APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Setelah menerima warisan mistis dari dewa, kesadaran Arlo bangkit membawa kekuatan luar biasa. Kini ia menguasai ilmu medis tertinggi untuk menyembuhkan kondisi sekarat, membuat pejabat dan orang kaya tunduk padanya. Tak hanya itu, genggaman pedang mautnya mampu menaklukkan para jawara dunia. Bersama wanita cantik dan rekan seperjuangan yang setia, Arlo melangkah bebas menembus segala rintangan di tengah gemerlapnya kota metropolitan dalam kisah fantasi modern ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

Begitu mendengar Fellis kembali kritis, Ibrahim langsung berlari masuk ke ruang gawat darurat.

Isyana menatap Arlo. Tadi dia mendengar ucapan Arlo yang tajam dan penuh logika saat membalas Ibrahim. Jelas, tak ada lagi kebodohan yang dulu.

"Kamu benar-benar sudah sembuh?"

Arlo mengangguk. "Ya! Waktu di pos perawat, tiba-tiba saja pikiranku jernih. Aku juga nggak tahu gimana bisa sembuh begitu saja!"

Ucapannya itu setengah benar, setengah bohong.

Tiga tahun lalu, dia secara tak sengaja memperoleh warisan Kitab Surgawi Pengobatan Abadi dari seorang tabib sakti. Kitab itu mencakup semua keahlian sang tabib seumur hidupnya. Dari ilmu pengobatan, ilmu bela diri, ilmu ramalan wajah, ilmu nasib, hingga wawasan luas dari pengalaman berkeliling dunia.

Namun, begitu mendapatkan warisan itu, sebagian besar kesadarannya terkunci oleh pembatas warisan, memaksanya tenggelam dalam proses belajar. Dari luar, dia terlihat seperti orang bodoh dan gila.

Hingga hari ini, setelah Kitab Surgawi Pengobatan Abadi dipelajarinya sampai tingkat ketiga, dia berhasil menembus pembatas itu. Kesadarannya kembali. Kebetulan, dia bertemu Fellis yang dibawa ke kamar mayat. Menyadari masih ada kesempatan untuk menyelamatkan, dia pun turun tangan.

Namun, semua itu tidak bisa dia ceritakan pada Isyana. Kalau diceritakan, bisa-bisa dia dimasukkan ke rumah sakit jiwa.

Isyana bisa menerima penjelasan sederhananya. Dia tahu Arlo mengalami trauma hebat setelah kehilangan kedua orang tuanya. Insiden itu yang membuatnya sakit jiwa. Setelah tiga tahun perawatan, memang ada kemungkinan dia sembuh.

"Lalu di kamar mayat tadi, yang kamu lakukan pada Fellis ...." Isyana teringat adegan tangan Arlo yang menekan dada Fellis. Pipinya pun memerah.

Arlo memanyunkan bibirnya. "Aku memang sadar kalau dia masih bisa diselamatkan!"

"Kamu bukan dokter! Nggak paham ilmu medis! Kok bisa bertindak seenaknya? Kamu seharusnya panggil dokter!" Isyana tak tahan untuk mengomel. Kini akibatnya, masalah besar justru menimpa mereka.

"Aku memang bukan dokter, tapi dulu sering baca buku pengobatan!" Arlo beralasan. Dalam hati, dia yakin di dunia ini hanya dirinya yang mampu menyelamatkan seseorang dari kematian.

Isyana hanya memutar bola matanya. Dalam pandangannya, Arlo hanya kebetulan menemukan Fellis belum benar-benar mati. Daripada disebut pengobatan, tindakannya lebih cocok disebut mencari sensasi.

Namun, mengingat kondisi Arlo, Isyana pun tidak banyak berbicara lagi.

Saat mereka masih berbicara, dari ujung koridor tampak seorang pria paruh baya berwajah tegas, datang dengan langkah penuh wibawa. Di sampingnya adalah seorang pria tua berambut putih dengan beberapa pengawal gagah.

"Pak Rayanza datang! Yang di sampingnya sepertinya adalah dokter terkenal, Dokter Leonard!" Isyana mengernyit dengan cemas.

Melihat wajah Arlo yang tetap santai, dia menambahkan, "Kalau Fellis bisa diselamatkan, kita masih punya jalan keluar. Kalau nggak, habislah kita!"

Isyana sangat memahami Ibrahim. Pria itu sangat licik dan suka menjilat. Pasti akan melemparkan kesalahan padanya.

"Nggak perlu takut, ayo pulang. Ini nggak ada urusannya sama kita!" Arlo tetap tenang.

Tiga tahun lalu, dia memang hanya mahasiswa biasa. Namun, setelah tiga tahun tenggelam dalam warisan itu, wawasannya berubah.

Pria paruh baya itu langsung masuk ke ruang gawat darurat setelah mendapat konfirmasi dari perawat tentang kondisi putrinya.

Di dalam, Ibrahim dan beberapa dokter sudah kelabakan. Kondisi Fellis terlalu aneh. Sebagian besar tanda vital normal, tetapi jantungnya kadang berdetak, kadang berhenti. Dia juga tidak sadarkan diri.

Melihat kedatangan Rayanza, Ibrahim segera menyapa, "Pak Rayanza."

Rayanza tidak memedulikannya. Dia menoleh pada Leonard. "Maaf kalau aku merepotkanmu, Dokter Leonard."

Leonard mengangguk, lalu maju untuk memeriksa. Para dokter segera mundur sedikit. Mereka semua mengenali nama besarnya.

Sementara itu, Rayanza menatap Ibrahim dengan tatapan penuh amarah. "Pak Ibrahim, putriku masih hidup tapi kalian malah kirim dia ke kamar mayat. Apa penjelasanmu?"

Ibrahim panik, semakin berniat mencari kambing hitam. "Itu semua karena dokter jaganya, Dokter Isyana, salah mendiagnosis. Aku sudah memberhentikannya sementara!"

"Cuma diberhentikan? Kesalahan medis sebesar ini, apa nggak seharusnya dipertanggungjawabkan secara hukum?" Rayanza mendengus dingin, nadanya terdengar tidak puas.

Belum sempat lanjut berbicara, dia menerima telepon. Wajahnya semakin kelam. Dia menampar Ibrahim sekuat tenaga. "Setelah putriku dilecehkan di kamar mayat, kalian baru sadar ada salah diagnosis? Apa-apaan cara kerja rumah sakit kalian ini?"

Ibrahim sampai berkunang-kunang karena tamparan itu. Dia diam-diam mengutuk orang yang membocorkan insiden itu. Namun, dia tidak berani bertanya siapa orang itu, hanya buru-buru melontarkan alasan yang sudah disiapkan, "Itu karena Dokter Isyana membawa suaminya yang sakit jiwa ke rumah sakit. Dia melanggar aturan sehingga terjadi hal ini!"

"Aku akan segera memerintahkan bagian medis dan keamanan untuk menahan Dokter Isyana dan suaminya. Kami akan menunggu keputusan Bapak!"

Rayanza murka. "Keduanya nggak boleh lolos! Akan kubuat mereka menyesal seumur hidup!"

Ibrahim pucat pasi. Dia tahu, di hadapan orang terkaya di Kota Naldern, bahkan kepala dinas kesehatan pun tidak berarti apa-apa.

Dia buru-buru menelepon kepala bagian medis agar segera membawa satpam untuk menangkap orang.

Sementara itu, Rayanza kembali menoleh pada putrinya. Dia hanya memiliki satu anak perempuan. Fellis adalah permatanya.

Fellis sudah lama menderita depresi dan berkali-kali mencoba bunuh diri. Semalam, dia kembali mengiris pergelangan tangannya.

Begitu mendengar kabar putrinya masuk rumah sakit, Rayanza pun pulang dengan tergesa-gesa dan mengundang dokter terkenal.

