APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tunanganku Mendonor Ginjalku

Tunanganku Mendonor Ginjalku

Sebagai saudara kembar yang sama-sama menderita penyakit ginjal parah, harapan hidup muncul saat dua ginjal donor tersedia untuk kami berdua. Namun, adikku menuntut kedua organ tersebut demi dirinya sendiri. Saat aku menolak, tunanganku justru mengurungku di rumah dan membiarkan adikku mengambil paksa hak hidupku. Dia menuduhku egois tanpa menyadari bahwa keputusan kejamnya telah menutup kesempatanku untuk bertahan hidup, karena sisa waktuku di dunia ini tidak lama lagi.
Bab
Bagikan

Bab 2

Hansen juga menatapku dengan tajam, nada bicaranya terdengar sangat kecewa.

"Revina, aku benar-benar nggak menyangka ternyata sifatmu begini. Pendonor ginjal itu aku yang temukan, jadi kamu nggak berhak memutuskan!"

Ini benar-benar konyol.

Perkataan itu keluar dari tunanganku yang telah bersamaku selama delapan tahun dan mengatakan bahwa dia sangat mencintaiku.

Ekspresiku pun menjadi dingin. Aku berkata kepada Hansen dengan nada dingin yang belum pernah kugunakan.

"Kamu pikir aku yang salah setiap kali dia menangis? Kamu itu tunangannya atau tunanganku?"

"Hansen, kamu harus paham sesuatu. Dia itu meminta dua ginjal! Siapa yang sebenarnya memaksa siapa untuk mati, hah!"

...

Sebersit cahaya pun berkilat dalam pandangan Hansen. Dia memperhalus nada bicaranya dan memperlembut suaranya.

"Revina, berikan saja kedua ginjal donor itu ke Lidya. Aku akan mencari pendonor lain buatmu secepatnya."

Aku sontak menatap Hansen dengan tidak percaya.

Ternyata dia tahu bahwa Lidya menginginkan dua ginjal!

Aku menatap ibuku lagi yang ekspresinya terlihat sangat serius seolah-olah kedua ginjal itu memang seharusnya menjadi milik Lydia seutuhnya.

Benar-benar konyol.

Aku refleks tertawa terbahak-bahak.

"Hansen, kita sudah bersama selama delapan tahun dan kupikir aku sangat mengenalmu. Ternyata aku nggak sadar kalau kamu entah sejak kapan kamu punya hubungan dengan Lidya."

"Kalau aku bilang menurut dokter kondisiku memburuk dan aku akan mati apabila nggak menjalani transplantasi kali ini, apa kamu masih akan bersikeras memintaku menyerahkan ginjal donorku pada Lydia?"

Hansen buru-buru menarikku untuk bicara, tetapi Lydia menyelanya dengan menangis.

"Kak, kamu salah paham sama aku dan Kak Hansen. Sekalipun kamu nggak mau aku menjalani transplantasi, kamu juga nggak seharusnya pakai alasan seperti itu untuk membuat Kak Hansen khawatir."

Ibuku ikut menimpali.

"Aku sudah tanya ke dokter kemarin. Dokter bilang kondisimu stabil dan kamu dapat menunggu sepuluh tahun lagi untuk pendonor baru."

Sorot tatapan Hansen langsung berubah.

"Revina, kamu benar-benar berubah. Ke mana perginya sosokmu yang dulu baik dan polos itu?"

"Atau seperti kata Bibi, kamu sejak kecil memang sosok kakak yang suka menipu, berbohong dan menindas?"

Aku tidak menjawab pertanyaan Hansen. Aku mendorongnya menjauh dan bersiap untuk pergi menemui dokter.

"Aku bisa hidup dengan baik walau hanya memiliki satu ginjal. Kalaupun aku nggak mau ginjal donor itu, dokter juga nggak akan memberikan keduanya buat Lidya. Lupakan saja ide ini!"

Ekspresi ibuku langsung berubah. Dia menghentikanku pergi.

Saat aku meronta, Hansen diam-diam mendekatiku. Aku tidak tahu apa yang dia lakukan, yang jelas pandanganku menggelap dan aku pingsan.

...

Saat tersadar, aku berada di sebuah vila di pinggiran kota.

Hansen sedang berdiri di depan sebuah jendela bergaya barat dan berujar dengan lembut di telepon.

"Tenanglah dan siap-siap saja untuk operasi. Aku akan menyuruh orang untuk mengurusnya."

"Lidya, kamu ditindas oleh kakakmu karena kamu terlalu baik. Kalau waktu itu kamu nggak menyeret tubuhmu yang sakit untuk menyelamatkanku, aku pasti sudah mati."

"Aku …."

Belum sempat Hansen selesai bicara, dia mendengarku bangun di belakangnya. Dia pun menoleh menatapku, lalu berkata lagi di telepon.

