APKDock Logo
Sampul Novel Terpaksa Jadi Ibu Surogasi

Terpaksa Jadi Ibu Surogasi

7.9 / 10.0
Karina terpuruk usai dikhianati Daniel, tunangannya yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Cobaan bertambah kala ia mengalami kecelakaan tragis. Sementara itu, Adrian harus segera memiliki ahli waris untuk mengamankan warisan sang kakek, tetapi istrinya enggan mengandung. Akibat kelalaian medis, Karina malah hamil anak Adrian melalui metode surogasi. Saat Karina bekerja di bawah pimpinan Adrian, rahasia besar tersebut mulai menguji hubungan mereka yang pelik.

Terpaksa Jadi Ibu Surogasi Bab 1

"Daniel, aku pulang ..." bisik Karina, tersenyum kecil penuh harapan. Berdiri di depan pintu apartemen tunangannya, ia meremas buket bunga dan hadiah kecil di tangannya. Perasaan gugup dan bahagia bercampur, membayangkan wajah terkejut Daniel, pelukan hangat yang akan menyambutnya setelah setahun terpisah.

Namun, begitu pintu terbuka, bukan kebahagiaan yang ia temukan.

Di ambang pintu, Daniel berdiri dengan ekspresi yang tak pernah Karina bayangkan. Di sampingnya, seorang wanita berdiri terlalu dekat. Vera. Sahabat yang ia percayai seperti saudara, kini berada di samping Daniel, dalam keintiman yang tak bisa diabaikan.

"Aku ... aku bisa jelaskan ...." Daniel mencoba bicara, tapi kata-katanya menggantung di udara. Vera hanya menatap Karina dengan senyum tipis yang lebih terasa seperti ejekan daripada permintaan maaf.

Karina memandang mereka dengan perasaan campur aduk-kecewa, marah, sakit hati. Rasanya seperti ada yang mencengkeram kuat jantungnya, mematahkan semua harapan yang ia bawa pulang.

"Karina..." Daniel memanggil, suaranya bergetar. Namun, Karina tak ingin mendengarnya. Tak ada lagi yang ingin ia dengar dari pria yang telah menghancurkan kepercayaannya.

"Jelaskan?" Karina tertawa pendek, getir. "Apa yang mau kau jelaskan, Daniel? Bahwa kau berkhianat di belakangku? Bahwa semua janji dan kata-katamu itu hanya omong kosong?"

Vera mengangkat alis, sama sekali tak menunjukkan rasa bersalah. "Karina, ini adalah risiko dari hubungan jarak jauh. Kau yang memilih pergi dan meninggalkan Daniel. Apa kau pikir dia akan menunggu selamanya?"

"Jadi ini salahku?" Karina menelan ludah, tangannya bergetar menahan marah. "Salahku karena percaya pada kalian? Salahku karena berpikir kalian, orang-orang yang paling aku percayai, tidak akan menusukku dari belakang?"

Daniel mencoba melangkah mendekat, wajahnya panik. "Karina, ini... ini bukan seperti yang kau pikirkan..."

"Tidak seperti yang kupikirkan?" Karina mendekat, matanya penuh kemarahan. "Kau tidak tahu bagaimana menghargai perasaan orang lain, Daniel. Kau hanya memikirkan dirimu sendiri."

Daniel terdiam, tak bisa membela diri. Sementara itu, Vera tersenyum sinis, senyum yang membuat Karina ingin berteriak.

"Daniel, kau tak pernah pantas untukku," bisik Karina, suaranya bergetar. "Dan Vera ... kau lebih hina dari yang pernah kubayangkan."

Vera hanya tersenyum angkuh. "Kau boleh berkata apa saja, tapi kenyataannya, kaulah yang ditinggalkan."

Tanpa menunggu jawaban, Karina berbalik dan berjalan menjauh. Tangannya masih gemetar saat menutup pintu, seperti menutup babak hidup yang paling kelam. Begitu keluar dari gedung, hujan mulai turun, menambah kesunyian hatinya. Langkahnya berat, membawa beban rasa sakit yang tak tertahankan.

Hujan membasahi tubuhnya, tapi ia tak peduli. Dingin hujan tak seberapa dibanding dinginnya perasaan yang menghujam di dalam dada. Setiap kali melangkah, bayangan Daniel dan Vera muncul, menghantui benaknya. Karina ingin berlari, namun setiap langkah terasa semakin lambat, seakan rasa sakit itu tak pernah ingin pergi.

Di tepi jalan, ia berhenti. Napasnya terengah, berusaha menahan emosi yang memuncak. Tanpa sadar, ia bergumam, "Kenapa?" suaranya tenggelam dalam hujan. Tapi tak ada jawaban. Hanya gemuruh hujan yang semakin deras, membuat tubuhnya semakin dingin.

Di tengah lamunannya, sebuah cahaya terang mendekat dari arah yang tak ia sadari. Suara klakson memecah keheningan, dan sebelum ia sempat bereaksi, tubuhnya terpental, jatuh menghantam kerasnya aspal yang basah.

Dunia seketika gelap.

---

Kecelakaan itu terjadi begitu cepat, dan dampaknya cukup parah. Berhari-hari setelah itu, Karina merasakan nyeri di tubuhnya. Ia menghabiskan beberapa waktu di rumah sakit sebelum diizinkan pulang, dengan berbagai obat pereda nyeri yang harus diminumnya secara teratur.

Tapi seminggu setelahnya, ia mulai merasa mual setiap pagi. Awalnya, ia berpikir itu efek dari kecelakaan dan obat-obatan yang harus ia konsumsi. Namun, rasa mual itu semakin sering datang, tak hanya di pagi hari, dan bahkan sering kali disertai pusing yang hebat.

Karina kembali ke rumah sakit, kali ini untuk memeriksakan kondisinya yang semakin lemah. Dokter menanyakan beberapa hal tentang keluhannya dan memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk beberapa tes laboratorium.

Setelah beberapa waktu menunggu, seorang perawat datang dan meminta Karina untuk menemui dokter di ruangan konsultasi. Karina masuk dengan raut wajah lelah, masih merasa lemas setelah beberapa hari mual dan muntah yang tak kunjung reda.

Dokter menatapnya dengan sorot mata serius. "Nona Karina, kami sudah mendapatkan hasil pemeriksaan."

Karina hanya mengangguk, menunggu dengan hati yang cemas.

"Dari hasil tes, kondisi Anda ternyata lebih dari sekadar efek samping kecelakaan. Anda ... sedang mengandung."

Kata-kata itu menghantamnya seperti badai. Karina membeku, sulit percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. "Maaf, apa ... apa Anda bilang saya hamil?"

Dokter mengangguk pelan, wajahnya menunjukkan pemahaman terhadap keterkejutan Karina. "Kami memastikan hasilnya dengan pemeriksaan lanjutan. Kondisi Anda stabil, tapi kami sarankan untuk mulai menjaga kesehatan Anda lebih intensif."

Karina hanya bisa terdiam. Pikirannya kalut. Mengandung? Dari siapa? Kapan? Bagaimana mungkin? Tubuhnya terasa lemas, dan ia hanya bisa memandang kosong ke arah dokter, mencoba memproses kenyataan yang baru saja dilemparkan padanya.

Dokter itu melanjutkan, "Kami akan memberikan panduan lebih lanjut untuk menjaga kehamilan Anda. Jika Anda butuh konseling atau ingin berkonsultasi tentang pilihan-pilihan yang Anda miliki, kami juga siap membantu."

Karina mencoba menguatkan diri, mengumpulkan setiap sisa energi yang ia punya. "Terima kasih, Dok. Saya ... saya butuh waktu untuk memikirkan semuanya."

Sang dokter tersenyum lembut, "Tentu, Nona Karina. Kami akan selalu ada untuk membantu Anda."

---

Namun, tubuh Karina ternyata belum cukup kuat untuk menanggung semuanya. Beberapa hari setelah pemeriksaan tersebut, tubuhnya kembali melemah. Mual yang tak tertahankan, rasa pusing yang semakin parah, serta nyeri dari sisa-sisa kecelakaan membuatnya harus kembali ke rumah sakit. Kondisinya belum stabil, dan sekarang, dengan kehamilan yang baru ia ketahui, pihak rumah sakit memutuskan untuk menahannya lebih lama demi pemulihan yang lebih terjaga.

Di ruangan putih itu, Karina terbaring lemah. Selang infus terpasang di tangannya, wajahnya pucat, matanya menerawang, menatap langit-langit. Pikiran dan perasaannya berkecamuk, mencoba mencerna perubahan besar dalam hidupnya. Setiap hembusan napas terasa berat, bukan hanya karena tubuhnya yang lemah, tapi juga beban mental yang kini harus ia pikul sendirian.

Seorang perawat masuk ke kamarnya, meletakkan tangan lembut di bahu Karina, mencoba memberinya ketenangan. "Nona Karina, jika Anda membutuhkan seseorang untuk mendengar, kami semua ada di sini. Tidak mudah memang, tapi kesehatan Anda sangat penting sekarang."

Karina tersenyum lemah, mencoba menguatkan diri meski tubuh dan pikirannya terasa begitu rapuh. "Terima kasih. Saya akan berusaha untuk bertahan."

