APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Penggoda

Wanita Penggoda

Demi mengangkat derajat keluarganya dari jerat kemiskinan, Wulandari nekat merantau ke Jakarta. Ia tak tahan lagi melihat orang tuanya terus dihina dan dicaci maki oleh warga desa. Dengan tekad baja, gadis desa ini siap bekerja keras mengubah nasib ekonomi mereka di ibu kota. Namun, perjuangan tidaklah mudah. Sanggupkah ia bertahan menghadapi kerasnya kehidupan kota metropolitan demi membungkam kesombongan orang-orang yang selalu meremehkan keluarganya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Tak terasa sudah satu bulan aku bekerja di tempat ini, bekerja sebagai pemandu karaoke.

Beruntung gaji yang kuterima adalah harian. Bahkan uang tips dari pelanggan murni hakku. Tak ayal tiap harinya aku bisa mengantongi sejuta bahkan dua juta rupiah.

Ambu dan Abah tiap minggu aku kirimkan uang. Sebelumnya kusuruh Jaka adik pertama membuka rekening.

Hutang Kang Darso pun sudah lunas. Meskipun jadi dua kali lipat. Bagiku tak masalah. Yang penting Kang Darso tidak menceritakan pekerjaanku yang sesungguhnya. Memang yang mengetahui kerjaan ini hanya Kang Darso, Ambu dan Abah.

Aku memberitahu mereka, kalau ada orang yang bertanya aku kerja apa di kota? Katakan saja kerja di kantoran. Di perusahaan besar. Supaya masyrakat sana tidak memandang keluargaku dengan remeh lagi. Semoga saja kebohongan itu menjadi doa.

***

Baru sepuluh hari kedatanganku di tempat ini, Bang Sur bilang, tempatnya makin ramai. Banyak pengunjung dari kalangan pembisnis. Apalagi tempat karaoke ini cukup tertutup. Jadi aman untuk para bos-bos besar itu singgah.

“Kamu itu punya daya pikat tersendiri, Lan. Abang harap Wulan betah di sini, ya? Jangan sampe berhenti.” Bang Sur memuji sekaligus memohon.

Aku tersenyum bangga. Baru kali ini bersyukur memiliki paras cantik. Ternyata kecantikanku ada gunanya juga.

Namun, tidak sedikit pula pemandu karaoke dan artis dangdut di sini terlihat sinis padaku. Entah karena mereka iri atau dengki atau mungkin karena mereka tidak memiliki apa yang aku miliki.

Aku pernah mendengar percakapan Tiara dan Delia di toilet.

“Aku curiga sama si Wulan, Del.” Celetuk Tiara tanpa tahu keberadaanku di salah satu bilik toilet.

“Curiga kenapa?”

“Curiga kalau si Wulan itu pake susuk.”

Susuk? Dia berpikir aku pakai susuk? Susuk sate kali. Ada-ada aja mereka.

“Iya ih, aku juga mikir gitu. Bayangkan saja, sejak kehadiran dia, tempat ini jadi rame. Sampe kedatangan pengusaha-pengusaha. Edan!” Bicara Tiara bernada sinis, iri dan dengki.

“Udah gitu ya, para pengunjung maunya ditemenin dia. Terutama bos-bos. Aku penasaran deh, dia masang susuknya di dukun mana ya?” tanya Tiara. Kalimat terakhirnya bikin aku geli.

Kembali kutajamkan pendengaran.

“Aku juga gak tau. Eh, bukannya kamu juga pake susuk ya?”

“Ssssttt ... jangan keras-keras, Del. Nanti kalau ada yang denger berabe.” Kubuka pintu toilet sedikit, temannya itu menempelkan jari telunjuk pada bibirnya.

“Maaf. Tapi yang aku tahu, si Wulan itu gak mau dibooking lho.”

“Masa? Sok jual mahal amat. Munafik!”

Aku menggelengkan kepala mendengarkan percakapan mereka. sudah tidak dapat dibiarkan mulut Tiara dan si Delia. Dengan kasar aku membuka pintu toilet.

“Siapa yang munafik? Aku?” Tiara dan Delia terperanjat. Mereka saling pandang. Tiara dan Delia pasti tidak menyangka kalau aku ada di balik toilet. Aku menyilangkan kedua tangan di depan dada.

Di sini aku tidak boleh lemah. Tidak boleh ada orang yang menghinaku. Cukup di desa saja. Aku harus pandai memanfaatkan perhatian istimewa pemilik karaoke ini.

“Kalian mau aku laporin ke Bang Sur?” Aku memicingkan mata, memberi ancaman pada mereka.

“Laporin apa? Emang kita ngomong apaan?” Tiara pura-pura dungu. Aku mencebik. Aku tahu dalam hati mereka pasti ketar-ketir.

Tangan kananku mengeluarkan ponsel. Mengangkat benda canggih itu ke depan wajah. Menakuti mereka dengan pura-pura merekam pembicaraan Tiara dan Delia.

“Pembicaraan kalian sudah aku rekam. Aku bisa saja, nyuruh Bang Sur memilih. Pilih pecat kalian berdua, atau pilih aku yang pergi dari tempat ini!” Ancamku penuh penekanan. Wajah Tiara dan Delia langsung pias.

Semua orang di sini tahu, kalau aku karyawan spesial Bang Sur. Adanya aku di sini, omset Bang Sur naik drastis. Apalagi aku mampu menggaet pelanggan dari kalangan atas.

“Ja-jangan Wulan. Kami minta maaf. Tolong jangan laporin ke Bang Sur.” Aku menghela napas. Menatap satu persatu wajah seniorku itu.

Harusnya mereka lebih kuat dan berkuasa dari pada aku. Tiara dan Delia kabarnya sudah tiga tahun bekerja di tempat ini. Sedangakan aku, satu tahun pun belum.

Lagi-lagi aku bangga akan diriku sendiri yang dianugrahi kecantikan alami.

“Oke, aku gak akan lapor, asalkan omongan kalian tentang aku dijaga. Denger baik-baik, aku Wulandari tidak pernah dan tidak akan memakai susuk! Tidak akan pernah mau dibooking. Bukan aku munafik, tapi aku masih punya harga diri sebagai wanita. Tidak akan menghinakan diri sendiri hanya demi beberapa lembar rupiah seperti kalian! Kalian ngerti??” Suaraku meninggi. Seperti seorang bos yang memarahi bawahannya yang bekerja tidak becus.

“Ngerti, Lan .... ngerti,” sahut mereka dengan kepala merunduk dalam. Aku tersenyum puas.

“Bagus. Sekali lagi aku tau kalian berdua ngomongin buruk tentang aku, aku gak akan segan-segan bilang ke Bang Sur untuk pecat kalian berdua.” Jari telunjukku mengarah pada kedua hidung mereka. puas nian ... rasanya aku memarahi si Tiara dan Delia.

“Kami janji, Lan, gak akan ulangi lagi.”

Aku tersenyum puas menyaksikan ketakutan mereka. Mungkin dulu ekpresi wajah aku seperti mereka saat diancam ketika Ambu dan Abah tidak mampu membayar hutang Teh Marni.

***

Malam ini pelanggan dari kalangan bos besar datang. Namanya Pak Sutiyoso. Awalnya dia datang bersama Pak Dewantara. Namun sudah tiga kali dia datang sendirian.

Katanya Pak Dewa dan Pak Sutiyoso teman karib sedari mereka masih sekolah menengah.

Pak Sutiyoso ke tempat ini bukan untuk bernyanyi tapi untuk berkeluh kesah atau istilahnya curhat padaku.

Seperti biasa, aku minta bayaran tiap jam ketika menemani laki-laki berperut gendut itu. Hari gini tidak ada yang gratis. Semuanya serba aku uangkan. Pak Sutiyoso langsung menyanggupi, dia tidak keberatan.

“Kalau perlu, Om bayar lebih dari yang kamu minta. Tapi syaratnya ....”

“Apa Om syaratnya?” tanyaku penasaran. Pak Sutiyoso mendekatkan bibirnya di telingaku.

“Wulan mau Om booking.”

________

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cinta Dan Obsesi
7.8
Sebagai kelanjutan kisah Ikhlasku dengan takdirku, Laras diasuh keluarga kaya setelah yatim piatu. Tragisnya, sang pengadopsi adalah dalang kematian ibunya yang kini berpura-pura bertanggung jawab. Bukannya bahagia dalam kemewahan, Laras justru menjadi target obsesi gelap dari kakak angkatnya sendiri. Di tengah pusaran konflik dan rintangan yang begitu rumit, mampukah perasaan obsesif tersebut terkikis dan berubah menjadi ketulusan cinta sejati?
Sampul Novel DIUJUNG JALAN
7.9
Di pelosok desa sunyi dekat hutan rimba, takdir mempertemukan dua insan dari latar belakang keluarga yang sangat berbeda. Sarah, seorang gadis periang yang selalu membawa keceriaan, dipertemukan dengan David, pemuda tampan berhati lembut dan penuh kasih. Kisah cinta modern ini menyoroti lika-liku hubungan asmara mereka berdua, bersemi di tengah kesederhanaan lingkungan sekitar tempat tinggal yang jauh dari hiruk-pikuk kota.
Sampul Novel Duri Pernikahan
8.6
Setahun berpacaran membuat Sasy Mentari, mahasiswi 19 tahun, yakin menikahi Satya. Namun, kesempurnaan sang dosen sirna seketika usai akad nikah terucap. Satya yang dahulu begitu hangat tiba-tiba berubah menjadi sosok yang dingin serta kasar. Di tengah kepedihan yang terus menyiksa batinnya, Sasy bertekad mengungkap misteri perubahan drastis suaminya. Sanggupkah ia tetap bertahan ketika biduk rumah tangga yang ia jalani kini justru dipenuhi duri yang melukai?
Sampul Novel Gairah Panas Sang Mantan
8.4
Sakit hati akibat pengkhianatan suaminya, Gilang, mendorong Kayla yang kini berusia 37 tahun untuk membalas dendam. Ia memilih kembali ke pelukan Farel, mantan kekasihnya. Terpikat oleh pesona Kayla yang kian menawan, Farel menyambutnya hingga mereka terlibat perselingkuhan yang membara. Meski keduanya telah membina rumah tangga masing-masing, hubungan gelap yang intim ini terus berlanjut. Kini, rahasia besar tersebut mengancam pernikahan mereka. Akankah cinta terlarang ini membawa bahagia?
Sampul Novel Imperium Rahasia Miliaran Dolar Penggantinya
9.0
Demi menyokong karier Bima sebagai CEO teknologi, Anya rela berpura-pura miskin selama lima tahun. Sialnya, Bima berkhianat dengan membawa Katrina dan mempermalukan Anya di lelang bawah tanah agar ia patuh. Di sana, Anya tersadar dirinya hanya dijadikan pengganti Katrina. Bima tak pernah tahu bahwa Anya adalah investor rahasia yang menyokong hartanya. Usai hubungan mereka hancur, Anya segera menghubungi Kian untuk menikah dan meninggalkan Bima selamanya.
Sampul Novel Istri Rahasia Sang Miliarder
9.4
Harapan Arabella Balqis untuk hidup penuh kasih sirna seketika sejak Leonard Abraham hadir demi membalas dendam. Pria itu menyusup ke kediamannya dan memanipulasi situasi, memicu fitnah yang membuat warga memaksa mereka menikah siri. Kini, Arabella yang sebatang kara terperangkap dalam ikatan pernikahan tanpa cinta yang menyiksa. Mampukah perempuan yatim piatu ini bertahan melewati segala kekejaman sang suami demi meraih kebahagiaan impiannya?