APKDock Logo
Sampul Novel Rahim Yang Mengkhianati

Rahim Yang Mengkhianati

8.4 / 10.0
Dunia Rafif runtuh seketika saat divonis mandul dan mustahil memiliki keturunan. Namun, sebuah keajaiban janggal terjadi ketika Lina, sang istri, mendadak mengaku sedang hamil. Keraguan Rafif kian memuncak setelah ibunya datang menyodorkan foto mesra Lina dengan pria asing. Kini, Rafif dilingkupi teka-teki besar. Apakah sang istri telah mengkhianati pernikahan mereka, atau ada konspirasi terselubung di balik kehamilan misterius ini?

Rahim Yang Mengkhianati Bab 1

Rafif menatap langit pagi dari balkon rumahnya, tapi pikirannya jauh melayang ke kabar yang baru saja diterimanya. Kata-kata dokter masih terngiang di telinganya, bagai gema yang tak mau hilang: "Maaf, Pak Rafif, kemungkinan besar Anda tidak bisa memiliki anak."

Ia menundukkan kepala, menarik napas panjang. Jantungnya terasa berat, seolah dihimpit oleh sesuatu yang tak terlihat. Semua mimpi tentang keluarga kecil yang bahagia, tawa anak-anak yang memenuhi rumah, kini tampak runtuh begitu saja. Selama bertahun-tahun, ia dan Lina berjuang untuk memiliki anak. Mereka sudah mencoba berbagai cara, konsultasi ke dokter, melakukan prosedur, hingga pengobatan alternatif yang memakan waktu dan biaya. Tapi semua usaha itu kini sia-sia.

Rafif menatap foto pernikahan mereka di meja kecil, senyum Lina yang cerah dalam foto itu seakan menyindirnya. "Maaf, Lina... aku tidak bisa memberimu anak," gumam Rafif lirih. Hatinya perih, tetapi ia menolak untuk menangis. Selama ini, ia selalu berusaha kuat, untuk Lina, untuk dirinya sendiri, untuk citra diri yang selama ini ia bangun.

Pagi itu, Lina datang membawa kabar yang sama sekali tak ia duga. "Rafif... aku hamil," katanya sambil tersenyum, menatap Rafif dengan mata berbinar.

Rafif terpaku. Jantungnya berdebar kencang, tapi bukan karena bahagia. Ada rasa takut, bingung, bahkan sedikit marah yang bercampur menjadi satu. "Apa maksudmu... hamil?" suaranya serak. "Bagaimana bisa... aku... aku tidak bisa..."

Lina menggenggam tangan Rafif, mencoba menenangkan. "Rafif... aku juga kaget. Aku baru tahu beberapa hari yang lalu. Dokter bilang semuanya normal. Kita akan punya anak..."

Tapi Rafif tidak bisa menerima kata-kata itu begitu saja. Otaknya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang tak masuk akal. Ia ingat semua tes, semua pemeriksaan, semua kata dokter. Semua itu mengatakan satu hal: ia mandul. Dan kini, Lina berkata ia hamil. Bagaimana mungkin?

Rasa cemas itu perlahan berubah menjadi kecurigaan. Rafif merasa ada yang disembunyikan Lina darinya. Ia tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, meskipun suara hatinya menjerit agar tetap tenang. "Lina... kau tidak... kau tidak selingkuh, kan?"

Lina tersentak. Matanya membesar, seakan tidak percaya dengan pertanyaan itu. "Rafif... apa maksudmu? Tentu saja tidak! Aku hamil anak kita, Rafif. Percayalah padaku!"

Namun, di saat itu pula, Ibu Rafif muncul di ruang tamu. Matanya menatap tajam, wajahnya penuh ekspresi yang sulit dibaca. Tanpa banyak bicara, ia mengeluarkan ponsel dan menunjukkan foto-foto Lina bersama seorang pria.

Rafif menatap layar ponsel itu, napasnya tersengal. Rasa sakit menusuk dada, seolah sebuah belati menembus hatinya. Foto-foto itu terlihat jelas, Lina sedang tertawa dan bercengkerama dengan seorang pria di sebuah restoran. Ia bahkan terlihat memeluk pria itu dari belakang.

Rasa percaya Rafif hancur berkeping-keping. Ia merasa dikhianati, dibohongi, dan dipermainkan. Suasana di ruangan itu menjadi hening. Lina hanya bisa terdiam, matanya berkaca-kaca, sementara Rafif menunduk, mencoba menahan ledakan amarah dan kesedihan yang menguasainya.

"Ini... ini tidak mungkin," bisik Rafif. "Kau... kau bilang kau hamil anak kita, tapi ini... bagaimana bisa?"

Lina menunduk, suara gemetar. "Rafif... aku bisa jelaskan... aku... aku tidak tahu bagaimana ini terjadi..."

Namun Rafif tidak bisa mendengar penjelasan itu. Segala kecurigaan, rasa sakit, dan ketidakpercayaan menumpuk menjadi bola api di dalam dadanya. Ia memikirkan kemungkinan terburuk: Lina memang selingkuh, dan semua ini hanyalah kebohongan.

Ibu Rafif, yang sejak awal menaruh curiga pada Lina, hanya menatap Rafif dengan mata penuh kepastian. "Nak... ibu sudah bilang. Hati-hati dengan orang luar yang masuk ke hidupmu. Jangan sampai kau tertipu."

Rafif menunduk, air matanya mulai menetes tanpa ia sadari. Semua yang ia impikan tentang kebahagiaan keluarga kini terasa begitu jauh. Ia merasa dunia runtuh di sekelilingnya. Lina mencoba mendekat, menggenggam tangannya, tetapi Rafif menyingkir. "Jangan sentuh aku," ucapnya dingin. "Aku... aku butuh waktu."

Lina hanya bisa menangis, menatap suaminya yang kini begitu berbeda. Ia ingin menjelaskan semuanya, ingin Rafif percaya, tapi kata-kata tidak cukup. Foto-foto itu terlalu nyata, terlalu menghancurkan.

Hari itu, Rafif menghabiskan waktu dengan dirinya sendiri, berjalan tanpa arah di halaman rumah, mencoba mencerna semua yang terjadi. Rasa sakit, kemarahan, dan kekecewaan bercampur menjadi satu. Ia merasa dikhianati oleh orang yang paling ia cintai, dan sekaligus merasa bersalah karena tidak bisa memberikan anak pada istrinya.

Sementara itu, Lina duduk di ruang tamu, menatap ponsel yang sama, matanya penuh air mata. Ia ingin Rafif percaya, tapi bagaimana bisa ketika bukti-bukti itu ada di depan mata? Ia merasa frustasi, terjebak di antara rasa bersalah dan keinginan untuk mempertahankan cintanya pada Rafif.

Beberapa hari berlalu, tapi ketegangan di rumah itu tidak berkurang. Rafif semakin tertutup, jarang berbicara, dan setiap kali melihat Lina, hatinya terasa perih. Ia mulai menyelidiki, mencoba mencari tahu siapa pria dalam foto itu, dan bagaimana bisa Lina berada di sana. Semua pikirannya dipenuhi rasa curiga dan pertanyaan tanpa jawaban.

Di sisi lain, Lina mulai merasakan tekanan yang berat. Ia merasa hidupnya seperti berada di ujung jurang. Ia tidak pernah menyangka bahwa kehamilannya yang seharusnya membawa kebahagiaan justru menjadi sumber konflik yang begitu besar. Ia mulai mempertanyakan hubungannya sendiri, apakah cinta Rafif untuknya cukup kuat untuk melewati badai ini.

Suasana rumah yang dulu penuh canda dan tawa kini berubah menjadi dingin dan sunyi. Rafif dan Lina hidup berdampingan, tapi seolah terpisah oleh tembok tebal yang dibangun dari rasa curiga, sakit hati, dan ketidakpercayaan. Setiap percakapan mereka selalu berujung pada pertengkaran, atau keheningan yang menusuk hati.

Rafif tidak tahu harus berbuat apa. Ia ingin percaya, tapi hatinya terlalu terluka. Ia ingin menahan Lina, tapi rasa sakit itu terlalu dalam. Ia ingin mencintai istrinya seperti dulu, tapi bayangan foto-foto itu selalu muncul di benaknya, menghancurkan segalanya.

Di malam hari, Rafif duduk di kamar sendirian, menatap langit-langit kamar. Ia merasakan kehampaan yang begitu dalam, seolah dunianya kehilangan warna. Lina, yang kini tidur di kamar yang sama, hanya bisa menahan tangis, berharap keajaiban akan datang, bahwa Rafif suatu saat akan percaya padanya lagi.

Namun, malam itu, tidak ada kata-kata yang terucap. Hanya kesunyian yang menutupi ruang itu, seolah memberitahukan bahwa hidup mereka kini telah berubah selamanya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Rahim Yang Mengkhianati

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cold-hearted girl
9.4
Nyawa seorang ilmuwan jenius terancam bahaya besar setelah ia berhasil menciptakan sebuah penemuan krusial. Demi keselamatannya, seorang pembunuh bayaran wanita yang tangguh ditugaskan dalam misi khusus untuk melindunginya. Namun, di tengah situasi menegangkan yang mengintai mereka, benih asmara justru tumbuh. Pertemuan intens ini memicu konflik batin dalam diri sang gadis, saat dedikasi profesionalnya perlahan berubah menjadi cinta mendalam.
Sampul Novel Jatuh Cinta pada Istri Tahananku
8.4
Pernikahan tanpa cinta antara Kolton dan Valentina yang keras kepala sejak awal dirancang untuk berakhir dalam dua tahun. Namun, saat tenggat perceraian tiba, sikap Kolton berbalik ekstrem. Ia menolak melepaskan Valentina, bahkan mengancam akan melumpuhkan dan mengurung istrinya agar proses cerai batal. Di tengah tangisan frustrasi Valentina, Kolton justru mendekapnya erat, memaksa wanita itu untuk bertahan di sisinya dan melahirkan anak mereka.
Sampul Novel Kehormatan Yang ternoda
9.0
Nasib malang menimpa Salmah, gadis desa miskin yang harus merawat Ayuna sendirian akibat diperkosa. Tiga tahun kemudian, Jhondra Mahardika sang pelaku datang lagi demi merebut anak itu. Langkah ini ia ambil lantaran istrinya, Dinda Kirana, mandul setelah rahimnya diangkat. Agar hak asuh sang putri tidak hilang, Salmah terpaksa menerima tawaran menjadi istri kedua Jhondra. Sayangnya, keputusan tersebut justru menyeretnya ke dalam kehidupan pernikahan yang penuh siksaan batin.
Sampul Novel PEMBALUT SUAMIKU
9.3
Suami Laksmi yang telah lenyap tanpa kabar selama sepuluh tahun dan diduga meninggal, secara mengejutkan pulang ke rumah. Kehadirannya kembali justru memicu ketakutan dalam diri Laksmi. Ia mendapati sang suami memiliki tabiat ganjil yang mengerikan, yaitu mengoleksi dan menyembunyikan pembalut bekas secara rahasia. Kejanggalan aneh ini membuat Laksmi mulai mencurigai misteri besar di balik hilangnya sang suami selama satu dekade terakhir.
Sampul Novel Putra Rahasia Sang CEO dan Istri Dokternya
9.1
Alina hancur saat tahu pasien kecilnya adalah anak rahasia Bramantyo, suaminya. Puncak kepedihan terjadi di sebuah pesta kala Bramantyo tega mencelakai Alina demi membela bocah itu, hingga Alina keguguran. Di tengah duka, ia diabaikan dan nyaris tewas diserang selingkuhan suaminya. Selamat dari maut, Alina memalsukan kematian demi lepas dari luka pernikahan lima tahun mereka. Ia pun pergi ke Zurich untuk memulai hidup baru yang sepenuhnya berbeda.
Sampul Novel Reinkarnasi Dewi Kemem
8.2
Yi Yuen menjalani takdir sebagai reinkarnasi Dewi Keabadian demi mengungkap jati dirinya yang sejati di tengah badai intrik dan pengorbanan. Di sisi lain, sebuah momen manis tercipta saat Zhi Ruo terbangun dalam dekapan hangat sang suami, Li Quan. Lewat belaian lembut penuh kasih pada wajah Li Quan, kedekatan mereka begitu terpancar nyata. Meski sempat tersipu malu, kecupan hangat Li Quan menegaskan ikatan cinta mereka yang erat, mengakhiri penantian panjang dengan kebahagiaan yang mendalam.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan