APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tuan Muda Menginginkanku

Tuan Muda Menginginkanku

Hidup Bella Renee hancur setelah ayahnya, Chali Parthapat, wafat. Warisannya dirampas oleh Paeng, bibinya yang kejam. Demi bertahan hidup dari penderitaan, Bella bahkan harus membuang nama keluarganya. Keadaan mulai berubah saat ia bertemu dengan pewaris Newton Company, Sky Newton. Pertemuan ini memicu keberanian Bella untuk bangkit melawan. Kini, ia bertekad menguak rahasia kelam keluarga Paeng, merebut kembali haknya, dan membalas dendam.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Pergi! Pergilah dari rumah ini sejauh mungkin dan jangan pernah kembali!" Paeng melempar dua tas besar ke halaman rumah, sementara Charita kebingungan terhadap situasi yang terjadi.

"Apa, apa yang kau lakukan, Paeng? Kenapa kau mengemasi semua pakaianku serta milik putriku, lalu melemparnya seperti ini." Charita berlari untuk mengambil tas besar miliknya.

"Hey! Apa kau benar-benar bodoh sehingga tak tahu apa yang terjadi, Charita!" Paeng tertawa sombong, ekspresi jahatnya seperti ibu tiri dalam dongeng klasik.

"Katakan padaku apa maksudmu?"

Paeng mendekati Charita, wanita itu mendelik dengan suara rendah. "Kau benar-benar tidak tahu? Setelah kakakku meninggal, kau dan putrimu tak lagi bernilai di rumah ini, jadi sebaiknya pergi,  kalian bukan lagi bagian keluarga besar Parthatap." Ia terlihat sangat bengis saat mengatakannya.

"Tidak mungkin." Charita menolak mengerti. "Suamiku baru meninggal dua hari sebelumnya, lalu malam ini kau mengusir kami? Bukankah Chali menjadi pewaris tunggal atas rumah ini?"

"Hey, wanita bodoh. Kau tak bisa mengatakannya tanpa sebuah bukti, apa yang kau miliki sehingga seperti ini? Aku tegaskan kembali bahwa kau dan Bella tak menjadi bagian keluarga Parthatap lagi, kau mengerti?"

Charita menggeleng. "Chali pernah menunjukan padaku bahwa dia adalah pemilik tunggal rumah ini, bagaimana mungkin kau mengusir istri dan putrinya. Aku akan menghubungi pengacara keluarga."

Ketika Charita hendak menelepon seseorang, Paeng merebut ponsel, melemparnya ke tanah dan menginjak benda itu hingga bagian layar retak.

"Paeng! Kau sudah keterlaluan!" Charita menjerit panik.

Paeng tertawa, ia tak memiliki hati manusia sampai bersikap sangat jahat. "Kau baru sadar? Aku memang tak pernah menyukaimu sebagai kakak ipar, dan situasi seperti ini sudah lama aku tunggu."

Mata Charita berubah merah, ia hampir menangis saat memungut ponselnya yang rusak. "Bagaimana mungkin kau berubah seperti ini?"

"Sst. Diamlah, aku lelah bersandiwara."

Dari arah gerbang terlihat sebuah taksi berhenti, Bella muncul di sana, gadis itu baru saja mengikuti jam kuliah malam. Bella mengerutkan kening melihat ibu dan bibinya berada di halaman dengan situasi aneh.

"Apa yang sebenarnya terjadi sekarang?" Bella bergumam lirih, ia berlari menghampiri Charita, ternyata wanita itu sudah menangis. "Astaga, Bu. Apa yang terjadi? Kenapa Ibu menangis?"

"Baguslah kau akhirnya pulang, Bella." Paeng berbicara, ia tak menunjukan belas kasih pada mereka. "Cepat bawa ibumu pergi dari tempat ini."

Bella kebingungan. "Tapi kenapa? Untuk apa ibu pergi?"

"Bukan hanya ibumu, tapi kau juga harus mengikutinya. Enyahlah, aku sudah bosan melihat kalian tinggal di rumah ini." Paeng akan pergi, tapi Bella cepat mencegahnya, Paeng kesal dan menarik tangannya dari cekalan Bella. "Jangan menyentuhku!"

"Katakan padaku apa yang sudah terjadi, Bibi? Mengapa ibuku sampai menangis? Mengapa kau mengusir kami?"

"Kau belum mengerti?" Paeng melihat Charita. "Hey, kakak ipar. Seharusnya kau mengatakan sesuatu kepada putrimu, untuk apa menangis?"

"Tolong, Bibi. Katakan saja padaku apa yang terjadi." Bella memohon, ia sudah tak tahan melihat Charita menangis.

"Baiklah jika kau memaksa." Paeng menyeringai. "Mulai malam ini, kau dan ibumu bukanlah bagian keluarga besar Parthatap, aku mengusir kalian berdua, jadi lekaslah enyah dari tempat ini!" Suara Paeng meninggi pada bagian akhir.

"Mengusir?" Buku-buku tebal yang sempat didekap Bella akhirnya jatuh ke tanah, ia cukup terkejut mendengar semua itu. "Tapi, kenapa? Bukankah semua baik-baik saja? Apa salahku dan ibu sehingga Bibi melakukan ini?"

"Bella, sudahlah." Suara Charita terdengar, Bella menoleh dan menghampiri wanita itu.

"Tapi, Bu. Ada apa? Kenapa Bibi Paeng melakukan hal ini?"

Charita menggeleng, ia memilih memungut buku-buku milik Bella.

Suara klakson mobil terdengar dari arah gerbang, rupanya putri Paeng baru saja pulang, Balila Parthatap yang anggun.

Paeng tersenyum lebar ketika Balila turun dari mobil setelah supir membuka pintu untuknya, Balila terlahir lima bulan saat Bella menginjak usia setahun.

"Putriku yang cantik, akhirnya kau kembali." Paeng memeluk Balila dan mengecup keningnya. "Bagaimana harimu?"

"Semua baik-baik saja, Bu."

Balila tersentak melihat pemandangan aneh di depannya, Charita yang menangis dan Bella menatap nanar Paeng sekaligus Balila.

"Apa yang terjadi di sini?" Balila menatap Paeng. "Ada apa dengan mereka, Bu?"

Paeng mengajak Balila berhenti, ia mengangkat dagu dan kembali menatap Bella serta Charita penuh kebencian. "Mereka sudah tak layak tinggal di rumah ini, jadi seharusnya mereka pergi sejauh mungkin."

"Apa?" Balila terkejut. "Tapi, tapi untuk apa mengusirnya? Mereka adalah bagian keluarga Parthatap, Bu."

"Tidak lagi." Paeng menggeleng.

"Apa ayah tahu?"

"Kami sudah membicarakannya sejak hari kematian pamanmu."

"Kau sudah gila!" Charita tiba-tiba menjerit, ia bergerak cepat mendorong Paeng hingga adik iparnya tersungkur ke tanah. "Kau sangat jahat, Paeng! Kau sangat keji!"

"IBU!!!" Bella dan Balila kompak berteriak, Bella menarik Charita agar mundur, sementara Balila membantu ibunya supaya berdiri.

"Berani-beraninya kau melakukan itu!" Paeng tidak bisa menerima perilaku kasar Charita, ia mendekat dan berniat menampar kakak iparnya, tapi bukan wajah Charita yang berhasil tersentuh tangan Paeng, melainkan wajah Bella, gadis itu sudah berdiri siaga di depan Charita.

"Ibu!" Balila kembali berteriak, hatinya terlalu lembut untuk menyaksikan setiap hal buruk malam ini. "Sudah, Bu. Jangan memukul Kak Bella, tidak perlu sampai seperti ini." Ia menarik mundur Paeng.

Sementara Bella masih terdiam, ia tak bergerak meski wajahnya terasa panas, Charita memeluk Bella, ia kembali menangis kencang.

"Sudah, Bella. Sudah. Kau tak perlu seperti ini, kau tak pantas mendapatkannya, jika mereka memang menginginkan rumah ini, lepaskan saja, ibu bisa menerima semua ini. Jangan biarkan mereka menyakitimu, Nak."

"Aku hanya ingin mendengar alasannya, Bu. Apa sebelumnya ayah tahu tentang ini?"

Charita menggeleng. "Kita harus pergi sekarang, ibu tak ingin melihatmu diperlakukan kasar lagi. Sudah cukup, Bella. Ibu mengerti."

"Pergi kalian! Enyah dari rumah ini! Aku dan suamiku takkan membiarkan kalian kembali lagi, pergi sejauh mungkin!" Paeng berteriak dan mendelik, ia menunjuk gerbang, bahkan supir tak berani melawan Paeng, pria itu hanya bisa menyaksikan saat Charita terus memaksa Bella agar mereka pergi.