Perawat itu mengangguk, meninggalkan ruangan, membiarkan Karina dalam kesendiriannya. Karina memejamkan mata, membiarkan air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya mengalir. Semua perasaan sakit, kecewa, marah, dan putus asa ia biarkan meluap.

Namun di balik semua itu, ada janji yang ia buat dalam hatinya sendiri. Janji untuk bertahan, untuk tetap kuat, untuk bayi yang kini tumbuh di dalam dirinya. Perlahan ia menyentuh perutnya yang masih datar, berusaha menerima kenyataan bahwa hidupnya telah berubah. Meski terasa menakutkan dan penuh ketidakpastian, ia tahu, ia tak lagi sendirian.

Dalam keheningan malam itu, dengan tubuh yang lemah dan hati yang penuh luka, Karina berbisik pada dirinya sendiri, "Aku akan melewati ini semua. Aku akan bertahan."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Terpaksa Jadi Ibu Surogasi

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bosku Kenikmatanku
9.4
Dino berambisi memikat Ci Jeny lewat rayuan yang begitu membara. Di atas sofa, ketegangan memuncak kala sentuhan Dino pada tubuh bagian atas bosnya memicu desah kepasrahan. Sempat ragu dan malu, Ci Jeny akhirnya hanyut dalam gelora asmara, bahkan menantang Dino merealisasikan khayalan mereka. Keduanya pun melepas busana, mengungkap hasrat liar yang saling berbalas. Terpana oleh keindahan fisik sang atasan, Dino langsung bergerak intim demi menuntaskan gairah tersembunyi mereka.
Sampul Novel Calista Kaz : Penyihir Naga Arkhataya
8.9
Ayahnya tewas di tangan Rufus Black, memicu Calista Kaz menyadari kekuatan psikokinesis serta darah penyihir miliknya. Demi mewujudkan ramalan pembangkit naga, ia pergi ke Lembah Crystal bersama Darren, Ness, dan Brisa. Sayang, kegagalannya memicu serangan Zorca yang menghancurkan lembah itu. Kini, di bawah perlindungan Elf Amorilla, Calista harus membangkitkan roh Arkhataya untuk laga final, sembari menyelesaikan romatikanya.
Sampul Novel Cinta Karena Kesalahan
9.0
Tujuh belas tahun Keira Kastari Naryadinata berjuang hidup hanya berdua dengan ibunya. Ketika sang ibu berpulang, ia pun kehilangan segalanya. Sejak lahir, Keira diasingkan oleh Kastara, ayah kandungnya yang sombong, hanya karena ia bukan anak laki-laki. Namun kini, sang ayah tiba-tiba datang meminta maaf dan memintanya pulang ke ibu kota. Keira pun bimbang, ragu apakah pria egois itu benar-benar menyesal, di tengah dendam masa lalu dan kerinduan akan sebuah keluarga.
Sampul Novel Derita Gadis Ternoda
8.2
Nasib malang menimpa Ana, gadis polos yang diusir ayahnya sendiri setelah hamil akibat diperkosa. Berharap mendapat kehidupan baru di Jakarta, ia bertemu Lukman yang tulus membantunya. Sayang, kehadiran Ana justru memicu siksaan kejam dari istri Lukman, Juju. Saat benih asmara mulai tumbuh di hati Lukman untuknya, takdir mempertemukan Ana kembali dengan pelaku masa lalunya yang keji. Sanggupkah Ana lepas dari bayang-bayang trauma yang merusak hidupnya?
Sampul Novel Jodohku Seorang Janda Kaya Raya
8.6
Kisah cinta tumbuh di antara Lintar, pemuda yang ulet, dan Dewi, seorang janda yang sukses menjabat sebagai CEO. Walau awalnya terasa canggung, perasaan tulus mulai menyatukan mereka. Rintangan besar menghadang saat paman Lintar menentang keras hubungan ini. Demi mempertahankan cintanya pada janda kaya tersebut, Lintar berjuang keras meyakinkan orang tuanya. Simak perjuangan emosional Lintar dalam meraih kesuksesan sekaligus kebahagiaan sejati bersama wanita dambaannya.
Sampul Novel Kembalinya Mantan Terindah
8.3
Tujuh tahun berlalu sejak kepergian Adimas Sagala yang menghancurkan hidup Anissa. Kini, secara tak terduga, pria itu muncul kembali di reuni SMA untuk menyatakan cinta dan langsung mengajaknya menikah. Anissa pun bimbang untuk membuka hati setelah luka mendalam yang ia rasakan. Di tengah keraguan tersebut, Adimas harus berjuang keras membuktikan janjinya demi menyatukan lagi kepingan hati yang dulu sempat ia patahkan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan