APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Virtual Love Story

Virtual Love Story

Kisah perjuangan seorang remaja perempuan bertahan di tengah badai pandemi Covid-19. Kehidupan membawanya mengarungi pasang surut relasi keluarga, persahabatan, sekolah, hingga cinta yang tak terduga. Saat hampir menyerah, kehadiran seorang pemuda hadir mengembalikan harapan serta rasa percayanya yang sempat sirna. Ini adalah sebuah perjalanan menyembuhkan luka dan merayakan ketangguhan diri, mengajak pembaca memasuki dunia sederhana yang sarat akan makna mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 2

Deandrea Fransiska, gadis yang biasa di panggil Dea yang kemarin terakhir menjalankan UN nya. Pecinta Matcha dan Kopi, menyukai lelaki yang sudah mempunyai pacar bernama Adam Malik. Ini hari minggu namun gadis itu terlihat bergegas di jam 2 siang untuk siap-siap bekerja. Salah nya juga ia ketiduran dan baru bangun jam setengah dua, Dea lupa memberitahu orang rumah untuk membangunkannya.

Ya, bekerja sebagai casual di salah satu hotel yang terkenal di kota itu. Sebagai siswi yang mengambil jurusan pariwisata perhotelan tentu saja pekerjaan casual di hotel seperti ini mudah dia dapatkan. Hitung-hitung menambah uang jajan.

“Aduh mana lagi kaosnya!!!” Dea mengerang karena tak menemukan kaos kaki hitamnya dimana-mana.  

"Mamah," Menyerah akhirnya Dea memilih memanggil Mama minta Mama yang mencarikan.    

"Ya," Balas Mamanya

"Kaos kaki hitam aku dimana ya? kok gak ada di lemari aduhhh ini udah jam berapa aku masuk jam 3 mah." Keluhnya yang kunjung menemukan kaos kaki hitamnya.

"Loh itu mamah cuci dua-dua nya bukannya kemarin kamu pake trus kamu taruh diatas mesin cuci." Jawab mamah nya sambil berjalan ke arah kamar Dea untuk melihat situasi disana.

"Astaga, gak gitu kemarin aku kebelet banget makanya aku tarus disitu dulu terus kelupaan dibawa lagi, lagian juga kan aku make nya baru sebentar mah." Jawabnya putus asa.

"Ya mana Mamah tau kalo itu mau di pakai lagi. Udah nanti beli aja lagi dijalan."

Dengan kesal Dea mengiyakan, iya ini salahnya juga sih karena menaruh nya disitu. Berpamitan tak lupa meminta uang untuk membeli kaus kaki baru kepada Mama nya Dea segera menyalakan motornya dan bergegas menuju ketempat kerjanya.

Sampai, Dea berjalan cepat menuju loker melepas hoodie nya untuk melapisi kemeja putih yang sedang dipakainya, berkaca men touch up sedikit make up nya karena perjalanan cukup jauh kemudian mencepol rambutnya kebelakang mengganti sepatunya dengan flat shoes tak lupa memakai kaus kaki barunya yang tadi ia beli dan selesai.

Dea menyimpan tas nya di loker, kembali berkaca untuk memastikan penampilannya dan oke. Terakhir ia memasang name tag dan pin yang wajib dipakai pekerja hotel itu dan menyemprot kan parfum.    

Berjalan dengan sesekali menyapa pegawai lain yang lewat Dea sampai di pantry untuk mengikuti briefing sebelum mulai bekerja. Kemudian dia memulai pekerjaannya, acara hari ini wedding 1000 pax dan itu pasti akan melelahkan.    

  ✨✨✨      

Ahhh, akhirnya Dea sampai rumah. Sift nya berakhir jam 7 malam tapi dia harus extend hingga jam 8 malam. Memasukan motornya kedalam garasi Dea membuka pintu yang belum terkunci dan mendapati Mamah dan Baba nya sedang menonton tv.    

"Salam." Peringat Baba nya karena Dea langsung nyelonong masuk.

"Assalamualaikum," Ucap Dea lemas Ia berjalan kearah orang tuanya dan menyalimi mereka satu persatu.    

"Sudah makan?"  Tanya Mamanya. Dea hanya mengangguk. "Nanti kalo laper lagi lauk nya dipanasin dulu ya sudah mama taruh di dalam kulkas soalnya takut basi." Lagi Dea hanya mengangguk

"Mandi dulu terus sholat." Suruh Baba nya.

Ya, Dea memanggil Ayahnya dengan sebutan Baba. Tidak tau mengapa dia hanya suka saja memanggil ayahnya begitu dan tidak ada yang mempermasalahkannya.

Dea beranjak ke kamarnya, merebahkan tubuh lelahnya sebentar kekasur yang terlihat sangat nyaman.

"Arghh magerrr," Geramnya.

"Dea cepat mandi nak, nanti makin malam gak bagus buat mandi." Peringat Baba nya lagi karena tak mendapati Dea keluar kamar untuk membersihkan diri.

"Iya Ba." Jawabnya beranjak  dari kasur, menghapus make up nya, mengambil handuk dan pakaian yang akan ia kenakan kemudian mandi.    

Selesai mandi tak lupa mengerjakan kewajibannya sebagai seorang muslim Dea ikut duduk bersama Baba dan Mamanya di depan TV, nonton bersama.

“Rame tamunya tadi ka?” Tanya Mama saat Dea sudah duduk bersama mereka.

“Ya rame namanya juga nikahan apalagi di Hotel 1000 pax lagi.”

“Pantes pulangnya telat.” Ujar Baba.

“Iya, terus sempet kena komplain juga aku karena makanannya lambat direfil.” Keluh Dea, dia tadi harus menangani tamu yang komplain padahal itu bukan kesalahannya.

“Ya wajar namanya juga kerja.” Baba menatap Dea sejenak melihat ekspresi cemberut anaknya.

"Loh Covid udah masuk indonesia?" Dea mengalihkan topik saat iklan berita menyiarkan Covid sudah memasuki Indonesia dan sekolah kemungkinan akan diliburkan karena sudah beberapa orang yang terkena wabah itu.

"Iya, kamu juga udah selesai kan UN nya. Tinggal nunggu pengumuman lulus." Babanya menjawab

"Iya, tapi masih belum ada pengumuman libur jadi masih masuk sekolah." Jawabnya.

“Alah udah gak papa itu kalo gak masuk juga gurunya juga sibuk ngurus nilai kalian.” Ujar Mama.

Dea hanya diam tak menanggapi.

"Harus pake masker? Tambah sesek dong." Ucapnya saat pembawa berita memberi tahu bahwa harus mengenakan masker dimanapun dan kapanpun agar terhindar dari penularan virus.

"Biasa juga kalo lagi ada kabut kita juga harus pake masker jadi sudah biasa gausa lebay deh." Mama menanggapi.

"Iya sih sekaligus bisa menutupi keburikan ku ini."

Babanya hanya tertawa.      

Dikotanya setiap tahun saat musim kemarau selalu saja berkabut, dan saat itu juga masyarakat harus menggunakan masker. Jadi anggap saja mereka sudah terlatih.

"Pendaftaran kuliah kamu sudah di urus?"

"Sudah Ba, tinggal bayar."

"Ya sudah bagus, nanti kasih tau Baba berapa yang harus dibayar."  

"Abang kerja mah?" Tanya nya karena sejak tadi tidak melihat adanya tanda-tanda kehidupan dari abangnya.

"Iya tadi masuk siang dia."

Dea mengangguk sebagai jawaban. Jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Dan Dea pun sudah mulai mengantuk karena benar saja hari ini pekerjaannya sangat melelahkan belum dia harus mengatasi komplain dari tamu. Sudah waktunya dia mengistirahatkan badannya.

"Aku mau tidur dulu." Pamit nya dengan orang tua nya. Mereka hanya mengangguk masih asik menonton tv.

Membersihkan muka nya kembali Dea memakai rangkaian skincare nya kemudian menaiki kasurnya yang sudah memanggil-manggilnya sedari tadi, memeluk guling dan boneka nya menarik selimut dan memejamkam matanya. Tak lupa Dea mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur nya karna ia tidak bisa tidur dalam posisi terang.

5 menit, 10 menit Dea hanya mengubah-ubah posisi tidurnya namun tidak kunjung tertidur. Ia menghembuskan nafasnya kesal, mencabut charger handphonenya diatas meja, membuka aplikasi untuk nonton drama Korea favoritnya. Ia memilih menonton dulu saja sampai mengantuk.    

Ketukan di pintu kamar mengganggu ke khusyukannya menonton. Dea mempause tontonnya dan membuka pintu, ahh ternyata abangnya yang masih lengkap memakai seragam kerja yang mengganggu nya.  

“Adek mu sudah tidur Bang.” Mama memperingatkan Abang sebelum Dea membuka pintu.

"Kenapa?" Tanya nya.

“Ini dibuka.” Ujar Abang kepada Mama.

Tanpa berkata Abangnya menyodorkan bungkusan plastik yang didalamnya terdapat minuman dari brand favoritnya rasa cookies and cream. Abangnya tahu saja apa yang ia butuhkan.    

"Maacihhh." Ucapnya dengan senyum lebar di wajah saat mengambil minuman itu.

"Itu abang juga ada bawa martabak dan terang bulan , kalo mau ambil didepan tv sama Mama."

"Enggak, ini aja cukup."

Abangnya mengangkat bahu tanda tak peduli lalu berjalan menuju kamarnya. Abangnya kelihatan tidak peduli dari luar tapi nyatanya dia peduli dengan Dea, hanya saja gengsi orang itu besar tapi Dea maklum abangnya tidak separah dulu.

Minuman itu sudah cukup menjadi pelengkap menonton dramanya. Dea kembali tenggelam dengan aktivitasnya hingga tak sadar dia tertidur dengan handphone yang masih menampilkan drama yang ia tonton dan earphone yang masih menempel ditelinganya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel I Love You Daddy
8.4
Michy memutuskan melarikan diri demi menolak kehadiran Bianca, ibu kandung yang dahulu membuangnya. Sang ayah, Agam, sempat salah paham dan mengira putrinya kabur karena enggan dijodohkan dengan Dilan. Padahal, keputusan tersebut didasari masalah pelik yang akhirnya menguak rahasia asal-usul Michy, wasiat keluarga, serta perasaan terlarang yang tersembunyi. Di tengah ancaman penculikan dan perebutan warisan, mereka harus mempertahankan hubungan demi masa depan.
Sampul Novel Istri Cacat CEO
9.6
Christian Oliver, CEO sukses berusia 29 tahun, hidup dalam kekangan aturan ayahnya. Ia dilarang menjalin hubungan asmara karena telah terikat pernikahan sejak masa remaja dengan Olivia, anak dari sahabat sang ayah. Meski Christian telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencari keberadaan sang istri, usahanya selalu nihil. Ironisnya, tanpa pernah ia sadari, sosok Olivia yang dicarinya selama ini sebenarnya selalu berada sangat dekat di dekatnya.
Sampul Novel Istri Yang Tak Dirindukan
9.5
Lima tahun lamanya seorang istri setia menanti kepulangan suaminya yang merantau. Selama itu, ia hanya menerima nafkah ala kadarnya yang dititipkan melalui tetangga tanpa kabar pasti. Namun, penantian panjang itu berakhir tragis saat sang suami pulang membawa kejutan pahit. Bukannya melepas rindu, ia justru menjatuhkan talak demi wanita lain yang telah dinikahinya secara diam-diam hingga memiliki anak. Sebuah pengkhianatan yang menghancurkan hati.
Sampul Novel Karma sang pelakor
8.2
Murka akibat pengkhianatan suami demi wanita muda, keluarga Christian bersaudara merancang aksi pembunuhan rahasia. Namun, tindakan nekat ini justru memicu kecurigaan mendalam dari Nathan bersaudara. Didorong rasa kehilangan, mereka mulai menyelidiki petunjuk misterius guna membongkar fakta sebenarnya di balik kematian tragis sang adik bungsu. Ketegangan pun meledak menjadi pertikaian sengit antar-keluarga yang penuh aksi dan teka-teki.
Sampul Novel Meninggalkan Negara Setelah Perceraian
8.5
Tiga tahun menikah, ia diceraikan dan dicap sebagai istri terbuang yang jadi bahan tertawaan sekota. Namun, enam tahun kemudian ia pulang membawa anak kembar serta reputasi baru sebagai dokter genius tingkat dunia. Di saat banyak lelaki mencoba mendekatinya, sang putri membawa kabar tak terduga. Sang mantan suami kini justru rela berlutut dan memohon selama tiga hari berturut-turut agar ia bersedia rujuk kembali demi membangun rumah tangga mereka.
Sampul Novel Rindu Tak Berujung
9.6
Saat divonis sakit parah, seorang wanita bertemu kembali dengan mantan suaminya yang kini menjadi konglomerat setelah sepuluh tahun berpisah. Pria itu kini didampingi kekasih barunya yang hamil. Ketika sang wanita meminta bantuan uang sebesar 400 juta rupiah, ia justru mendapat makian kejam. Sang mantan suami tidak pernah tahu bahwa di masa lalu, donor sumsum tulang dari wanita inilah yang telah menyelamatkan nyawanya dari leukemia ganas.