APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wife Of The Antagonist

Wife Of The Antagonist

Terbangun di dunia novel dewasa, Archelia mendapati dirinya menjadi istri Alister Fernando, bos mafia kejam yang terobsesi pada Alice. Berdasarkan plot asli, Archelia adalah sosok antagonis yang ditakdirkan tewas di tangan suaminya sendiri. Kini, ia terjebak dalam pernikahan maut. Demi bertahan hidup dari ancaman sang suami dan protagonis pria, ia harus memutar otak untuk mengubah takdir tragisnya serta menjinakkan keliaran Alister.
Bab
Bagikan

Bab 2

Berada di sebuah ruang perawatan VIP, Archelia tidak habis dengan apa yang menimpanya. Kepala Archelia diperban setelah mendapatkan beberapa jahitan karena benturan yang "katanya" akibat benturan benda tumpul.

Jika cerita versi Damian, tadi Alister dan Archelia bertengkar hebat di dalam kamar yang dikunci. Kemungkinan besar Alister mendorong Archelia hingga kepalanya terbentur.

Ini tidak masuk akal!

Di antara kebingungannya, berada di antara tokoh konglomerat membuat Archelia tak bisa menahan matanya untuk menari-nari ke sekeliling ruangan yang tampak sangat luas dengan perabotan yang serba mewah. Ada sebuah dapur kecil dan kamar mandi dalam ruangan. Ada pula sepasang sofa tamu yang tampa begitu berkelas.

Seketika Archelia lupa jika dirinya sedang berada di dunia antah berantah.

"Bagaimana keadaan Anda, Nyonya? Apa yang Anda rasakan? Apakah Anda masih pusing?"

Archelia memandang sosok pria berjas hitam, bercelana bahan dengan warna senada itu. Pria bernama Damian yang mengaku sebagai bodyguard sekaligus sekretaris kepercayaan Archelia Dominic dalam novel.

Ya, Archelia Monic masuk ke dalam novel menjadi Archelia Dominic!

Gila?

Archelia juga merasa semua ini sudah gila. Tidak masuk akal.

"Nyonya, apakah saya perlu memanggilkan dokter?"

Kali ini baru Archelia menggeleng untuk merespon. Meski dirasa mustahil, tetapi Archelia harus berusaha menerima fakta ini.

"Tidak perlu. Tapi, Damian, pria tadi ... pria yang berkata kasar padaku, dia adalah ...?"

"Maksud Anda Tuan Alister? Nyonya, Tuan Alister suami Anda." Tampak kerutan heran di wajah Damian yang beberapa detik kemudian berubah khawatir. "Nyonya, sepertinya saya harus memanggilkan Dokter untuk memeriksa Anda."

Tubuh Archelia menegang seketika. Alister, pria brengsek CEO salah satu perusahaan besar dan menyembunyikan kedoknya sebagai mafia. Ya, di depan publik dia adalah sosok pengusaha muda inspiratif, tetapi di balik topeng cantik itu tersembunyi kegiatan gelap ilegal yang mengerikan.

Ingat jelas, dalam novel "The Cruel Protagonist" Alister adalah sosok pria kejam yang mau melakukan berbagai hal demi membuktikan cintanya pada sang tokoh utama wanita, Alice.

Di sisi lain, Archelia istri sah Alister seorang antagonis wanita yang menghalalkan berbagai cara untuk membunuh Alice. Selain karena cemburu pada perhatian Alister pada Alice, tetapi karena Archelia sendiri sudah tahu akan niat tersembunyi Alice yang ingin menghancurkan Alister karena dendam atas kematian orang tuanya oleh keluarga Alister.

Secara keseluruhan, novel itu sangat bagus. Tidak salah jika mendapat label best seller. Hanya saja, dari sekian banyak novel yang pernah Archelia baca, mengapa dirinya harus masuk ke dalam novel dengan tokoh-tokoh gila?

"Astaga, tidak ada yang waras dalam novel ini," keluh Archelia dengan rahang jatuh. Punggungnya melemas seketika.

"Ya, Nyonya?"

Aku tidak bicara padamu!

Archelia ingin mengeluh, tetapi itu tidak berguna.

"Sudahlah, aku ingin pulang."

