APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Warisan dari sang Bibi

Warisan dari sang Bibi

Dalam novel fantasi modern Warisan dari sang Bibi, kesetiaan selama lima belas tahun berakhir dengan pengkhianatan pahit. Setelah merawat sang bibi yang kehilangan kakinya akibat kecelakaan, sang protagonis dijanjikan seluruh harta warisan. Namun, kepulangan mendadak sepupunya dari luar negeri saat bibinya sekarat mengubah segalanya. Seluruh warisan dialihkan, menyisakan uang hinaan sebesar seratus juta saja. Larut dalam duka, ia tenggelam di sungai, lalu terbangun kembali di masa lima belas tahun lalu.
Bab
Bagikan

Bab 1

Bibiku kehilangan satu kakinya akibat kecelakaan mobil, dan putri kesayangannya justru pergi ke luar negeri pada saat itu.

Sejak saat itu, aku merawat bibiku dengan sepenuh hati dan mengurusnya selama 15 tahun.

Bibiku, yang merasa berterima kasih atas perawatanku, berjanji bahwa semua hartanya akan diwariskan kepadaku setelah dia tiada.

Namun, ketika ajalnya hampir tiba, sepupuku kembali ke negara ini.

Bibiku langsung mengubah warisan itu untuk diberikan sepenuhnya kepada sepupuku, hanya memberikan 100 juta sebagai "biaya perawatan" untukku.

Lima belas tahun masa mudaku hanya dihargai dengan 100 juta yang penuh penghinaan.

Dalam keadaan linglung, aku terjatuh ke sungai dan tenggelam.

Ketika aku membuka mata, aku mendapati diriku kembali ke 15 tahun yang lalu ....

"Cynthia, Tante tahu kamu merawat Tante selama ini hanya karena mengincar warisan Tante, bukan karena tulus."

"Kamu tinggal di rumah Tante selama bertahun-tahun, Tante bahkan belum memintamu bayar sewa. Sekarang kamu berharap Tante kasih kamu uang?"

"Tante kasih tahu kamu, ya. Tante berhak menggunakan uang Tante sesuka hati. Bahkan kalau Tante mau buang semuanya, itu bukan urusanmu. Yulia itu anak kandung Tante. Kalau Tante mau menyerahkan semuanya padanya, kenapa nggak?"

"Uang 100 juta ini anggap saja sebagai sedekah untuk pengemis. Ambillah dan pergi. Mulai sekarang, kita nggak ada hubungan apa-apa lagi!"

Ketika keluar dari rumah sakit, ucapan bibiku terus terngiang di benakku.

Aku merawatnya selama 15 tahun, hari demi hari, tanpa pernah mengeluh atau merasa lelah.

Dalam 15 tahun itu, aku bekerja sekaligus mengurusnya, tidak menikah, tidak memiliki anak, dan mengorbankan masa muda terbaikku.

Bukan karena aku dingin secara emosional atau tidak menyukai pria.

Namun, karena aku khawatir, jika memiliki keluarga sendiri, aku akan terpaksa mengabaikan atau menyakitinya.

Namun, semua pengorbanan ini tampaknya tidak ada artinya di mata bibiku.

Baginya, apa yang aku lakukan adalah kewajiban. Tidak melakukannya adalah kesalahan besar.

Sebaliknya, sepupuku, anak kandungnya, pergi ke luar negeri sebagai mahasiswa pertukaran pada tahun bibiku diamputasi, dan tinggal di sana selama 15 tahun tanpa pernah merawat ibunya sehari pun.

Sekarang dia kembali ke negara ini, bersujud, terus-menerus menangis, dan bibiku langsung merasa iba, menganggap anak kandungnya tetaplah yang terbaik.

Kalau saja aku tidak menemukan wasiat yang sudah diubah saat merapikan rumah,

aku mungkin akan tetap naif seperti dulu, berpikir bahwa bibiku akan menepati janji dan meninggalkan rumah itu sebagai warisan untukku.

Yang tidak aku duga, ketika aku membawa wasiat itu ke rumah sakit untuk mempertanyakan keputusan bibiku, dia justru memutarbalikkan keadaan dan menyuruhku pergi.

Dia mengeluarkan kartu bank berisi 100 juta dan melemparkannya ke wajahku dengan kasar.

Lima belas tahun masa mudaku hanya dihargai dengan kartu bank senilai 100 juta.

Rata-rata hanya 20 juta per tiga tahun. Orang yang tidak tahu mungkin mengira aku adalah pemulung tua.

Padahal, 15 tahun lalu, aku ini lulusan universitas ternama dan pernah mendapatkan tawaran pekerjaan dari perusahaan besar.

Kalau saja bibiku tidak memintaku untuk menemaninya dan mencari pekerjaan sederhana di kota ini, aku tidak akan bekerja sebagai kasir di supermarket.

Aku keluar dari rumah sakit dengan amarah meluap dan dalam keadaan linglung, aku sampai di tepi sungai.

Awalnya, aku hanya ingin berjalan-jalan. Namun, pagar pembatas di tepi sungai itu sudah tua dan rapuh, sehingga langsung patah saat aku menyentuhnya.

