APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Undangan Eksklusif Dari Presdir

Undangan Eksklusif Dari Presdir

Naura mendapatkan amplop misterius tanpa pengirim dari Sinta, rekannya yang cemas. Khawatir surat itu adalah pemecatan memalukan, Sinta sengaja memberikannya kepada Naura demi menyembunyikan masalah dari orang tuanya. Siapa sangka, isi undangan tersebut justru sangat mengejutkan. Naura ditawari menjadi istri seorang presdir dengan mahar fantastis senilai 100 juta dolar. Kini, ia berada dalam dilema besar untuk mengabaikan tawaran gila itu atau menerimanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sinta mengamati amplop putih itu. "Baru dua minggu aku di terima kerja disini. Yang benar saja kalau dia memecatku,"

"Jangan sampai orang tuaku tau hal ini. Apa kata mereka nanti kalau anaknya baru kerja dua minggu sudah dipecat?" Gumam Sinta, ia sudah mendapatkan posisi yang selama ini menjadi impiannya dengan segala usaha jerih payah belajar. Ia tidak mau mencari pekerjaan di perusahaan lain.

***

Naura membaca ulang pesan dari Sinta.

"Amplop putih? Apa jangan-jangan Sinta mau di pecat sama bosnya?" Naura mengusap dagunya berpikir sejenak. Sinta memang pernah menjadi teman kerjanya di bulan kemarin. Tapi Sinta merasa tidak cukup dengan gaji yang diterima dan pada akhirnya mencoba melamar di sebuah perusahaan besar di kota.

Sebagai teman yang ingin membantu dan siap kapanpun, Naura tidak mempermasalahkan jika Sinta memberikan amplop putih itu kepadanya.

"Naura, kamu boleh pulang. Sekarang ada pergantian shift sore," seorang pria berkumis yang memakai jas begitu rapi menghampiri Naura yang sejak tadi berdiri dengan beberapa barang yang di tata ke rak makanan.

Naura menoleh. "Eh, Bos. Terima kasih, saya pamit pulang," senangnya perasaan Naura ketika pulang adalah ia bisa menemani ibunya, Kumala yang sendirian terbaring lemah di rumah.

Kumala sedang sakit dan menderita tumor otak yang seharusnya segera di operasi atau tidak hidup Kumala tersisa sedikit lagi di dunia ini.

Naura memilih sepeda untuk transportasi bekerja dan kemanapun ia pergi. Sepeda merah muda yang catnya perlahan pudar. Ia ingin membeli motor, namun uangnya hanya untuk ditabung untuk biaya operasi Kumala.

Setelah sampai di rumah, Naura menemukan amplop putih yang tergeletak di depan pintu.

"Kasihan Sinta kalau dia benar-benar dipecat sama Bosnya," Naura mengambil amplop tersebut dan melangkah masuk ke dalam.

"Apa benar ya surat pemecatan?" Naura duduk di kursi, ia merasa penasaran. Ia membukanya.

Dan yang pertama kali Naura lihat adalah, dua lembar kertas. Saat membaca isinya, jantung Naura berdegup kencang.

"A-apa? 100 juta dollar? Ini ... uang?" Naura fokus dengan selembar cek kertas dengan nominal 100 juta dollar yang bisa di tarik ke bank.

Naura penasaran dengan kertas lainnya yang belum ia baca. Dan ia dibuat terkejut kembali jika isinya adalah, bersedia menikah dan menjadi istri di hari lusa. Ada alamat rumah yang tercantum di sana, jika ia bersedia bisa datang langsung.

"T-tapi, apa benar ini 100 juta dollar uang? Bukan uang mainan kan?" Naura jadi ragu-ragu. Mustahil uang sebanyak itu diberikan secara cuma-cuma hanya karena ingin menikah dan mendapatkan seorang wanita untuk dijadikan istri.

"Kenapa Sinta tidak mau uang sebanyak ini?" Naura merasa bingung, isinya diluar dugaan, bukan surat pemecatan tapi imbalan besar jika menerima permintaan dari isi surat itu.

Suara batuk dari kamar yang terdengar berdahak itu membuat Naura meletakkan kertas itu diatas meja. Ia melangkah terburu-buru menuju ke kamar Kumala, ibunya.

