APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel You're My End

You're My End

Dua tahun menjalin hubungan, Dara harus menelan pil pahit saat Bryan lebih memilih Tasya, sahabat yang selalu diutamakannya. Pengkhianatan ini meninggalkan luka mendalam, memaksa Dara berjuang keras untuk melupakan sang mantan. Di tengah keputusasaannya untuk bangkit, hadirlah Zyan dalam hidupnya. Akankah kehadiran Zyan mampu memulihkan hatinya yang hancur, ataukah kepedihan masa lalu itu terlalu sulit disembuhkan oleh cinta yang baru?
Bab
Bagikan

Bab 1

Kedua kaki Dara mundur dengan perlahan. Bulir bening yang sedari tadi dia tahan mulai meluruh dari kedua kelopak matanya. Dara merasakan sesak yang seolah menghantam dadanya. Tatapan Dara menyiratkan rasa kecewa yang amat dalam kepada seorang lelaki di hadapannya.

“Maaf, Dara. Aku benar-benar minta maaf ....”

Dara mencoba menarik kedua sudut bibirnya meskipun isak tangis masih mengudara. “Aku tidak menyangka. Ternyata kamu memang sejahat itu, Bryan.”

“Aku tahu, dan aku minta maaf. Ini memang salahku.”

“Kenapa harus aku, Bryan? Kenapa bukan orang lain saja yang kamu bodohi?” Dara tertawa hambar, dia menahan Bryan agar tidak mendekat.

“Jangan menyentuhku. Kamu menjijikkan.”

Bryan mengepalkan jemari tangannya di sisi celana. Dia mengembuskan napas panjang setelahnya. “Aku bisa menjelaskan semuanya, kita bisa bicara baik-baik, Dara. Jangan seperti ini.”

“Maaf ... aku sudah tidak membutuhkanmu lagi. Aku harap kamu bisa bahagia dengan gadis itu. Dan sekali lagi aku minta maaf karena belum bisa menjadi yang terbaik untukmu.”

“Dara?” Bryan menatap Dara dengan sorot sendu. Menyesal, khawatir, semuanya menjadi satu.

Dara tertawa pahit. “Kita tidak ditakdirkan, dan kenyataannya kamu lebih memilih dia. Lalu, apalagi yang harus dijelaskan? Semuanya sudah selesai, Bryan.”

“Tasya sakit, dan dia membutuhkanku. Aku tidak bisa meninggalkan dia, tapi aku juga tidak mau kehilanganmu. Kamu yang aku cintai, Dara. Bukan Tasya,” jelas Bryan, mencoba menggapai tangan Dara, namun segera ditepis kasar oleh gadis itu.

“Basi. Bukankah sudah jelas jika dia lebih kamu prioritaskan? Lucu sekali jika kamu mengatakan bahwa kamu mencintaiku, tapi juga menyayangi gadis lain? Sudahlah, lebih baik aku pergi saja agar kalian bisa bahagia.”

Senyuman Dara memudar. Tergantikan dengan helaan napas panjang. “Kita sampai di sini, Bryan. Kamu bukan takdirku. Dan aku tidak pantas untukmu. Maaf ... aku pergi. Dan tolong, jangan temui aku lagi ....”

Bryan memejamkan matanya sejenak, merasakan kalimat menyakitkan yang keluar dari bibir Dara. Lelaki itu membuka matanya kembali ketika mendengar suara derap langkah menjauh. Bryan melihat Dara yang berlalu pergi meninggalkan dirinya.

Bryan menatap punggung Dara dengan hati yang tercabik-cabik. Dia berteriak sekencang mungkin. “Dara! Berhentilah, Dara! Aku mohon! Aku mohon berhenti, Dara!”

Sayangnya, teriakan itu tidak mampu menggoyahkan hati Dara untuk berbalik. Dara tetap meneruskan langkahnya sampai suara Bryan tidak terdengar lagi. Dara menahan tangis, isakan, serta rasa sakit yang menusuk hatinya karena seorang lelaki yang telah membuatnya kecewa.

Dara baru menghentikan langkahnya ketika sampai di sebuah bangku kecil yang berada di taman. Dara mendudukkan dirinya dan menumpahkan semua yang ditahannya. Dara menangis, sepuasnya, dan tidak memedulikan seberapa dinginnya air hujan yang mulai jatuh mengenai tubuhnya.

“Aku memang bodoh, sangat-sangat bodoh hingga mau mempertahankan lelaki seperti dia. Aku sungguh menyesal dan sia-sia karena telah mengenalnya,” lirih Dara dengan kepala menunduk.

Suara petir menggelegar, angin kencang, serta derasnya air hujan yang mengguyur tidak mampu membuat Dara beranjak sedikit pun. Dara membiarkan bulir bening itu jatuh bersama dengan hujan yang seolah ikut meratapi takdirnya yang menyakitkan, serta nasibnya yang begitu menyedihkan.

Dara memejamkan mata, merasakan dinginnya air hujan yang menusuk kulit putihnya. Namun, Dara terkejut ketika tiba-tiba dia tidak lagi merasakan itu semua. Tubuhnya bahkan terasa hangat seperti diselimuti oleh kain tebal. Serta suara seseorang yang seketika membuat Dara membuka matanya.

“Hai?”

Dara terkesiap, dia mengerjapkan mata beberapa kali. Seorang lelaki berdiri di hadapannya dengan payung yang dipegangnya. Dara refleks mendongak, melihat dia kini telah terlindungi dari hujan karena payung yang lelaki itu bawa.

“Mari berteduh, nanti kamu sakit.”

Lelaki itu berkata lagi, yang membuat Dara tidak sanggup membalasnya. Dara masih bergeming, menatap lelaki bertubuh tinggi dengan alis tebal itu tanpa berkedip. Dara tiba-tiba merasakan sentuhan aneh pada tubuhnya.

“Jangan bengong, ayo berdiri.” Lelaki itu menyentuh lengan Dara dengan pelan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Devano Lauder
9.1
Dendam lama dari musuh masa lalu membayangi hidup Devano Lauder. Selama dua puluh tahun, ia berjuang keras menuntaskan perselisihan panjang yang penuh pertumpahan darah. Di tengah kekacauan itu, Devano sempat terjebak dalam cinta segitiga semasa remaja. Kini, setelah dewasa, ia rela mempertaruhkan nyawanya demi memikul tanggung jawab dan mengakhiri konflik. Meski bahaya terus mengintai, takdir akan menuntun perjuangannya menuju titik akhir yang adil.
Sampul Novel Di Balik Kilau Giok, Ada Cinta yang Mati
9.7
Empat tahun menikah, sang istri selalu dihadiahi gelang batu giok setiap kali suaminya berselingkuh. Setelah mengalah dan memaafkan hingga 99 kali, batas kesabarannya habis. Kepulangan sang suami dari dinas luar kota selama tiga hari dengan membawa gelang giok hijau kekaisaran senilai puluhan miliaran rupiah tidak lagi meluluhkan hatinya. Alih-alih menerima hadiah mewah tersebut, ia justru memantapkan tekad untuk segera melayangkan gugatan cerai demi mengakhiri pernikahan mereka.
Sampul Novel Kebenaran Tentang Gundiknya
7.8
Saat mengandung empat bulan, dunia sang fotografer runtuh karena Baskara, suaminya, justru memamerkan anak dari perempuan lain. Alih-alih merasa bersalah, Baskara malah menyudutkannya dan melindungi Serena, sang selingkuhan. Dinilai lemah serta berlebihan, ia sebenarnya tengah menyimpan kemurkaan mendalam atas kecurangan yang disengaja ini. Di balik sikap tenang yang ia tunjukkan, sebuah rencana besar sedang dirancang untuk meruntuhkan kepalsuan rumah tangga mereka.
Sampul Novel My Teacher My Husband
9.1
Kim menghadapi situasi pelik ketika dipaksa menikah oleh orang tuanya demi menyelamatkan aset pribadi. Walau sempat menentang, ia akhirnya mengalah demi sang ibu. Kejutan besar menanti Kim saat mengetahui bahwa sosok calon suaminya ternyata adalah Alvin, gurunya sendiri di sekolah. Kehidupan pernikahan mereka pun diuji oleh perbedaan usia dan cara pandang yang bertolak belakang, membuat hubungan guru dan murid ini selalu diwarnai konflik bagai air dan api.
Sampul Novel Paman Terobsesi Padaku
8.3
Kehidupan indah Serena hancur seketika setelah orang tuanya tiada. Kini, ia harus menghadapi perubahan drastis Paman Xavier yang dahulu sangat menyayanginya. Sang paman bertransformasi menjadi sosok posesif yang mengontrol ketat setiap jengkal kebebasan Serena. Di balik kelembutan Xavier saat keinginannya dituruti, tersimpan ancaman senjata tajam yang siap mengintai tiap kali Serena membangkang. Serena pun terjebak dalam lingkaran obsesi mengerikan pamannya.
Sampul Novel Pria Yang Disimpan
9.7
Nadia menderita dalam pernikahan dengan Robin, yang merahasiakan penyakitnya hingga Nadia terus disalahkan oleh mertua. Sementara itu, Riska merasa kesepian karena Alvin, suaminya yang berprofesi sebagai kapten kapal, jarang pulang ke rumah, ditambah tekanan dari ibu mertuanya yang terus membayangi. Di tengah badai konflik ini, hadir Arfan, sosok pria penuh trauma yang perlahan mulai membuka hati. Takdir pun kini mempertemukan dan menguji kesetiaan serta cinta mereka.