APKDock Logo
Sampul Novel Primadona Disangka Murahan

Primadona Disangka Murahan

8.8 / 10.0
Sebuah unggahan pengakuan cinta di situs kampus menjadi awal kehancuran hidupku ketika pacar teman sekamarku menyebarkan fitnah keji bahwa aku telah meniduri seluruh mahasiswa. Meski aku melaporkannya ke polisi dan mendapat permohonan maaf dari temanku, penyebaran video syur yang mirip denganku membuat situasi tak terkendali. Dituduh oleh seisi kampus, dipaksa cuti, hingga diusir oleh orang tua sendiri membuatku putus asa dan mengakhiri hidup. Anehnya, aku justru terbangun kembali di hari pertama fitnah itu dimulai.

Primadona Disangka Murahan Bab 1

Ada yang menyatakan perasaannya kepadaku di laman web pengakuan kampus, tetapi pacar teman sekamarku malah mengomentari unggahan itu dengan pernyataan bahwa aku sudah pernah tidur dengan semua siswa di kampus.

Saking marahnya, aku langsung lapor polisi.

Teman sekamarku pun memohon kepadaku untuk memaafkan pacarnya. Dia bahkan bilang akan meminta pacarnya untuk mengunggah permintaan maaf di laman web kampus.

Belum sempat permintaan maaf itu kuterima, sebuah video tidak senonoh keburu tersebar di kalangan siswa.

Semua orang mengatakan bahwa akulah sosok perempuan dalam video itu.

Aku pun diinterogasi pihak kampus dan akhirnya diminta untuk cuti.

Saat aku pulang, orangtuaku menolak mengakuiku sebagai putri mereka.

Kehilangan segalanya membuatku begitu putus asa dan depresi hingga akhirnya aku memutuskan untuk bunuh diri.

Namun, saat mataku terbuka lagi, aku kembali pada hari di mana pengakuan perasaan itu terpajang di laman web.

Fotoku yang sedang menerima beasiswa bergengsi dipajang di laman web kampus.

Di bawah foto itu, terdapat tulisan.

"Pengakuan ke-23 buat Vania Halim. Dia cantik sekali, ya. Boleh nggak kenalan kalau memang belum punya pacar?"

Beberapa menit kemudian, belasan komentar menyertai unggahan itu.

"Ya ampun, Vania cantik banget! Sudah kayak tokoh utama di novel-novel!"

"Wah! Aku juga mau nomornya Kak Vania!"

Aku terus menggulirkan komentar ke bawah dengan ekspresi datar hingga akhirnya melihat sebuah komentar panjang yang ditinggalkan oleh Jayden Yular.

"Ya ampun, matamu buta, ya? Masa iya kamu suka pada Vania? Kamu tahu nggak kalau dia itu 'bus' terkenal di kampus kita? Siapa pun bisa 'menaiki'nya asalkan punya uang. Dia sudah melakukannya dengan semua siswa laki-laki, tahu."

Komentar Jayden itu pun segera dibalas.

"Ini orang gila dari mana, sih? Seenaknya saja menyebarkan gosip."

Entah kata-kata mana yang menyinggung hati Jayden, yang jelas lama sekali dia baru menjawab.

"Gosip apa? Aku memang pernah memergokinya. Padahal masih siang bolong, tapi dia malah melakukannya di sudut ruangan dan bukannya ke hotel. Dia itu lagi menipu kalian semua. Semua orang juga tahu dia berhasil mendapatkan beasiswa itu karena meniduri perwakilannya."

Begitu membaca komentar itu, ponselku langsung terjatuh ke atas lantai saking gemetarnya.

"Vania, kok mukamu kelihatan panik banget?" tanya salah seorang teman sekamarku sambil mengambil ponselku dan melirik layarnya, lalu memekik dengan kaget, "Natalia! Kok pacarmu mengirimkan komentar sembarangan di laman web kampus!"

Natalia juga membaca unggahan itu dengan bingung, tetapi begitu membaca komentar Jayden, wajahnya sontak menjadi merah padam.

"Kok Jayden ngomong kasar begini sih?" seloroh salah seorang teman sekamarku yang lain. Dia juga membaca semua komentar yang ada dan jadi merasa simpatik denganku. "Ini bisa dianggap pornografi, 'kan? Vania, kamu lapor polisi saja."

"Jangan! Jangan lapor polisi!" larang Natalia dengan ekspresi kesal. "Maaf, Nia, tapi ini pasti ada kesalahpahaman. Aku akan menemui Jayden sekarang juga dan memastikan dia menghapus komentarnya, lalu mengunggah permintaan maaf kepadamu."

Ekspresi Natalia terkesan tulus. Aku pasti akan menurut padanya seandainya ini bukan kehidupan keduaku.

Di kehidupanku sebelum ini, Jayden sama tidak menghapus komentarnya atau meminta maaf padaku. Dia malah mengomentari video pendek tidak senonoh yang viral itu.

"Tuh, sudah kubilang Vania itu cewek murahan."

Aku pun bangkit berdiri dalam diam, lalu mengambil ponselku dan berjalan keluar.

Sesampainya di lantai satu asrama putra, aku kebetulan bertemu dengan Jayden yang sedang berjalan keluar.

Aku langsung berlari menghampirinya. "Kamu serius bilang begini?"

Jayden kaget sekali melihatku mendadak sudah ada di hadapannya. "Apa?"

Aku mengeluarkan ponselku dan menunjukkan komentarnya itu. "Komentarmu tentang bagaimana aku sudah meniduri semua siswa di kampus ini. Kamu serius bilang begitu? Memangnya kapan? Di mana? Berapa banyak? Aku sama sekali nggak ingat. Ini beneran atau nggak?"

Ekspresi Jayden pun menjadi sedikit malu.

Wajahnya tampak merah padam, lama sekali dia tidak bisa menyahut apa-apa.

Natalia yang terlambat menemuinya pun memukul bahunya sambil berbisik, "Cepat minta maaf."

Jayden tersadar dari lamunannya dan berkata, "Maaf, Vania, aku cuma keceplosan. Nggak seharusnya aku membongkar masalah itu."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Primadona Disangka Murahan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Perjodohan dengan pria yang dulu pernah ditolaknya memicu dilema mendalam bagi sang wanita. Apakah pernikahan ini berjalan atas dasar cinta lama yang tersisa, ataukah sang suami tengah menyusun rencana balas dendam demi membalas luka masa lalunya? Di dunia Chronophile yang sangat menghargai waktu, pasangan suami istri ini harus berkomitmen di tengah bayang-bayang masa lalu. Kini, rahasia serta konflik mulai menguji kesetiaan dan keutuhan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer terkemuka serta pengusaha tanpa sokongan kekayaan keluarganya. Namun, di tengah keberhasilan dan kemandirian yang kini ia nikmati, Aaron mendadak muncul kembali. Sang mantan suami didera penyesalan mendalam dan memohon dimaafkan. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil membawa pulang patung beruang yang ia temukan di jalan tanpa tahu rahasia di baliknya. Benda mati itu sebenarnya adalah wujud lain dari seorang pria muda yang sangat kuat. Melinda terus merawatnya dengan tulus hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang menawan. Keadaan mulai berubah saat ketegangan melanda hubungan mereka yang tidak biasa ini. Akankah kisah cinta unik antara manusia biasa dan sang dewa dapat bersatu dalam kebahagiaan?
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.3
Delapan tahun menikah, Jessica selalu memercayai alasan pekerjaan Rio Aditya setiap hari jadi pernikahan mereka. Namun, rahasia busuk terungkap saat ia mendengar rencana Rio untuk menceraikannya demi Nadia. Di tengah pengkhianatan tersebut, Jessica justru menerima diagnosis medis yang fatal: kanker ovarium stadium akhir. Menyadari suaminya tidak lagi mencintainya sejak ia keguguran, Jessica memutuskan untuk merelakan hubungan mereka dan pergi dalam damai tanpa pernah bertemu lagi.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai setelah tiga tahun menikah. Ia memohon kepada istrinya agar diizinkan memiliki anak lagi dengan sang mantan pacar demi mendapatkan sel pengobatan, berjanji akan kembali setelah semuanya usai. Namun, di balik tangis pilu suaminya, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang menuntut Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit demi menjalani takdir kelam yang tak terhindarkan. Tanpa ada pilihan lain, ia harus bersedia menjadi istri dari seorang gembong narkoba yang sangat ditakuti. Kini, kehidupannya sepenuhnya terperangkap dalam pusaran dunia hitam mafia yang sarat akan intrik berbahaya serta ancaman maut yang terus mengintai.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan