APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Zina adalah Hutang!!! Kisah kasih Dzikra

Zina adalah Hutang!!! Kisah kasih Dzikra

Dzikra hancur saat tahu asal-usulnya. Setelah ayahnya tiada, ia merantau ke Malaysia demi keluarga. Malangnya, sang adik wafat usai bersalin dan ibunya tewas ditabrak. Diusir warga yang menuduhnya pembawa sial, ia membawa bayi adiknya, Bayu, ke Bekasi. Ibu Diah yang menolongnya berniat menjodohkan Dzikra dengan Sultan, putra Ustadz Wahyu, meski Sultan bersikap dingin dan memuja Sherin. Situasi kian pelik saat Rian tiba-tiba datang mencari Bayu.
Bab
Bagikan

Bab 1

Jangan pernah membuat keputusan dalam kemarahan dan jangan pernah membuat janji dalam kebahagiaan.

**Ali bin Abi Talib**

3 tahun sudah lamanya Dzikra di merantau ke negri jiran ya Malaysia. Dzikra lillah itulah namanya, kulitnya kuning langsat karena di Malaysia, Dzikra hanya bekerja. Dibenaknya tidak terbesit sama sekali untuk jalan-jalan apalagi pacaran. Ia bertekad ingin melunasi hutang yang menggunung untuk pengobatan ayahnya sebelum tiada, apalagi ia masih memiliki adik yang bersekolah di SMK, Ratih namanya.

"Alhamdulillah sudah sampai Giwangan, tapi kok malam banget ya.." Batin Dzikra

Jam sudah menujukan pukul 1 dini hari. Terminal ini tak banyak perubahan, hanya catnya yang terlihat baru. Begitu turun angin semilir menyeruak ke rambut Dzikra yang tertutup kerudung. Begitu turun dari bis Dzikra sudah di sambut 2 orang tak di kenal.

"Sini mbak saya bantu! " Kata pak berkumis main rebut tas Dzikra.

"Ets jangan dong pak, biar saya saja" Tolak Dzikra

"Monggo mbak nithi taksi mawon? " Tanya pak sopir taksi yang lebih rapi dengan batiknya.

Perdebatan sengit mereka tak terelakkan, tanpa pikir panjang Dzikra memilih naik taksi karena sedikit takut sikap pak ojek.

"Mau buat surprise ah buat simbok dan Ratih" Batin Dzikra senang tak sabar lagi.

"Niki ajeng teng pundi mbak? (Ini mau kemana mbak?) " Tanya pak sopir sudah siap membukakan pintu taksi.

"Putren Sriharjo Bantul pak, deket SMK Akuntasi Yogyakarta" Jawab Dzikra

"Nggeh mbak, bismillah. " Katanya sambil menginjak gas mobil.

Radio pun diputar memecah dinginnya malam bertabur bintang.

"Saking pundi Niki mbak??(dari mana ini mbak?)" Tanya pak sopir menasaran

"Dari Surabaya pak" Jawab Dzikra singkat. Memang Dzikra naik pesawat turun di Surabaya, entah kenapa prosedur tidak bisa landing di Yogyakarta, mungkin karena status Merapi yang masih waspada.

"Niki pun SMK mbak, belok pundi nggeh?? (Ini sudah sampai SMK mbak, belok mana??) tanya pak sopir

" Haduh beda banget ya, pelan-pelan ya pak soalnya pangling ini. " Kata Dzikra sambil menajamkan bola matanya yang sudah mengantuk.

"Itu ada pom bensin belok kanan ya pak, terus ikuti jalan ini nanti. " Perintah Dzikra sambil menunjuk jalan di depan.

"Nah depan belok kiri terus ke kanan nah ada kuburan tuh pak ke kanan nanti 200meter berhenti. " Kata Dzikra penuh semangat

"Nggeh mbak. " Jawab pak sopir

"Stop pak sini saja, berapa ya? " Tanya Dzikra

"Lima puluh enam ribu mbak. " Jawab pak sopir

Dzikra pun menarik dompetnya dari tas jinjingnya, selembar uang merah ia serahkan ke pak sopir. "Ambil kembaliannya pak, Terima kasih ya. " Kata Dzikra sambil menundukkan badannya.

Jam menunjukan pukul 01. 40 Wib, suara jangkrik nyaring bernyanyi memecah sunyi.

