APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel WEDDING TEARS

WEDDING TEARS

Relia Wijaya harus merelakan sang kekasih akibat perjodohan sepihak dari paman dan bibinya. Alih-alih mendapatkan kebahagiaan, ia justru terikat pernikahan dengan lelaki arogan bermuka dua yang penuh dendam. Kehidupan Relia hancur saat menyadari perasaannya sengaja dipermainkan. Di balik kepedihan dan air mata yang terus mengalir, ia akhirnya tahu bahwa dirinya hanyalah korban dari skenario keji sang suami yang bertekad merusak hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Tiiingg...

Lonceng kedai camilan itu berbunyi, menandakan adanya pengunjung yang datang. Pintu terbuka hingga menampakkan sosok lelaki tampan yang tersenyum tipis sambil membawa buket bunga mawar merah di tangannya.

Dia adalah Mark Andreas, laki-laki berusia 26 tahun yang kini menjabat sebagai direktur utama di perusahaan milik keluarga nya sendiri.

Senyuman manis di wajah tampan Mark tak pernah pudar. Laki-laki itu berjalan menuju kasir kedai menghampiri seorang gadis cantik berambut hitam panjang yang juga sedang tersenyum tipis melihat dirinya. Gadis itu adalah kekasih Mark. Relia Wijaya, si cantik berusia 24 tahun yang sudah berpacaran dengan Mark selama 3 tahun terakhir ini.

"Apa kamu sudah selesai?" Tanya Mark pada kekasihnya itu.

Relia mengangguk kecil dan tersenyum. "Iya, baru saja aku selesai berkemas," Sahutnya.

Mark memberikan buket bunga mawar yang ia bawa. "Ini untukmu. Happy anniversary, sayang..."

Relia sangat tersentuh dengan perlakuan manis Mark padanya. Meski bukan hal yang besar dan istimewa, tapi itu sudah cukup bagi Relia.

Mengingat Relia selama ini juga tidak pernah mendapatkan perhatian atau kasih sayang dari siapapun.

"Terimakasih," ucap Relia sembari menerima buket bunga mawar itu.

Mark hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya senang.

"Kamu mau mengajakku kemana?" Tanya Relia kemudian.

"Hanya jalan-jalan sebentar. Akhir-akhir ini aku selalu sibuk dengan pekerjaan ku. Aku ingin meluangkan waktu bersama dengan mu," jawab Mark.

"Baiklah. Aku akan bersiap sebentar dan menutup kedai," sahut Relia dan bergegas menyelesaikan sisa pekerjaannya.

Mark tersenyum dan mengangguk. Ia pun duduk di kursi kosong pelanggan menunggu Relia selesai membereskan semua pekerjaan yang tersisa.

Sepasang manik Mark tidak luput memandang gadis cantik yang sedang sibuk itu. Meski mereka sudah lama berpacaran, tetapi hubungan mereka selalu harmonis dan tidak pernah terjadi pertengkaran sedikit pun. Pemuda itu sangat mencintai Relia apapun alasannya.

Banyak hal sudah mereka lalui bersama, meski keduanya tak mendapat restu dari kedua orangtua Mark. Bukan tanpa alasan orangtuanya Mark tak merestui hubungan mereka. Mereka tidak setuju karena Relia adalah seorang gadis yatim piatu.

Ayah Relia meninggal ketika ia berusia 17 tahun karena sebuah kecelakaan, sedangkan ibu Relia meninggal sejak Relia masih berusia 5 tahun karena sakit kanker. Kini Relia tinggal bersama paman dan bibinya, serta sepupu perempuannya yang jahat. Setiap hari sekalu saja ada alasan yang membuat Relia terkena omelan dan amarah dari bibinya itu.

Meski Relia tidak berbuat kesalahan, tetapi di mata keluarga paman dan bibinya itu, Relia selalu salah dan tidak pernah ada benarnya.

* * *

Hari ini, Mark berniat untuk membawa Relia ke rumahnya lagi setelah beberapa bulan yang lalu. Meski keluarganya tak pernah menyambut Relia dengan baik, tetapi Mark tak pernah berputus asa untuk mendapatkan restu dari keluarga nya sendiri.

Kini sepasang kekasih itu berdiri di depan pintu besar rumah mewah kediaman keluarga Mark.

Relia merasa sangat gugup dan menggenggam tangan Mark dengan sangat erat.

"Kenapa kamu mengajakku kemari? Kamu bilang hanya jalan-jalan bukan?" tanya Relia yang merasa di bohongi.

"Jangan takut. Aku membawa mu kemari untuk meminta restu lagi pada kedua orangtua ku. Aku akan lebih serius padamu," sahut Mark tenang.

"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti, Mark..." Lirih Relia sambil menundukkan kepalanya.

"Sudahlah, kamu tidak perlu banyak bertanya. Ayo, kita masuk dan temui kedua orangtua ku," ajak Mark sambil mengeratkan genggaman tangannya dan menggandeng Relia masuk ke dalam rumah mewah itu.

Sepasang kekasih itu berjalan masuk dan melihat orangtua Mark sedang duduk berbincang bersama seorang gadis cantik juga. Tak asing bagi Mark, gadis itu adalah Aluna. Putri tunggal teman bisnis Brian (Papa Mark).

"Kamu sudah pulang?" Tanya Karina, Mama dari pemuda tampan itu.

Wanita paruh baya itu tersenyum melihat kedatangan putra semata wayangnya. Sesaat kemudian, pandangannya teralih pada Relia yang tersenyum tipis menyapa dirinya. Seketika, raut wajah Karina berubah menjadi masam.

"Mark? Kenapa kamu bawa lagi gadis yatim piatu ini?" geram Brian.

"Papa tidak boleh berkata seperti itu pada Relia. Dia memiliki nama!" sarkas Mark tak terima.

"Memang itu faktanya? Bahkan gadis ini juga tidak akan memungkirinya," sinis Karina sambil melirik acuh pada Relia.

Kini Relia merasa semakin takut dan sakit hati. Memang benar ia seorang yatim piatu, tapi bukankah tidak seharusnya status seperti itu di perjelas di hadapan orang lain?

Perlahan Relia melepaskan genggamannya dari tangan Mark. Membuat Mark menatap Relia bingung sekaligus heran.

"Akan ku perjelas alasanku membawa Relia kemari. Aku akan menikahinya!" ucap Mark tegas.

"Tidak bisa. Papa dengan keras menolak keinginan mu!" sahut Brian meninggikan nada bicaranya.

"Mama juga tidak setuju. Sampai kapanpun, Mama tidak akan pernah merestui hubungan mu dengan gadis ini!" timpal Karina.

Aluna yang melihat keributan itu hanya bisa terdiam mematung sambil menatap Relia dengan iba. Jika di tanya apakah Aluna menyukai Mark, maka jawabannya adalah iya.

Tapi, ia juga sebagai seorang wanita tidak akan mungkin tega jika melihat seorang wanita lain menangis di perlakukan seperti itu. Itu sama seperti ia membayangkan bagaimana jika yang berada di posisi seperti itu adalah dirinya.

"Setuju atau tidak. Aku tetap akan menikah dengan Relia?!" teriak Mark dengan tegas.

Sepasang mata Mark terbelalak sempurna karena amarahnya sendiri. Suasana rumah yang tadinya tentram dan damai berubahnya seketika menjadi riuh karena Mark.

"Sudah cukup, Mark..." lirih Relia angkat bicara.

Kini seluruh perhatian tertuju pada gadis cantik dengan rambut terurai rapi itu.

"Aku seharusnya menyadari ini sejak dulu. Kamu dan aku tidak sama. Kita berbeda dalam segala hal," ucap Relia menahan tangis.

Manik cantik itu berkaca-kaca siap meneteskan butiran bening dari pelupuk nya.

"Aku tidak ingin menjadi penengah antara dirimu dan keluargamu. Lebih baik, kita akhiri semuanya di sini," sambung gadis itu.

Mark mematung mendengar ucapan dari Relia. Ia sekuat tenaga membela gadis itu untuk mendapatkan restu dari keluarga nya, tetapi dengan mudahnya gadis itu menyerah. Bahkan di depan keluarga nya sendiri.

"Apa yang kamu katakan? Kamu tidak benar-benar mengatakan ini bukan? Jangan lakukan ini, Relia. Ku mohon..." pinta Mark.

"Anak bodoh! Kamu tidak seharusnya mengemis pada gadis tidak tau diri seperti dia!" geram Brian penuh emosi.

"Aku tidak perduli. Aku mencintai Relia. Aku tidak perduli tentang harga diriku,"

"Maafkan aku. Ku harap, kamu bisa melupakan aku. Aku akan pergi selamanya dari hidup mu, Mark. Terimakasih untuk segalanya." pungkas Relia dan berlari meninggalkan rumah mewah itu.

Mark bergegas mengehentikan langkah kaki Relia, namun di tahan oleh beberapa bodyguard Brian. Lelaki paruh baya itu tidak akan pernah membiarkan putra semata wayangnya pergi mengejar Relia.

"Kurung Mark di dalam kamarnya!" perintah Brian tegas.

Dengan kasar, Mark di seret masuk kedalam kamarnya dan di kunci dari luar.

"Demi apapun. Aku membenci keluarga ini!" Teriak Mark dari dalam kamarnya.

Sementara itu, Karina menghela nafas mengahadapi bagaimana keras kepala nya Mark. Wanita itu kemudian duduk di samping Aluna yang sedari tadi diam menyimak pertengkaran hebat itu.

Gadis cantik berambut cokelat itu sungguh terkejut dengan keputusan dari Relia. Meski sejujurnya ada sedikit rasa senang di hatinya, tetapi ia juga tidak bisa memungkiri bahwa ia turut bersedih dengan apa yang harus Relia lalui.

"Kamu baik-baik saja?" tanya Karina pada Aluna.

Aluna tersenyum canggung dan menganggukkan kepalanya. "Iya, Tante. Aku baik-baik saja," jawab Aluna sopan.

"Maaf atas keributan ini. Tapi, kamu seharusnya senang karena hubungan Mark dan gadis sialan itu sudah berakhir," ucap Karina.

"Tapi, bagaimana dengan Mark? Dia sangat mencintai Relia. Dia tidak akan mungkin mau menikah dengan ku," lirih Aluna.

"Kamu tidak perlu khawatir. Biar Tante yang mengurus semuanya," tutur Karina lembut.

Aluna pun hanya bisa menurut dan menganggukkan kepalanya pasrah. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, ia hanya berharap bahwa Mark benar-benar mau menikah dengannya dan juga mau berusaha untuk membukakan hati untuknya.

* * *

Sementara itu, Relia menangis sepanjang jalan meratapi nasibnya yang sangat tidak beruntung. Meski ia bisa memaksakan ego nya untuk terus bersama dengan Mark, tapi gadis itu tidak akan setega itu merusak hubungan antara keluarga Mark.

Bagi Relia, ia sudah cukup selama ini mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari Mark. Kini saatnya ia benar-benar mencari kebahagiaan nya sendiri.

Tanpa adanya Mark Andreas ...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Accidentally Wedding
8.6
Fachmi tak mengerti mengapa ia begitu terpikat pada Carissa, siswi SMK yang sangat berbeda dari tipe idamannya. Rasa benci dari gadis itu justru membuatnya tertarik hingga nekat mengajukan pernikahan kepada ayah Carissa. Akibatnya, Carissa yang baru berusia tujuh belas tahun harus menghadapi kenyataan pahit. Ia terpaksa menikahi Fachmi, pria matang yang dikenal sebagai playboy. Mampukah pernikahan dini yang tak diinginkan ini berujung pada kebahagiaan?
Sampul Novel Aku Dipaksa Memberi Keturunan
8.1
Risa terpaksa menikahi Dhimas demi melunasi biaya medis ayahnya. Namun, pernikahan ini menjadi mimpi buruk saat ia menemukan kepribadian ganda suaminya yang tersembunyi dari sang ibu, serta kehadiran wanita lain. Di bawah tekanan mertua yang menuntut ahli waris, Risa terjebak dalam misteri dan pengkhianatan. Akankah ia berhasil bertahan hidup dan menemukan kebahagiaannya sendiri?
Sampul Novel Arrogant Husband
8.4
Demi menyelamatkan aset peninggalan ibunya dari kebangkrutan akibat utang besar, Alexa terpaksa menerima syarat gila Damian. Pria arogan yang membencinya itu bersedia membantu keuangan asalkan Alexa memberinya seorang anak. Meski diliputi kebencian, Damian tak mampu menahan obsesi gelap pada Alexa. Kini, Alexa yang keras kepala terjebak dalam hubungan penuh gairah dengan pria temperamental tersebut. Akankah pernikahan paksa ini berjalan sesuai rencana mereka?
Sampul Novel Cowokku Lebih Muda
8.9
Hubungan cinta Andini dengan Alex, pria yang terpaut usia jauh lebih muda, kini berada di ujung tanduk. Badai menerpa asmara mereka saat sosok masa lalu yang sangat dinanti-nantikan oleh Andini mendadak datang kembali. Kehadiran pria tersebut seketika memicu dilema besar dalam batin Andini. Ia pun terdesak di antara dua pilihan sulit. Akankah jalinan kasihnya bersama Alex mampu bertahan, atau justru cinta lama yang akan kembali bertahta di hatinya?
Sampul Novel Dewa Perang Terbaik
8.9
Daniel, sang Dewa Perang yang sangat disegani, tak pernah melupakan masa remajanya yang kelam dan penuh kelaparan. Kala itu, sepotong biskuit dari seorang gadis kecil menjadi penyelamat hidupnya. Demi membalas budi yang begitu berharga, Daniel kini memutuskan kembali ke kampung halaman. Ia bertekad menjadi pelindung bagi sosok penyelamatnya masa lalu, yang kini telah tumbuh dewasa menjadi seorang wanita muda berparas sangat jelita.
Sampul Novel Heartache
9.4
Sembilan tahun tanpa kepastian membuat Renjana lelah, terutama di usia 27 tahun saat tekanan sosial untuk menikah kian mendesak. Di tengah keputusasaan terhadap kekasihnya, pihak keluarga berinisiatif menjodohkannya dengan pria pilihan mereka. Kini, Renjana dihadapkan pada pilihan sulit: akankah ia membuka hati pada cinta baru yang hadir perlahan karena desakan keluarga, atau tetap bertahan menanti kepastian dari kekasih lamanya?