APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tujuh Hari Pembalasan Dendam Sang Istri

Tujuh Hari Pembalasan Dendam Sang Istri

Quinn tewas secara tragis tepat pada malam suaminya, Nash, pergi berkencan dengan selingkuhannya. Di gerbang kematian, Raja Neraka menganugerahkan waktu tujuh hari bagi Quinn untuk kembali ke dunia manusia guna menyelesaikan urusan terakhirnya. Quinn tidak meminta kekuatan atau kekayaan; ia hanya ingin bercerai dari Nash dan memutuskan semua hubungan masa lalu. Baik dalam hidup maupun mati, ia berharap takdir mereka berdua tidak akan pernah saling bersilangan lagi.
Bab
Bagikan

Bab 6

Suara itu tidak keras, tetapi cukup untuk membuat seluruh lobi menjadi sunyi senyap. Banyak orang kembali mengintip dengan rasa penasaran untuk menyaksikan drama ini.

Tatapan demi tatapan tertuju ke arah Quinn yang menggenggam erat surat perjanjian cerai. Meskipun begitu, sorot matanya justru semakin tegas.

Ekspresi Nash sontak membeku. Dia mengepalkan tangannya, menahan emosi sambil bertanya, "Quinn, kamu yakin mau seperti ini?"

Quinn menyeka air matanya dan menatapnya langsung. "Mau berapa kali pun kamu tanya, jawabanku nggak akan pernah berubah. Kamu hanya perlu tanda tangan, lalu kita bisa saling melepaskan."

Nash tidak menjawab. Matanya menatap wajah Quinn lekat-lekat. Aura sedingin es itu sungguh menyesakkan napas.

Melihat itu, Sachi merasa bersemangat. Dia segera ikut memperkeruh suasana. Tangan mungilnya yang lembut menggenggam kerah baju Nash, ekspresinya tampak menyedihkan.

"Kak Nash, turunin aku saja .... Semua salahku. Tolong jangan bertengkar sama Kak Quinn ya!"

Tangisannya seperti cambuk yang mencabik saraf Quinn. Quinn hanya tertawa sinis. "Pak Nash, tandatangani saja. Gadis kecilmu sangat membutuhkanmu."

Panggilan "Pak Nash" benar-benar memicu kemarahan Nash. Wajahnya memucat, lalu dia tertawa. "Oke! Quinn, kamu benaran ingin cerai, 'kan? Jangan nyesal nanti!"

Quinn memejamkan mata, suaranya tegas. "Aku nggak akan nyesal!"

"Oke! Kalau begitu, kita cerai!" Nash segera menurunkan Sachi, lalu merebut surat itu dari tangan Quinn dengan kasar. Kepalan tangannya sampai berbunyi karena terlalu kuat.

Suara dinginnya bagaikan pisau yang mengiris tulang dan daging Quinn. Air matanya hampir jatuh lagi. Namun, dia tetap memaksakan diri untuk bertahan, lalu tersenyum ke arah resepsionis. "Boleh pinjam pulpen? Terima kasih."

"Eh ... iya!" Resepsionis hendak menyerahkan pulpen, tetapi saat melihat mata Nash yang merah menyala dan menakutkan, dia langsung menarik tangannya kembali.

Dengan suara bergetar, dia berkata, "Maaf ... aku nggak punya pulpen."

Quinn hendak memutar langkah untuk mengambil sendiri, tetapi tiba-tiba terdengar bunyi barang jatuh. Sebuah pulpen jatuh dari tas Sachi.

"Ah! Maaf! Aku nggak sengaja!" kata Sachi dengan wajah panik, meskipun tak berusaha sedikit pun untuk memungut pulpen itu.

Quinn langsung mengambil pulpen itu dan menyodorkannya kepada Nash. Suaranya dingin. "Silakan ditandatangani."

Tatapan semua orang kini terpusat pada Nash. Mereka bisa melihat dengan jelas bahwa Nash sebenarnya tidak ingin bercerai. Semua yang dikatakannya tadi hanya karena emosi sesaat. Akan tetapi, dia tidak bisa menarik kata-katanya kembali.

Nash menatap pulpen itu. Ekspresinya tiba-tiba berubah bengis. Dia merampas pulpen itu dan melemparkannya ke tempat sampah, lalu berbalik memarahi Sachi, "Siapa yang suruh kamu bawa pulpen?"

Mata Sachi langsung memerah. "Katamu hari ini ada pertemuan penting, jadi aku bawa buat jaga-jaga."

Hati Nash langsung luluh. Dia menarik napas panjang, lalu kembali menatap Quinn. Dengan wajah suram, dia merobek surat perjanjian cerai itu menjadi serpihan.