"Ibu baik-baik saja, Bella. Percayalah, kita akan baik-baik saja." Charita berusaha membuat Bella mengalah, tanpa banyak bicara gadis itu mengikuti keinginan sang ibu, mereka pergi berbekal dua tas besar tanpa tahu lebih banyak alasan sebenarnya dari pengusiran paksa malam ini.

Sesaat langkah Bella berhenti di balik gerbang, ia melihat Paeng terakhir kali sebelum wanita itu mengajak Balila masuk ke dalam rumah yang sudah dua puluh tahun lebih menjadi tempat tinggal Bella.

"Bu, apa yang harus kita lakukan setelah ini? Di mana kita akan tinggal?"

Pertanyaan klasik yang membuat Charita menarik napas panjang.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Memberi Ampun: Mantan yang Berlutut
9.6
Grace Bennett menyaksikan sendiri pengkhianatan Adrian Carter di mobil mereka. Bukannya meminta maaf, sang suami justru meremehkan pernikahan kontrak mereka. Tak tinggal diam, Grace membalas dengan membekukan bisnis bernilai miliaran dolar milik Adrian dan menceraikannya secara terbuka. Meski Adrian memohon sambil berlutut, Grace tetap pergi bersama Ethan, putranya. Ia melangkah ke masa depan bersama pria lain dan mengabaikan sang mantan.
Sampul Novel Cintamu Dibayar Dengan Surat
8.3
Akibat sebuah insiden fatal, Rio terpaksa menikahi Sintia Wijaya. Tiga tahun pernikahan berjalan tanpa cinta, Rio bahkan memilih menikahi Clara, mantan kekasihnya. Ia sangat membenci Sintia yang dituduh memanfaatkan kekayaannya demi pengobatan sang ibu, hingga tega menolak mengakui Dika sebagai anak kandungnya. Namun, badai besar mulai mengguncang rumah tangga mereka ketika istri kedua Rio datang membawa sebuah surat perjanjian rahasia yang tak terduga.
Sampul Novel Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua
8.7
Keira hancur saat bisnisnya hampir pailit dan sang tunangan memilih berselingkuh dengan perempuan berharta. Di puncak keputusasaan, ia menenggelamkan diri dalam alkohol di sebuah kelab malam. Tak disangka, malam itu membawanya terbangun di ranjang yang sama dengan Aksel Sanjaya, atasan sekaligus CEO dingin di tempatnya bekerja. Keira dan Aksel kini terperangkap dalam konsekuensi rumit akibat peristiwa tak terduga tersebut. Mampukah keduanya menjalani perubahan hidup yang drastis ini?
Sampul Novel Kau Bukan Sahabatku-Kau Perusak Rumah Tanggaku
9.5
Empat tahun membina rumah tangga dengan CEO sukses bernama Dimas Satria, Putri Wijaya merasa hidupnya sangat bahagia. Namun, dunianya yang tenang mendadak hancur setelah sebuah rekaman video mengungkap perselingkuhan sang suami. Dimas rupanya telah berpoligami secara rahasia dengan Rina, sahabat dekat yang selama ini sudah dianggap Putri sebagai adiknya sendiri. Kini, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa orang kepercayaannya justru menjadi perusak pernikahannya.
Sampul Novel Kau Milikku
9.4
Pertemuan pertama dengan Will Greyson langsung membuat Hanna muak karena sikap lancang miliarder angkuh tersebut. Kekesalan Hanna memuncak saat Will mendadak melamarnya hanya untuk dijadikan alat terapi pribadinya. Walau mendapatkan penolakan keras, pria sombong itu tidak tinggal diam. Hanna yang telanjur geram pun bertekad memberi pelajaran, sementara Will justru semakin tertantang untuk menaklukkan hati gadis yang berani menentangnya.
Sampul Novel Married to the Scandalous Billionaire
9.5
Pasca berseteru dengan sang ibu tiri, Beverley Holmes tak menyangka namanya tertulis di undangan pernikahan sendiri. Ia rupanya telah dijual untuk melunasi utang bernilai jutaan dolar. Brent Oliver, sang suami miliarder, awalnya bertekad mengabaikan pesona Beverley. Namun, kepolosan sang istri perlahan mulai meruntuhkan pertahanannya. Kini Brent terjebak dalam dilema besar: tetap setia pada kekasih rahasianya atau sepenuhnya menyerah pada daya tarik Beverley.