APKDock Logo
Sampul Novel Cinta Tidak Direstui

Cinta Tidak Direstui

9.6 / 10.0
Sebagai dokter spesialis sukses dengan klinik pribadi, Risa Ayu Cahyaningrum tetap dipandang rendah oleh ibu kekasihnya yang seorang Mayor TNI. Statusnya sebagai anak petani dianggap tidak sepadan dengan martabat sang tentara. Risa pun harus berjuang keras membuktikan bahwa ketulusan cintanya melampaui perbedaan kasta sosial. Di tengah konflik keluarga yang pelik, kesabaran serta keteguhan hatinya benar-benar diuji demi meraih restu yang terhalang tembok derajat.

Cinta Tidak Direstui Bab 1

Risa Ayu Cahyaningrum menatap pantulan dirinya di cermin apartemennya. Dengan blazer putih yang rapi membalut tubuhnya, ia menghela napas panjang. Pikirannya berputar tentang pertemuan penting hari ini. Setelah hampir dua tahun menjalin hubungan dengan Bima, akhirnya ia diundang untuk bertemu keluarganya. Namun, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Dari cerita Bima, ibunya adalah sosok yang tegas, perfeksionis, dan memiliki standar tinggi dalam memilih pasangan hidup untuk anak semata wayangnya.

"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," Risa meyakinkan dirinya sendiri. "Aku dokter spesialis. Apa lagi yang kurang?"

Risa menyelesaikan riasannya dengan sederhana, menyemprotkan parfum favoritnya, lalu mengambil tas tangannya. Setelah memastikan semuanya siap, ia melangkah keluar dan menuju rumah keluarga Bima di kawasan elit Jakarta Selatan.

Rumah keluarga Bima megah, berdiri kokoh dengan pagar besi hitam yang dihiasi ornamen mewah. Saat mobil Risa berhenti di depan pintu, seorang asisten rumah tangga membukakan gerbang.

Asisten rumah tangga: "Selamat siang, Mbak Risa. Silakan masuk, Ibu sudah menunggu di ruang tamu."

Dengan senyuman sopan, Risa melangkah masuk. Di dalam, suasana rumah terasa dingin, bukan karena suhu ruangan, tetapi karena atmosfer formal yang memancar dari setiap sudutnya. Lukisan-lukisan mahal menghiasi dinding, dan lantai marmer mengkilap memantulkan cahaya dari lampu kristal di langit-langit.

Di ruang tamu, seorang wanita duduk dengan anggun di atas sofa berbahan kulit. Seragam dinas TNI berpangkat Mayor menghiasi tubuhnya. Wajahnya keras, namun tetap menunjukkan kecantikan seorang wanita yang berwibawa.

Ibu Bima: "Kamu Risa, ya?"

Risa tersenyum dan mengangguk sopan.

Risa: "Iya, Bu. Senang sekali akhirnya bisa bertemu dengan Ibu."

Ibu Bima mengangguk kecil, mengisyaratkan Risa untuk duduk. Ia menyesap teh di tangannya sebelum melanjutkan.

Ibu Bima: "Bima sering cerita tentang kamu. Katanya kamu dokter, ya?"

Risa: "Iya, Bu. Saya spesialis penyakit dalam. Saya bekerja di rumah sakit dan juga punya klinik sendiri."

Ibu Bima (tersenyum tipis): "Hebat. Pasti orangtua kamu bangga sekali, ya?"

Risa merasakan nada sinis yang samar, namun ia tetap menjaga senyumannya.

Risa: "Alhamdulillah, Bu. Orangtua saya selalu mendukung apa pun yang saya lakukan."

Ibu Bima (mendekatkan tubuhnya, nada suaranya lebih tegas): "Kalau boleh tahu, orangtua kamu kerja apa?"

Pertanyaan itu membuat Risa terdiam sejenak. Ia tahu pertanyaan ini akan muncul cepat atau lambat.

Risa: "Ayah saya seorang petani, Bu, di kampung halaman kami di Jawa Tengah."

Ibu Bima (menaikkan alis): "Petani?"

Risa melihat perubahan ekspresi di wajah Ibu Bima. Sekilas, ada tatapan meremehkan yang sulit disembunyikan.

Ibu Bima: "Hmm... Saya tidak bermaksud merendahkan, tapi saya selalu membayangkan anak saya menikah dengan seseorang dari keluarga yang setara, atau yang bisa memahami dunia kami."

Risa mencoba tetap tenang, meski hatinya mulai terasa panas.

Risa: "Saya paham, Bu. Tapi saya percaya bahwa cinta itu lebih penting daripada status sosial."

Ibu Bima: "Cinta saja tidak cukup, Risa. Menikah dengan seorang prajurit itu berat. Saya ingin Bima punya istri yang mengerti kehidupan kami. Mungkin seorang guru, bidan, atau perawat. Profesi yang lebih... sederhana dan sesuai."

Risa terdiam. Kata-kata itu menyakitkan, seolah-olah seluruh kerja kerasnya sebagai dokter tidak berarti apa-apa hanya karena ia berasal dari keluarga petani.

Suasana semakin tegang ketika Bima masuk ke ruangan.

Bima: "Ibu, apa yang Ibu bicarakan?"

Ibu Bima: "Kamu dengar sendiri, kan? Ibu hanya jujur. Menikah bukan hanya soal cinta, Bima."

Bima (dengan nada kesal): "Risa adalah wanita yang tepat untukku, Bu. Dia mandiri, pekerja keras, dan memiliki hati yang tulus."

Ibu Bima: "Tapi dia tidak memahami kehidupan seorang prajurit! Hidup kita tidak mudah, Bima. Kamu butuh seseorang yang bisa mendukungmu sepenuhnya, bukan hanya dengan cinta kosong."

Risa merasa hatinya seperti diremuk. Ia tidak pernah menyangka bahwa perjuangannya selama ini akan diremehkan hanya karena latar belakang keluarganya.

Risa: "Maaf, Bu. Saya rasa saya harus pergi. Terima kasih atas waktunya."

Ia berdiri, membungkuk sopan, lalu melangkah pergi sebelum air matanya jatuh.

Di luar, Risa berusaha menenangkan diri. Ia menatap ke langit, mencoba menahan emosinya. Namun, di dalam hatinya, ia bertekad bahwa ini belum selesai. Ia akan membuktikan bahwa dirinya layak, bukan hanya untuk Bima, tetapi juga untuk siapa pun yang meremehkannya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Cinta Tidak Direstui

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel AIR MATA PERNIKAHAN
8.8
Bella menghadapi kenyataan pahit saat Bara, suaminya, tega berselingkuh dengan Arum. Niatnya untuk bercerai terhalang oleh kondisi sang mertua yang sedang sakit parah, memaksa Bella tetap bertahan demi sebuah pengabdian. Penderitaannya kian memuncak ketika ia divonis mengidap kanker mematikan di tengah masa kehamilannya. Kini, di tengah pengkhianatan Bara yang makin terbuka, Bella harus berjuang keras demi janinnya. Sanggupkah ia bertahan dalam duka ini demi anak dan mertuanya?
Sampul Novel Bukan Istri pilihan
8.8
Demi menyelamatkan hari pernikahan, Leana terpaksa menggantikan Sasmita, kakaknya yang mendadak kabur. Ia pun terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta bersama Elvano Mahendra, pria dingin yang terus menyalahkannya. Sadar tak pernah diinginkan, kesabaran Leana akhirnya habis saat sang kakak kembali. Namun, ketika Leana menuntut perceraian, Elvano justru menolak melepaskannya meski sang kekasih lama telah pulang. Mengapa pria itu bersikeras mempertahankan pernikahan mereka?
Sampul Novel Hari-hari Dimanjakan Paman
8.7
Demi menghindari kencan buta yang buruk, Pamela nekat mencium pria asing tampan yang lebih tua bernama Agam. Tindakan ini membuat Agam menuntut pertanggungjawaban penuh. Pamela mencoba mengelabui Agam agar memejamkan mata lalu melarikan diri, tetapi rencananya gagal. Agam justru menangkap dan memanjakannya siang malam. Ketika Pamela kembali mencoba kabur, sang paman terus mengejarnya dan memastikan bahwa gadis itu tidak akan pernah bisa lolos dari genggamannya.
Sampul Novel Hati Biru Affa
8.6
Kepercayaan gadis 17 tahun itu hancur setelah dikhianati oleh sosok yang dianggapnya sebagai kakak sendiri. Rahasia terdalamnya dibalas luka perih saat ia menyaksikan sang kakak pergi bersama lelaki idamannya. Meski ada bantahan, amarah sang remaja memuncak hingga hampir berujung kekerasan fisik. Di tengah konflik tersebut, seorang teman pria hanya bisa terdiam melihat kehancuran persahabatan tulus mereka akibat asmara.
Sampul Novel Kupuaskan Nafsuku di Klub
8.2
Pasca putus cinta, hasrat besar yang dimiliki wanita ini tidak pernah lagi terpenuhi. Demi membantunya, sang sahabat mengajak dirinya bergabung ke sebuah klub lari malam yang tidak biasa, lengkap dengan celana khusus yang telah dipesan secara sengaja. Di tengah aktivitas yang sangat menguras tenaga tersebut, ia didera kelelahan hebat hingga kakinya lemas dan berulang kali memohon ampun. Saat mengira penderitaannya telah selesai, situasi mengejutkan terjadi ketika dua orang pria tiba-tiba melangkah masuk ke dalam tendanya.
Sampul Novel Mantan Gay Kaum Pelangi
8.9
Kepergian sang ayah membuat Leo kehilangan arah hingga terjerumus ke dunia kelam demi mengejar kasih sayang. Trauma masa lalu itu menyeretnya ke dalam hubungan sesama jenis. Sadar akan dosa, ia mendapat hidayah dan bertekad kuat untuk berhijrah. Namun, jalan pulang tidak mudah karena berbagai godaan masa lalu terus menguji imannya. Mampukah Leo tetap istiqomah, melepas identitas lamanya, dan membangun lembaran hidup baru yang normal?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan