APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Berselimut Dendam

Wanita Berselimut Dendam

Karir Alenta Serafine hancur saat hamil karena Rafael enggan bertanggung jawab. Berharap pada bantuan Richard, ayah Rafael, ia justru dikhianati, dipaksa aborsi, dan dibuang ke laut hingga nyaris tewas. Beruntung, Alden Sanders menyelamatkannya. Kini, Alenta bangkit memakai identitas baru, Kimmy Ara. Didorong kemarahan besar, ia memulai misi membalas dendam demi menghancurkan dinasti keluarga Herenson yang kejam. Mampukah ia meruntuhkan kekuasaan mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Seperti yang saya bilang tadi, saya mengandung anak dari putra Bapak, Rafael," jelas Alenta pada orang di hadapannya.

Direktur Richard, Ayah dari Rafael yang merupakan pemilik perusahaan Number One membetulkan letak kacamata lalu menatap Alenta dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan.

Richard terlihat berpikir sejenak mendengar perkataan Alenta, "Jadi, berapa usia kandunganmu?" Tanya Richard.

Alenta membuka tas tangannya lalu mengambil foto USG yang kemarin lusa ia lakukan di tempat Jenny, "Sekitar tiga minggu," tukas Alenta singkat. Dibanding dengan Rafael, Richard terlihat lebih tenang menanggapi perkataan Alenta.

Richard menganggukkan kepalanya, ia melirik foto USG itu dengan kening berkerut, "Apa Rafa sudah mengetahuinya?"

Alenta balas mengangguk lalu kemudian menghela nafasnya berat, "Ya, tapi Rafa meminta saya untuk menggugurkannya,"

"Jadi, kau ingin mempertahankannya?" Tanya Richard memastikan.

Alenta menganggukkan kepalanya dengan yakin, "Saya meminta untuk bertemu dengan Anda berharap Bapak bisa membantu saya,"

Richard kembali terlihat menimbang-nimbang, ada hening sejenak diantara mereka kemudian ia kembali bersuara, "Kau yakin itu adalah anak Rafa?"

Alenta melebarkan matanya tersinggung dengan perkataan Richard, memangnya dia pikir Alenta wanita macam apa?

"Tentu saja, saya yakin seratus persen hanya Rafa yang pernah menyentuh saya, itu pun saat saya tidak dalam keadaan sadar," ucap Alenta dengan sinis.

Richard menyandarkan tubuhnya lalu menatap Alenta dengan tatapan lembut, "Tenanglah jangan marah, aku hanya ingin memastikan. Jika itu memang anak Rafa, aku akan membantumu."

Alenta memasang wajah sumringah mendengar perkataan Richard, "Benarkah? Anda benar-benar akan membantu saya, Pak?" tanya Alenta tidak percaya.

Richard menganggukkan kepalanya, "Tentu. Rafael harus mempertanggungjawabkan perbuatannya padamu, bukankah itu yang kau inginkan?"

Alenta menghela nafas lega mendengar perkataan Richard, ia mengangukkan kepalanya merasa bersyukur karena Richard memahami semua masalah yang tengah ia hadapi.

"Aku akan membicarakan ini dengannya, akan ku kabari lagi nanti," ujar Richard,

Alenta menganggukkan kepalanya lalu tersenyum lebar, "Terimakasih Pak," ucapnya dengan penuh rasa syukur. Akhirnya masalahnya memiliki titik terang, ia yakin Rafael pasti mendengarkan ucapan ayahnya karena kekuasaan perusahaan Number One berada di tangannya. Alenta mengusap perutnya meyakinkan anaknya bahwa setelah ini mereka akan baik-baik saja.

****

Plak! Plak! Plak!

Dengan sekuat tenaga, Richard menampar Rafael berkali-kali. Sosok tinggi itu menatap nyalang pada Rafael, tidak menghiraukan gurat kesakitan yang tergambar di wajah puteranya.

Rafael terlihat membeku di tempat, namun ia tidak bisa berbuat banyak dan membiarkan sang ayah melampiaskan amarahnya. Darah segar muncul di sudut bibirnya, tapi Richard tetap menampar wajahnya sekuat tenaga sekali lagi.

Richard terlihat mengatur nafasnya yang kelelahan lalu mengumpat pada Rafael, "Kau benar-benar bodoh!"

Richard menggelengkan kepalanya lalu menghela nafas, ia kembali menatap berang pada anaknya.

Melihat kemarahan yang ditunjukkan Richard, Rafael segera menjatuhkan dirinya, memasang posisi berlutut di depan ayahnya.

"Maafkan aku, Ayah," mohon Rafael, ia mengangkat kedua tangannya.

"Sudah ku bilang, jangan terlibat dengan wanita apalagi dari kalangan selebriti! Jika kau tidak bisa mengendalikan hawa nafsumu, bayarlah mereka, bukan malah menjalin hubungan serius dengannya!" Geram Richard, ia mengepalkan kedua tangannya, merasa sangat murka kepada Rafael. Semua rencananya akan kacau balau jika Rafael terlibat dengan wanita itu.

Rafael hanya menunduk tidak mampu mengatakan sepatah kata pun.

Richard melemparkan tubuhnya ke kursi lalu memijit keningnya yang terasa berputar, "Lalu bagaimana sekarang? Apa kau akan menikahinya?"

Rafael menggeleng keras, ia tahu ayahnya tidak akan setuju jika ia menikahi Alenta.

Alenta hanya wanita dari kalangan kasta terbawah yang memiliki nasib mujur menjadi bintang baru, ayahnya pasti akan membunuhnya jika dia melakukan keputusan itu. "Tidak Ayah, aku hanya menyukai tubuhnya, itu saja. Karena sekarang dia sudah tidak berguna, aku tidak mau apa-apa lagi darinya," ucapnya membela diri.

Richard tersenyum miring mendengar pengakuan puteranya, "Bagus, kau hanya boleh menikah dengan Barbara, puteri dari keluarga Johnson, pernikahan kalian nanti akan semakin memperkuat perusahaan,"

Rafael menganggukkan kepalanya patuh, "Baik Ayah, soal Alenta aku akan mengurusnya diam-diam," ujar Rafael yakin.

Richard mengangkat sebelah tangannya, "Tidak, tidak, biar Ayah yang mengurusnya, bisa-bisa kau bertindak ceroboh lagi," sahut Richard tidak percaya.

Rafael yang tidak mampu menyanggah ucapan ayahnya lagi hanya bisa mengangguk pasrah. Dalam hati ia merutuk kesal, keputusan Alenta menghubungi ayahnya merupakan kesalahan fatal. Seharusnya wanita itu menurutinya untuk menggugurkan kandungan itu diam-diam, jika ayahnya sudah mengetahuinya maka dapat dipastikan Beliau juga akan menghabisi Alenta.

Rafael tidak bisa berbuat apapun, jika ingin selamat dan mempertahankan posisinya sekarang maka ia harus pasrah dengan semua keputusan ayahnya.

"Jangan berbuat onar lagi atau kucabut semua fasilitasmu nanti, Rafa!" Tukas Richard mengingatkan.

Rafael menganggukkan kepalanya, "Kalau begitu aku pamit, Yah," ucapnya lalu undur diri dari ruangan ayahnya.

Rafael menarik nafas lalu menghembuskannya kasar. Semua rencananya kacau balau! Sayang sekali padahal ia sudah sangat menyayangi Alenta dan enggan kehilangannya. Sial! Seharusnya ia berhati-hati malam itu dan memakai pengaman. Karena terlalu dilanda gairah yang besar, ia sampai melupakan hal sepenting itu.

Alenta, gadis itu berbeda. Gadis itu tidak ingin bersentuhan dengannya sebelum ikatan pernikahan dilakukan. Selama berbulan-bulan lamanya Rafael mencoba bersabar dan menahan hawa nafsunya karena tidak ingin kehilangan Alenta. Namun, semakin lama kewarasannya semakin terkikis, ia merasa makin penasaran dengan tubuh Alenta hingga dia terpaksa membius Alenta pada malam itu, membawa tubuh Alenta ke hotel lalu melakukan pelepasan pada milik Alenta berulang kali tanpa memikirkan akibatnya.

Rafael menjambak rambutnya keras, semuanya akan berakhir jika Richard sudah turun tangan. Rafael mendesah, kini ia hanya bisa pasrah dengan kehidupannya yang selalu dimonopoli oleh sang ayah.

****

"Saya sudah bicara dengan Rafael," ucap Richard di telepon.

Alenta menegakkan tubuhnya, mencoba mendengar perkataan Richard lebih seksama,

"Lalu bagaimana? Apa dia masih menolak?" Tanya Alenta tidak sabar.

"Tidak, tenang saja, dia menuruti semua perkataanku, kalian bisa menikah,"

Mendengar hal itu, mata Alenta segera berbinar, ia merasa sangat bersyukur pada Tuhan karena semua do'anya akhirnya terkabul. Status anaknya akhirnya bisa ia selesaikan dengan baik.

"Anda menyetujui pernikahan ini?" Tanya Alenta gugup.

"Tentu saja, aku senang akan memiliki menantu yang cantik sepertimu,"

Alenta mengusap bulir airmata yang keluar dari sudut matanya, terharu dengan apa yang dikatakan oleh Richard. Ada perasaan bangga karena ia akan menjadi menantu di keluarga Herenson, keluarga ternama di kota ini.

"Terimakasih, saya sangat senang karena Anda berada di pihak saya," ucap Alenta dengan senyuman tulus.

Richard terdengar mendesah di seberang telepon. Alenta mengangkat alisnya, tidak paham kenapa Richard terlihat tidak suka, apa ia salah bicara?

"Kau sebentar lagi akan menjadi menantuku, kenapa masih bersikap formal? Kau bisa memanggilku Ayah mulai sekarang,"

Sekali lagi Alenta merasa tersanjung dengan kelembutan nada bicara Richard, "Ah, maaf, Ayah," ucap Alenta terbata.

Richard terdengar terkekeh, "Baiklah, Nak, kita akan membicarakan semua persiapan pernikahanmu nanti. Kita harus sering-sering bertemu."

Meski Richard tidak bisa melihatnya, Alenta menganggukkan kepalanya semangat, "Baik, Ayah, aku akan menunggu kabarmu,"

"Kalau begitu jaga kesehatanmu dan cucuku dengan baik,"

Hati Alenta terasa hangat mendengar ucapan itu. Akhirnya tangisannya selama beberapa hari ini terbayar dengan kebahagiaan.

"Baik, Ayah,"

"Baiklah, sampai nanti,"

Telepon itu kemudian diputus oleh Richard.

Alenta meletakkan ponselnya di seberang meja lalu memasang senyuman lebar, ia tidak menyangka hati Richard lebih hangat dari yang terlihat dari luar. Awalnya Alenta merasa ragu melihat gerak gerik Richard tempo hari, namun sepertinya ia terlalu berprasangka buruk.

Alenta mengusap perutnya lalu bergumam pelan, "Kamu akan punya keluarga sayang, jangan khawatir, Kakekmu orang yang sangat baik,"

Tampak seorang pria mengamati gerak-gerik Alenta dari balik tembok. Pria itu kemudian mengambil ponselnya yang berada di saku celana lalu benda itu ia tempel ke arah telinga.

"Semua beres Bos, wanita itu tidak mencurigai apapun!"

Setelah berkata seperti itu panggilannya diputus begitu saja tanpa ada jawaban apapun.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhir dari Penantianku
9.8
Bertahun-tahun menjalin kasih sering kali menumbuhkan keyakinan bahwa pasangan kita adalah sosok yang paling tepat. Namun, kenyataan hidup berumah tangga terbukti sangat kompleks ketika dua karakter berbeda dipaksa tinggal bersama. Berbagai rintangan terus menguji ketahanan pernikahan mereka hingga badai perselisihan memuncak. Walau telah lama saling mengenal, benturan prinsip yang hebat memicu keretakan fatal yang memaksa perceraian menjadi jalan akhir yang tak bisa dihindari.
Sampul Novel Gadis Bucin Dan Cowok Dingin
8.3
Logika kerap kali buta karena asmara, menyisakan luka mendalam di dalam dada. Walau diwarnai kepedihan dan obsesi, perasaan ini rupanya menyimpan kekuatan misterius. Siapa sangka, kasih sayang justru hadir sebagai obat paling mujarab untuk memulihkan duka? Kisah ini mengulas bagaimana keajaiban sebuah rasa mampu menyentuh relung jiwa terdalam, sekaligus mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan yang nyata bagi mereka yang merasakannya.
Sampul Novel Jeratan Cinta Kakak Tiri
8.1
Dunia Luna runtuh begitu tahu bahwa Reno, cinta pertama yang sangat ia puja, segera menjadi kakak tirinya. Walau rintangan menghadang, gelora asmara yang membara membuat mereka nekat merajut hubungan gelap yang berbahaya. Situasi kini kian pelik dan genting setelah Luna dinyatakan hamil. Di tengah ancaman rahasia yang mulai terkuak, sanggupkah mereka bertahan, ataukah masa depan Luna harus hancur lebur demi memperjuangkan cinta terlarang ini?
Sampul Novel Menikahi Taipan Misterius
9.3
Bertahun-tahun Amelia mengejar cinta Jako, namun ia justru diminta berlutut demi wanita lain. Muak dengan penghinaan itu, Amelia membuang cincin pertunangannya dan pergi. Tanpa diduga, ia segera menikah dengan miliarder misterius hingga fotonya viral. Jako yang cemburu menuduhnya ingin balas dendam. Namun, sang taipan justru membela Amelia dengan tegas dan menyebut perannya sebagai pelindung Amelia sebagai sebuah kehormatan.
Sampul Novel Terpaksa Jadi Ibu Surogasi
7.9
Karina terpuruk usai dikhianati Daniel, tunangannya yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Cobaan bertambah kala ia mengalami kecelakaan tragis. Sementara itu, Adrian harus segera memiliki ahli waris untuk mengamankan warisan sang kakek, tetapi istrinya enggan mengandung. Akibat kelalaian medis, Karina malah hamil anak Adrian melalui metode surogasi. Saat Karina bekerja di bawah pimpinan Adrian, rahasia besar tersebut mulai menguji hubungan mereka yang pelik.
Sampul Novel Tingkat Nol Cinta, Bagian 2
9.7
Pelanggaran aturan sakral oleh Lucía Vega dan Bruno Ortega akhirnya terdeteksi sistem NCA. Hubungan terlarang mereka kini terancam oleh Julián Iriarte, analis yang mulai mengendus konspirasi emosional ini. Lucía dan Bruno tidak lagi tunduk, menjadikan cinta mereka senjata untuk mengancam stabilitas kekuasaan. Tanpa jalan kembali, mereka harus menghadapi perang terbuka saat semua topeng hancur dan masa lalu menghantui. Demi menang, mereka siap menghancurkan segalanya.