APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Undangan Eksklusif Dari Presdir

Undangan Eksklusif Dari Presdir

Naura mendapatkan amplop misterius tanpa pengirim dari Sinta, rekannya yang cemas. Khawatir surat itu adalah pemecatan memalukan, Sinta sengaja memberikannya kepada Naura demi menyembunyikan masalah dari orang tuanya. Siapa sangka, isi undangan tersebut justru sangat mengejutkan. Naura ditawari menjadi istri seorang presdir dengan mahar fantastis senilai 100 juta dolar. Kini, ia berada dalam dilema besar untuk mengabaikan tawaran gila itu atau menerimanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Naura kembali mengayuh sepeda, alamat pria yang ingin memiliki seorang istri itu cukup jauh sekitar 5 km. Ia akan sampai lebih terlambat.

***

"Ini rumahnya? Besar banget, tingkat dua. Pagarnya tinggi. Ya ampun, mirip sama istana di negeri dongeng," Naura menatap rumah megah yang ada di depan matanya. Ia baru saja tiba di alamat yang sudah tertera di dalam amplop putih itu.

"Tapi, gerbangnya di tutup. Apa di dalam ada orangnya ya?" Tanya Naura ragu-ragu. Ia melangkah mendekati pagar hitam yang menjulang tinggi. Ia mengetukkan tangannya beberapa kali. Ah, semoga saja ada orang di dalam. Jadi kedatangannya tidak sia-sia.

Beberapa saat kemudian, gerbang itu terbuka. Seorang satpam menatap Naura dengan heran.

"Maaf, anda siapa?" Ia bertanya cuek. Ia curiga dengan Naura. Dari penampilannya saja bukan berasal dari orang kaya.

Seragam merah berkerah putih, itulah seragam Naura selama bekerja di toko toserba.

"Aku, Naura. Aku datang kesini untuk memenuhi permintaan dari undangan amplop putih. Aku ... tidak tau namanya siapa, ada pria yang ingin mencari seorang wanita dan berjanji segera menikahinya," jawab Naura. Ia memperkenalkan diri dan tujuannya datang kesini. Karena tidak ada nama pengirim dan hanya tulisan saja, ia masih tidak tau siapa pengirim yang sebenarnya. Tapi ia mengerti itu adalah Bos di perusahaan Sinta.

"Hmm ... sepertinya kamu itu tamu penting. Baiklah, masuklah ke dalam. Tekan bel tiga kali saja, jangan berlebihan," Satpam tersebut memberikan jalan masuk kepada Naura.

Akhirnya Naura di perbolehkan masuk. Jantungnya berdebar gugup, ia pikir ia tidak bisa memasuki rumah tingkat dua itu.

Naura melangkah ke pintu utama, hari ini ia pasti bertemu dari pengirim amplop putih.

Naura menekan bel sebanyak tiga kali sesuai intruksi dari satpam tadi. Ia sesekali menyisir rambutnya dengan jemari, semoga saja penampilannya sekarang cantik. Ia tidak mau pria itu nanti kecewa.

Pintu terbuka, seorang wanita dengan rambut bergelombang itu menyambut kedatangan Naura. Namun, pandangan matanya memindai penampilan Naura.

"Kamu, yang jadi pilihan wanita Arkan?" Davina bertanya dengan bibir terangkat ke atas seperti nyinyir.

Naura mengangguk. Tapi sebenarnya yang menjadi pilihan Arkan adalah Sinta, bukan dirinya. Tapi, sudah terlanjur. Ada untungnya ia mendapatkan 100 juta dolar untuk pengobatan Kumala. Ia bukan serakah, hanya sedang terdesak keadaan saja.

"Iya, aku pilihan wanita Arkan. Apa Arkan ada di rumah?" Naura berusaha bersikap ramah dan memberikan senyuman terbaiknya. Ia sudah merasakan kurang nyaman ketika wanita di hadapannya yang sekarang berbicara terkesan ketus seperti tidak menyukainya.

"Ya ampun," Davina menggeleng tak habis pikir. Ternyata selera pilihan Arkan tidak kaya dan cantik.

"Arkan! Arkan!" Davina berteriak memanggil Arkan. Ia harus berbicara dengan putra tunggalnya itu.

Arkan yang sedang menyimpan slide presentasi power point pun terburu-buru menyimpannya. Davina berteriak-teriak berarti ada sebuah masalah.

