APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel We Are Married

We Are Married

Sejak umur empat belas tahun, Taekyung dan Yerim telah terikat pernikahan rahasia di desa yang hanya diketahui keluarga mereka. Kini, saat menempuh kuliah di kota besar, keduanya memutuskan tinggal bersama di tengah pergaulan sosial yang kian luas. Menjaga status pernikahan dini ini tidaklah mudah, terutama karena mereka harus terus bersandiwara di hadapan teman-teman. Akankah rahasia besar mereka tetap aman, atau kehidupan modern akan mengungkap semuanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Pertengahan bulan Agustus sedang berlangsung.

Matahari sedang terik-teriknya membakar kulit. Lewat jendela sepasang bola mata tampak menatap kosong. Berpikir keras.

Lewat pena yang ia pegang, ia mulai mencurahkan kata-kata pada selembar kertas. Tinta biru itu tampak serasi dengan hati si pemiliknya yang sedang kelabu.

Lima menit berselang. Sang gadis belia menyelipkan selembar kertas yang sama pada sebuah buku dan meletakkan buku tersebut pada jajaran buku lain pada rak.

Lalu ia berjalan keluar dari ruang senyap yang bernama perpustakaan sekolah di SMP Jegu.

Beberapa hari berlalu, tangan kekar mengambil sebuah buku. Saat ia buka, selembar kertas terjatuh, ia mengambil dan membacanya. Garis matanya datar dan iris tajamnya meneliti. Sulit untuk anak laki-laki itu sadari kalau senyum tipis tercipta di bibirnya.

Sore harinya si gadis datang lagi memeriksa kertasnya.

Hilang.

***

Ramai.

Satu kata yang mewakili dari bermacam-macam notasi suara yang Yerim dengar. Tepat saat dimana hari ini adalah hari pertama mahasiswa baru. Ya, sebenarnya dia juga salah satu si pembuat suara.

Sekarang Yerim sedang berjalan merangkul Hyewon, sambil berbincang ria.

"Aku pikir aku akan sulit untuk mencari teman di sini. Sepertinya hari ini aku akan sendiri di kelasku," ucap Yerim murung.

"Kamu bicara apa? Ayolah Yerim. Siapa yang nggak mau temenan sama cewek cantik sepertimu? Kamu pasti punya banyak teman." Hyewon mencoba menyemangati.

"Kamu sih, kenapa ambil jurusan biologi. Harusnya kimia sama sepertiku!"

Hyewon terkekeh. "Aku melakukan ini supaya kamu bisa nyari teman selain aku. Masa dari SMP temen kamu aku mulu, sih."

Yerim mendecak. "Memangnya kenapa? Nggak ada yang salah, kan?"

"Salah, dong. Cari teman lain. Dunia ini punya miliaran manusia."

Yerim masih putus asa namun perkataan Hyewon memang benar. Yerim harus bersosialisasi. Kalau dijelaskan, riwayat hidup Yerim sedari lahir tidak lebih dari selembar double folio. Ketika sekolah dasar, Yerim sama sekali tidak memiliki teman. Menjelang SMP, Yerim sudah memiliki Hyewon sebagai sahabatnya sampai sekarang. Hanya Hyewon.

"Kemana suamimu?"

Yerim mendengus mencubit lengan Hyewon. "Jangan kenceng-kenceng, nanti yang lain denger," bisik Yerim.

"Kenapa? Kamu masih mau merahasiakannya? Yerim, hari ini kamu resmi jadi mahasiswa, nggak sedikit lho mahasiswa itu udah nikah."

"Tapi kamu sendiri kan tau aku merasa belum siap dengan pernikahanku."

"Jadi mau sampai kapan kamu nganggap Taekyung bukan sebagai suamimu?"

Yerim menghela napas. "Aku nggak tau," jawabnya pelan.

