APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Your Lies Heart

Your Lies Heart

Kehidupan Anita dalam pernikahan tanpa cinta dengan anggota keluarga politisi terpandang terasa sangat hampa, meski bergelimang harta. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang jurnalis muda yang menawan melalui sebuah peristiwa tak terduga. Hubungan yang kian erat di antara mereka menumbuhkan benih cinta terlarang yang membara. Menyadari kenyataan pahit bahwa hubungan itu mustahil terwujud, keduanya terpaksa membohongi perasaan sendiri demi menyembunyikan rasa sakit.
Bab
Bagikan

Bab 3

Untuk kedua kalinya Ale dan Anita kembali bersitatap secara tidak sengaja baik Anita maupun Ale nampak terkesiap dan buru-buru mengalihkan pandangan masing-masing, Hema yang melihat gelagat aneh Ale itu berusaha untuk menahan diri agar tidak bertanya lebih lanjut mengenai apa yang terjadi karena saat ini mereka tengah melakukan sebuah wawancara yang penting dengan Carlota, pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh Ale pada Carlota dan tentu saja pertanyaan itu sudah dipersiapkan terlebih dahulu oleh Pimpinan Redaksi yang menyuruh Ale melakukan wawancara ini, semuanya bernuansa positif dan akhirnya wawancara selesai, Ale dan Hema berpamitan pada Carlota namun wanita itu menahan mereka berdua seraya memberikan dua buah amplop pada mereka, Ale dan Hema saling bertukar pandang saat memandang amplop yang disodorkan oleh Carlota tersebut seolah tahu apa yang saat ini tengah dipikirkan oleh keduanya Carlota bilang ini merupakan keikhlasannya dan mereka tidak perlu melaporkan pada kantor.

“Terima kasih Nyonya,” ujar Hema cepat.

“Tidak masalah, aku juga berterima kasih karena kalian sudah mau datang memenuhi undangan wawancaraku,” ujar Carlota dengan senyumnya.

“Kalau begitu kami permisi dulu,” ujar Ale.

“Silakan,” ujar Carlota masih dengan senyum mengembang di bibirnya.

Ale dan Hema nampak berseri-seri di dalam mobil karena mereka mendapatkan bonus dari wanita itu, Hema membuka amplop yang tadi diberikan oleh Carlota dan matanya seketika terbelalak saat menghitung jumlah uang yang ada di dalam amplop tersebut.

“Ada apa?” tanya Ale.

“Lihatlah jumlahnya,” jawab Hema.

Ale membuka amplopnya dan reaksi yang ia tunjukan sama persis dengan apa yang tadi terjadi pada Hema saat pria itu menghitung jumlah uang yang di berikan oleh Carlota tadi, senyumnya pun mengembang saat ini karena ia baru saja menerima sebuah hadiah dalam bentuk uang yang cukup banyak.

“Bagaimana?” tanya Hema penasaran.

“Seperti punyamu,” jawab Ale enteng.

“Benarkah? Coba lihat,” ujar Hema tak bisa percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh pria itu.

Ale menunjukan amplop berisi uang yang tadi diberikan pada Carlota itu pada Hema yang tadi tidak percaya dengan jumlah nominal yang mereka terima itu ternyata sama.

“Jadi apakah kamu akan melaporkan ini pada kantor?” tanya Hema.

“Mungkin aku akan melakukan seperti apa yang Nyonya Carlota katakan,” jawab Ale.

Hema menyeringai dan menyikut Ale karena pria ini memiliki jalan pikiran yang sama dengannya, Ale dan Hema tentu tidak akan mau menyia-nyiakan kesempatan mendapatkan uang secara gratis dari narasumber karena dari atasan mereka melarang tegas setiap wartawan yang datang meliput meminta imbalan sebagai balas jasa.

****

Sementara itu Anita terduduk di sofa ruang tengah, ia memikirkan tentang pertemuannya dengan wartawan yang pada saat itu tidak sengaja ia senggol karena terburu-buru dan malah membuat jus jeruk yang ia pegang malah tumpah ke seragamnya. Anita berusaha mengenyahkan bayangan itu namun hasilnya ia tidak berhasil, sosok wartawan itu mencuri perhatiannya, Berni mendekati Anita dan duduk disamping wanita itu, Anita mengalihkan fokusnya pada Berni dan bertanya pada putranya itu kemari.