"Kalau mau cerai, boleh. Tapi, isi surat ini bermasalah. Aku akan minta pengacara buatkan yang benar. Nanti aku kabari."

Quinn tahu itu hanya alasan. Dia menggeleng dan berkata, "Kalau begitu, panggil saja pengacaranya sekarang. Aku nggak minta sepeser pun dari hartamu. Aku akan keluar tanpa membawa apa pun. Aku cuma ingin memutus semua hubungan ini secepat mungkin!"

Nash mencengkeram bahu Quinn dengan erat, memaksanya mendekat. Kini, matanya benar-benar merah. "Quinn, kamu sadar nggak dengan apa yang kamu katakan? Kalau kamu pergi dariku, gimana kamu bisa hidup? Kamu sudah pikirin semua itu?"

Air mata membasahi bulu mata panjangnya. Kesedihan di mata Quinn begitu dalam seperti samudra.

Dengan suara pelan yang hanya mereka berdua bisa dengar, dia menimpali, "Sudah kubilang, aku ini sudah mati. Sekarang waktuku hanya tersisa lima hari lagi."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bulan di Darah Awan
9.8
Cahaya merah abadi kini menyelimuti dunia, membawa penderitaan darah dan kesedihan mendalam. Di tengah perjuangan menjaga kewarasan, sebuah pertemuan singkat justru membuka kembali luka lama. Meski ada ikatan yang terasa berbeda, kebencian masa lalu menciptakan atmosfer menyesakkan. Rahasia yang terpendam memicu amarah besar hingga hubungan yang baru terjalin ini terancam hancur, menyisakan rasa sesak yang tak terlukiskan.
Sampul Novel CANDIKALA
9.2
Hidup Halimah berubah mencekam saat ia tiba-tiba mampu melihat dimensi gaib mengerikan dan para calon tumbal yang terancam mati. Kemampuan misterius ini membawanya pada dilema batin yang gelap: apakah ia harus ikut memburu tumbal demi bertahan hidup? Di tengah teror yang terus mengintai, Halimah harus berjuang keras mengungkap rahasia kutukan kuno tersebut sekaligus menemukan jalan keluar untuk menyelamatkan jiwanya dari ancaman maut.
Sampul Novel Cinta Dari Masalalu
9.7
Setelah sebelas tahun berlalu, perasaan Ratih kepada Arsenna, teman SMA yang pernah ia cintai, mendadak terusik kembali akibat sebuah pertemuan tidak terduga. Hubungan mereka kian rumit saat mimpi-mimpi aneh yang saling terhubung mulai datang secara misterius. Berada di batas antara kenyataan dan dunia fantasi yang tidak biasa, mampukah keduanya memahami takdir ini? Simak perjuangan Ratih dan Arsenna mengungkap ikatan masa lalu mereka agar bisa bersatu di masa kini.
Sampul Novel Dicintai Iblis Betina
8.2
Sebelum lenyap diiringi bau busuk menyengat, sebuah sumpah reinkarnasi terucap. Dalam keputusasaan, Jacob menemui dukun sakti demi menghidupkan arwah kekasihnya. Malangnya, ia justru terjebak tipu muslihat ratu iblis yang licik. Hubungan mereka berkembang sangat jauh hingga terjerumus dalam gairah terlarang di ranjang. Kini, Jacob harus menanggung konsekuensi mengerikan akibat cinta gelap yang menjeratnya.
Sampul Novel Dikhianati Sahabat Kecil, Aku Menikahi CEO Mandul
8.9
Setelah tewas mengenaskan akibat dikhianati oleh kakaknya sendiri dan ditinggalkan oleh pria yang ia cintai, sang protagonis mendapatkan kesempatan kedua. Ia terbangun di hari penentuan pernikahan mereka kembali. Alih-alih memperebutkan Zony yang ternyata diam-diam mencintai kakaknya, ia memutuskan untuk mengambil langkah berbeda. Tanpa ragu, ia menerima lamaran Gunawan, seorang CEO yang dikenal tidak bisa memiliki keturunan. Keputusan ini mengubah segalanya, hingga membuat mantan kekasihnya bersujud memohon penyesalan.
Sampul Novel Gue Bukan P*****
9.0
Dana terjebak dalam dilema moral yang menyiksa akibat perintah sistem aneh yang mengikatnya. Kemarahannya memuncak saat sistem menargetkan gadis di bawah umur untuk misi tertentu. Meski sangat muak dan menolak keras tuduhan sebagai pedofil, ia tidak berdaya melawan otoritas tersebut. Sambil meratapi nasib tragisnya, Dana terpaksa mengikuti alur permainan gila ini tanpa bisa menghindar sedikit pun.