APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel You're My End

You're My End

Dua tahun menjalin hubungan, Dara harus menelan pil pahit saat Bryan lebih memilih Tasya, sahabat yang selalu diutamakannya. Pengkhianatan ini meninggalkan luka mendalam, memaksa Dara berjuang keras untuk melupakan sang mantan. Di tengah keputusasaannya untuk bangkit, hadirlah Zyan dalam hidupnya. Akankah kehadiran Zyan mampu memulihkan hatinya yang hancur, ataukah kepedihan masa lalu itu terlalu sulit disembuhkan oleh cinta yang baru?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Eh, apa? S–siapa kamu?” tanya Dara yang seketika tersadar dan langsung membelalakkan matanya.

“Oh iya, namaku Zyan. Zyan Arshaka.”

Dara terdiam sebentar, sebelum membalas jabatan tangan Zyan. “Aku ... Dara Anindhita.”

“Dara? Hai, Dara?” Zyan tertawa kecil. Membuat Dara tertegun melihatnya.

“Hai. Kamu kenapa di sini?”

“Menjemputmu supaya mau berteduh,” jawab Zyan.

Dara mengerutkan keningnya. “Kenapa? Kenapa kamu peduli? Kita tidak pernah bertemu sebelumnya.”

Zyan tidak menjawab ketika suara petir kembali terdengar dan hujan semakin turun dengan lebat. Dara menunggu jawaban Zyan, namun lelaki itu justru merangkul pundaknya dan menyuruhnya untuk berdiri. Zyan membawa Dara ke depan sebuah ruko yang sedang tutup.

Zyan kemudian meminta Dara untuk duduk berjongkok di sampingnya. “Duduklah, aku akan menjaga jarak.”

Dara menurut. “Terima kasih.”

Zyan hanya mengangguk. Kemudian dia teringat sesuatu. “Apa yang tadi kamu katakan?”

“Ah, tidak. Tidak jadi,” balas Dara, dengan sengaja melupakan pertanyaannya yang belum sempat Zyan jawab.

Zyan terdiam. Dia tidak lagi menjawab dan memilih menatap hujan deras di depan sana. Langit yang semakin gelap, serta beberapa lampu yang menyala membuat Zyan menoleh lagi ke arah Dara yang tampak melamun.

“Rumah kamu di mana? Setelah hujan reda aku akan mengantarmu.”

Dara tersentak, dan reflek menoleh. “Heum?”

Zyan menghela napas pelan. “Alamat rumahmu.”

“Untuk apa?”

“Aku akan mengantarmu pulang setelah hujan reda, sebentar lagi hari sudah gelap, dan aku tidak bisa membiarkanmu pulang sendirian. Boleh aku tahu di mana alamat rumahmu?” jelas Zyan kembali mengulangi pertanyaannya.

Dara terkejut, kerutan tipis spontan tercetak di dahinya. “Kenapa? Maksudnya, aku bisa pulang sendiri. Kenapa kamu peduli denganku?”

Zyan tersenyum simpul. “Karena kamu perempuan. Aku tidak tega jika terjadi sesuatu denganmu saat di jalan nanti, aku tidak bisa membiarkan seorang perempuan terluka.”

Dara benar-benar tertegun. Matanya melihat sorot ketulusan dari kedua mata Zyan. Senyumannya juga tampak hangat dan ... menawan. Dara tidak bisa membuka mulutnya lagi. Dia menatap cukup lama, sebelum Zyan lagi-lagi menyadarkannya.

“Bagaimana? Kamu masih mau bengong lagi?” Zyan sedikit tertawa kecil.

Dara mengerjap beberapa kali dan berdehem. Dia salah tingkah. Merutuki dirinya sendiri dalam hati. “Ah, i–iya. Rumahku ada di Komplek Mawar nomor 15.”

•••

Keesokan harinya Dara menjadi malas untuk bersekolah. Hari ini jam kosong karena semua guru sedang rapat di kantor. Jam pembelajaran pun dihentikan untuk jam pertama sampai istirahat. Waktu yang tepat untuk membolos ke kantin dan bersantai-santai di kelas.

Seharusnya Dara senang karena dia bisa tidur kembali sehabis begadang tadi malam. Namun, Dara tidak bisa memejamkan matanya dengan tenang karena benaknya masih memikirkan momen kemarin, di mana dia telah memutuskan hubungannya dengan Bryan.

Dara meletakkan kepalanya ke atas meja dengan lesu dan tidak bersemangat sedikit pun. Kemudian, seseorang tiba-tiba datang dan menyodorkan sebuah kotak makan ke depan wajahnya. Dara reflek kembali menegakkan tubuhnya dan menatap Prima dengan kening mengerut.

“Dari?”

Prima Ayudia, sahabat karibnya itu mendudukkan dirinya ke bangku samping Dara. “Siapa lagi kalau bukan Bryan?”

“Lagi?”

Prima menoleh dengan alis terangkat. “Tumben, biasanya kamu antusias. Kenapa? Kalian bertengkar?”

“Kita selesai,” jawab Dara, kembali meletakkan kepalanya ke atas meja dan membelakangi Prima.

“Serius? Akhirnya kamu sadar juga, ya?”

Dara mencibir kecil. “Kita memang bukan takdir.”

“Dulu kamu yakin kalau Bryan akan mempertahankan kamu. Sekarang apa? Akhirnya malah kamu sendiri yang melepaskan dia. Kamu memang sudah sepatutnya mengambil keputusan ini, Dar,” kata Prima sambil menepuk-nepuk sebelah pundak Dara.

“Andai saja aku tidak bodoh waktu itu, mungkin sekarang rasanya tidak akan sesakit ini. Cinta memang membutakan segalanya, ya, Prim.” Dara memalsukan senyum.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dibuang suami kere dinikahi Dokter Tajir
8.0
Silvia hancur akibat perselingkuhan suaminya. Di tengah kepedihan, insiden kecil mempertemukannya dengan Dokter Dana hingga mereka saling jatuh cinta. Namun, konflik baru muncul saat ayah Silvia yang hilang sepuluh tahun kembali sebagai konglomerat. Sang ayah menjodohkannya dengan pria lain demi membalas budi. Kini Silvia bimbang antara cinta pada Dana atau takdir ayahnya, sementara sang mantan suami mulai menyesal melihatnya jadi wanita terhormat.
Sampul Novel Karier Magang Putri Presdir
8.6
Hari pertama magang langsung berubah menjadi drama kantor yang kacau. Rekan kerja baru dengan percaya diri mengeklaim dirinya sebagai putri presdir, memicu aksi penjilatan dari semua staf. Sementara itu, sang protagonis justru difitnah kejam sebagai selingkuhan seorang pria tua. Merasa sangat kesal dengan tuduhan palsu tersebut, ia langsung menelepon sang presdir—yang sebenarnya adalah ayah kandungnya sendiri—untuk melaporkan situasi tidak adil ini.
Sampul Novel Menikah, Bercerai, Diinginkan Lagi
8.8
Tiga tahun menikah, Lena gagal meluluhkan hati Theo. Kecewa karena diabaikan saat terluka demi wanita lain, Lena memilih bercerai dan menyebar rumor bahwa suaminya impoten. Ia lalu bangkit sebagai desainer elit yang sukses. Namun, saat mengira Theo akan menikahi kekasih lamanya, sang mantan suami justru menyudutkannya di sebuah peragaan busana demi membuktikan kejantanannya yang sempat diragukan Lena di depan publik.
Sampul Novel Pengabaian Luna terhadap Alpha
8.5
Alpha Nikolas Morrison kini sekarat akibat keracunan merkuri yang mematikan. Di tengah kondisi kritis kekasihku itu, aku justru memilih mengakhiri hubungan kami. Aku hancurkan cincin pernikahan sakral kami dan menyerahkan surat pemutusan ikatan. Meski sang pemimpin terhormat itu berlutut memohon di kakiku dan menawarkan seluruh hartanya agar aku bertahan, keputusanku sudah bulat. Aku menyeretnya ke hadapan patung Dewi Bulan, mengancam akan mencabut berkah dewi jika dia tidak melepaskanku selamanya.
Sampul Novel Pesona Presdir Posesif
8.3
Dikhianati sang kekasih yang menikahi sahabatnya sendiri membuat hidup Adira runtuh. Di tengah kepedihan, ia melewati satu malam bersama Kian, sosok misterius yang dikira gigolo. Kejutannya luar biasa saat tahu Kian ternyata miliarder berkuasa sekaligus wali dari mahasiswanya. Adira pun terjebak dalam sandiwara rumit rancangan sang presdir. Kini, ia harus berjuang menghadapi jerat pesona posesif pria kaya tersebut yang kian mengungkungnya.
Sampul Novel Wanita Buangan Milyarder
8.3
Bening menjadi korban salah sasaran dari dendam Kevin, hingga sebuah rahasia besar memaksanya pergi untuk memulihkan diri. Walau sempat merasakan cinta baru bersama bosnya, takdir terus menguji hubungan mereka dengan rintangan yang menyakitkan. Di tengah perjuangan tersebut, masa lalu kembali mengusik hidupnya. Kevin yang didera penyesalan akhirnya mengakui kesalahannya, membuat Bening dilematis antara memperjuangkan bahagia atau mundur demi mengakhiri luka.