APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel A Thousand Tears of Sword

A Thousand Tears of Sword

Di benua terkutuk yang penuh penindasan dan perdagangan manusia, dewa mengutus Dewi Kematian untuk menegakkan keadilan. Sialnya, sebuah insiden saat turun ke bumi melenyapkan seluruh kekuatannya. Ia justru bereinkarnasi sebagai gadis kecil bernama Hua Hua. Tanpa kekuatan dewa yang tersisa, mampukah ia menuntaskan misi sucinya untuk menyelamatkan mereka yang tertindas di tengah neraka dunia ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Ep 3. Menyelamatkan Para Budak

Di tengah hutan seorang anak kecil bersama beruang, mereka sedang duduk dibawah pohon. Hua Hua mengambil satu buah yang sudah disediakan, anak beruang menatap Hua Hua dengan penuh pertanyaan.

"Siapa namamu?" tanya Hua Hua.

"Au-au!"

Hua Hua berusaha untuk mengerti kata "A-u!"

Setelah selesai menikmati buah-buahan, Hua Hua terdiam tanpa bisa memikirkan harus kemana setelah ini, ia mengingat ibunya yang sudah tiada dengan rasa sedih.

"Au-au!" ucap Induk beruang yang melihat Hua Hua bersedih.

"Terimakasih… aku akan pergi!"

Beruang menangkap tangan Hua Hua, ia memohon agar Hua Hua membawanya..

"Kalau kamu ikut, maka manusia akan memburumu!"

Beruang tetap memohon dan tidak melepaskan tangan Hua Hua, Hua Hua menghela nafas panjang lalu mengalihkan pandangannya.

"Baiklah, aku akan membawa kalian!"

Beruang dan satu anaknya mengikuti Hua Hua dari belakang, mereka berjalan sambil bercanda satu sama lain. Anak beruang seukuran tubuh Hua Hua, sedangkan Induknya hampir sama dengan pohon. Sambil berjalan Hua Hua merasakan bumi bergetar setiap langkah induk beruang.

Setelah beberapa saat langkah mereka terhenti saat melihat ibu dan anak laki-laki seumuran Hua Hua, mereka ketakutan melihat dua beruang besar. Hua Hua berjalan untuk menenangkan mereka berdua.

"A-ampuni aku!"

"Tidak perlu takut, dia adalah teman ku!"

"Namaku Helen dan anakku bernama Wehen, kami berasal dari Clan Bunga Dosa… kami mendapatkan serangan besar, Clan bunga dosa berusaha untuk menciptakan kedamaian dan menghentikan semua ini… tapi kami telah hancur!"

"Clan Bunga Dosa, aku tidak tahu?"

"Kami hanya memiliki satu misi yaitu menghentikan kekejaman ini!"

"Dimana?"

"Kota Emas!"

Helen yang melihat beruang memiliki kekuatan ia memohon untuk bisa menyelamatkan suaminya, Hua Hua mengalihkan pandangan ke arah dua beruangnya. Mereka mengangguk yang berarti setuju, Helen memberikan sebuah pedang pendek kepada Hua Hua.

"Indah sekali!"

"Aku berikan itu untukmu, itu adalah pusaka langit yang kami miliki!"

"Terimakasih!"

Helen mengarahkan jalan menuju kota emas, Hua Hua dan yang lainnya mengikuti dari belakang. Setelah beberapa saat kemudian mereka melihat gerbang emas yang dipenuhi darah segar, kota emas baru saja meruntuhkan bunga dosa yang menentang sistem berlaku.

Helen mengalihkan pandangan ke arah Hua Hua "Mereka mungkin ditahan di penjara bawah tanah!"

"Baiklah!"

Hua Hua terdiam sesaat ia memikirkan cara untuk bisa masuk bersama beruangnya yang begitu besar, tidak berapa lama ia mendapatkan ide.

"Tolong jaga dia dan tunggu disini…. Kami akan masuk malam hari!" ucap Hua Hua.

