APKDock Logo
Sampul Novel Tuan Mafia dan Gadis Desa

Tuan Mafia dan Gadis Desa

9.5 / 10.0
Dulu, Luke dan Mika disekap bersama oleh klan Mawar Hitam di sebuah rumah tua. Mika tak bisa melupakan tato kuno di dada Luke, sedangkan Luke selalu teringat keharuman tubuh Mika yang menenangkan. Kini takdir mempertemukan mereka kembali. Sayangnya, mereka kini berada di kubu yang berlawanan sebagai musuh yang saling mengincar nyawa. Di tengah konflik dendam masa lalu, akankah benih cinta bersemi di antara mereka, atau justru ambisi masing-masing yang akan menuntut kematian lawan?

Tuan Mafia dan Gadis Desa Bab 1

Dalam keheningan malam yang pekat dan tenang, sebuah rumah tua yang terabaikan berdiri di tengah hutan yang gelap. Malam itu bulan tak tampak, hanya sebagian bintang yang tak tertutup awan. Dalam sebuah ruangan rumah tua itu terdapat dua nyawa terkurung dalam kegelapan, masing-masing hampir menyerah pada akhir hayat mereka-sekarat.

Seorang pria, di sudut ruangan penuh luka dan kehilangan banyak darah, terbaring lemah di lantai yang dingin dan lembab. Keringat dingin mengucur dari dahinya, sesekali terdengar erangan kesakitan memecah keheningan malam yang gelap itu. Hidupnya hampir meredup, hingga sebuah tangan nan lembut mengenai keningnya.

Ternyata ia tidak dikurung sendiri. Ada sepasang tangan yang kini menjamah, memeriksa apakah masih ada denyut jantung di dadanya. Pria itu membuka matanya sesaat, dalam kegelapan ia tidak dapat melihat dengan jelas wajah pemilik tangan lembut itu. Dia hanya menangkap aroma khas dari tubuh orang itu dan dapat dipastikan jika ia seorang wanita. Aroma yang menenangkan dan lembut seolah-olah itu adalah tanda kehidupan yang tersisa.

Di dalam ruangan yang sama, seorang wanita yang tampaknya sama-sama terkurung dan lemah berusaha keras merawat sang pria. Dalam keadaan putus asa, dia menggunakan pengetahuan medis yang dia miliki untuk memberikan pertolongan pertama. Meskipun ia sendiri lemah, tekadnya untuk menyelamatkan pria itu tidak goyah. Samar-samar ia dapat melihat tato bergambar kuno yang terletak di dada pria itu. Simbol-simbol aneh yang tidak dia kenal tetapi mereka memancarkan aura misteri dan kekuatan.

“Aku sudah tidak kuat lagi. Maaf, jika tidak sepenuhnya menyelamatkanmu.” Suara lemah dan kelembutan yang tidak sirna terdengar jelas oleh lelaki itu. Berkat pertolongannya, dia merasa lebih baik. Darah yang sebelumnya terus mengalir kini sudah dihentikan oleh wanita itu. Ia menoleh, berusaha melihat wajah pemilik suara lembut tersebut. Namun, wanita itu ambruk dan berakhir di sisinya, tidak sadarkan diri dengan keringat membasahi seluruh tubuh. Lelaki itu mengangkat tangannya untuk menyadarkan sang wanita. Gerakan tangannya terjeda setelah menyadari ada seutas kain cokelat terikat di pergelangan tangannya. Sepertinya sang wanita merobek separuh gaunnya untuk membalut luka.

“Siapa kamu?” Suara serak dan berat keluar dari mulut lelaki itu. Namun ucapannya tidak mendapat balasan, hilang dan lenyap ditelan kegelapan serta kesunyian. Saat itu juga petir menyambar membunuh segala kesunyian dan kegelapan di malam itu. Kilau petir masuk dalam ruangan, satu hal yang dilihat oleh lelaki itu, sebuah pisau masih tertancap di kaki sang wanita. Sedangkan wajahnya tertutup oleh rambutnya yang terurai panjang. Akibat kilauan petir yang terus menghujam matanya, lelaki itu kembali merasakan sakit di kepala. Baru disadarinya jika ada seutas kain lain lagi terikat di kepalanya. Detik berikutnya ia pun ambruk dan terbaring di samping wanita itu. Sebelum kesadarannya hilang, hidungnya kembali mendapati aroma khas dan menenangkan dari tubuh wanita itu. Meskipun pria itu tidak mampu mengingat wajah wanita penolongnya, namun aroma itu tertanam dalam ingatannya.

***

Tiga Bulan Kemudian.

Di jalanan kota yang diperintah oleh bayangan dan ketegangan, kekuatan gelap mafia menjalankan operasinya dengan tangan besi. Kehidupan malam yang berdering suara senjata dan tindakan kejahatan menyelimuti sudut-sudut kota yang gelap.

Ditengah segala ketegangan ini, seorang pria bernama Luke Damian Jazane merupakan pemimpin klan Reposay yang terkenal kejam di seluruh kota. Setelah dirinya berhasil selamat dari penyekapan di hutan Ballad tiga bulan lalu, kini dia mulai melakukan aksi balas dendam kepada para penculiknya yaitu klan Mawar Hitam.

“Mulai malam ini Mawar Hitam sepenuhnya musnah,” ujar Luke setelah menghabisi nyawa pemimpin klan mawar hitam, Gator D’Lopes. Sorot mata tajam, rahang tegas dan tubuh yang sempurna membuatnya sangat disegani oleh kelompok mafia dan yakuza seantero negeri.

“Siapa itu?” Sebuah bayangan dari balik tirai membuat Luke bersiaga. Belum sempat dirinya beraksi, seorang pria melompat masuk ke dalam ruangan yang masih di tutupi tirai dan melayangkan tinjunya pada seseorang yang belum diketahui identitasnya.

“Auh!” Jeritan kesakitan membuat mata pemimpin Reposay menyipit.

“Ada seorang wanita di sini, Luke,” ujar Mark selaku wakil Reposay. Tangannya mencekik leher seorang wanita dengan darah keluar dari sudut bibir. Wajahnya tidak kelihatan karena tertutup oleh rambut panjangnya. Mark mendorong kasar tubuh wanita itu hingga terjerembab dan berlutut tepat di depan Luke.

“Apakah kamu pelayan Gator?” tanya Luke pada wanita itu.

Luke dan Mark menunggu jawaban namun mereka berdua diabaikan oleh wanita itu. Ia memilih menatap ubin lantai dengan tatapan kosong dan putus asa.

“Apakah kamu tidak bisa berbicara?” tanya Mark sembari melayangkan kakinya ke pundak wanita itu. Lagi-lagi hanya kebisuan yang tercipta. Setelah diperhatikan dengan seksama, sepertinya wanita itu mengalami depresi. Kedua jemarinya disatukan dan sedikit gemetar. Luke memberi instruksi lewat tatapannya agar Mark mundur.

“Bawa dia bersama kita,” ujar Luke lalu berbalik pergi. Mark yang tidak mengerti dengan tujuan Luke hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan memerintah kedua lelaki untuk memapah wanita itu ke luar dari kediaman Gator.

Klan Mawar Hitam sepenuhnya dimusnahkan. Kobaran api menghanguskan kediaman Gator hingga tidak ada lagi yang tersisa. Reposay menuntaskan segala dendam dan amarah atas kejadian tiga bulan yang lalu.

Puluhan mobil meninggalkan kediaman Gator dengan api menyala terang memenuhi cakrawala yang gelap. Tanpa disadari jika ada seorang wanita yang berdiri tidak jauh dari pintu gerbang, mengepal erat tangannya dan menahan napas yang memburu. Sebelum umpatan keluar dari mulutnya, kedua butiran bening jatuh membasahi pipi. Detik berikutnya, ia pun jatuh dengan tangan menggenggam erat pohon akasia.

“Ibu…”

***

Kabar musnahnya Klan Mawar Hitam tersebar ke seluruh negeri. Bahkan sampai ke sebuah desa terpencil di bagian barat hutan Ballad. Bagi masyarakat biasa, perubahan kekuasaan di kota akan memengaruhi harga pasar.

“Apakah kamu mengenal klan Reposay, Mika?” tanya seorang kakek yang sedang memperbaiki sebuah lentera. Cahayanya redup namun pesona dan pancaran kecantikan dari wanita yang sibuk menyiapkan makan malam mampu mengubah cahaya remang-remang dalam rumah itu menjadi hidup.

“Pernah membacanya di koran, Kakek. Kayaknya klan itu sedang naik daun.”

Kakek berhasil memperbaiki lentera sehingga cahaya lentera menampakkan wajah keriput dan matanya yang mulai senja. “Apakah harga sembako akan naik atau malah sebaliknya? Belum lagi harga hasil panen ke depannya.”

Semua makanan sudah tersaji di atas meja. Mika yang memahami kekhawatiran kakeknya hanya bisa menghembuskan napas pelan. “Jika harga sembako naik dan harga hasil panen turun, Kakek tidah perlu cemas. Masih ada aku.”

“Kamu begitu percaya diri, Mika. Apa yang bisa kamu lakukan? Apakah pergi menghabisi klan Reposay?” tanya kakek pada Mika sembari menahan tawa.

“Bukankah kita sudah melewati kehidupan paling pahit, Kek? Mustahil aku bisa menghabisi klan Reposay. Tapi aku bisa mengubah desa ini dengan menghasilkan beberapa tanaman yang jarang dihasilkan negeri ini.” Wanita itu berujar dengan percaya diri.

Belum sempat kekek menimpali ucapannya, tiba-tiba terdengar ketukan pintu. Dahi Mika mengernyit dan menatap kakeknya. Jarang sekali warga desa ini bertamu di malam hari. Selain cuaca yang dingin, para warga juga lebih memilih beristirahat agar bisa bangun lebi subuh untuk pergi ke ladang.

“Mika… Ini aku, Deby…”

“Kak Deby?” Mika segera berlari menuju pintu dan membukanya. Matanya membelalak kaget melihat wajah kakak perempuannya. Lusuh dan berantakan. “Apa yang terjadi? Mana ibu?” tanya Mika lalu berjalan keluar untuk mencari keberadaan ibunya.

“Ti-tidak tahu. Setelah aku kembali dari pasar, rumah yang kami tempati telah terbakar.” Terbata-bata dan diiringi tangis, Deby mulai menceritakan kejadian yang menimpanya lima hari yang lalu.

“Jadi ibu dan kakak menginap di rumah tuan Gator?” tanya Mika dengan tatapan tidak percaya.

“Aku dan ibu tidak tahu jika rumah itu adalah milik tuan Gator.”

“Reposay harus bertanggung jawab.” Sorot mata yang tidak biasa dari Mika. Dadanya naik turun dan matanya berkaca-kaca. Bukan karena sedih namun menahan amarah yang menggebu-gebu dan harus dituntaskan.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Tuan Mafia dan Gadis Desa

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali bersama seorang wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menjanjikan pesta pernikahan formal sebagai ganti atas keputusannya menikahi perempuan itu. Statusku sebagai putri bangsawan dan menantu konglomerat membuatku menolak keras menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan, aku akan membuat hidupnya hancur hingga dia jatuh miskin.
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi kesembuhan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang rela menjadi donor sumsum tulang belakang. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun sepakat dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka harus dirahasiakan rapat-rapat dari publik. Kini, Alicia menjalani hari-harinya sebagai istri yang tersembunyi layaknya seorang simpanan. Akankah pernikahan kontrak ini menumbuhkan cinta tulus, atau justru berujung luka mendalam bagi mereka?
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, Gadis rela menjadi pengantin pengganti. Namun, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan buruk. Tidak tinggal diam, Gadis berani melawan kekejaman tersebut sambil terus menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan luapan emosi mereka selengkapnya di Bakisah.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Tersesat saat menjelajah, seorang pria terjebak dalam keanehan Hutan Gondoriyo setelah kendaraannya hilang secara misterius. Di sebuah pondok sunyi, sepasang lansia misterius memberinya peringatan keras. Meski sempat kembali dengan selamat, rasa penasaran menuntunnya kembali ke sana, namun hutan itu telah lenyap. Rahasia kelam tentang kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terungkap, memaksanya bertaruh nyawa demi membongkar kebenaran yang meneror.
Sampul Novel Misteri Ular Xaver
8.5
Sepulang dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular yang diklaim bisa membuatnya awet muda jika disembah dengan darah menstruasi perawan. Aku dipaksa menyerahkan darahku, bahkan rambutku dipotong untuk dililitkan di kepala patung itu. Ibu tidak tahu bahwa aku menyimpan rahasia pernah menginap dengan pacarku saat kuliah. Dua bulan kemudian, kebohongan ini berbuah petaka saat kulit ibu mulai dipenuhi bercak biru mirip sisik dan mulai mengelupas layaknya ular asli.
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Suasana khidmat menyelimuti Puncak Lundao di Pulau Sepuluh Ribu Binatang saat puluhan ribu anak belia berkumpul. Para murid baru yang baru mendeteksi akar spiritual ini menyimak dengan saksama petuah tetua berjubah hijau. Sang tetua mengisahkan awal mula sekte yang dirintis oleh Wan Beast Immortal Li. Tokoh legendaris itu awalnya hanya kultivator biasa asal Kerajaan Qin di Alam Qianyang sebelum akhirnya berhasil meraih keabadian.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan