APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Setelah menerima warisan mistis dari dewa, kesadaran Arlo bangkit membawa kekuatan luar biasa. Kini ia menguasai ilmu medis tertinggi untuk menyembuhkan kondisi sekarat, membuat pejabat dan orang kaya tunduk padanya. Tak hanya itu, genggaman pedang mautnya mampu menaklukkan para jawara dunia. Bersama wanita cantik dan rekan seperjuangan yang setia, Arlo melangkah bebas menembus segala rintangan di tengah gemerlapnya kota metropolitan dalam kisah fantasi modern ini.
Bab
Bagikan

Bab 4

Bruno hampir saja menyemburkan darah. Cara Arlo memeras orang persis dengan dirinya. Tadi dia bilang Porsche itu adalah saksi masa muda, sekarang Arlo malah mengeluarkan alasan saksi cinta, bahkan bilang itu adalah perantara jodoh.

Wajah Arlo sontak menjadi dingin. "Bilang saja, kamu mau kasih atau nggak?"

"Kasih, kasih, aku langsung kasih." Meskipun merasa tertekan, saat ini dia tidak berani mengucapkan sepatah kata penolakan.

Arlo melepaskannya, lalu mengambil ponsel dari tangan Isyana yang masih linglung dan membuka kode pembayaran. Tak lama kemudian, terdengar bunyi notifikasi. Uang dua miliar masuk rekening.

"Pergi sana! Jangan sampai terulang lagi. Kalau nggak, kamu nggak akan lolos semudah ini lagi." Begitu uang masuk, Arlo langsung menendang Bruno hingga terlempar.

Bruno gemetar menahan amarah. Kebetulan, dia melihat Bilal, kepala departemen medis rumah sakit, berlari menghampiri dengan tujuh hingga delapan satpam. Niat jahat langsung timbul di hatinya. Dia berteriak keras, "Pak Bilal, aku dipukuli dokter kalian! Kalian harus tanggung jawab!"

Keluarga Raliansyah memiliki bisnis obat. Demi mengejar Isyana, dia sering datang ke rumah sakit, jadi sudah akrab dengan Bilal. Melihat kondisi Bruno yang parah, ekspresi Bilal berubah serius. "Apa yang terjadi?"

Bruno menunjuk Isyana dan Arlo, langsung memutarbalikkan fakta. "Dia menabrak mobilku, lalu suruh si bodoh ini memukulku. Si bodoh bilang orang gila nggak akan dihukum kalau membunuh. Kemudian, mereka peras aku 2 miliar!"

Mendengar itu, Bilal murka. "Pagi tadi kamu salah diagnosis dan hampir membuat pasien meninggal. Kamu bahkan mengirim pasien yang masih hidup ke kamar mayat! Kamu juga berani bawa keluargamu yang punya gangguan jiwa ke rumah sakit!"

"Hanya dengan dua kesalahan itu saja, izin praktikmu bisa dicabut! Bisa-bisa kamu dipenjara seumur hidup! Sekarang kamu malah main tangan di rumah sakit! Di dunia ini masih ada hukum atau nggak?"

Dengan suara lantang, Bilal langsung menuduh Isyana. Keributan ini pun menarik perhatian banyak orang di pintu rumah sakit.

Mendengar ucapan Bilal, semua orang mulai menunjuk dan bergosip. Pasien hidup dikirim ke kamar mayat? Menabrak dan memeras? Itu dokter atau preman?

Melihat reaksi orang banyak, Bilal merasa puas. Kebetulan Ibrahim adalah kakak iparnya. Begitu mendengar tentang Fellis yang salah didiagnosis dan insiden di kamar mayat, dia sadar harus membuat masalah ini jadi lebih besar agar bisa menekan Isyana, sekaligus menutupi kesalahan iparnya. Bagaimanapun, ke depannya dia masih butuh koneksi Ibrahim untuk kariernya.

Bruno menambahkan, "Pak Bilal, kita sudah kenal lama, urusan ini aku serahkan padamu. Aku ada urusan, aku pergi dulu. Ingat, harus ada penjelasan buatku nanti."

"Tenang saja!" Bilal mengangguk.

Bruno segera berbalik dan naik ke mobilnya. Salah satu anak buahnya bertanya, "Satpam-satpam itu 'kan sudah tua dan lemah. Sepertinya juga bukan tandingan si Arlo, 'kan?"

Bruno mendengus. "Kamu ngerti apa? Aku justru ingin dia bikin keributan besar. Lebih bagus kalau dia sampai bunuh satpam-satpam itu! Saat itu, Isyana pasti akan datang memohon kepadaku!"

....

