APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Tak Ternilai

Wanita Tak Ternilai

Zhafira menjalani pernikahan bagai neraka bersama suami kejam yang tiada henti menghina harga dirinya. Walau batinnya tersiksa oleh ucapan kasar sang suami, ia memilih bertahan demi melunasi biaya medis ibunya yang kritis. Sejak kecil akrab dengan kepedihan, kini ia justru terperangkap menjadi tawanan pria tak berhati. Sanggupkah Zhafira menemukan secercah harapan dalam hidupnya, ataukah ia ditakdirkan terus meratap di tengah penderitaan yang tiada akhir?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Pak, saya mohon ... izinkan saya masuk, saya harus bertemu ayah ...."

Sore ini hujan sedang mengguyur begitu deras, diiringi petir yang menyambar saling bersahutan.

Seorang gadis dengan tubuh yang menggigil kedinginan, tampak sedang memohon belas kasihan.

Pakaian yang dikenakan gadis ini sudah basah kuyup, dia berdiri gemetar di depan gerbang sebuah rumah besar.

"Maaf, Nona Zha. Saya tidak berani. Nyonya bisa marah besar jika kami membiarkanmu masuk," tolak security yang berjaga di gerbang rumah tersebut tidak kenal kompromi.

Sebenarnya secuity itu tidak tega melihat kondisi si gadis, tapi mau bagaimana lagi? Dia hanya melaksanakan tugas, dia bisa kehilangan pekerjaan jika membiarkan gadis tersebut masuk.

Sementara si gadis malang itu terus memohon, dia terisak mengiba tanpa memikirkan harga dirinya lagi.

Jika saja tidak disebabkan oleh hal yang sangat mendesak, dia pun tidak akan sudi datang ke rumah ini untuk mengemis bantuan.

Gadis ini bernama Zhafira Khairunnisa, dia sudah tidak peduli jika harus dianggap pengemis, tidak tahu malu, atau apa pun itu.

Yang penting baginya hanya satu, dia harus mendapatkan uang untuk biaya pengobatan ibunya. Wanita yang sangat dicintainya itu kini sedang terbaring koma di rumah sakit.

Sesaat kemudian, tampak sebuah mobil MPV super mewah mendekat. Dengan sigap security yang berjaga di pos tersebut membuka gerbang, memberi akses bagi mobil pabrikan Lexus itu untuk masuk.

Tidak membuang kesempatan yang ada, Zhafira pun menerobos masuk untuk mengejar mobil tersebut.

Security yang berjaga terkejut, mereka ingin mengejar Zhafira, tapi dicegah oleh seniornya yang merasa iba. Security senior ini tahu persis nasib malang yang dialami Zhafira.

Setelah berlari sekitar lima puluh meter menembus hujan yang teramat deras, Zhafira pun berhasil tiba di depan sebuah rumah mewah bergaya romawi.

Pilar-pilarnya yang menjulang tinggi berdiri angkuh, seolah sedang menertawakan penderitaan Zhafira saat ini.

Zhafira mendekap sendiri tubuhnya yang menggigil kedinginan, manik mata coklatnya menatap penuh harap, menanti sang pemilik rumah itu turun dari mobil.

Sejurus kemudian si pengemudi bergegas turun, lantas membukakan pintu kabin tengah.

Seorang pria kharismatik dalam balutan jas mewah melangkah turun, mata tajamnya lantas menyusuri tubuh Zhafira dari ujung kepala sampai ujung kaki, dengan pandangan tidak suka.

Sejurus kemudian seorang wanita paruh baya berpenampilan glamour menyusul turun, tangan wanita ini memegang sebuah payung edisi terbatas, untuk melidungi dirinya dari air hujan.

"Mau apa kau datang ke sini?" tanya wanita paruh baya bernama Miranda dingin.

Miranda kini sudah berdiri di teras rumahnya bersisian dengan sang suami.

Zhafira hendak melangkah ke teras, dengan maksud ingin melindungi dirinya dari air hujan. Agar ia tidak semakin menggigil kedinginan dan bisa membuatnya masuk angin.

Namun, baru sekali melangkah, suara bentakan keras dari Miranda sudah membuat langkah Zhafira terhenti.

"Tetap di tempat kamu, jangan coba-coba mendekat! Nanti kuman-kuman di tubuhmu itu luntur, dan mengotori rumahku!" hardik Miranda dengan nada bicara yang sangat congkak.

"Ba-baik, Ma," jawab Zhafira dengan suara bergetar.

"Dasar anak haram tidak tahu diri! Aku bukan mama kamu, panggil aku Nyonya!" Miranda kembali membentak.

Tatapan Miranda tampak berapi-api. Melihat wajah Zhafira yang sangat identik dengan Alya Indira, sang ibunda. Memaksa Miranda teringat pada wanita yang paling ia benci itu, wanita yang dulu pernah dicintai suaminya dengan begitu dalam.

Haris Ganendra, ayah dari Zhafira dan Alya Indira ibunya, dulu adalah sepasang kekasih yang saling mencintai.

Sayangnya hubungan mereka tidak direstui oleh orang tua Haris, karena Alya adalah seorang gadis yang berasal dari keluarga miskin, bukan dari kalangan terhormat seperti keluarga Ganendra.

Lantas orang tua Haris menjodohkan putranya dengan Miranda, yang juga merupakan putri dari konglomerat ternama.

Haris yang sangat mencintai Alya pun menolak Miranda berkali-kali, sehingga membuat Miranda sakit hati dan sangat membenci Alya.

Orang tua Haris tidak kehabisan akal, mereka melakukan segala cara agar putranya mau menerima perjodohan tersebut.

Puncaknya mereka mengancam akan bunuh diri, jika Haris masih nekat menikahi Alya.

Haris yang tidak ingin kehilangan orangtuanya pun menyerah. Dia terpaksa meninggalkan Alya, dan bersedia menikahi Miranda.

Kisah masa lalu yang pahit itu, menempatkan Alya Indira sebagai pihak yang paling menderita. Dia ditinggal oleh Haris dalam keadaan mengandung buah cinta mereka.

Saat itu Miranda sempat menemui Alya, dan meminta agar Alya menggugurkan kandungannya.

Tentu saja Alya menolak, dia tidak ingin semakin bergelimang dosa, dengan menggugurkan janinnya sendiri. Dan lagi ia juga sangat mencintai janin yang dikandungnya itu.

Beberapa bulan setelah kejadian tragis yang menimpa Alya Indira itu, lahirlah bayi cantik bernasib malang yang kini sudah tumbuh dewasa.

Sang ibunda memberinya nama Zhafira Khairunnisa, yang berarti 'Wanita Yang Beruntung'. Miris, kehidupan yang dijalani Zhafira berbanding terbalik dengan nama indah yang tersemat pada dirinya.

Sejak kecil Zhafira sudah hidup pas-pasan bersama ibunya yang hanya bekerja serabutan.

Memang, Haris pernah mengirimkan uang untuk biaya hidupnya, itu pun hanya beberapa kali tanpa sepengetahuan Miranda.

Tidak hanya hidup susah, keseharian Zhafira juga tak lepas dari gunjingan orang-orang di sekitarnya.

Sebutan anak haram sudah melekat pada dirinya sejak lahir, karena ia dilahirkan tanpa adanya ikatan pernikahan.

Mungkin, Zhafira adalah anak yang tak pernah diharapkan lahir ke dunia ini. Tapi apa pantas dia menanggung semua hinaan itu?

Jika bisa meminta, Zhafira pun pasti tidak ingin lahir dalam kondisi tersebut. Itu kesalahan orang tuanya, bukan kesalahan dirinya.

"Hei, anak haram! Ada perlu apa kau datang kemari? Cepat katakan!" bentak Miranda membuyarkan lamunan Zhafira.

Zhafira mengalihkan pandangan pada ayahnya, berharap orang-tuanya itu memiliki sedikit rasa iba dan membelanya.

"Ayah, tolong pinjamkan Zha uang. Saat ini bunda sedang sakit, bunda harus naik meja operasi secepatnya. Kata dokter, hiks ... kata dokter, jika bunda terlambat naik meja operasi, maka bunda tidak akan bisa diselamatkan," adu Zhafira dengan suara terisak.

Miranda mengangkat alisnya tinggi-tinggi, batinnya terasa puas mendengar musibah yang dialami Alya.

"Uang? Enak saja kau datang ingin meminjam uang untuk pengobatan wanita murahan itu. Aku bahkan berniat mengadakan sukuran jika dia segera mati. Sana pergi, aku tidak sudi memberimu uang!" usir Miranda tanpa perasaan.

Sedangkan Haris yang berdiri di samping Miranda hanya terdiam, dia seolah tidak peduli dengan kesusahan yang dialami anak gadisnya.

Dia juga tidak peduli dengan keselamatan Alya. Wanita yang dulu sangat dicintainya, sebelum Miranda berhasil mengubah pandangannya terhadap Alya.

Mendapat penolakan dari Miranda, tidak membuat Zhafira menyerah begitu saja. Dia tahu Miranda dan ayahnya adalah satu-satunya harapan, tidak ada lagi tempat mengadu selain pada dua orang ini.

Zhafira melangkah maju, dia memeluk kaki Miranda untuk bersimpuh memohon. "Nyonya, tolong kasihani bunda ... aku berjanji akan melakukan apa saja, asal Nyonya mau meminjamiku uang."

Miranda berdecih, dia mendorong tubuh Zhafira kuat-kuat hingga gadis itu tersungkur ke tengah hujan.

Zhafira belum putus asa, dia beralih menatap ayahnya dengan sorot mata memohon. "Ayah, tolong pinjamkan Zha uang, Zha tidak mau kehilangan bunda, Zha tidak punya siapa-siapa lagi, selain bunda ...."

Namun, apa pun usaha yang dilakukan Zhafira tetap sia-sia. Wajah Haris tetap datar, dia seolah tidak memiliki naluri seorang ayah, hingga nuraninya tidak merasa terpanggil untuk memberi bantuan.

"Supir! Cepat seret anak haram ini keluar dari rumahku!" perintah Miranda dengan suara melengking.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas dendam sang pewaris yang tak bertopeng
8.1
Pemilik bar terkejut saat tahu kekasihnya, Lucas, yang mengaku bangkrut justru menyewa ruang VIP mewah. Melalui CCTV, ia melihat Lucas menjadikannya bahan taruhan dan hanya memanfaatkannya demi uang. Tak hanya itu, Lucas juga menghinanya miskin di depan wanita lain. Merasa dikhianati, sang pewaris asli ini pun membongkar identitas aslinya. Ia mempermalukan Lucas yang akhirnya berlutut di hadapan tumpukan uang sebagai pembalasan setimpal.
Sampul Novel Fantasi Gilaku
8.0
Alice, istri yang selama tujuh tahun pernikahannya belum pernah merasakan kepuasan dari David, suaminya yang diam-diam ternyata gay dan berselingkuh dengan mantan pacarnya. Alih-alih marah, Alice justru menikmati melihat suaminya bersama pria lain. Pertemuannya dengan Jane, wanita yang trauma karena pernah dilecehkan dan diperkosa oleh pria, membuat keduanya menemukan kecocokan yang tak terduga. Mereka menjalin hubungan terlarang yang menggetarkan, hingga Alice memutuskan menceraikan David demi Jane. Namun, hadirnya Steve membuat Alice jatuh cinta lagi, memicu kecemburuan Jane. Bisakah tiga hati menemukan bahagia? Sebuah kisah tentang tabu, hasrat, dan cinta yang tak biasa.
Sampul Novel Kisah Yuna
8.8
Yuna, seorang mahasiswi biasa yang fokus mengejar cita-citanya, mendapati hidupnya berubah drastis sejak sang idola kampus menyatakan cinta. Namun, kebahagiaan hubungan baru ini tidak bertahan lama. Yuna kini dihadapkan pada kebimbangan besar yang menguji perasaannya. Ia dipaksa memilih antara kekasihnya saat ini atau cinta pertama dari masa lalunya yang kembali hadir. Di tengah badai emosi ini, siapakah pria yang akhirnya akan ia pilih?
Sampul Novel Takdir yang Sulit Ditempuh
8.2
Kehadiran ibu baru dan putrinya memicu kebencian mendalam dari sang kakak tiri dalam novel modern Takdir yang Sulit Ditempuh. Pria itu menganggap mereka sebagai perusak keharmonisan keluarganya. Sikap dingin, cacian kejam, hingga harapan agar adiknya mati terus dilontarkan setiap hari. Namun, saat maut benar-benar menjemput gadis itu, penyesalan hebat justru melanda dirinya. Ia menangisi perpisahan mereka dan memohon kepulangannya, meski segalanya telah terlambat karena kematian telah memisahkan mereka selamanya.
Sampul Novel The Beautiful Mistress
7.9
Akibat mabuk, Shane melakukan kesalahan fatal dengan meniduri Shaleta. Demi bayi mereka, Shaleta rela menjadi simpanan hingga kehilangan sahabatnya. Meski Maria meminta Shane melindunginya, sebuah rahasia besar justru memicu kebencian mendalam di antara mereka. Kini Shaleta telah bersuami. Di tengah penyesalan, Shane harus membuang harga dirinya demi menebus dosa masa lalu dan merebut kembali hati wanita yang kini sangat membencinya.
Sampul Novel Tuan Muda Konglomerat
8.2
Tujuh tahun lalu, ibu Sean tewas dalam kecelakaan misterius yang diduga akibat ulah selingkuhan ayahnya. Setelah mengasingkan diri dan menikahi Mega, Sean justru terus dihina sebagai pria tak berguna oleh ibu mertuanya. Kini, ia memutuskan kembali ke Yogyakarta untuk menghadapi masa lalu di Kediaman Diningrat. Di tengah konflik ini, akankah Sean membalas perlakuan buruk mertuanya atau fokus memperjuangkan cintanya pada sang istri?