ikut melarikan diri, ia juga melihat Hua Hua dan ibunya. Disisi lain semua budak yang terikat melihat ke arah rombongan Hua Hua yang menunju gerbang, mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan bagus dan langsung memberontak kepada majikan.

Kota menjadi kacau balau, lima orang penjaga gerbang yang melihat banyak budak ke arah mereka, langsung melarikan diri. Pangeran malam yang dikejar berbelok arah, ia ingin membakar bangunan-bangunan. Pemimpin kota mendengar ada pemberontakan para budak, ia memerintah semua pasukan pemanah dan pasukan garis depan untuk membunuh semua budak.

Beberapa menit kemudian semua para budak yang melarikan diri dikejar oleh pasukan berkuda, wajah mereka menjadi panik saat itu juga. Satu persatu budak dibunuh tanpa ampun, di tengah kepanikan Sulin yang menggendong Hua Hua kakinya terkilir membuat mereka berdua terjatuh.

"Cepat lari nak!" teriak Sulin.

"Tapi, ibu bagaimana?"

"Cepat, tinggalkan tempat ini… kamu akan dibunuh oleh mereka… jangan menoleh kebelakang dan terus berlari sejauh mungkin!" ucap Sulin berteriak lalu memberikan selendang kecil.

Hua Hua berbalik pergi meninggalkan ibunya dengan air mata mengalir, ia sangat sedih ketika mengetahui ibunya akan mati. Setelah beberapa saat Hua Hua dan beberapa budak berhasil keluar dari gebang kota, Hua Hua terus berlari menuju hutan tanpa menoleh kebelakang.

Disisi lain pangeran malam yang masih dikota sedang membakar bangunan, ia melihat Sulin tidak bisa berdiri. Pangeran malam melihat ke arah salah satu prajurit berkuda, ia melompat dari atas atap dan langsung menendang Prajurit hingga terjatuh.

"Yeah!" ucap Pangeran malam yang menunggangi kuda ke arah Sulin.

"Tangkap tanganku!" teriak Pangeran malam.

Sulin mengangkat tangan kanannya "Terimakasih!"

"Dimana Dewi? ah bukan maksudku anakmu!" teriak Pangeran malam yang berusaha menarik tubuh Sulin.

"Dia sudah pergi lebih dulu!"

Pangeran malam menarik tangan Sulin ke pinggang "Berpegangan padaku… kita akan pergi dari sini!"

Sulin memeluk erat tubuh pangeran malam, ia mengalihkan pandangan ke arah belakang, matanya melihat banyak budak yang tewas di depan gerbang kota dan sebagian lainnya berhasil melarikan diri. Sulin memejamkan mata dengan rasa sedih, perlahan kota menghilang dari kejauhan. Pangeran malam berhasil menyelamatkan Sulin meninggalkan kota, sekarang mereka berada sudah di tengah hutan.

—---------

Matahari mulai terlihat menyinari kota merah, saat itu juga pemandangan mengerikan terlihat dimata semua orang. Mayat-mayat para budak bergelimpangan di depan gerbang kota, dengan tubuh berantakan. Semua orang mengambil beberapa organ tubuh penting diambil lalu di jual, harga tergantung kualitas.

—----------

Di tengah hutan seorang anak perempuan berusia delapan tahun jatuh pingsan, sosok tersebut tidak lain adalah Hua Hua yang sudah berlari cukup lama, ia kelelahan dalam perjalanan. Tidak berapa lama seekor Beruang berukuran besar menghampiri Hua Hua yang tidak sadarkan diri.

"Au-au!" ucap Beruang lalu menggendong Hua Hua.

Beruang membawa Hua Hua kesalah satu tempat, beruang besar dikenal banyak orang karena keganasannya. Orang-orang menyebut mereka adalah monster hutan yang memiliki penglihatan spiritual, tidak berapa lama Beruang sudua berada di semak-semak.

Semua beruang menatap ke arah anak yang jatuh pingsan, saat itu juga mereka melihat sosok Dewi Kematian berada tubuh Hua Hua. Dewi Kematian yang berada di dalam tubuh Hua Hua membuka mata, saat itu juga langit menjadi gelap, semua Beruang gemetar ketakutan, mereka mundur beberapa langkah.

Tidak alam setelah itu Dewi Kematian menutup matanya kembali, perlahan keadaan kembali normal. Beruang meminta anaknya mencari buah-buahan.

"Au-au!" ucap monyet jantan memerintahkan anaknya yang lain untuk mencari buah-buahan.

Bersambung…

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amanda Rhea
9.1
Terlempar ke masa lalu, Amanda Rhea kembali dipertemukan dengan Hagana. Takdir unik kemudian menjalin ikatan misterius antara Amanda dan putri dari pria tersebut. Namun, kedamaian mereka terancam ketika iblis mimpi mulai muncul dan mencelakai orang-orang terdekat Amanda. Di tengah teror mencekam yang terus mengintai, mampukah cinta lama antara Amanda dan Hagana tumbuh kembali seiring takdir yang terus mempersatukan mereka?
Sampul Novel Cintya Persusuan  Di Balik Tahta
8.3
Sebagai selir paling dimanja karena keunikan tubuhnya, Rona menarik perhatian penuh dari Kaisar dan Pangeran Surowi. Namun, malam-malam di kamarnya berubah menjadi ketegangan saat kedua pria berkuasa itu mengajukan rencana gila untuk membaginya bersama. Meski dijanjikan kenaikan status sosial oleh Pangeran Surowi, Rona yang ketakutan mencoba menolak tawaran tersebut dengan menegaskan asal-usulnya yang hanya seorang budak biasa di hadapan senyuman misterius sang Kaisar.
Sampul Novel MAGIC CARD
8.8
Isamu Kenichi, sang bajak laut penakluk delapan samudra, ditelan paus raksasa di Samudra Hitam yang misterius. Di sana, ia menemukan buku pusaka Magic Card dan memperoleh kekuatan Weredragon dari para penjaga kartu. Namun, kekuatan ini menuntut bayaran besar. Kini, Isamu memikul tugas berat untuk membasmi pasukan Werewolf haus darah. Mengerikannya, monster-monster tersebut merupakan mantan awak kapalnya sendiri yang telah disihir oleh iblis jahat.
Sampul Novel Pedang Kebenaran Sejati Seri 3
9.5
Setelah bertemu orang tuanya, Permana Brata fokus menyembuhkan Ki Sasmaya. Pemegang Pedang Kebenaran Sejati ini ingin membalas kebaikan gurunya. Namun, ia harus menghadapi kelompok Musto Ireng yang meneror lewat perampokan dan penculikan. Demi menyelamatkan dunia persilatan dari kehancuran akibat ulah para pemberontak kejam tersebut, Permana segera bertindak untuk menghentikan kekacauan yang terjadi.
Sampul Novel Putri delapan tahun: Feniks terlahir kembali
8.6
Terbangun di tubuh masa kecilnya yang berumur delapan tahun, Yun Shang membawa memori kelam dari masa depan. Di kehidupan lalu, ia dikhianati oleh suami dan kakaknya sendiri hingga kehilangan anak tercinta secara tragis. Kini, sang putri kerajaan bertekad mengubah takdirnya yang kelam. Berbekal rasa sakit dan pengetahuan masa depan, ia mulai merancang rencana pembalasan yang matang demi membalas setiap kekejaman dan penderitaan yang pernah dialaminya dahulu.
Sampul Novel Ratu Kerajaan Niskala
8.4
Candra Utari, pewaris takhta Niskala, harus menghadapi ancaman dari saudara tirinya: Sekar Buana, Lintang Alit, dan Pupus Cantika. Setelah mendalami ilmu kanuragan dari Ratu Arum di Perguruan Langit Ageng, ia berhasil mendirikan Kerajaan Wulan Katigo yang sejahtera. Ketika Niskala terancam runtuh akibat pemberontakan, Candra menyamar sebagai Pangeran Layang Jembar demi menolong ayahnya. Namun di medan perang, muncul pasukan bertopeng misterius yang menjadi teka-teki baru baginya.