APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tujuh Tahun Menikah, Hanya Sia-Sia!

Tujuh Tahun Menikah, Hanya Sia-Sia!

Pernikahan Aksara Sanjaya dan Nareswari yang berjalan tujuh tahun terasa hampa tanpa kehadiran anak. Sang istri enggan mengandung karena takut merusak penampilan fisiknya, memicu keretakan dalam hubungan mereka. Di tengah situasi dingin ini, Aksara, sang CEO Sanjaya Corp, justru menemukan kenyamanan pada Rumi Kamila. Kepedulian serta kecerdasan sang sekretaris dalam mengurus segala kebutuhannya membuat hati Aksara luluh, hingga hubungan kerja mereka akhirnya melewati batas.
Bab
Bagikan

Bab 1

Dinding-dinding kaca di lantai teratas Gedung Sanjaya Corp memantulkan siluet kota Jakarta yang berdenyut di bawahnya. Namun, bagi Aksara Sanjaya, pemandangan itu terasa hampa. Di usianya yang ke-31, sebagai CEO dari perusahaan yang ia bangun dari nol, Aksara seharusnya merasa di puncak dunia. Namun, kekosongan di hatinya jauh lebih besar dari pencapaian profesionalnya.

Tujuh tahun yang lalu, ia menikahi Nareswari, wanita yang ia cintai dengan sepenuh hati. Mereka memulai bahtera rumah tangga dengan janji-janji manis, impian tentang keluarga, dan tawa yang mengisi setiap sudut rumah mereka. Namun, janji-janji itu kini bagai debu yang berterbangan, dan tawa itu telah lama mati.

Pernikahan mereka kini hanya sebuah kesepakatan yang tak terucap, sebuah rutinitas yang membosankan. Mereka tinggal di bawah atap yang sama, berbagi meja makan yang sama, tapi jiwa mereka terpisah ribuan mil. Komunikasi di antara mereka hanya sebatas urusan logistik-siapa yang akan menghadiri acara sosial, tagihan mana yang harus dibayar, dan kapan mereka akan pulang. Kata "cinta" dan "sayang" telah lama lenyap dari percakapan mereka, digantikan oleh kesunyian yang mencekam.

Alasan di balik keretakan ini adalah sesuatu yang Aksara tidak pernah bisa terima: Nareswari tidak mau memiliki anak. Bukan karena masalah medis, melainkan karena ia tidak ingin tubuhnya yang sempurna rusak oleh proses kehamilan dan melahirkan. "Tubuhku adalah asetku, Aksara. Aku tidak mau ada stretch mark atau perut kendur. Lagipula, anak hanya akan mengganggu kebebasan kita," adalah kalimat yang sering Nareswari lontarkan, yang menusuk hati Aksara setiap kali mendengarnya.

Bagi Aksara, impian memiliki keluarga kecil yang bahagia adalah segalanya. Ia membayangkan berlari-lari di halaman bersama anak-anaknya, melihat mereka tumbuh, dan merasakan cinta tanpa syarat yang hanya bisa diberikan oleh seorang anak. Namun, impian itu kini hanyalah ilusi. Ia menyadari, percuma saja ia membangun kerajaan bisnis jika ia pulang ke rumah yang kosong.

Kecemasan tentang rumah tangganya sering kali menggerogoti fokusnya di kantor. Aksara sering kali melamun, menatap kosong ke luar jendela, sementara tumpukan berkas di mejanya terus bertambah. Ia melupakan rapat penting, melewatkan panggilan telepon dari klien, dan hampir membuat kesalahan fatal dalam negosiasi besar.

Di tengah semua kekacauan itu, ada satu orang yang selalu menjadi penopang dan penyelamatnya: Rumi Kamila, sekretaris pribadinya. Rumi, dengan ketenangannya yang luar biasa dan otaknya yang brilian, selalu bisa membaca situasi. Saat Aksara melamun, Rumi akan dengan sigap mengingatkannya tentang jadwalnya. Saat Aksara lupa mengirim email penting, Rumi akan mengambil alih dan menyelesaikannya dengan sempurna.

Rumi tidak hanya cerdas, ia juga penuh empati. Ia tidak pernah bertanya tentang masalah pribadi Aksara, namun matanya yang hangat dan senyumnya yang tulus selalu menyampaikan pesan dukungan. Setiap pagi, Rumi akan menyiapkan kopi kesukaan Aksara persis seperti yang ia suka. Setiap kali Aksara terlihat lelah, Rumi akan datang dengan segelas air putih dan camilan sehat. Perhatian-perhatian kecil itu, yang tidak pernah ia dapatkan di rumah, mulai meresap ke dalam hati Aksara.

Suatu malam, Aksara masih berada di kantor hingga larut. Hujan deras mengguyur kota, dan suaranya membuat suasana semakin melankolis. Nareswari tidak menelepon, tidak juga mengirim pesan. Aksara hanya bisa membayangkan Nareswari sedang bersenang-senang di luar sana, tanpa memedulikan dirinya.

Tiba-tiba, pintu ruangannya terbuka. Rumi masuk dengan membawa dua cangkir teh hangat. "Ini untuk Anda, Pak Aksara. Hujan deras, jadi saya pikir teh bisa membuat Anda lebih rileks," ucap Rumi dengan lembut.

Aksara menatap Rumi. Di bawah cahaya lampu yang temaram, wajah Rumi terlihat damai. Tidak ada tuntutan, tidak ada paksaan, hanya perhatian murni. Malam itu, mereka mengobrol santai. Mereka membicarakan pekerjaan, impian, dan hal-hal kecil yang membuat hidup terasa lebih indah. Aksara merasa, untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ia tidak sendirian.

Perhatian Rumi menjadi candu bagi Aksara. Ia mulai sengaja berlama-lama di kantor, menunggu Rumi, mencari alasan untuk berinteraksi dengannya. Ia bahkan mengundangnya makan malam, awalnya dengan alasan pekerjaan, namun percakapan mereka selalu berujung pada hal-hal pribadi.

Di tengah perhatian yang tulus dan kasih sayang yang tumpah ruah dari Rumi, hati Aksara mulai goyah. Ia tahu, Rumi adalah batas yang seharusnya tidak ia lewati. Namun, kekosongan di hatinya begitu besar, dan kehadiran Rumi adalah satu-satunya hal yang bisa mengisinya. Di luar nalar dan janji pernikahannya, Aksara mulai melakukan hal-hal yang tidak seharusnya ia lakukan dengan sekretarisnya sendiri, Rumi Kamila.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta di Tengah Bahaya
9.2
Saat hamil lagi, sang istri menyerahkan seluruh tabungannya demi mendukung janji Arif Ravindra untuk berubah. Namun, ia justru mendapati kenyataan bahwa suaminya adalah bos mafia kaya raya yang memalsukan kemiskinan. Atas saran sahabat kecilnya, Lina Candra, Arif memilih menguji kesetiaan istrinya sekali lagi sebelum mengungkap identitas aslinya. Mengetahui cintanya selama ini hanya dijadikan bahan ujian dan dipenuhi kebohongan, sang istri memutuskan untuk pergi dan menolak hubungan tersebut.
Sampul Novel Dari Pengkhianatan Tebing ke Cinta yang Tak Terpatahkan
8.1
Clara dikhianati oleh suaminya, Marco, yang mendorongnya ke jurang saat piknik demi bersama selingkuhannya, Chika. Meski terluka parah, Clara selamat dan mendengar rencana licik Marco yang ingin memalsukan kematiannya. Di tengah keputusasaan, tekadnya untuk membalas dendam membara. Kehadiran Julian Suryo, miliarder sekaligus musuh bebuyutan suaminya yang datang menolong, menjadi titik balik bagi Clara. Bersama Julian, ia kini bersiap menghancurkan Marco.
Sampul Novel Dusta di Balik Janji
8.0
Divonis kanker hati setelah lima tahun menikah, Kathleen hancur saat tahu Joshua, suaminya, justru ingin mendonorkan hati demi selingkuhannya yang sudah punya anak. Enggan kalah dari pengkhianatan ini, Kathleen bertekad merebut kembali hak donor miliknya. Ia pun pergi ke Jaxperton untuk operasi dan meminta Joshua menjemputnya tiga hari lagi. Kepergian Kathleen ini seketika meninggalkan penyesalan dan keputusasaan yang sangat mendalam bagi suaminya.
Sampul Novel Jerat Cinta Tunangan Kejam
8.7
Nayla terus bertahan menghadapi sikap kasar Elvan, tunangannya yang selalu memprioritaskan Emma, sahabat perempuannya. Namun, kesabaran Nayla benar-benar diuji ketika Emma tiba-tiba menyatakan cinta kepada Elvan. Hal ini memicu kecemasan hebat dalam diri Nayla hingga ia meragukan masa depan mereka. Kini, ia harus memilih antara mempertahankan hubungan demi cinta atau mengakhirinya demi kedamaian batinnya.
Sampul Novel Kopi Es Tanpa Kafein
7.8
Saat dijemput, Kathy meminta suaminya yang berprofesi sebagai profesor, Jared, untuk membelikan kopi. Namun, Jared malah membawakan kopi tanpa kafein. Kecewa karena permintaannya diabaikan, Kathy langsung membuang minuman tersebut. Di depan Diana Riley, asisten baru suaminya, Kathy tanpa ragu meminta cerai. Walau Diana menganggapnya sepele dan Jared merasa sang istri bereaksi berlebihan, keputusan Kathy sudah bulat. Ia bertekad menyudahi pernikahan mereka dan siap membawa surat cerai esok hari.
Sampul Novel Takdir Perjanjian Pernikahan
8.8
Marsha dan William terpaksa menikah demi perjodohan, meski masing-masing mencintai orang lain. Awalnya menolak, takdir menyeret mereka ke dalam rumah tangga yang diwarnai kebencian dan perselisihan tiada akhir. Namun seiring waktu, perasaan cinta yang tak terduga mulai tumbuh di antara keduanya. Saat hati Marsha mulai goyah, William justru masih terjebak bayang masa lalu. Mampukah dua jiwa yang terluka ini bersatu dalam kebahagiaan sejati?