"Aku masih ada urusan lain, jadi kututup dulu teleponnya."

Aku baru tersadar sedang menangis saat air mata yang dingin mengalir di pipiku dan masuk ke mulutku.

Hansen yang dulu selalu merasa iba setiap melihatku menangis kini menatapku dengan dingin dan sedikit tidak sabar.

"Kamu sebaiknya tinggal di vila untuk sementara waktu. Kamu baru boleh ke rumah sakit setelah operasi Lydia selesai."

Aku menyeka air mataku dan bertanya.

"Kamu mencintainya? Kamu bahkan nggak peduli kalau aku sampai mati?"

Hansen mengernyit dan menjawab dengan nada datar.

"Revina, jangan menggunakan kedok cinta untuk mengancamku dengan kematian."

"Kamu tahu aku benci diancam."

Hansen pun membungkuk, satu tangannya menopang di atas tempat tidur dan satu tangannya lagi memegang daguku. Dia berujar memperingatkanku.

"Sakitmu nggak selama adikmu. Dia hanya ingin hidup seperti orang normal. Kenapa kamu begitu egois? Apa kamu nggak bisa menunggu ginjal berikutnya?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayangan Luka di Balik Seragam Putih
7.9
Demi membersihkan nama baik sang adik yang tewas dalam fitnah, Aldian menyelidiki seorang guru bereputasi bersih yang ternyata menyimpan rahasia kelam. Di tengah misi balas dendam itu, ia bertemu Aluna, putri guru tersebut yang hidupnya tertekan oleh ambisi sang ibu. Meski awalnya berniat memanfaatkan Aluna, Aldian menyadari gadis itu juga memendam luka yang sama. Kini, ia bimbang antara menuntaskan dendamnya atau memilih cinta yang tumbuh di tengah kebenaran pahit.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil membawa pulang patung beruang yang ia temukan di jalan tanpa tahu rahasia di baliknya. Benda mati itu sebenarnya adalah wujud lain dari seorang pria muda yang sangat kuat. Melinda terus merawatnya dengan tulus hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang menawan. Keadaan mulai berubah saat ketegangan melanda hubungan mereka yang tidak biasa ini. Akankah kisah cinta unik antara manusia biasa dan sang dewa dapat bersatu dalam kebahagiaan?
Sampul Novel Gadis Nakal Sang Bidadari Surga
7.9
Ayana, ketua geng motor pemberontak The Wild Ants, dipaksa masuk pesantren oleh ayahnya agar jera. Namun, di sana ia justru dihadapkan pada kenyataan bahwa dirinya telah dijodohkan dengan Gus Farhan, anak pemilik pesantren tersebut. Wasiat terakhir mendiang ibunya membuat Ayana tak mampu menolak rencana pernikahan ini. Kini, sang ratu jalanan harus beradaptasi dengan dunia religi yang asing serta takdir pernikahan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Sampul Novel GAIRAH SANG MAFIA.
9.6
Hidup Veronika hancur seketika akibat pengkhianatan sang kekasih dan tindakan orang tuanya yang menjadikannya jaminan hutang. Kini, ia terkurung dalam kuasa seorang bos mafia kejam yang merenggut kemerdekaannya. Terjebak dalam situasi yang menyesakkan bak penjara, Veronika tidak memiliki pilihan lain demi merebut kembali kebebasannya. Ia terpaksa menyerahkan kesuciannya kepada sang penguasa kegelapan. Inilah kisah penuh intrik, pengkhianatan, dan gairah berbahaya.
Sampul Novel Istri Muda
8.7
Elang dihadapkan pada pilihan sulit saat terpaksa menikahi Huri demi melunasi utang sang ibu kepada orang tua gadis tersebut. Padahal, ia telah memiliki istri sah bernama Kiya. Kehidupan Elang pun berubah total demi membagi keadilan bagi kedua istrinya. Mampukah ia menjaga keutuhan rumah tangga barunya dan menjadi suami yang bertanggung jawab bagi Kiya dan Huri sekaligus tanpa memicu kehancuran dalam pernikahan mereka?
Sampul Novel Love in Campus
9.4
Hilda tampak layaknya mahasiswi biasa yang kerap berkumpul bersama dua sahabat dekatnya. Namun, di balik kebersamaan itu, tersimpan rahasia gelap yang tak pernah terduga. Tanpa ada satu orang pun yang tahu, ia menjalani kehidupan ganda sebagai pacar simpanan seorang profesor di kampusnya, sekaligus menjadi pemuas hasrat lelaki lain. Apakah motif sesungguhnya dari keputusan berbahaya ini? Ikuti kisah hidupnya yang sarat intrik dan sisi dewasa tersembunyi.