Begitu Bruno pergi, Bilal memasang ekspresi berkuasa dan menatap Isyana. "Gimana? Kalian mau jalan sendiri atau perlu aku suruh orang bawa kalian?"

"Tahan mereka berdua, tunggu hasil rapat rumah sakit. Harus diproses dan nggak boleh ditoleransi! Kalau perlu lapor polisi, langsung laporkan saja!"

Kebetulan kepala perawat lewat. Karena hubungannya dengan Isyana baik, dia tak tahan untuk bertanya, "Pak Bilal, apa ada salah paham di sini? Semua orang tahu kemampuan Dokter Isyana, mana mungkin dia buat kesalahan sepele begitu?"

Bilal melambaikan tangan dengan penuh wibawa. "Kamu urus saja pekerjaanmu, urusan ini bukan wewenangmu!"

"Walaupun pintar, moral tetap yang utama! Dia lalai dan kirim pasien hidup ke kamar mayat. Itu jelas-jelas mengabaikan nyawa orang, itu adalah kecelakaan medis besar!"

Kepala perawat tidak tahu kebenarannya, jadi tidak berani berbicara lagi.

"Kamu bohong! Pagi tadi saat aku masuk, Fellis sudah lebih dulu dinyatakan meninggal oleh Ibrahim!" Isyana yang tak tahan lagi akhirnya membantah di depan umum.

Tatapan Bilal pada Isyana mengandung sedikit kerakusan dan rasa puas. Dulu dia pernah mengisyaratkan ingin bermain dengan Isyana, tetapi wanita itu malah menamparnya keras-keras. Sekarang wanita itu jatuh ke tangannya. Dia ingin melihat sampai kapan Isyana bisa berpura-pura suci!

"Pihak rumah sakit pasti akan menyelidiki kebenarannya! Tangkap mereka! Bawa ke ruang rapat dulu!" Bilal menyeringai dingin.

Empat sampai lima satpam itu pun segera mengepung.

Arlo bertanya dengan santai, "Kalau nggak salah, departemen medis rumah sakit nggak punya hak untuk menangkap orang, 'kan?"

Bilal tertawa sinis. Orang gila ini berani berbicara soal hukum?

"Kamu ini siapa? Apa aku butuh jelasin ke kamu? Orang yang ketahuan melecehkan mayat perempuan masih berani melawan? Tanya orang-orang, apa salah kalau aku menangkapmu?"

Mendengar tuduhan melecehkan mayat, kerumunan langsung bergidik. Terlalu menjijikkan! Orang-orang mulai berteriak agar Arlo segera ditangkap.

Isyana mengernyit, menatap Arlo dengan kesal. Bukannya membantu, malah memberi celah kepada Bilal.

Dia segera mengeluarkan ponsel, ingin menelepon ayahnya agar meminta bantuan orang berpengaruh. Setidaknya, jangan sampai Arlo ditangkap dengan tuduhan menjijikkan itu.

Namun, baru saja panggilan terhubung, Bilal memukul ponsel Isyana hingga jatuh. "Cih! Mau pakai koneksi? Percuma! Perempuan macam kamu cuma modal wajah cantik. Kamu pikir bisa pakai tubuh buat menukar kekuasaan ...."

Bilal bahkan meludah ke arah kaki Isyana.

Wajah Isyana memerah, tubuhnya gemetar karena marah. Wajah Arlo pun semakin suram.

Tiga tahun ini, walaupun hanya status suami istri tanpa hubungan nyata, Isyana selalu merawatnya. Melihatnya dihina begini, api amarah langsung membakar kepalanya.

"Minta maaf!" bentak Arlo dengan dingin.

Bilal mendengus meremehkan.

Plak! Arlo langsung menampar wajah Bilal dua kali.

"Kamu berani menamparku?" Urat di kening Bilal menegang. "Kalau aku nggak bikin kamu masuk penjara, namaku bukan Bilal!"

"Menamparmu? Barusan Bruno bilang, orang gila nggak akan dihukum kalau bunuh orang, 'kan?"

Sambil berbicara, Arlo mencengkeram leher Bilal. Sedikit ditekan saja, wajah Bilal sudah merah dan matanya penuh ketakutan.

"Arlo, lepaskan!" Isyana segera menariknya.

Namun, wajah Arlo tetap dingin. Bilal pun mulai sesak napas. Dia meronta-ronta, tetapi tidak bisa melepaskan diri.

Beberapa satpam buru-buru maju. Namun, Arlo menahan Bilal dengan satu tangannya, sementara tangan lainnya mengempaskan para satpam itu dengan mudah.

Orang-orang menatap Arlo dengan wajah takut. Si gila ini benar-benar berbahaya!

"Minta maaf atau nggak?" tanya Arlo dengan dingin.

Bilal dengan susah payah mengangguk. Arlo baru melepaskan tangannya. "Aku ... aku minta maaf!"

Bilal yang panik pun terbata-bata, lalu kabur keluar kerumunan. Setelah berlari agak jauh, dia kembali berteriak, "Tunggu saja pembalasan dariku!"

Arlo menyeringai sinis. "Aku tunggu, aku ingin lihat apa yang bisa kamu lakukan."

Isyana mengerutkan kening. Arlo sebelumnya tidak pernah sebrutal ini. Kini, urusannya menjadi sebesar ini. Dia benar-benar bingung bagaimana harus menghadapinya.

Saat itu, dari luar kerumunan, Ibrahim dan Rayanza muncul dengan dikawal beberapa pengawal.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menjadi Luna Orang Lain
9.5
Tujuh tahun pengabdian Sylvie hancur seketika saat Ethan Hudson mengkhianatinya demi serigala yang lebih muda. Tanpa ragu, Sylvie membuang simbol hubungan mereka dan pergi. Ethan dan teman-temannya yakin Sylvie akan memohon kembali dalam tiga hari. Namun dugaan itu salah. Saat Ethan yang panik mencoba menghubunginya, telepon itu justru dijawab oleh Victor Wilson, rivalnya. Kini, Sylvie telah memulai lembaran baru di pelukan Victor, meninggalkan Ethan yang hanya bisa meraung menyesali segalanya.
Sampul Novel ARANJO
8.1
Aranjo, dewi muda berdarah iblis, dijatuhi hukuman menjalani sepuluh kehidupan fana untuk melompati bencana cinta. Walau dibesarkan di alam langit, ia selalu diasingkan dan dijebak oleh ibu tiri serta saudara perempuannya. Di balik hukuman ini, Kaisar Langit menyimpan taktik rahasia. Sang Kaisar berniat melenyapkan emosi Aranjo demi menjadikannya Dewi Agung berkekuatan mutlak. Akankah takdir tunduk pada ambisi sang penguasa langit, atau malah berbalik?
Sampul Novel Cewek lugu perlahan jadi liar
9.7
Kisah asmara Laura dan Ardhy diwarnai dinamika yang tidak biasa. Di balik hubungan mereka, ada fantasi seksual menyimpang yang kuat. Ardhy terus menekan Laura, memaksanya berhubungan intim dengan orang lain demi memuaskan hasrat ekstremnya sendiri. Laura yang semula lugu kini terjebak dalam kenyataan pahit, di mana ia harus tunduk pada ambisi liar sang kekasih.
Sampul Novel JARAN GOYANG PENARI JAIPONG
8.3
Kamila tersulut cemburu saat melihat Abimanyu memadu kasih dengan sahabatnya sendiri. Demi merebut cinta, ia nekat mengamalkan Ajian Jaran Goyang dari Nyai Winarsih, sosok tua misterius yang awet muda. Tanpa disadari, tindakan Kamila justru menyeretnya masuk ke dalam pusaran sumpah masa lalu sang nyai. Obsesi buta ini membangkitkan petaka kuno yang telah terkubur puluhan tahun, kini mengancam nyawa mereka demi sebuah hubungan yang dipaksakan.
Sampul Novel Makanan Menjijikkan Dari Mertua
8.0
Pernikahan seorang pria berubah menjadi teror mengerikan saat ia menyadari rahasia gelap keluarganya. Sang istri dan mertua rupanya penganut sekte ilmu hitam yang kejam. Berada di bawah tekanan yang luar biasa, ia kini tidak memiliki jalan keluar. Di tengah situasi yang semakin memuncak, sang suami dipaksa oleh orang-orang terdekatnya itu untuk mengabdi dan bersekutu dengan iblis demi mewujudkan ambisi mistis mereka yang sangat keji.
Sampul Novel Primadona Disangka Murahan
8.8
Sebuah unggahan pengakuan cinta di situs kampus menjadi awal kehancuran hidupku ketika pacar teman sekamarku menyebarkan fitnah keji bahwa aku telah meniduri seluruh mahasiswa. Meski aku melaporkannya ke polisi dan mendapat permohonan maaf dari temanku, penyebaran video syur yang mirip denganku membuat situasi tak terkendali. Dituduh oleh seisi kampus, dipaksa cuti, hingga diusir oleh orang tua sendiri membuatku putus asa dan mengakhiri hidup. Anehnya, aku justru terbangun kembali di hari pertama fitnah itu dimulai.