APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tujuan Dibalik Pernikahan

Tujuan Dibalik Pernikahan

Malam pengantin Karmila Anggraini hancur seketika. Edward, lelaki yang ia bela mati-matian dari tentangan keluarga, tiba-tiba berubah dingin dan menolaknya setelah ijab qobul. Perjuangan keras Mila demi cinta justru berujung pada penolakan menyakitkan. Sikap drastis sang suami menyisakan luka dalam sekaligus teka-teki besar. Apa sebenarnya tujuan Edward menikahinya? Sanggupkah Mila bertahan menghadapi misteri pernikahan ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Flashback On

Sebulan sebelum pernikahan Mila dan Edward berlangsung, Mila melakukan hal yang luar biasa. Setiap harinya, ia mengintai ke mana pun abangnya pergi, dengan tujuan agar mendapatkan restu darinya.

Baginya, izin dan restu dari abangnya sangatlah penting, walaupun ia sudah mengantongi restu dari sang ayah.

Mila sangat menyayangi dan menghormati abangnya, karena Nathan selalu memanjakannya dengan kasih sayang dan perhatian.

“Bang, ayo dong. Restuin aku sama mas Edward.” rengek Mila mengekori Nathan yang sedang memasak mie instan.

“Enggak! Udah sana, Abang lagi masak nih.”

Mila tetap berdiri di belakang abangnya sambil bergelayut manja.

“Aku yang masakin yah.”

“Enggak usah, Abang bisa sendiri.”

Mila mengambil bungkus mie instan itu dan memasukan mie nya ke dalam panci berisi air panas.

“Abang enggak sayang ya sama Mila?”

Mila sambil mengaduk-ngaduk mie tersebut.

“Justru karena Abang sama kamu, makanya Abang enggak ijinin kamu nikah sama dia.”

Nathan tahu betul bagaimana sikap dan sifat Edward, karena mereka dulu sempat dekat bahkan bersahabat saat jaman sekolah dan kuliah. Hingga suatu hal yang membuat hubungan keduanya merenggang.

“Kamu itu terlalu berharga buat pria brengsek seperti dia.”

“Sensor, Bang. Enggak boleh ngatain orang dan ngomong kasar.”

“Tapi emang benar, dia itu buaya.”

“Ya udah, Mila mau kok jadi pawangnya. Mas Edward bilang dia itu udah capek berpetualang, dan sekarang dia udah yakin hanya ingin singgah di hati Mila.”

Nathan berdecak kesal, lalu mematikan kompor dan mengangkat mie yang telah matang.

“Kalau mau jadi pawang buaya, nanti Abang daftarin ke kebun binatang.”

Mila semakin geram dengan abangnya.

“Bang, Mila serius. Mila itu udah jatuh cinta banget sama mas Edward, begitu juga mas Edward. Jadi tolong restuin hubungan kita dan jangan pisahin Mila sama mas Edward.”

“Halah, sok tau kamu. Masih kecil mana tau tentang cinta-cintaan.” sungut Nathan yang sudah duduk di meja makan dan bersiap menyantap mie rebus buatannya.

“Siapa bilang Mila masih kecil. Umur Mila itu sudah 23 tahun sudah dewasa dan sudah siap menjadi seorang ibu.”

“Tapi enggak sama Edward.”

Mila bingung harus bagaimana lagi meyakinkan abangnya kalau Edward benar-benar serius padanya. Karena kalau Nathan tidak mengizinkannya maka Ibun juga tidak akan mengizinkan Mila menikah dengan Edward.

Lain halnya dengan Ayah yang sudah langsung merestui hubungan Mila dan Edward.

“Pokoknya kalau Abang tetap enggak mau restui hubungan Mila sama mas Edward, Mila mau pergi aja dari rumah dan enggak akan balik lagi. Dan jangan cari-cari Mila.”

“Coba aja, emangnya kamu berani.” tantang Nathan.

“Beranilah.”

“Ya udah lakuin aja. Tidur aja kadang masih suka minta di temenin, ini ngadi-ngadi mau kabur.”

“Iih, Abang nyebelin banget sih.”

Mila merajuk dengan mengerucutkan bibirnya. Nathan cuek saja sambil menyeruput mie rebusnya.