Tempat itu sunyi, hanya ramai di malam hari.

Aku tidak bisa berenang dan tidak ada orang yang menyelamatkan aku. Akhirnya, aku memejamkan mata untuk terakhir kalinya.

Saat merefleksikan hidupku sebelum mati, aku tidak membenci siapa pun, hanya merasa kasihan pada diriku sendiri.

Aku terjebak oleh hubungan keluarga dan rumah.

Aku berpikir, toh, tujuanku bekerja adalah agar aku bisa punya tempat tinggal, jadi aku rela mengorbankan segalanya dan tinggal di sisi bibiku, merawatnya seperti pembantu.

Namun akhirnya, aku tidak mendapatkan apa-apa.

Ternyata, hati manusia tidak boleh serakah, karena itu hanya akan membuatmu tertipu habis-habisan.

Jika ada kehidupan berikutnya, aku jelas tidak akan mengulangi nasib seperti ini.

Dengan pikiran ini, aku perlahan tenggelam ke dalam sungai.

Namun, ketika aku membuka mata lagi, aku mendapati diriku berada di ruang kuliah, dikelilingi oleh teman-teman sekamarku di masa kuliah.

Ada yang bermain ponsel di bawah meja, ada yang tidur nyenyak di atas buku, dan ada yang sedang mengobrol dengan pacarnya.

Aku kembali ke 15 tahun yang lalu!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 99 Hari Bersama Kaisar Tiran
9.8
Nahas bagi Kim Nara yang tewas di tangan kekasihnya, Axel, usai memergoki pria itu berselingkuh. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua untuk membalas dendam lewat sebuah misi misterius. Ia terbangun di dalam tubuh permaisuri cantik dari seorang kaisar tiran yang terkenal kejam. Nara segera menyadari fakta mengerikan bahwa seluruh istri sang kaisar selalu tewas pada hari ke-99. Kini, ia harus berpacu dengan waktu sebelum ajal kembali merenggut nyawanya.
Sampul Novel Dersik: Begu Ganjang Telah Kembali
9.1
Dersik kembali ke Desa Mangpusu demi menuntaskan dendam masa lalu. Meski puluhan tahun berlalu, parasnya tetap awet muda dan memikat. Sunarni, sang mantan majikan yang didera rasa bersalah, kini tak berdaya saat keluarganya dihabisi satu demi satu. Di tengah teror Begu Ganjang yang mencekam, seorang dukun sakti bernama Surya curiga bahwa Dersik adalah mantan kekasihnya. Rumitnya, putra Sunarni malah jatuh hati pada sosok misterius yang berniat menghancurkan mereka.
Sampul Novel Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
8.8
Terlahir dari keluarga miskin yang dikutuk iblis, Bima tumbuh di dekat Gunung Pengantin yang angker. Akibat melanggar pantangan di sana, ia kehilangan Alif, sahabatnya yang diculik menjadi budak gaib. Beranjak dewasa, Bima berjuang mematahkan kutukan leluhur bermodalkan kekuatan khodam warisan. Meski misi mistis itu berhasil, ia harus membayar harga mahal. Orang tuanya tewas mengenaskan dalam ritual gaib, meninggalkan Bima sendirian dalam kepedihan mendalam.
Sampul Novel Misi pangeran mermaid
8.2
Tirta, pangeran duyung berumur enam belas tahun, mengemban tugas penting ke daratan demi memenuhi ramalan kuno berusia seratus tahun. Ditemani kakaknya, Natasya, ia harus beradaptasi di dunia manusia. Namun, rencana itu terusik saat Tirta terpikat oleh Bella pada pertemuan pertama mereka. Kini, ia dihadapkan pada rintangan perbedaan dunia yang sulit ditembus. Bisakah jalinan asmara ini bertahan di kala misi besar mengancam takdir mereka?
Sampul Novel Pendewaan
8.8
Zen Luo, seorang pewaris bangsawan yang jatuh miskin, kini terhina sebagai budak samsak bagi sepupunya. Namun, sebuah insiden misterius mengubah tubuhnya menjadi senjata mistis yang tak tertandingi. Di tengah kekacauan konflik antar klan, Zen bangkit membawa dendam membara. Berbekal tubuh sekuat pusaka, ia menantang para petarung tangguh demi meraih keabadian. Mampukah ia mendominasi takdirnya dan menjadi legenda baru?
Sampul Novel Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius
8.3
Wira, seorang sarjana genius dari masa depan, tiba-tiba terlempar ke masa lalu dan mendapati dirinya terbangun di sebuah rumah kumuh tanpa harta sedikit pun. Lebih buruk lagi, ia merasuki tubuh seorang sarjana tidak berguna yang gemar berfoya-foya dan kerap menyakiti istrinya sendiri. Enggan menyerah pada takdir barunya yang kelam, Wira bertekad mengubah nasib buruk ini. Menggunakan seribu satu pengetahuan modern dan teknologi dari masa depan yang ia kuasai, ia memulai langkah ambisius untuk membalikkan keadaan dan membangun kekayaan besar hingga menjadi sosok paling kaya di seluruh kerajaan.