Dzikra perlahan mengetuk pintu rumah yang tak usang terlihat warna hijau mulai mengelupas.

"Assalamu'alaikum.. " Masih tidak ada jawaban

"Assalamu'alaikum.. Mbok.. " Lirih Dzikra lebih lantang.

"Wa'alaikumussalam.. Siapa ya kok jam segini..?? " Tanya simbok penasaran.

Kreettt. Suara pintu tak bisa di sembunyikan.

"Dzikra.. Ya Allah anakku nduk.. Iki kowe??(ini kamu??) tanya simbok sambil memeluk Dzikra, air matanya tak bisa di bendung.

"Nggeh mbok, apa kabar mbok? Ratih dimana mbok kangen banget. " Kata Dzikra sambil mengusap mata simbok yang basah bercucuran dan mencium tangan simbok.

"Lagi tidur nduk, istirahat dulu pasti capek banget tho? " Tanya simbok

Simbok menuntut Dzikra ke kamar nya. Ya rumah kecil ini hanya memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi dan dapur tak ada yang berbeda dari rumah ini bahkan boleh di kata tak terurus karena tidak ada laki-laki di rumah itu. Bulan tersenyum riang menyapa dari atap genting yang melorot, dipastikan jikalau hujan pasti menari masuk ke kamar tepat di bawahnya ember tergeletak. Simbok sudah meluncur ke dapur, terdengar gemericik sendok beradu gelas dari kamar. Penasaran Dzikra menengok kamar sebelahnya, ia singkap tirai tak berpintu itu dengan mudah. Betapa terkejutnya Dzikra melihat keadaan Ratih, rambutnya kusam panjang tak terurus, badannya kurus tapi perutnya buncit dan kakinya terikat rantai dengan ranjangnya. Dzikra menahan mulutny dengan kedua tangannya, ia berusaha tak mengeluarkan suara agar Ratih tak tebangun tidurnya. Dzikra menutup tirainya, ia tak berani mendekat tak terasa matanya sudah menganak gunung.

"Duduk sini nduk. "Ajak ibu Dzikra

" Mbok.. Apa yang terjadi sama Ratih mbok..?? " Kejut Dzikra

"Panjang nduk ceritanya, ini di minum dan dimakan dulu. " Rayu simbok

Dzikra tak bisa menahan tangisnya lagi. Betapa tidak, ia ingin memberikan kejutan untuk keluarga nya tapi justru Dzikra yang lebih terkejut. Singkat cerita, Ratih hamil di luar nikah dengan pacarnya sebelum ujian sekolah. Ratih pernah cerita ke simbok kalau orang tua pacarnya kurang suka dengan Ratih yang miskin. Tak di sangka mereka melakukan hubungan terlarang untuk mendapat restu. Bukan restu yang di dapat, pacarnya setelah lulus sekolah justru pindah ke luar kota.

Sedangkan Ratih harus menahan malu karena tidak bisa ikut ujian sekolah ketahuan hamil.

Agustus bulan kemerdekaan, tapi bagi Dzikra bulan ini awal kehidupan yang baru. Sebentar lagi Ratih melahirkan dalam kondisi hilang akalnya. Semenjak di tinggal pacarnya Ratih mulai murung pendiam, depresi hingga akhirnya terbesit bunuh diri. Lidah tak bertulang memang, tapi sakitnya tak kan hilang hingga ujung usia. Ya tetangga banyak mengunjing, Ratih semakin down dan berulang kali terbesit bunuh diri. Pernah tangannya bersimpah darah sambil menangis alhamdulillah simbok pulang dari sawah cepat tertolong. Semenjak itu simbok menyimpan gelas dan pisau. Ratih mulai mencari tali, ia pernah ketahuan sudah naik di kursi dan tertawa riang. Simbok membujuk Ratih turun dengan memanggil nama Adrian. Ratih mau turun tapi justru ia mogok makan hingga kurus seperti orang cacingan, badan kurus tapi perut besar. Semenjak itu Ratih harus di tali di ranjang kamarnya.

Pantas saja selama hampir setahun Dzikra hanya bisa menelepon simbok tanpa suara Ratih. Hanya Dzikra yang telepon karena simbok termasuk gaptek (gagap teknologi). Dzikra merenungi kata demi kata yang keluar dari simbok. Sungguh ironis kehidupan, ayah Dzikra tiada semenjak Dzikra kelas 6 SD dan Ratih masih 3 SD. Dzikra terbiasa sekolah sambil berdagang malamnya membantu simbok membuat besek buat hajatan. Setidaknya rumah Dzikra sekarang berlapiskan tembok hasil dari merantau.

"Aaaahhhh... Sakit.... " Teriak Ratih dari bilik kamarnya. Dengan sigap Dzikra berlari menyibak kain penutup. Dilihatnya darah mengalir segar dari selakangan Ratih.

Terima kasih sudah Subscribe dan mampir di cerita ku ini...

Ambil baiknya dan buang buruknya..

Ingat selalu taat perintah Allah dan jauhi laranganNya

Salam kenal..

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gadis Barbar dan Cowok Cupu
9.3
Terbiasa hidup bebas tanpa kekangan, putri seorang bos mafia yang menawan justru jatuh hati pada teman sebangkunya di sekolah. Pemuda tersebut dikenal sangat culun dan kerap menjadi korban perundungan. Meski kepribadian mereka bertolak belakang, sang gadis barbar tetap terpikat pada sosok cowok cupu itu. Di tengah kerasnya dunia bawah dan lingkungan sekolah, kisah unik mereka pun terajut.
Sampul Novel Gadis Terbuang vs Raja Bisnis
8.7
Sambil memegang map lamaran, Olivia menelusuri jalan dengan letih demi mencari pekerjaan. Ketika ia berbicara dengan seorang satpam, perhatiannya teralihkan oleh kehadiran Alexander Drake. Pengusaha sukses nan karismatik itu baru saja turun dari mobil mewahnya. Pandangan mereka pun bertemu, memicu ketegangan instan di antara keduanya. Walau Olivia merasa tidak percaya diri dan Alexander bergeming dingin, benih ketertarikan mulai tumbuh. Pertemuan di depan kantor ini akan mengubah takdir Olivia.
Sampul Novel Ratu Tak Terbelenggu: Jangan Pernah Katakan Tidak
8.5
Empat tahun mengabdi sia-sia, Hannah dicampakkan suaminya demi perempuan lain. Sadar cintanya tak berbalas, ia bangkit dari kehancuran dan menjelma menjadi sosok mandiri yang memesona. Saat sang mantan suami mengira Hannah masih mengemis cinta, ia justru kembali dengan megah. Kini, seorang CEO dominan berdiri di sampingnya, dengan bangga mengakui Hannah sebagai istri di hadapan pria sombong yang dulu membuangnya tanpa belas kasihan.
Sampul Novel Saat Kupergi, Bunga Bermekaran
8.0
Kehamilan dari program bayi tabung keenam seharusnya menjadi kado terindah di tahun kedelapan pernikahan dengan Renaldo Santoso. Namun, bukti perselingkuhan Renaldo dengan teman masa kecilnya yang juga hamil menghancurkan segalanya. Sadar dikhianati oleh seluruh keluarga suaminya, sang istri memutuskan pergi tepat di hari jadi mereka, meninggalkan janji kebun mawar yang diingkari. Kini, saat Renaldo menyesal, mencari ke seluruh dunia, dan memohonnya kembali, semuanya telah terlambat.
Sampul Novel Terjerat Cinta Sang Dokter Pujaan
9.6
Kehancuran Leddy akibat ditinggal sang kekasih demi masa lalunya berujung depresi dan kecelakaan maut. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi Metha, sahabat sekaligus saudaranya. Didorong rasa amarah, Metha bersumpah membalas dendam pada orang-orang yang telah menghancurkan hidup Leddy. Namun, rencana pembalasan tersebut menghadapi situasi tak terduga saat Metha menyadari ada sosok misterius lain yang telah bergerak mendahuluinya untuk menghukum para pelaku.
Sampul Novel Yang Belum Terucap
8.1
Niat baik Mora menampung seseorang di apartemennya justru menjadi awal dari berbagai masalah rumit. Di tengah perjuangan menyelesaikan kekacauan itu, tantangan baru muncul saat benih cinta mulai tumbuh di hatinya. Meski kini harus berjuang sendirian setelah ditinggalkan oleh orang-orang terdekatnya, Mora tidak pernah menyesali keputusannya. Ia terus bertahan dan berupaya keras demi memulihkan kembali kehidupannya yang sempat hancur seperti sediakala.