“Ya udah kalau gitu Mila bunuh diri aja nih.”

Mila mengambil garpu di mangkok Nathan lalu mengarahkannya ke leher Mila.

Nathan tersedak makanannya dan segera mengambil air minum.

“Mila! Jangan ngaco deh kamu.” Nathan merebut garpu dari tangan adiknya.

“Mila serius, Bang! Hiks.. hiks..”

Mila mengeluarkan jurus mautnya dengan air mata buaya.

Nathan menghela nafas lelah, sebenarnya ia tidak rela melihat Mila bersedih tapi lebih tidak rela lagi jika Mila harus bersanding dengan Edward maupun pria lain.

“Ada apa sih ini ribut-ribut?” tegur Ayah yang baru keluar dari kamar.

“Lho anak kesayangan Ibun kenapa nangis?” Ibun memeluk Mila yang sedang merajuk pada Nathan.

“Ayah, Abang nih masih belum mau restuin hubungan Mila sama mas Edward.”

“Bang, kamu jangan gitu dong. Udah kasih aja restu, lagi pula kamu itu kan temannya Edward masa enggak percaya.”

“Justru karena aku temannya jadi aku tahu betul bagaimana sifat Edward.”

“Wah, kamu jangan merusak kebahagiaan Ayah dong yang ingin berbesanan dengan keluarga konglomerat.”

“Ayah ini, apa sih? Kita harus lihat juga dong pria yang akan menikahi anak kita itu bagaimana orangnya.”

“Tapi Bun, kalau Edward tidak serius dengan Mila, kenapa dia langsung melamar dan ingin secepatnya menjadikan Mila istrinya?”

Ibun sebenarnya setuju saja Mila menikah dengan Edward tapi entah mengapa hatinya yang lain seakan tidak rela melepaskan Mila pada Edward.

Lain halnya dengan Ayah yang benar-benar sudah setuju seratus persen tanpa pertimbangan.

Mila berpindah duduk di samping Nathan lalu memeluk erat tubuh pria itu.

“Bang, Mila mohon. Walaupun Ayah sudah merestui hubungan Mila tapi bagi Mila restu Abang juga sangat penting.”

Nathan terdiam bergeming, lalu ia memejamkan matanya dan sejurus kemudian air mata keluar dari kedua sudut netra hazelnya, tanpa Mila tahu.

“Sampai kapan pun Abang tidak akan rela Mila menikah dengan Edward.” Atau dengan pria mana pun, sambungnya dalam hati.

Flashback Off

=========

Dengan perasaan kesal dan gelisah yang memenuhi hatinya, Edward keluar dari kamar menuju anak tangga untuk menuju kamar maminya. Awalnya, ia merasa ragu apakah Mila benar-benar akan tidur di kamar ibunya. Namun, mengingat kedekatan Mila dengan ibunya, kemungkinan besar ia benar-benar berada di sana.

Dengan hati yang berdebar, Edward menghampiri pintu kamar maminya dan ragu-ragu mengetuknya.

Tok..

Tok..

Tok..

“Mih!” panggilnya. Namun belum juga ada sahutan dari dalam.

“Mami!” panggilnya lagi sambil mengetuk pintu kamar.

Tak lama kemudian Jessica membuka pintu dengan mata yang sayup-sayup mengantuk.

“Ada apa, Ed?” tanya Jessica.

Melihat sang mami yang bersikap biasa saja, maka Edward mengambil kesimpulan jika Mila tidak datang ke kamar maminya.

Edward menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Ehm.. itu Mih, aku bingung malam pertama untuk pengantin baru harus apa ya?” kilah Edward, memilih untuk berbohong dari pada nanti heboh karena si pengantin wanita kabur di malam pengantin.

Jessica tergelak dan menjadi segar kembali.

“Kamu ini bagaimana sih, Ed? Masa yang seperti itu harus di ajarkan. Yang jelas kamu harus bersikap baik pada istrimu dan jangan main kasar. Pelan-pelan saja.” Mami Jessica menginterupsi.

“Owhh, hehe. Maaf ya, Mih. Sudah mengganggu waktu istirahat Mami.”

Edward memutuskan untuk kembali ke kamar saja. Setelah mengecek keberadaan Mila yang tidak ada di kamar sang mami sedikit membuatnya lega. Setidaknya wanita itu tidak membuat Mami marah padanya.

“Sayang, semangat!” teriak Mami.

Edward menampilkan senyumnya dengan terpaksa.

Bukannya Edward tidak tahu apa yang harus ia lakukan di malam pertama, tapi memang pria itu tidak mau melakukannya dengan Mila. Bukan karena tubuh wanita itu tidak seksi tapi memang itulah tujuan Edward menikahinya untuk tidak menyentuhnya meskipun mereka sekarang adalah pasangan halal.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Buta Pembawa Petaka
9.6
Sebuah panggilan misterius dari pengembang properti mengusik ketenangan hidupku. Mereka mengeluhkan kegaduhan malam pernikahan yang dituduhkan terjadi di rumahku, meski aku sebenarnya tidak memiliki pasangan. Demi membuktikan keluhan tetangga, mereka mengirimkan rekaman pengawas. Kejanggalan mengerikan pun terungkap; video itu memperlihatkan prosesi iringan pengantin yang meriah di lorong rumah. Sosok mempelai pria di sana sangat kukenal, ia adalah mantan kekasihku yang sudah berpisah sejak dua setengah tahun lalu.
Sampul Novel Dendam seorang Janda
9.5
Kehidupan Mutia hancur setelah suaminya tewas dalam kecelakaan. Alih-alih mendapat simpati, ia malah difitnah menggoda pria beristri oleh keluarga mendiang suaminya, lalu diusir hingga mengalami insiden tragis yang merusak wajahnya. Lewat operasi rekonstruksi wajah, Mutia terlahir kembali dengan identitas baru. Kini, ia siap menuntut keadilan dan membalaskan dendamnya kepada setiap orang yang telah merusak hidupnya. Simak aksi berani Mutia dalam membalas rasa sakitnya.
Sampul Novel Identitas Ganda Suamiku
8.0
Demi segera menikah, Nadine memutuskan memilih pria yang diyakini telah bangkrut. Ia bahkan sudah bersiap bekerja keras demi menopang hidup mereka. Namun, serangkaian keajaiban aneh justru mulai berdatangan. Saat berniat membeli mobil murah, ia malah membawa pulang Porsche, disusul kepemilikan sebuah vila megah. Keberuntungan tiada henti ini rupanya bersumber dari suaminya yang penuh rahasia. Nadine pun tersadar bahwa suaminya adalah miliarder yang menyamar.
Sampul Novel Janda Cantik Dan Psycopat Dingin
8.2
Enggan tenggelam dalam kepedihan setelah mendapati suaminya berselingkuh, seorang wanita memilih bangkit. Ia merancang pembalasan keji untuk menyiksa balik orang-orang yang mengkhianatinya. Di tengah rencana tersebut, hidupnya terusik oleh kehadiran pria misterius yang tidak diduga. Lelaki itu rupanya seorang psikopat berdarah dingin yang sangat terobsesi dan mencintainya. Akankah pertemuan ini memperlancar aksi balas dendamnya, atau justru membawa kehancuran?
Sampul Novel Pernikahan Di Atas Dendam
9.5
Demi mengusut kematian sang ayah, Alesya bertekad membalas dendam pada Barra. Karena kekurangan bukti, ia mengambil langkah ekstrem dengan menikahi Edward, anak kandung Barra, agar bisa menyelidiki musuhnya dari dekat. Namun, pernikahan tanpa cinta ini membawa dilema baru. Akankah perasaan tulus perlahan tumbuh di antara mereka? Ataukah nyawa Alesya justru terancam habis di tangan Barra sebelum misteri itu terpecahkan?
Sampul Novel Why Make Me The Antagonist?
9.1
Demi menghindari kematian tragis di tangan Raja Iblis, Sallyana Jung yang bereinkarnasi sebagai tokoh antagonis memilih menjalankan misi Ratu Naga untuk mencari pangeran yang hilang. Upayanya mendekati para karakter utama berhasil mengubah takdirnya. Namun, ketenangannya kembali terusik saat Pemimpin Suci mengangkatnya sebagai murid. Di tengah obsesi putra Duke dan perubahan sikap sang heroine, sebuah rahasia besar terungkap bahwa Sally sebenarnya adalah titisan Dewi dari masa lalu.