Helen mengalihkan pandangan ke arah anak beruang "Baiklah!"

Sambil menunggu malam tiba, Helen menceritakan perjuangan Clan bunga dosa selama 20 tahun melawan banyak orang, pada akhirnya runtuh juga, ia memberitahu ciri-ciri suaminya kepada Hua Hua. Suami Helen adalah seorang pertarungan yang memiliki tujuan tertentu, Hua Hua diam mendengarkan cerita Helen.

—---------

Lima jam kemudian.

—---------

Langit menjadi gelap tanpa sinar rembulan, semua orang berhenti melakukan aktivitas. Hua Hua mengalihkan pandangan ke arah Helen dan Wehen anaknya, setelah itu dia duduk di bahu kanan beruang.

"Kami akan pergi!"

"Hati-hati!"

Mereka berlari ke arah gerbang yang membuat bumi bergetar hebat, penjaga gerbang merasakan bumi bergetar berkeringat dingin dan langsung berbalik meninggalkan tempat tersebut.

"Bunuh!" teriak Hua Hua.

Beruang mengayunkan tinjunya "DUARRRRRRRRRRRR!"

Tiga penjaga tewas tertimpa tinju, setelah itu Hua Hua meminta beruang untuk terus berlari menuju salah satu tempat yang diberi tahu Helen. Semua orang tersentak kaget dengan kehadiran Monster Hutan, di sisi lain pemimpin kota langsung memberikan perintah semua pasukan untuk menghentikan beruang dan Hua hai.

Sambil berjalan beruang terus mengamuk semua orang yang mencoba mendekat, satu per satu Prajurit tewas dalam keadaan mengenaskan.

"Ambil tiang itu!" ucap Hua Hua menunjuk ke arah tiang besar.

Beruang berlari ke arah tiang lalu melepaskannya "Aaaaaaaaaaaaaa!" teriak beruang sambil memutar tiang ke arah semua Prajurit.

"Aaaaaaaaaaaaaa!" prajurit tewas.

"Lanjutkan perjalanan!"

Beruang berlari menuju markas prajurit karena disana adalah tempat penjara bawah tanah, tidak butuh waktu lama mereka sudah berada di tempat tujuan. Hua Hua melihat pintu ruang bawah tanah lalu mengalihkan pandangannya ke arah beruang yang terlalu besar.

"Kamu tunggu disini, aku akan masuk!"

"Aaauuuuu!" teriak beruang memberikan jawaban.

Beruang menurunkan anaknya kecil, Hua Hua berlari menuju pintu ruang bawah tanah, sedangkan beruang menjaga di depan pintu. Tidak butuh waktu lama Hua Hua sudah berlari di lorong bawah tanah, langkahnya terhenti ketika melihat satu penjaga sedang tidur. Tanpa pikir panjang Hua Hua menusukan pedang di kepala penjaga hingga tewas.

Hua Hua melihat ke arah tubuhnya yang berlumuran darah, ia mengambil sebuah obor untuk menerangi jalan. Hua Hua mengabaikan tahanan yang dikurung, ia terus mencari sosok yang dimaksud Helen.

Hua Hua melihat pria duduk dengan mata buta "Itu…!"

"Apakah anda istri Helen?" tanya Hua.

"Benar aku Lusun, siapa kamu?"

"Aku Hua Hua, Helen memintaku untuk menyelamatkan Anda!"

"Sepertinya kamu masih berumur dibawah 10 tahun?"

"Iya!" ucap Hua Hua lalu memotong tali yang mengikuti tangan Lusun.

"Bagaimana cara memotong rantai ini?"

"Berikan senjata itu!"

Hua Hua memberikan pedang pendek, Lusun langsung memotong rantai yang mengikat kakinya. Lusun dan Hua Hua keluar dari kurungan, mereka melihat banyak budak sedang dikurung.

"Aku akan menyelamatkan kalian, asal kalian mau mengikuti kata-kataku!" ucap Hua Hua.

"Baik aku akan mengikuti kata-katamu, tolong lepaskan kami!"

"Aku juga!"

"Aku!"

Lusun melesat cepat menggunakan pedang pendek, satu persatu budak keluar dari sel tahanan. Tidak butuh waktu lama semua orang sudah bebas, Hua Hua meminta semua orang untuk mengikuti dari belakang. Sebelum keluar Lusun meminta semua tahanan untuk mengambil senjata yang disimpan di ruang bawah tanah.

Hua Hua menunjuk "Itu pintu keluar!"

Semua orang mengikuti Hua Hua berlari menuju pintu, tidak butuh waktu lama mereka sudah berhasil melewati pintu ruang bawah tanah. Hua Hua mematung melihat beruang yang dipenuhi luka, ia langsung berlari ke arah beruang.

"Maafkan aku, ayo kita tinggalkan tempat ini!" Hua Hua menaiki bahu beruang.

Lusun dan semua tahanan mengikuti beruang dari belakang, mereka berlari ke arah gerbang untuk meninggalkan kota. Setelah beberapa saat langkah semua budak terhenti ketika melihat banyak penjaga dan ketapel batu ukuran besar di gerbang.

Pandangan mereka menjadi gelap saat itu juga, rasa putus asa terlihat jelas di wajah semua tahanan yang ingin melarikan diri.

"Tembakan ketapel!" tidak pemimpin pasukan.

"Cepat menghindar!" ucap Hua Hua.

Beruang berlari ke arah kanan yang di ikuti Lusun dan para budak yang ditahan, Ledakan keras terdengar yang membuat bangun hancur tertimpa batu besar. Selain menembakan batu besar, pemimpin kota juga memerintahkan pasukan untuk mengejarnya.

"Paman, apakah kamu ada cara?" tanya Hua Hua kepada Lusun

"Tidak ada!"

"Tangkap mereka!" tidak salah satu prajurit.

Keringat dingin dan rasa lelah sudah dirasakan semua orang yang ingin pergi meninggalkan kota, Hua Hua terlihat panik ketika banyak prajurit mengejar, disisi lain batu besar terus melesat ke arah mereka. Beberapa menit kemudian suara terdengar membuat semua pasukan berhenti bergerak.

"Hentikan…!" ucap pemimpin kota yang disandera oleh pangeran malam.

Pangeran malam mengalihkan pandangannya ke semua budak "Cepat tinggalkan tempat ini!"

"Turunkan semua senjata pasukan!" bentak Pangeran malam dengan pisau berada di leher pemimpin kota.

"Turunkan senjata kalian!"

Semua pasukan menurunkan senjata mereka, saat itu juga Hua Hua dan semua budak berlari menuju gerbang kota. Tidak butuh waktu lama semua tahanan berhasil meninggalkan kota, Pengeran malam menatap Roh Dewi Kematian yang berada di tubuh Hua Hua.

"Pergilah lebih dulu!"

"Terimakasih!"

Perlahan semua budak sudah tidak terlihat, pengaran malam juga mundur beberapa langkah untuk melarikan diri.

"Mereka sudah pergi, cepat lepaskan aku!"

"Suruh semua pasukanmu untuk mundur!"

"Mundur….!"

Pasukan mundur, di sisi lain satu orang menarik busur panah untuk membunuh pangeran malam. Pangeran malam melihat anak panah melesat ke arahnya, ia langsung bergerak ke samping.

"Aaahh!" ucap Pangeran malam yang terkena anak panah di bagian bahu.

Pangeran malam yang memotong leher pemimpin kota "mati saja!"

Pangeran malam berbalik meninggalkan pemimpin kota yang sudah matu, saat itu juga semua pasukan mengejar Pangeran malam dengan senjata masing-masing. Pangeran malam berlari ke arah kuda dan sosok cantik Sulin, tidak berapa lama ia sudah berada didepan Sulin dan kudanya.

"Ayo!"

"Terimakasih!" jawab Pangeran malam.

"Jangan biarkan dia lolos!"

Sulin berpegang erat agar tidak terjatuh, setelah itu mereka melesat cepat menggunakan kuda menuju ke salah satu tempat. Pasukan yang mengejar menghentikan langkahnya, mereka sudah melihat pangeran malam pergi begitu jauh menggunakan kuda.

Bersambung…

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amanda Rhea
9.1
Terlempar ke masa lalu, Amanda Rhea kembali dipertemukan dengan Hagana. Takdir unik kemudian menjalin ikatan misterius antara Amanda dan putri dari pria tersebut. Namun, kedamaian mereka terancam ketika iblis mimpi mulai muncul dan mencelakai orang-orang terdekat Amanda. Di tengah teror mencekam yang terus mengintai, mampukah cinta lama antara Amanda dan Hagana tumbuh kembali seiring takdir yang terus mempersatukan mereka?
Sampul Novel Cintya Persusuan  Di Balik Tahta
8.3
Sebagai selir paling dimanja karena keunikan tubuhnya, Rona menarik perhatian penuh dari Kaisar dan Pangeran Surowi. Namun, malam-malam di kamarnya berubah menjadi ketegangan saat kedua pria berkuasa itu mengajukan rencana gila untuk membaginya bersama. Meski dijanjikan kenaikan status sosial oleh Pangeran Surowi, Rona yang ketakutan mencoba menolak tawaran tersebut dengan menegaskan asal-usulnya yang hanya seorang budak biasa di hadapan senyuman misterius sang Kaisar.
Sampul Novel MAGIC CARD
8.8
Isamu Kenichi, sang bajak laut penakluk delapan samudra, ditelan paus raksasa di Samudra Hitam yang misterius. Di sana, ia menemukan buku pusaka Magic Card dan memperoleh kekuatan Weredragon dari para penjaga kartu. Namun, kekuatan ini menuntut bayaran besar. Kini, Isamu memikul tugas berat untuk membasmi pasukan Werewolf haus darah. Mengerikannya, monster-monster tersebut merupakan mantan awak kapalnya sendiri yang telah disihir oleh iblis jahat.
Sampul Novel Pedang Kebenaran Sejati Seri 3
9.5
Setelah bertemu orang tuanya, Permana Brata fokus menyembuhkan Ki Sasmaya. Pemegang Pedang Kebenaran Sejati ini ingin membalas kebaikan gurunya. Namun, ia harus menghadapi kelompok Musto Ireng yang meneror lewat perampokan dan penculikan. Demi menyelamatkan dunia persilatan dari kehancuran akibat ulah para pemberontak kejam tersebut, Permana segera bertindak untuk menghentikan kekacauan yang terjadi.
Sampul Novel Putri delapan tahun: Feniks terlahir kembali
8.6
Terbangun di tubuh masa kecilnya yang berumur delapan tahun, Yun Shang membawa memori kelam dari masa depan. Di kehidupan lalu, ia dikhianati oleh suami dan kakaknya sendiri hingga kehilangan anak tercinta secara tragis. Kini, sang putri kerajaan bertekad mengubah takdirnya yang kelam. Berbekal rasa sakit dan pengetahuan masa depan, ia mulai merancang rencana pembalasan yang matang demi membalas setiap kekejaman dan penderitaan yang pernah dialaminya dahulu.
Sampul Novel Ratu Kerajaan Niskala
8.4
Candra Utari, pewaris takhta Niskala, harus menghadapi ancaman dari saudara tirinya: Sekar Buana, Lintang Alit, dan Pupus Cantika. Setelah mendalami ilmu kanuragan dari Ratu Arum di Perguruan Langit Ageng, ia berhasil mendirikan Kerajaan Wulan Katigo yang sejahtera. Ketika Niskala terancam runtuh akibat pemberontakan, Candra menyamar sebagai Pangeran Layang Jembar demi menolong ayahnya. Namun di medan perang, muncul pasukan bertopeng misterius yang menjadi teka-teki baru baginya.