Awalnya, Damian tampak tidak setuju. Namun, setelah Archelia bersikukuh dengan tekadnya, Damian luluh.

Mereka berdua pun segera keluar setelah mengambil beberapa resep obat untuk perawatan jalan Archelia.

Siapa sangka, begitu mereka berhenti di depan lift, mereka dihadapkan dengan sesuatu yang paling Archelia hindari. Pintu lift bergeser, menampakkan sepasang pria dan wanita yang menunjukkan ekspresi terkejut karena mendapati keberadaan Archelia.

Alister dan seorang wanita dengan perban di kepalanya. Wanita yang memiliki kecantikan yang begitu sempurna bak Dewi membuat Archelia segera sadar jika itu adalah sang protagonis wanita.

Tubuh Archelia menggigil seketika seolah disiram air es. Kedua matanya membelalak horor memandang kedua tokoh bak air dan api itu berdiri bersebelahan.

"Apakah kau masih betah berakting?"

Suara berat nan rendah menusuk itu membuat Archelia tersentak. Pandangannya jatuh pada sosok pria rupawan dengan aura mengintimidasi. Archelia tidak ingin berhadapan dengan Alister. Tidak sekarang atau nanti dan seterusnya.

"Damian, tunjukkan tempat lain!"

Dengan wajah datar tanpa minat, Archelia membalikkan badan, berjalan menuju ke arah lift lain. Damian segera membungkuk sekilas pada Alister, lalu mengikuti langkah Archelia.

Sedangkan Alister, pria itu tampak tertegun melihat sikap tak acuh Archelia. Tidak biasanya wanita itu pergi begitu saja. Apakah luka di kepalanya terlalu serius? Sepertinya, tidak.

"Alister, sepertinya Archelia-"

"Abaikan saja."

Alister memotong dan segera setelah itu pintu lift tertutup.

***

Archelia kembali tiba di kediaman mewah milik Alister. Tidak ada yang perlu Archelia jelaskan, yang jelas mansion ini tampak begitu megah dengan berbagai perabotan dan arsitektur mahal. Namun, ada satu objek yang membuat pandangan Archelia langsung terpusat, yaitu set ruang keluarga dengan sofa kulit premium dan televisi bak layar lebar.

"Apakah aku boleh duduk di sana?"

Pertanyaan bodoh yang seharusnya tidak perlu diucapkan Archelia berhubung dirinya sekarang adalah Nyonya di rumah ini. Damian tertegun dengan pertanyaan Archelia.

"Tentu saja boleh."

Berjalan mendekati sofa dan mendudukkan diri. Kedua matanya sempat membulat merasakan betapa empuk dan nyamannya sofa ini. Tangan Archelia mengusap permukaan lembut kulit premium yang sangat terasa kemahalannya.

Archelia menyalakan televisi, layar besar itu menampilkan chanel asing yang tak pernah Archelia lihat di dunianya. Ada acara talk show, drama, film, hingga kartun.

Melihat Archelia tampak tersenyum bahagia hanya karena melihat televisi, Damian berinisiatif memanggilkan beberapa pelayan untuk mengantarkan camilan. Tak berselang lama, beberapa toples camilan dan beberapa piring kue datang. Archelia cukup terkesima dan segera menikmatinya dengan antusias.

"Ternyata menjadi Nyonya besar sangat menyenangkan."

Archelia menikmati kegiatannya menonton sebuah film di layar televisi besar itu. Rupanya teknologi ciptaan penulis ini memiliki teknologi dan peradaban layaknya abad 21, tempatnya tinggal. Jadi, Archelia mungkin tidak harus beradaptasi terlalu ekstrem, kecuali beradaptasi menjadi orang kaya.

"Kali ini, apa lagi yang sudah kamu rencanakan setelah ini? Datang mengadu pada orang tuamu dan mengadudomba aku dengan papa? Sikapmu ini menunjukkan betapa rendahnya dirimu, Archelia. Tidak henti-hentinya aku memperingatkanmu, hentikan semua obsesimu padaku."

Dan satu hal yang harus Archelia antisipasi adalah keberadaan sang tokoh antagonis yang tak lain adalah suaminya. Archelia menegakkan badan, memandang kemunculan Alister yang berdiri menjulang bak model di sebelahnya.

Bagi wanita normal, mungkin Archelia akan berteriak histeris jika berhadapan dengan ketampanan yang unreal dari seorang Alister Fernando. Namun, karena Archelia adalah pembaca yang sangat memahami karakter setiap tokoh dalam dunia novel yang ia masuki itu, justru tokoh Alister lah yang paling harus ia hindari. Paling tidak, untuk saat ini.

"Mari bercerai!"

Mendengar ucapan yang keluar begitu ringan dari Archelia sempat membuat Alister membelalakkan mata. Hanya bertahan beberapa detik sebelum akhirnya Alister terkekeh dan mengembangkan senyum sinis.

"Apa ini taktik baru?"

"Tidak. Hanya saja, aku terlalu sayang dengan kepalaku yang berharga. Hari ini, mungkin kepalaku, tidak tahu besok aku akan benar-benar membusuk."

"Kau pikir setelah semua yang kau lakukan, aku akan membiarkanmu begitu saja?"

Mematikan siaran televisi, Archelia bangkit. Sejujurnya, hatinya berdebar kencang berhadapan dengan sosok semengerikan Alister. Hanya saja, Archelia sungguh harus melepaskan diri dari pria itu.

Lepaskan secepatnya sebelum Alister menghancurkan bisnis keluarga Archelia demi Alice. Secepatnya sebelum Alister mencuci kekayaan Archelia dan menyiksa wanita itu. Tidak sampai Alice membunuhnya.

"Mari kita bicarakan baik-baik. Kau menyukai Alice, aku menyukaimu. Namun, cintamu pada Alice terhalang karena adanya diriku. Sekarang, aku sudah lelah. Mari kita akhiri dengan baik-baik. Bukankah begini lebih baik?"

Kedua mata Alister menyipit curiga. Pria itu mendekat, mencengkeram pergelangan tangan Archelia, membuat wanita itu tertegun. Tak cukup, tubuh Alister semakin mendekat dengan tatapan elang yang menusuk, mampu membuat Archelia semakin membeku di tempatnya.

"Lalu, kau lebih bebas menyakiti Alice-ku? Iya, begitu?"

Satu kesamaan antara sikap Archelia abad 21 dan Archelia versi novel adalah mereka sangat lantang menghadapi musuh hidup. Jika Archelia abad 21 bermusuhan dengan keluarganya, maka Archelia versi novel bermusuhan dengan sang protagonis wanita.

Namun, Archelia dalam versi ter-upgrade menyempurnakan antara dua sifat dan kehidupan dengan lebih sempurna. Yaitu, mempertahankan dunia impiannya yang serba kaya raya dan berkuasa, serta menentukan musuh sebenarnya sejak dini.

Musuh Archelia sesungguhnya bukan 'lah sang protagonis wanita, melainkan perasaannya yang salah sasaran kepada Alister. Maka dari itu, daripada membuat Alister jatuh cinta kepadanya dan membuat Archelia terseret dalam konflik balas dendam gila-gilaan di protagonis wanita, lebih baik segera menghindari sumber bahaya dalam hidupnya.

Meski Alister bukan orang yang membunuh Archelia versi novel, tetap saja Archelia terbunuh karena ada benang merah hubungan di antara mereka berdua yang membuat protagonis wanita semakin murka. Dari novel ini, Archelia belajar kesabaran orang baik juga ada batasnya sebelum dia berubah menjadi monster.

"Kita buat kontrak, aku menjauh dari Alice, lalu kita bercerai. Bagaimana?"

"Kau terlalu baik hari ini, Archelia. Sayangnya, bau busuknya tidak hilang."

Kenapa dia terus mencurigaiku? batin Archelia memprotes.

"Aku terlalu mengenalmu sejak kita anak-anak," lanjut Alister menatap semakin sengit.

Alister berlalu, sengaja menabrak bahu Archelia hingga membuat tubuh gadis itu terpental dan berakhir duduk di atas sofa empuk. Meski tidak terlalu menyakitkan, tetapi bahunya terasa bergeser. Archelia meringis, menatap sengit pada punggung lebar yang semakin menjauh.

"Alister brengsek! Aku akan menceraikanmu!"

***

"Tuan, Nyonya meminta bercerai, bukankah ini juga kemauan Anda? Mengapa Anda malah terlihat tidak ingin menceraikan Nyonya?"

Kevin, sekertaris sekaligus orang kepercayaan Alister bertanya setelah mereka memasuki ruang kerja. Alister memutar tubuh dengan alis meruncing.

"Apakah kau lupa betapa piciknya Archelia? Dia pasti sedang merencanakan kejahatan lain pada Alice."

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kelahiran Kembali Pebisnis Wanita Terbaik di Kampus
7.9
Dulu ia hancur karena dikhianati dan dihina hingga kehilangan keluarga, lalu tewas tragis saat muda. Namun, kesempatan kedua datang ketika ia terbangun di masa lalu, dua belas tahun sebelum tragedi itu terjadi. Bertekad mengubah takdir kelam, ia bangkit dengan kekuatan baru. Di sekolah, ia memang terlihat seperti murid penyendiri yang biasa saja. Namun di balik itu, ia diam-diam mendirikan kerajaan bisnis raksasa demi membalas dendam dan meraih kesuksesan.
Sampul Novel Mutiara Istri Yang Dijual
8.5
Hidup Tiara hancur setelah Andre, sang suami, tega menjual dirinya kepada pengusaha kaya bernama Dewa untuk melunasi utang. Di tengah kepahitan itu, benih cinta perlahan tumbuh di antara Tiara dan Dewa. Namun, Dewa justru mengusirnya saat sedang hamil demi kembali pada sang mantan kekasih. Bertekad membesarkan bayinya sendiri, Tiara pun menata hidup baru. Saat kandungannya berusia tujuh bulan, Dewa datang memohon untuk kembali, tetapi Tiara tidak akan menyerah begitu saja.
Sampul Novel Om Duda I Love You
8.5
Kharisma Baby Arganda, seorang siswi sekolah, pantang menyerah mengejar cinta Rega Pradipta. Gadis polos ini yakin debaran jantungnya adalah bukti cinta sejati, meski Rega yang berusia jauh lebih tua terus menolaknya. Sebagai sahabat dari kakak Baby, Rega merasa kewalahan menghadapi kepolosan adik temannya tersebut. Logika kedewasaan Rega menentang hubungan ini, tetapi kegigihan Baby terus mengujinya. Mampukah keteguhan hati gadis muda ini meluluhkan sosok pria yang ia juluki Om Singa?
Sampul Novel Pewaris Yang Disingkirkan
8.5
Jack, pemuda 28 tahun, harus bertahan menghadapi kemiskinan dan cemoohan di sudut kota. Siapa sangka, ia sebenarnya adalah putra mahkota dari dinasti kaya raya yang sengaja dibuang. Demi merebut kembali hak serta warisannya yang telah dirampas, ia harus menempuh jalan berliku penuh perjuangan. Beruntung, pertemuan dengan Laura menjadi momen penting yang mengubah arah hidupnya. Mampukah Jack menegakkan keadilan dan mengklaim takdirnya?
Sampul Novel TOXIC
8.6
Sifat posesifnya yang ekstrem selalu kuanggap sebagai bukti cinta yang tulus. Namun, semua ilusi itu hancur saat aku menyadari bahwa diriku hanya dimanfaatkan demi ambisi pribadinya. Dia pria egois yang hanya mengejar kepuasan sendiri tanpa pernah memikirkan kehancuran perasaanku. Hubungan tanpa ketulusan ini terasa kian mencekik, hingga akhirnya aku tersadar bahwa sikap buruknya tidak boleh lagi ditoleransi. Aku harus melepaskan diri dari jerat toksik ini.
Sampul Novel Way To Love
8.6
Malam pertama yang diimpikan Ethan hancur total setelah pernikahan indahnya usai. Harapan menikmati momen romantis bersama sang istri sirna saat ia justru diusir untuk tidur di sofa bed yang sempit dan dingin. Kendati Ethan sudah memohon, istrinya tetap bersikap dingin dan menganggapnya berlebihan. Sambil memeluk guling dalam kegelisahan dan penyesalan, Ethan hanya bisa berharap ada keajaiban yang mengubah nasib hubungan mereka keesokan harinya.