Hyewon tersenyum menggenggam telapak tangan Yerim. "Kamu pasti bisa. Pelan-pelan mikirin perasaanmu padanya. Ya udah, kalau gitu aku pergi dulu menemui teman sejurusanku. Semangatlah! Bye!" Hyewon melambai yang dibalas dengan lambaian Yerim dengan senyum kecut gadis itu.

Yerim yang lugu, belum siap sebenarnya. Tapi tidak ada hari esok jika kita tidak melangkah mulai hari ini, kan? Siap atau tidak, Yerim memang sudah harus siap. Percaya atau tidak, dirinya telah menikah. Sejak ia menginjakkan kaki di SMP di desanya. Ia menikah saat berusia empat belas tahun.

>>><<<

"Jung Yerim!"

"Saya, sir!"

"Kim Taekyung!"

Yerim menoleh pada bangku dua ruas di sampingnya. Taekyung sedang mengangkat tangan tanpa menjawab sedikit pun. Bisikan dari cewek di belakang Yerim terdengar jelas kalau mereka sedang memuja suaminya. Andai mereka tau Taekyung sudah beristri, apa kata mereka nanti?

Untungnya Taekyung itu memiliki sisi yang dingin, dengan mata tajam beriris silver yang membuat cewek lain takut mendekatinya. Juga ia tak suka berbicara dan membongkar pernikahan mereka dengan orang lain.

Ah, Yerim jadi teringat penyebab kenapa mereka menikah. Entahlah, tiba-tiba saja Taekyung datang pada Yerim dan menunjukkan selembar kertas dengan tinta biru di hadapannya. Yerim sangat terkejut pada masa itu. Sangat aneh, cowok setampan Taekyung lah yang mengajaknya menikah di usia dini.

Hanya karena sebuah catatan buatannya.

Tentu saja Yerim menolak permintaan Taekyung tetapi untuk seukuran cowok yang tak pernah bisa menerima penolakan sepertinya, Yerim tidak punya pilihan lain. Apalagi orang tuanya sedang kesusahan dan sangat membutuhkan uang saat itu dan Taekyung yang memberikannya. Entah karena hutang budi atau karena hasutan Hyewon, Yerim pun mengiyakan lamaran tersebut dengan persyaratan Taekyung tidak boleh menyentuhnya sampai ia berusia dua puluh tahun.

>>><<<

"Happy birthday!"

Yerim terkejut setengah mati saat mendapat kejutan ulang tahun setiba di rumah. Senyumnya mulai merekah saat melihat kedua orang tuanya ada di sini. Selalunya mereka ada di desa.

"Mama!" Yerim langsung memeluk mereka dengan rindu.

"Selamat ulang tahun, putri Papa yang cantik," seru Papa Yerim sambil memasang topi ulang tahun pada Yerim.

"Ayo tiup lilinnya! Make wish dulu, ya."

Yerim menutup mata dan berdoa sebentar kemudian meniup lilin bertuliskan 20 di sana.

"Yeayy!" Mereka bertepuk tangan bahagia.

Di rumah yang Taekyung dan Yerim tempati sekarang, yang bertamu adalah kedua orang tua Taekyung dan adik laki-lakinya serta orang tua Yerim. Yerim menyeka air di sudut matanya, menangis haru.

"Selamat ulang tahun, sayang." Mama Taekyung mencium puncak kepala Yerim.

"Makasih, Ma." Yerim memeluk ibu mertuanya itu dengan bangga.

"Panjang umur, menantuku. Tuhan memberkatimu," sambung Papa Taekyung.

"Makasih, Papa."

"Happy birthday, Kak. Jangan suka jalan sambil tidur lagi, ya." Kim Taehun. Adik Taekyung yang berusia sepuluh tahun ini tau saja kebiasaan Yerim.

Setelah itu keadaan hening. Semuanya menatap Taekyung yang berdiri dengan berdiam diri dan hanya menjadi penonton sedari tadi. Bukankah hanya Taekyung yang belum mengucapkan selamat? Iya, kan?

Taekyung yang merasa tak nyaman dengan tatapan itu berdehem sambil mengelus leher belakangnya.

"Aku akan mandi sebentar." Tanpa memedulikan tatapan tak menyangka dari semua orang, Taekyung berjalan ke kamarnya.

Nyonya Kim tertawa canggung. "Suamimu itu masih saja dingin, ya?"

Yerim tersenyum. "Yerim suka kok dengan sikap Taekyung. Dia menjaga rahasia dengan baik."

"Oh, kamu juga," balas puji Nyonya Kim.

"Dengarkan Mama, Yerim. Sesuai perjanjian, Taekyung tidak boleh menyentuhmu sampai usiamu menginjak 20 tahun. Itu artinya, mulai malam ini perjanjian itu telah usia. Bersiaplah, Yerim. Mama nggak sabar ingin menimang cucu." Mama Yerim heboh sendiri.

"Sama, Mama juga, Yerim," balas ibu mertuanya.

Papa dan tuan Kim tertawa. "Jangan membuat kami menunggu lama, Nak."

Yerim melongo. Benar juga apa yang dikatakan oleh mereka. Bagaimana ini? Apa Taekyung akan melakukan 'itu' secepat ini?

Lalu, apa Yerim akan berani?

Bagaimana?

>>><<<

Tok! Tok! Tok!

Taekyung mengetuk pintu kamar Yerim namun tidak ada sahutan. Ia mengetuk lagi masih tidak ada yang menjawab. Taekyung mencoba membukanya dan ternyata tidak dikunci. Dengan langkah lebar, Taekyung melangkah masuk bersama sebuah kue kecil dengan sebiji lilin yang menyala. Ia memerhatikan sekeliling kamar. Taekyung bahkan lupa kapan terakhir kali ia memasuki kamar Yerim. Yang jelas, kamar ini masih tampak sama. Sangat rapi.

Pintu kamar mandi terbuka. Bersama senandung kecil Yerim berjalan keluar dengan baju handuk yang melilit tubuhnya sampai pangkal paha. Taekyung menyadari keberadaan Yerim. Lalu Yerim menyadari keberadaan Taekyung.

Satu. Dua. Tiga.

"KYAAAAAAAA!"

Spontan Taekyung menjatuhkan kue yang ia pegang dan langsung membalikkan badan sedangkan Yerim yang tadi berteriak berlari kembali memasuki kamar mandi.

"Mau apa kamu?" tanya Yerim panik dari balik kamar mandi.

Taekyung berdehem. "Gue kesini mau bilang selamat ulang tahun."

Yerim tertegun. Kenapa Taekyung mengucapkannya selamat dengan cara seperti ini? Apakah ketakutannya justru adalah sebuah keinginan bagi Taekyung?

"Maaf," jawab Taekyung lagi. "Gue keluar sekarang."

"Ja-jangan!"

Taekyung membatalkan langkahnya.

"Ma-maksudku, tetaplah di sana dan jangan berbalik! Aku akan berlari ke walkcloset dan berpakaian setelah itu kamu bisa mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Bagaimana?"

"Oke," jawab Taekyung.

"Kalau begitu jangan mengintip, ya!"

"Hm."

Yerim membuka pintu dan mengintip terlebih dahulu. Taekyung masih membelakanginya. Dengan langkah cepat Yerim berlari menuju tempat mengganti pakaian namun-

Duk!

-di tengah perjalanan Yerim terjatuh.

Taekyung seketika berbalik dan melangkah cepat mendekati Yerim. Gadis itu terduduk di tempatnya. Taekyung berjongkok memeriksa tubuh Yerim.

"Gak apa-apa?" tanya Taekyung khawatir walau ekspresinya masih terlihat datar. Taekyung menyentuh pergelangan tangan Yerim untuk melihat telapak tangan Yerim yang memerah tanpa memedulikan ekspresi gadis itu yang sudah tidak normal lagi. Yerim menatap tangannya dan Taekyung secara bergantian, lalu menatap pangkal pahanya yang terekspos.

"Lo harusnya hati-hati. Lain kalㅡ"

"PERGII!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Luna Baru Alfa-ku: Hidup yang Dirampas, Pasangan yang Ditelantarkan
9.6
Terbangun dari tidur terkutuk selama lima tahun, aku mendapati Kaelan, Alpha-ku, telah menggantikanku dengan seorang Omega. Keluargaku sendiri menyatakan aku mati secara hukum demi melantik Luna baru. Bahkan anakku lebih memilih wanita itu dan mengharapkan kematianku. Saat aku sekarat setelah dicelakai, Kaelan justru menguras darahku demi menyelamatkan kekasihnya. Melihat pengkhianatan mereka, aku sadar keberadaanku hanyalah beban bagi kebahagiaan mereka.
Sampul Novel Mantu Kurang Ajar
8.0
Mengangkat kisah nyata pernikahan, drama ini mengikuti perjuangan menantu yang terus-menerus dipojokkan. Ketika ia mulai berani bersuara demi melawan ketidakadilan serta perlakuan semena-mena dari mertua, dirinya malah dicap buruk dan tidak punya etika. Konflik batin yang mendalam pun terjadi saat upayanya menjaga harga diri justru dicap masyarakat sebagai tindakan membangkang. Sebuah potret pilu tentang stigmatisasi sosial dalam keluarga.
Sampul Novel Selingkuh Dengan Klienku
9.4
Anna Walkins dan Rosy Woods, pemilik Anna Wedding Organizer, terjebak dalam dilema cinta yang rumit akibat klien mereka sendiri. Hubungan terlarang terjalin antara Anna dan Marcus Bond, tunangan dari Lisa Romanov. Di sisi lain, Rosy yang polos terjerat pesona Ernest Mars, tanpa tahu pria itu menyimpan rahasia kelam dengan seorang aktris terkenal. Akankah kedua wanita ini mampu bertahan di tengah badai asmara, atau justru hancur akibat pilihan hidup para pria tersebut?
Sampul Novel Semalam Dengan Si Bos (One Night Stand)
9.0
Dikhianati Leon, Reina Patricia melarikan diri ke pelukan pria asing dalam satu malam panas. Setahun kemudian, ia syok saat menyadari pria misterius yang humoris itu adalah Brandon El Carro, bos barunya. Ketika cinta tumbuh dan Reina hamil, Brandon justru dihadapkan pada perjodohan bisnis. Situasi kian rumit saat masa lalu kelam sang CEO terbongkar dan mengancam reputasinya. Reina kini terjebak di antara cinta, rahasia besar, dan nasib calon bayinya.
Sampul Novel The Witcher of Mallacht
9.1
Dunia gempar akibat ulah Le Delleraz, penyihir misterius yang menyebar kutukan dan kobaran api. Usai mencuri barang berharga, ia kini jadi buronan yang paling dicari. Dalam pelarian itu, langkahnya terus dibayangi oleh Laccuan Holt, seorang pemburu tangguh yang tak kenal lelah. Namun, ambisi Laccuan bukanlah menegakkan keadilan. Ia bertekad memburu Le Delleraz ke mana pun ia bersembunyi demi bisa memiliki sang penyihir sepenuhnya.
Sampul Novel Triplets Secret Lover
8.4
Pasca dikhianati Hans Graham yang berselingkuh dengan dua pria, hidup Ann Davis hancur hingga ia bertemu J. Carter, sang CEO Carter Group. Insiden mabuk mempertemukan mereka dalam kesepakatan pernikahan kontrak setahun demi menghindari Merry Smith. Namun, pernikahan ini justru membuka tabir misteri kebakaran yang menewaskan ayah Ann. Di tengah konspirasi Franz Smith dan rahasia sang miliarder, mampukah Ann mengungkap kebenaran dan menemukan cinta sejatinya?