“Ada apa sayang?”

“Aku bosan sekali, aku ingin bermain ke luar rumah.”

“Luar rumah?”

“Iya, boleh ya Ma?”

“Harus ada seseorang yang menjagamu ketika kamu keluar dari rumah sayang, saat ini tidak ada yang menjagamu jadi kamu harus tetap tinggal di sini saja ya.”

“Tapi aku bosan, tidak ada yang dapat diajak bermain, semuanya sibuk dengan urusan mereka sendiri.”

“Pokoknya Mama tidak akan mengizinkanmu keluar kalau tidak ada yang mendampingimu, kamu mengerti?”

Berni menganggukan kepalanya dengan berat hati, ia kembali ke kamarnya untuk bermain ponsel saja, Anita menghela nafasnya berat sebenarnya ia ingin membiarkan Berni bermain di luar namun bayangan tentang penculikan anak itu 2 tahun lalu masih tergambar jelas di dalam benaknya hingga membuatnya begitu trauma melepas Berni bermain di luar rumah.

****

Ale tiba di rumah dan disambut oleh Hana, wanita itu nampak heran dengan Ale yang nampak wajahnya berseri-seri saat pulang, Ale kemudian menceritakan bahwa ia mendapatkan hadiah dari narasumber yang ia wawancarai tadi, Ale memberikan amplop itu pada Hana dan wanita itu nampak terkejut saat melihat jumlah uang yang ada di dalam amplop tersebut.

“Kamu dapat uang sebanyak ini dari mana?”

“Bukankah sudah aku bilang tadi, itu dari narasumberku.”

“Kamu yakin? Siapa narasumbermu itu?”

“Carlota de Cano, calon Gubernur yang menang hitung cepat itu.”

“Dia wanita yang loyal ya.”

“Dari nada bicaramu sepertinya kamu cemburu ya.”

“Bukannya aku cemburu, hanya saja... aku jadi berpikiran yang tidak-tidak.”

“Oh tunggu dulu, jangan bilang kalau kamu curiga aku dan wanita itu memiliki hubungan?”

“Aku ....”

“Hana, itu tidak mungkin bukan hanya aku saja yang dapat itu namun Hema juga dapat, apakah aku harus menelponnya agar kamu percaya?”

“Baiklah aku percaya padamu.”

“Nah begitu dong, tenang sayang aku tidak akan mengkhianatimu.”

“Kalau begitu kamu mandilah dulu, aku akan menyiapkan makanan.”

“Baiklah.”

Setelah itu Ale bergegas menuju kamar mandi sementara itu Hana menatap getir sang suami, ia tahu itu hanya dugaan tak berdasar namun ia takut jika memang suatu hari nanti akan ada badai besar yang menghantam rumah tangga mereka.

****

Carlota begitu sesumbar di depan keluarga de Cano bahwa ia akan memenangkan pemilihan Gubernur itu ketika Lembaga Negara selesai menghitung suara sah yang dicoblos oleh para pemilih saat hari pencoblosan karena ia yakin bahwa hasil hitung cepat tidak akan meleset jauh dari hasil perhitungan resmi. Semua orang nampak bahagia namun hanya ada dua orang yang memasang wajah datar yaitu Anita dan Nino Julian Santibanez yang merupakan suami dari Carlota de Cano, pria itu nampak tidak sumringah sama sekali saat tahu istrinya selangkah lagi akan menjadi orang nomor satu di provinsi ini.

“Nino, kamu kenapa?” tanya Roberto yang melihat menantunya itu sejak tadi hanya diam.

“Aku sedikit lelah,” jawab Nino bohong.

“Kalau begitu kamu bisa kembali ke kamarmu saja,” ujar Francisca.

“Aku permisi dulu,” ujar Nino pergi dari meja makan.

“Ada apa dengannya?” tanya Roberto heran.

“Dia takut kalah bersaing denganku,” jawab Carlota.

Anita hanya diam dan sama sekali tidak mengucapkan sepatah kata pun saat makan malam berlangsung dan memilih memasang telinga saja mendengarkan obrolan keluarga de Cano yang sangat terkesan sangat sombong dan merendahkan derajat Nino sebagai suami dari Carlota, entah bagaimana pria itu bisa tahan hidup dalam biduk rumah tangga yang tidak harmonis selama puluhan tahun dengan Carlota yang menyebalkan begitulah yang ada di dalam benak Anita.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata yang Kutumpahkan
9.0
Demi menjaga nama baik keluarganya, Keira Prawirajaya bersedia menikahi Panji Wicaksana setelah kembaran identiknya, Keisha, melarikan diri. Namun, situasi berubah pelik ketika Keisha kembali dan menyebarkan fitnah kejam. Panji, yang masih terpikat oleh cinta masa lalunya, tega menuduh Keira berselingkuh demi bisa bercerai. Di tengah kepungan dusta, Keira kini dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan kehormatan keluarga atau memperjuangkan harga dirinya dari kekejaman suami dan saudaranya.
Sampul Novel Ambil Kembali Hatiku
9.7
Hari ulang tahun Sena yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi duka mendalam ketika sang ibu mengembuskan napas terakhir. Namun, kepedihan Sena kian berlipat ganda karena sikap dingin suaminya. Pria itu tidak hanya mengabaikan hari lahir Sena, tetapi juga memilih absen dari upacara pemakaman ibu mertunya. Sang suami justru melangkah pergi ke bandara demi menjemput wanita yang selama ini menjadi dambaan hatinya, meninggalkan Sena dalam kesendirian dan luka batin yang mendalam.
Sampul Novel CINTA DI BALIK TOPENG
9.5
Seorang pengusaha sukses merahasiakan perannya sebagai bos mafia yang disegani. Takdir lalu mempertemukannya dengan seorang wanita misterius yang juga menyimpan masa lalu kelam. Di balik kemegahan dan ancaman bahaya, asmara mulai tumbuh di antara mereka hingga memicu pergolakan batin yang hebat. Hubungan ini dipenuhi rintangan berbahaya seiring rahasia mereka yang mulai terungkap, membahayakan nyawa sekaligus takhta kekuasaan yang telah mereka pertahankan.
Sampul Novel Kudapatkan Yang Lebih Baik Darimu
8.3
Pernikahan Nadhira dan Alfahri yang semula bahagia mulai hancur akibat hasutan Ibu Sita. Sang mertua yang toksik membenci latar belakang miskin Nadhira dan terus mendesak putranya mencari istri lain karena belum dikaruniai anak. Fahri akhirnya goyah lalu mengkhianati istrinya. Di tengah konflik keluarga yang kian memanas, Nadhira harus menghadapi kenyataan pahit berupa perceraian yang mengubah jalan hidupnya untuk selamanya.
Sampul Novel Pelit Bin Medit
8.5
Hesti menjalani kehidupan pernikahan yang menyesakkan bersama Pramono, sosok suami yang sangat kikir. Kebebasan finansialnya dirampas total, bahkan seluruh gaji Hesti dikuasai sepihak oleh suaminya. Tanpa uang pegangan maupun biaya perawatan diri, Hesti juga harus menghadapi kenyataan bahwa urusan dapur pun diatur sepenuhnya oleh Pramono. Di bawah tekanan nafkah yang tidak layak ini, sanggupkah Hesti bertahan menghadapi sikap suaminya? Ikuti pergulatan batinnya.
Sampul Novel Setelah Aku Mati, Suamiku Menyesal
9.4
Michael mengabaikan telepon tangisan putranya yang mengabarkan bahwa sang ibu tidak lagi bergerak di ranjang. Menuduh istrinya hanya malas-malasan, Michael menutup telepon demi bermesraan dengan sekretarisnya. Dia tidak menyadari bahwa sang istri telah tiada untuk selamanya. Saat kebenaran bahwa wanita itu telah meninggal terungkap, kepedihan dan penyesalan terlambat menghantam Michael. Kini, ia hanya bisa menangis tersedu-sedu memeluk foto mendiang istrinya, memohon agar dia kembali.