Arkan melangkah terburu-buru menuruni tangga. Sumber suara Davina sepertinya dari arah ruang tamu karena terdengar samar-samar.

Saat tiba di ruang tamu, pandangan Arkan bertemu dengan mata seorang wanita. Dan itu terlihat asing.

"Siapa dia?" Arkan bergumam heran.

Davina melihat Arkan, langsung saja ia memarahi Arkan. "Jadi, pilihan kamu wanita yang tidak bisa merawat diri, huh?"

Tunggu ... pilihan wanita?

Arkan berpikir sejenak, mendengarkan ucapan Davina baru saja.

Setelah paham maksud Davina, akhirnya Arkan tau, pasti karena undangan amplop putih itu. Tapi, kenapa bukan Sinta? Justru yang datang adalah wanita lain?

"Kamu ... siapa?" Arkan bertanya dengan alis yang mengernyit.

Naura tersenyum malu-malu. Ia menatap Arkan tak berkedip. Arkan begitu tampan dengan setelan jas kantor.

"Aku Naura Shaenette. Panggil aku Naura," Naura mengulurkan tangannya berharap ia bisa berjabat tangan dengan Arkan.

Arkan tidak membalas uluran tangan Naura. Ia hanya diam memperhatikan Naura yang terus tersenyum.

Davina terkekeh. "Kamu berharap sekali ya dengan Arkan? Atau ... kamu suka Arkan?" Tanya Davina dengan mata yang menyipit curiga.

'Aku bukan suka, tapi hanya kagum dengan ketampanan Arkan,' jawab Naura di hatinya.

"Aduh, kamu lebih baik pilih Mutia daripada dia. Mutia lebih jelas dan canik, kaya, dan pekerjaannya? Bos perempuan satu-satunya di perusahaan ayahnya," Davina mulai membanggakan siapa Mutia. Tapi, berkali-kali Arkan tetap saja tidak tertarik dengan Mutia.

"Aku pilih Naura. Dia perempuan yang tepat untukku, Ma," Raka berkata serius. Ia tidak mau memilih Mutia. Ia tau Mutia selalu ingin lebih jika perihal kekayaan dan uang. Karena menikah seumur hidup selamanya, ia tidak mau memiliki istri yang boros. Mutia juga hobi shopping barang-barang branded. Tidak pernah Mutia membeli barang yang harganya murah.

"Naura?" Davina menatap Arkan tidak percaya. Bisa-bisanya Arkan menolak wanita mapan dan cantik seperti Mutia?

"Apa sih yang kamu banggakan dari Naura? Dia kerja apa? Marga keluarganya apa?" Davina bertanya dengan ketus.

"Naura, wanita yang tulus. Dia tidak gila harta seperti Mutia. Naura sederhana apa adanya. Itu yang membuatku mencintainya," jawab Arkan jujur menurut pandangan mata dan hatinya. Ia yakin Naura adalah perempuan yang tepat untuknya.

Arkan sedikit senang, ternyata Sinta menyia-nyiakan undangan amplopnya. Sedangkan Naura mengambil dan menerima kesempatan yang tidak akan datang dua kali ini. Ia akan berterima kasih kepada Naura nantinya. Berkat Naura, ia tidak jadi berjodoh dengan Mutia.

"Dan, Mama jangan coba-coba menghalangi cintaku yang serius dengan Naura. Cinta tidak bisa di paksakan," tegas Arkan tak mau tau.

"Kamu ini ya, baru saja kenal Naura langsung cinta? Hati-hati Arkan, dia bisa saja wanita matre yang menguras dompetmu. Di luaran sana banyak wanita licik dan jahat. Mama hanya tidak mau kamu terperangkap dalam permainan busuknya," Davina menunjuk Naura seolah Naura adalah orang jahat yang harus di jauhi.

"Mutia juga bukan wanita gila harta. Dia memang mapan dan kaya bisa beli apa saja. Mutia mandiri, tidak pernah meminta uang ke orang tuanya lagi. Kamu apresiasi dong pencapaian terbesar Mutia yang se-sukses ini, bukannya menjelekkan Mutia," ucap Davina tidak terima. Ia tidak suka Mutia di nilai buruk, terutama Arkan.

Helaan nafas lelah Arkan dan telinga yang panas karena muak Mutia terus saja di sanjung tinggi oleh Davina. Arkan benci ini.

"Nanti sore, ayo beli cincin dan gaun pengantin. Terserah kamu mau pilih warna apa. Dan ... kamu mau mahar berapa, Naura?" Arkan mengabaikan omelan Davina, ia beralih menatap Naura dengan intens.

Naura langsung gugup dan bingung. Secepat inikah?

"Aku ... mau mahar yang sekiranya tidak memberatkanmu," Naura menjawabnya dengan kepala tertunduk. Ia sedikit malu mengutarakan patokan mahar. Walaupun Arkan sanggup, tapi ia merasa sadar dengan dirinya yang hanya wanita serba kekurangan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Drive Back To December
8.4
Tiga tahun bercerai, Gayatri Rumi Rahardjo tak menduga akan menikah lagi dengan William Alansyah. Demi rasa hormat pada mantan ibu mertuanya, ia bersedia membangun kembali rumah tangga bersama mantan suaminya tersebut. Namun, pernikahan kedua mereka langsung diuji oleh tuntutan memiliki anak. Di tengah situasi sulit ini, Gayatri mulai mengendus sebuah rahasia besar yang ditutupi oleh William. Akankah kebenaran pahit itu mendorong mereka ke jurang perceraian untuk kedua kalinya?
Sampul Novel Istri Dari Masa Depan
8.2
Li Mei terbangun di rumah bobrok yang tak ia kenali setelah terjatuh dari tangga. Bukannya dirawat, ia malah dihadapkan pada Bai Changyi, pria rupawan yang mengaku suaminya. Bai Changyi berniat menceraikannya karena mengira Li Mei berniat mengakhiri hidup. Walau kebingungan dengan situasi di zaman kuno ini, Li Mei menolak bercerai demi ambisinya. Ia bertekad mengubah nasib dan menjadi pengusaha sukses bersama sang suami yang menyimpan misteri.
Sampul Novel Kain Basahan Basah di Kamar Mandi
8.4
Rusly nekat membawa selingkuhannya ke rumah, mengkhianati pernikahan kami tanpa memedulikan perasaanku lagi. Tindakan kurang ajar ini membuatku sadar bahwa cinta dan kehadiranku tak lagi dihargai olehnya. Namun, dia sangat keliru jika mengira keheninganku adalah tanda menyerah. Aku tidak akan membiarkan harga diriku diinjak-injak begitu saja. Sebuah rencana pembalasan yang setimpal telah kusiapkan. Di balik diamku, kehancuran besar kini tengah menanti Rusly dan kekasih gelapnya.
Sampul Novel Kisah Cnta Pembantu Sexy
7.8
Kehidupan Alfarezi yang religius dan berpegang teguh pada prinsip mendadak terusik. Semua berubah sejak kehadiran Aruna, seorang model majalah dewasa berpenampilan seksi, yang kini bekerja sebagai asisten rumah tangganya. Perbedaan kepribadian yang kontras tidak menghalangi munculnya getaran asmara di hati Alfarezi setiap kali mereka berdekatan. Akankah keteguhan iman Alfarezi runtuh oleh godaan sang asisten, atau justru pesonanya yang akan membawa perubahan bagi Aruna?
Sampul Novel Suamiku Tak Tahu Aku Banyak Harta
8.1
Setahun berumah tangga dengan Dimas, Nela hanya melewati hari-hari penuh penderitaan. Nafkah yang sangat sedikit membuatnya terpaksa bekerja secara sembunyi-sembunyi demi bertahan hidup tanpa diketahui suami dan keluarga besarnya. Situasi Nela makin rumit lantaran ia terjebak di lingkungan toksik, bertetangga dengan mertua serta ipar yang selalu mengusik rumah tangganya. Di bawah tekanan batin dan campur tangan mereka, mampukah Nela bertahan dalam pernikahan ini?
Sampul Novel The Present Of Love
8.6
Sebagai anak mucikari, hidup Seila dipenuhi hinaan. Namun, takdir mempertemukannya dengan Aksara yang menyelamatkannya dari aksi pemerkosaan. Setelah malam intim yang membawa kebahagiaan sesaat, Aksara justru pergi ke luar negeri dan meninggalkan Seila dalam kepedihan serta kerinduan mendalam. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang terus mengejar, mampukah Seila bangkit mengatasi keterpurukan dan menemukan kedamaian hidupnya kembali?