Namun, di tengah jalan dia diberi tahu bahwa putrinya meninggal. Karena informasi itu, dia hampir saja jatuh sakit. Kemudian, kabar susulan bahwa itu hanyalah kesalahan diagnosis pun membuatnya kembali merasa punya harapan. Kini, dia menatap Leonard dengan penuh harap.

Namun, setelah pemeriksaan, Leonard menggeleng berulang kali. Keningnya berkerut. "Aneh sekali! Benar-benar aneh!"

"Gimana keadaannya, Dokter Leonard?" tanya Rayanza dengan cemas.

"Pak Rayanza, kondisi putrimu sangat aneh. Lima puluh tahun aku mengobati, belum pernah melihat kasus seperti ini. Takutnya ... sulit untuk ditolong."

"Jadi, nggak ada harapan sama sekali?" Rayanza menahan kepiluannya.

Leonard terdiam sejenak, lalu berkata, "Gejalanya mirip yang disebut dalam kitab kuno, yaitu sindrom jiwa terlepas. Jantung dan ginjal sama-sama melemah ...."

Kalimatnya terputus. Tiba-tiba, matanya berbinar. "Tunggu! Gimana mungkin dokter di rumah sakit ini salah menentukan hidup mati pasien, sementara alat monitor jelas menunjukkan tanda vital?"

Rayanza mendengus. Ibrahim mulai gelisah. Dia masih ingat jelas, waktu Fellis turun dari ambulans, napasnya sudah hampir tak ada. Tak lama setelah masuk UGD, dia pun meninggal.

Namun, semalam dia terlalu bersenang-senang dengan perawat. Pagi harinya, tubuhnya lemah dan kepalanya pusing. Ditambah Fellis tiba-tiba hidup kembali, dia sendiri menjadi ragu apakah dirinya salah menilai.

Ibrahim terpaksa menyahut dengan muka tebal, "Itu karena kelalaian dokter. Aku pasti akan melakukan pembenahan besar."

"Bukan begitu! Aku yakin pasti ada sesuatu yang terjadi sehingga tanda vital Fellis bisa kembali!" Leonard menggeleng dengan yakin.

Rayanza yang sangat cerdas langsung menangkap maksudnya. "Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi di kamar mayat. Kalau nggak, kalian semua akan kumasukkan ke penjara!"

Tatapan tajam Rayanza menyapu seluruh dokter. Tekanan besar itu membuat semua orang menunduk. Jantung mereka berdegup kencang.

Tak lama kemudian, ada dokter yang tak tahan, lalu menceritakan seluruh kejadian di kamar mayat.

Mendengar itu, api amarah Rayanza semakin berkobar. Sebaliknya, Leonard justru bertepuk tangan. "Benar! Itu kuncinya! Cepat panggil pemuda itu kembali. Mungkin masih ada secercah harapan!"

"Dia cuma orang gila! Mana bisa disuruh mengobati!" Ibrahim terkejut.

"Panggil dulu! Cepat!" desak Leonard.

Rayanza langsung menarik kerah Ibrahim dan menyeretnya keluar. "Cepat bawa aku ke tempatnya!"

....

Saat Arlo dan Isyana melangkah menuju pintu rumah sakit, ponsel Isyana tiba-tiba berdering.

"Ibu, aku mau antar dia pulang dulu .... Kalau aku pulang dulu baru ke sana, pasti nggak sempat rayain ulang tahun Paman!"

Terdengar suara ibu mertuanya, Renata, di seberang. Arlo yang mendengar suara itu pun kembali teringat kebingungan lamanya.

Setelah musibah menimpa keluarganya, dia mendapat warisan itu, lalu seperti kehilangan akal. Ayah mertuanya berkata Keluarga Antasari pernah sangat berjasa, makanya dia diterima di Keluarga Hanafi, bahkan dinikahkan dengan putri mereka.

Padahal saat itu semua orang tidak tahu apakah dia bisa sembuh. Kalaupun sembuh, dia hanyalah anak yatim piatu biasa. Ada banyak cara membalas budi, tetapi mengorbankan hidup putri sendiri terasa tidak masuk akal. Tampaknya, sudah waktunya berbicara serius dengan ayah mertuanya.

Isyana menutup telepon. Baru saja sampai di gerbang rumah sakit dan berbelok, tiba-tiba sebuah Porsche 718 meluncur kencang dari depan.

"Ah!" Isyana berteriak kaget dan buru-buru menginjak rem, tetapi mobil lawan sama sekali tidak mengurangi kecepatan. Kedua mobil itu pun bertabrakan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Allena
8.0
Kedamaian hidup Allena lenyap seketika sewaktu tanda kutukan Xavier terukir di lengannya. Sang Putra Mahkota Xendria hadir untuk menuntut janji ayah Allena dua puluh tahun lalu yang menjadikannya calon istri. Allena menolak keras dinikahi penyihir berumur dua abad itu. Siksaan kutukan tersebut sangat nyata hingga ia tak lagi bisa menyentuh siapa pun. Kini, ia terjepit di antara hasrat mempertahankan kebebasan atau menyerah pada takdir sang pangeran.
Sampul Novel FENGYING LIE
8.7
Dua lelaki misterius tiba-tiba menyergap Fengying tanpa diduga. Akibat hantaman keras salah satu penyerang, ia jatuh terjerembap hingga melukai pergelangan tangannya. Meski didera rasa sakit, Fengying bangkit berdiri dan meluapkan kemarahannya pada kedua pelaku. Namun, situasi justru kian genting saat lawan melayangkan ancaman mati. Mereka mendesak Fengying menyerahkan pedang pusakanya saat itu juga, atau nyawanya akan dihabisi tanpa belas kasihan.
Sampul Novel Kitab sihir kristal biru
8.9
Fatima adalah penjaga rahasia Perpustakaan Empat Kunci di Murra Kish. Kehidupannya berubah saat Alfonso, pria misterius yang memburu grimoire kuno, hadir dan memicu asmara sekaligus kecurigaan. Ternyata, Alfonso menyimpan rahasia besar kerajaan, sementara Fatima adalah pewaris permata legendaris yang diincar banyak pihak. Di tengah intrik pengkhianatan dan ambisi gelap, ia kini harus memilih antara cinta atau bertahan hidup dari kebohongan yang mengancam dirinya.
Sampul Novel Primadona Disangka Murahan
8.8
Sebuah unggahan pengakuan cinta di situs kampus menjadi awal kehancuran hidupku ketika pacar teman sekamarku menyebarkan fitnah keji bahwa aku telah meniduri seluruh mahasiswa. Meski aku melaporkannya ke polisi dan mendapat permohonan maaf dari temanku, penyebaran video syur yang mirip denganku membuat situasi tak terkendali. Dituduh oleh seisi kampus, dipaksa cuti, hingga diusir oleh orang tua sendiri membuatku putus asa dan mengakhiri hidup. Anehnya, aku justru terbangun kembali di hari pertama fitnah itu dimulai.
Sampul Novel TAMPAN TAPI REPTIL
8.2
Bone, manusia ular yang dibesarkan oleh dukun sakti berkuasa, memendam cinta mendalam pada gadis manusia biasa bernama Abigail. Namun, perbedaan wujud dan asal-usul mereka menjadi rintangan terbesar bagi perasaan tulus yang ia miliki. Di tengah perbedaan kodrat yang nyata, mampukah takdir menyatukan asmara mereka, ataukah identitas reptil Bone justru akan memupus harapan cinta itu untuk selamanya?
Sampul Novel Transmigrasi Badgirl
9.8
Aqila Zara Maureen tak pernah menduga akan mengalami fenomena mistis pertukaran jiwa. Tiba-tiba saja, ia terbangun di dalam tubuh seorang gadis feminin yang dikenal sebagai perundung kejam di sekolahnya. Terperangkap dalam raga baru yang reputasinya sangat bertolak belakang dengan sifat aslinya, Aqila kini harus menanggung sanksi sosial yang berat. Sembari bertahan hidup, ia juga harus mengungkap misteri besar di balik transmigrasi aneh ini.