"Ibu, ibu sudah minum obat?" Tanya Naura khawatir, ia melihat Kumala lesu dengan bibir pucatnya. Setiap melihat itu, hati Naura sakit. Ia tidak tega dengan Kumala yang setiap harinya menahan penyakitnya itu.

Kumala menggeleng lesu. "Ibu, belum makan, bagaimana mau minum obat, nak?" Suara serak Kumala terdengar lemah. Berhari-hari ia hanya berbaring diatas kasur, ia tidak bisa melakukan aktivitas apapun.

Di pikiran Naura, uang 100 juta dollar itu juga akan memberinya keuntungan dan keringanan beban hidupnya terutama masalah ekonomi, dan gajinya pas-pasan sebagai seorang kasir di toko klontong yang kecil.

'Ya Tuhan, apakah aku terima saja permintaan dari surat itu? Dan aku menggunakan uang 100 juta dollar untuk ibuku?' Batin Naura merasa dilema. Tapi, ia belum siap menikah dan tidak tau siapa laki-laki yang menulis surat itu.

Naura mengangguk. 'Baiklah, aku terima saja, demi ibuku. Demi ibuku kembali sembuh dan seperti dulu lagi,' ia meyakinkan hatinya bahwa keputusannya ini memang tepat dan tidak salah. Hanya saja keadaan yang terdesak membuatnya terpaksa menyanggupi permintaan tersebut.

"Sebentar ya, bu. Aku belikan makanan, setelah ini ibu minum obat," tentunya Naura akan menarik tunai selembar cek 100 juta dollar ke bank. Ia tidak menarik semuanya, hanya sedikit saja untuk makan Kumala.

Naura kembali mengayuh sepedanya di tengah sore yang sebentar lagi senja. Ia mengayuh sekuat tenaga untuk segera sampai di bank yang jaraknya lumayan jauh. Ia tidak akan membiarkan Kumala kelaparan.

Dalam keranjang sepeda, Naura meletakkan selembar cek itu ke dalam amplop, ia tidak mau kertas penting itu kusut atau terjatuh ketika ia mengayuh sepeda.

Selama 10 menit berhasil menempuh perjalanan dengan sepeda, Naura merasa kelelahan, pelipisnya berkeringat dan napasnya tersengal-sengal.

Naura tiba di bank, ia akan menunjukkan kertas cek itu kepada pegawai bank. Semoga saja itu benar-benar uang cek yang bisa di tarik tunai.

"Ada yang bisa di bantu?" Tanya pegawai perempuan ramah, ia tersenyum kepada Naura.

Naura menunjukkan kertas cek itu kepada pegawai bank. "Bisakah uang ini di tarik tunai? Aku butuh sekali," ia sangat memohon. Ia tidak mau membuat Kumala kelaparan.

Pegawai bank itu membaca kertas cek yang di berikan oleh Naura. "Bisa," ia mengangguk.

"Anda ingin menarik berapa tunai?"

Naura berpikir sejenak, ia tidak pernah membayangkan bisa memiliki uang sebanyak ini.

"200 dollar saja."

"Baik, mohon tunggu sebentar. Saya akan bantu menarik tunai dari kertas cek ini," pegawai bank itu pergi, ia menuju ke mesin ATM.

Naura menunggu dengan perasaan gundah, ia kepikiran dengan Kumala. Ia sampai lupa memasak ubi rebus. Ia terlalu kesiangan berangkat kerja dan tidak sempat merebus ubi.

Beberapa saat kemudian, pegawai bank itu mengembalikan kertas cek Naura dan memberikan uang 200 dollar.

"Dan ini, jumlah riwayat transaksi dan sisa saldo anda," pegawai bank itu juga memberikan kertas riwayat transaksi kepada Naura.

Bibir Naura tersenyum sumringah. Akhirnya ia memiliki pegangan uang walaupun menarik 200 dollar saja.

"Terima kasih," Naura melihat sisa saldonya yang berkurang menjadi 99,999,800 juta dollar.

Naura mengayuh sepeda lagi, ia pergi ke supermarket. Ia ingin membelikan Kumala nasi kotak. Ubi rebus hanya mengganjal rasa lapar sementara saja.

Tiba di supermarket, Naura membeli dua nasi kotak untuk Kumala dan dirinya. Ia tidak peduli melihat harganya yang cukup mahal, 25 dollar. Tapi yang terpenting Kumala makan.

Setelah membayar di kasir, dan uang Naura belum habis.

"Apa kehidupanku lebih terjamin ya, kalau menjadi istri dia?"

Mengingat 200 dollar saja banyak, tapi Naura menerima 100 juta dollar itu cujup banyak dan berlebihan.

"Tapi ... aku harus ke alamat itu," Naura menggigit bibir bawahnya, ia cemas. Ia sampai lupa jika menyanggupi permintaan menikah lusa hari, harus datang ke alamat tersebut.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ceraikan Suami, Nikahi Adiknya
9.8
Satu dekade menikah, Chloe Carlson memilih cerai dari Vincent yang berselingkuh. Demi hak asuh putri mereka, Mackenzie, Chloe rela pergi tanpa menuntut harta. Sulitnya mencari kerja sebagai ibu tunggal tanpa keahlian memaksa Chloe meminta bantuan sang adik ipar, Vernon Phoenix Gray. Namun, CEO muda itu justru menawarkan posisi asisten pribadi dengan syarat hubungan intim. Chloe kini bimbang antara jerat hasrat Vernon atau kembali ke pelukan Vincent.
Sampul Novel Cinta Barunya Adalah Taipan Misterius
8.9
Charlee hancur setelah dikhianati tunangan dan saudara tirinya tepat di hari pernikahan. Di tengah rasa sakit, ia melewati malam penuh gairah dengan seorang pria asing yang misterius. Tak diduga, pria tampan nan kaya ini selalu pasang badan melindunginya sekaligus membantunya membalas dendam. Namun, saat cinta baru mulai tumbuh, sang mantan pacar datang lagi meminta balikan. Kini, sang taipan menuntut ketegasan Charlee untuk memilih siapa pria yang berhak memilikinya.
Sampul Novel Darling Enemy
8.7
Vanilla Putri Mahameru sangat membenci Altan Wijaya Kesuma, putra mantan kekasih ibunya yang angkuh dan kerap mengejeknya tidak berotak. Konglomerat itu menilai Vanilla hanya mendompleng nama besar keluarganya. Ketegangan di antara mereka memuncak saat Vanilla diwajibkan menjalani magang selama empat bulan di kantor Altan. Sejak wawancara kerja yang diwarnai drama dan jawaban aneh, Vanilla harus bertahan di bawah pengawasan ketat pria yang ia juluki Setan Borjuis tersebut.
Sampul Novel Gadis Perawan Untuk CEO
8.6
Devanka nyaris kehilangan kesucian akibat ulah tetangga, ancaman kutukan karma bagi keluarganya. Di tengah situasi pelik ini, ia bertemu seorang CEO arogan yang butuh istri perawan demi memenuhi wasiat kakeknya yang berumur 80 tahun. Bagi keluarga besar Hamzah yang sangat berkuasa, kehormatan mutlak terletak pada kesucian sang menantu. Kini, takdir hidup Devanka sepenuhnya terikat pada ambisi besar keluarga konglomerat tersebut.
Sampul Novel Harta, Tahta, Anak Tungal Kaya Raya
9.4
Ella terjepit perasaan rumit pada William, sahabat kecilnya yang kini jadi pewaris tunggal nan kaya raya. Walau menganggap Ella sangat berharga, hati William justru tertambat pada Camelia. Situasi Ella kian menyiksa saat dituding merusak hubungan mereka, sementara William abai pada kepedihan batinnya. Akankah William tetap menjaga Ella, ataukah kehadiran Camelia akan menghancurkan persahabatan masa kecil mereka selamanya?
Sampul Novel Lepas dari Cintaku yang Pahit
8.3
Clara harus menghadapi kenyataan pahit setelah kecelakaan tragis. Daniel, suaminya, justru mengabaikannya demi menemani wanita lain di rumah sakit. Setelah tiga tahun bertahan dalam kesia-siaan, ia bahkan diancam akan dipenjara oleh Daniel. Enggan terus menderita, Clara memutuskan untuk bercerai. Berbekal uang kompensasi satu triliun rupiah miliknya, ia siap membalas semua penghinaan sang suami dan mengakhiri pernikahan beracun ini selamanya.