APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tunangan yang Membiarkannya Mati

Tunangan yang Membiarkannya Mati

Dalam badai salju yang membekukan, tunanganku tega mengkhianatiku dan membiarkanku sekarat. Demi Karin, dia merampas telepon satelit serta selimut pintar buatanku. Karin bahkan merobek bajuku dengan kapak es sambil mengejekku, sebelum mereka membuangku ke lubang salju. Mereka mengira aku telah habis. Namun, mereka salah besar. Di balik lengan bajuku, tersimpan pemancar darurat rahasia yang siap kuaktifkan demi bertahan hidup dan membalas semuanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Angin melolong, simfoni duka untuk kematianku yang akan datang. Lampu merah kecil dari suar itu adalah janji rahasia, tetapi janji yang memudar setiap detiknya. Waktu adalah musuhku. Dingin adalah algojoku.

Kata-kata Karin bergema di benakku, mantra kejam pengkhianatan. Dia senang melakukannya.

Sobekan di pakaianku adalah luka menganga. Cangkang GORE-TEX, penghalang tahan air dan tahan angin yang merupakan garis pertahanan terakhirku, telah rusak. Lapisan dasarku sekarang terbuka, dengan cepat menjadi jenuh oleh salju halus yang tertiup angin. Aku bisa merasakan kelembapan berubah menjadi es di kulitku.

Hidupku diukur dalam hitungan menit.

Suara samar salju yang berderak membuatku memaksa kelopak mataku yang berat untuk terbuka. Itu Bram dan yang lainnya, kembali dari tenda utama. Untuk sesaat yang liar dan gila, secercah harapan menyala di dadaku. Dia kembali untukku.

Lalu aku melihat wajahnya.

Karin bergelayut di lengannya, menangis dengan teatrikal. "Dia menyerangku, Bram! Aku hanya pergi untuk memeriksanya, dan dia menerjangku dengan kapak esnya! Dia sudah gila!"

Kapak esku. Yang dia gunakan untuk merobek pakaianku. Yang baru saja dia lemparkan di sampingku. Benda itu tergeletak di salju, sepotong bukti bisu yang memberatkan yang diputarbalikkan menjadi senjata untuk melawanku.

"Apa-apaan ini?" raung Bram, matanya tertuju pada robekan di jaketku. Dia melihat sobekan itu bukan sebagai luka fana, tetapi sebagai bukti kegilaanku.

"Dia melakukannya sendiri!" sahut pendaki lain. "Dia mencoba menjebak Karin!"

Aku mencoba berbicara, untuk menyangkalnya. "Dia... dia yang merobeknya..." Kata-kata itu keluar sebagai serak beku, hilang ditelan angin.

Bram tidak mendengarku. Atau dia tidak mau. Dia melihat dari wajah Karin yang berlinang air mata ke wujudku yang hancur, dan keputusannya seketika dan mutlak.

Tatapan matanya adalah hal yang akhirnya menghancurkanku. Bukan kemarahan. Bukan kebingungan. Itu adalah kepastian yang dingin dan keras. Dia memercayainya. Dia menatapku, tunangannya, wanita yang seharusnya dia cintai dan lindungi, dan dia melihat monster.

"Kamu selalu cemburu pada siapa pun yang kuperhatikan," geramnya, suaranya penuh racun. "Tapi ini? Ini keterlaluan, bahkan untukmu."

"Dia tidak cocok untuk tekanan setinggi ini," kata orang lain dengan mengangkat bahu acuh tak acuh. "Selalu ingin jadi bintang. Tidak tahan kalau ada wajah baru yang cantik mendapat perhatian."

"Sangat tidak profesional," tambah suara lain. "Benar-benar gila."

Kata-kata itu menghantamku, masing-masing seperti pukulan fisik. Mereka membangun narasi di sekitarku, sangkar kebohongan yang terlalu lemah untuk kudobrak.

Bram berlutut di samping Karin, membungkus selimut pintarku lebih erat di sekelilingnya. "Tidak apa-apa, sayang," gumamnya, suaranya kental dengan kelembutan yang tidak pernah dia tunjukkan padaku selama bertahun-tahun. "Aku di sini. Aku tidak akan membiarkannya menyakitimu."

Panggilan sayang itu, begitu santai, begitu intim, adalah putaran terakhir dari pisau itu.

Karin terisak, membenamkan wajahnya di dada Bram. Tapi dari balik bahunya, matanya bertemu dengan mataku. Mata itu berkilauan dengan kemenangan.

"Kamu adalah beban, Lina," kata Bram, suaranya datar dan tanpa emosi. Dia berdiri, menatapku seolah-olah aku adalah peralatan rusak yang harus dibuang. "Kamu bahaya bagi tim dan bahaya bagi dirimu sendiri."

Harapanku, secercah kecil yang bodoh itu, mati sepenuhnya. Tidak ada kesalahpahaman untuk diluruskan. Tidak ada cinta yang tersisa untuk dimohon. Yang ada hanyalah kenyataan dingin dan keras dari penghinaannya.

Aku merosot kembali ke salju, sisa-sisa perlawananku terkuras habis. Dingin kini menjadi penghiburan, janji akhir dari rasa sakit.

"Saya adalah Manajer Proyek," umum Bram, suaranya mengambil nada resmi dan berwibawa untuk didengar yang lain. "Dan saya secara resmi mencabut izin Alina Grahita untuk ekspedisi ini. Dia harus tetap di sini sampai kita bisa mengatur evakuasinya."

Dia meresmikan hukuman matiku.

Gelombang pusing baru menyapuku, dan dunia mulai kabur. Tubuhku menyerah.

Aku jatuh, jatuh ke dalam jurang putih yang dalam.

Tepat saat kesadaranku mulai memudar, suara baru menembus deru badai. Suara yang tidak seharusnya ada di sini, suara berdebar ritmis yang semakin keras.

Debum. Debum. Debum.

Helikopter.

---

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DIGILIR PREMAN (Istriku Dibawa Kabur)
9.7
Hidup Jovan hancur seketika saat keluarga dan harga dirinya direnggut. Lewat petunjuk dari sebuah surat misterius, ia terseret ke dalam pusaran dendam masa lalu yang kelam. Demi melacak keberadaan istrinya yang hilang misterius, Jovan harus bangkit dan melampaui batas kemampuannya saat melarikan diri. Inilah perjuangan keras seorang pria demi mengungkap kebenaran pahit di balik pengkhianatan besar yang telah merusak seluruh hidupnya.
Sampul Novel Janda Cantik Dan Psycopat Dingin
8.2
Enggan tenggelam dalam kepedihan setelah mendapati suaminya berselingkuh, seorang wanita memilih bangkit. Ia merancang pembalasan keji untuk menyiksa balik orang-orang yang mengkhianatinya. Di tengah rencana tersebut, hidupnya terusik oleh kehadiran pria misterius yang tidak diduga. Lelaki itu rupanya seorang psikopat berdarah dingin yang sangat terobsesi dan mencintainya. Akankah pertemuan ini memperlancar aksi balas dendamnya, atau justru membawa kehancuran?
Sampul Novel King Of King
8.2
Di Negeri Awan, selir keempat Kaisar Oro, Elisabet, melahirkan Starling saat bintang raksasa bersinar. Namun, hasutan kejam seorang dukun membuat Kaisar curiga bahwa bayi itu adalah anak Jenderal Robert. Sang penguasa pun didesak mengorbankan darah dagingnya sendiri sebagai tumbal demi kedamaian istana. Di tengah ancaman maut dari Oro, akankah hasrat berkuasa sang ayah melibas kasih sayangnya pada Starling?
Sampul Novel Monster Heart
8.9
Demi membalas dendam, jurnalis ambisius Alianna Monru memutuskan pulang. Namun, jalannya dihalangi sosok misterius yang ternyata pembunuh berantai pemilik kunci masa lalunya. Damian, sang pembunuh, mengenali Alianna sebagai gadis yang ia puja sejak sekolah. Ia sangat terpukul melihat pujaan hatinya kini berubah menjadi sosok yang penuh kebencian. Damian pun didera rasa bersalah yang mendalam, karena dialah dalang kehancuran hidup Alianna yang memicu dendam membara tersebut.
Sampul Novel Pedang Naga Siluman
9.5
Dibesarkan secara sederhana oleh Mbah Wiguna, Satya Wiguna tumbuh menjadi pemuda tangguh nan bersahaja. Bersama para sahabatnya, ia melakukan perjalanan lintas waktu ke masa lalu untuk menumpas kebatilan. Ketika kekuatannya berada di titik tertinggi, entitas alam gaib mengangkatnya sebagai panglima perang. Membawa kekuatan dahsyat Pedang Naga Siluman, Satya memikul tugas krusial demi menjaga dimensi moksa dan bumi dari ancaman invasi besar Raja Iblis yang haus kekuasaan.
Sampul Novel Pengabdian dan Cinta
9.7
Dua polisi tangguh, Ardi dan Bara, berjuang keras merubuhkan sindikat mafia yang kebal hukum. Namun, misi mereka gagal total setelah Bara tertembak dalam aksi pengintaian. Di tengah situasi kacau itu, Ardi menemukan kenyataan pahit bahwa gembong kriminal yang mereka incar, Arkana, adalah ayah kandungnya. Kini, ia terjebak di antara ikatan darah dan kewajibannya sebagai aparat. Demi hukum dan pengabdian, Ardi akhirnya terpaksa melepaskan tembakan fatal.