APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tuan, Love You Too

Tuan, Love You Too

Demi menghidupi keluarganya setelah sang ayah tiada, Inayah terpaksa merantau sejak berumur 17 tahun untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga bagi Edric Dawson, seorang pria kaya raya dengan latar belakang keluarga yang retak. Kehidupan Inayah berubah total ketika Edric memaksa melayani hasratnya di bawah ancaman. Meski sikap lembut Edric perlahan membuatnya terbiasa, kecemasan besar melanda saat Inayah menyadari dirinya terlambat datang bulan. Akankah ia hamil anak majikannya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Kala malam dingin mencekam. Hujan deras jatuh menghantam atap rumah besar, mewah, dan bertingkat dua. Di kamar paling belakang, yang terletak di dekat dapur, seorang wanita tidak bisa tidur. Ia terus memandang ponsel, yang baru seminggu lalu dihadiahkan untuknya. .

Gadis bermata sedang, yang memiliki bulu mata yang lentik. Tubuhnya ramping dengan perut datar tanpa lemak. Lekukan pinggul yang terlihat sangat mencolok. Ya, ia memang rajin merawat tubuhnya, meskipun ia hanya seorang pembantu di rumah besar itu.

Namanya Inayah Cahya Putri. Dia terpaksa menjadi pembantu setelah putus sekolah. Karena, ayahnya meninggal ketika dia masih duduk di kelas dua SMA. Inayah akhirnya memutuskan untuk merantau ke kota metropolitan. Kota di mana kehidupan begitu keras.

Alasannya hanya satu, Inayah sudah bosan hidup di kampung dengan segala tekanan dari sang ibu. Namun, setelah hidup di kota Inayah tetap tidak melupakan ibu dan juga adik-adiknya. Gaji Inayah selalu dia kirimkan ke kampung, termasuk bonus-bonus yang sering dicurahkan oleh majikannya–Edric.

Setelah sang ayah tiada, ibunya Inayah selalu menjadikan Inayah pelampiasan amarahnya. Inayah adalah anak sulung dari lima orang bersaudara. Hanya Inayah yang sudah menginjak usia remaja. Selebihnya masih masih SD, ada yang TK, dan juga balita.

Akhirnya, lewat akun media sosialnya, Inayah berhasil mendapat kerja di rumah keluarga Dawson. Keluarga yang berasal dari keturunan Inggris, tetapi sudah menetap di Indonesia.

Selain modal akun media sosial, Inayah juga meninggalkan kampung halamannya dengan modal nekat. Bagaimana tidak? Dia belum pernah sama sekali berkunjung ke kota Jakarta. Kemudian, tiba-tiba memutuskan untuk mengadu nasib ke sana. Sungguh hal yang tak patut dicontoh.

Mata indah Inayah tak kunjung bisa dipejamkan. Tangan sedikit bergetar, dia coba untuk meraih benda pipih pemberian tuan Edric Dawson. Kemudian, mengetikkan beberapa kalimat dengan bibir yang kian bergetar. Rasa was-was itu kian merajai hati Inayah.

Inayah :" Tuan, saya belum juga haid."

Secepat mungkin Inayah mengirimkan pesan itu. Dia pandangi ceklis dua yang belum juga berubah warna. Ketakutan semakin besar bersarang dalam dadanya. Bagaimana jika dia hamil? Itulah yang terus mengganggu pikiran Inayah, sebulan belakangan.

Inayah kembali menjatuhkan dirinya di kasur, yang lumayan empuk. Dia tatap kasur itu dengan tatapan sendu. Di kasur itulah, dia kehilangan keperawanannya untuk pertama kali. Hubungan terlarang itu berawal dari sebuah ancaman dan paksaan. Namun, seiring berjalannya waktu, Inayah mulai terbuai oleh kelembutan sikap majikan laki-lakinya.

"Kamu cantik, Nay. Saya suka semua yang ada di tubuhmu." Begitulah pujian yang sering diucapkan oleh Tuan Edric padanya.

Inayah mulai menangis, ketika pesannya tak kunjung dibalas oleh majikannya. "Apakah aku harus datang ke kamar Tuan Edric?" tanya Inayah membatin.

Inayah melangkah ke pintu, tetapi niat itu akhirnya dia urungkan. Dia takut, jika nyonya besar rumah itu sedang bermalam di rumah, dan memergoki aksinya. Bisa-bisa dia dipecat dan dibunuh.

Nyonya Anne memang wanita cantik yang super sibuk, sehingga kadang-kadang Inayah tidak tahu, kapan majikan perempuanya menginap di rumah. Hal itu sudah lumrah terjadi. Anne dan Edric punya kunci rahasia untuk membuka setiap pintu ruangan. Oleh sebab itu, dia bisa saja masuk kapanpun dia mau. Meskipun Anne berada di negara yang berbeda. Termasuk bisa membuka kamar tidur Inayah.

Inayah berbalik, kembali ke kasur. Mencoba untuk berbaring, dan memejamkan mata. Esok pagi dia sudah harus bangun, untuk mengurus rumah besar itu.

***

Di meja makan, Tuan Edric makan dengan lahap. Masakan Inayah selalu pas di lidahnya. Bahkan, dia rela untuk meninggalkan kebiasaan makan di luar, agar bisa tetap menyantap makanan buatan Inayah. Semenjak Inayah menjadi pembantu di rumah besar itu. Ada banyak perubahan pada Tuan Edric.

"Benar kamu tidak haid bulan ini, Sayang?" Suara bariton Edric membuat kepala Inayah terangkat. Sejak tadi dia hanya diam sambil menunduk dalam-dalam. Dia sangat kecewa, karena centang pesan itu masih belum berubah warna.

"Ba … bagaimana Tuan tahu? Sedangkan pesan itu belum Tuan baca." Inayah memberanikan diri untuk bersuara. Walaupun, Edric menganggapnya sebagai kekasih, tetapi bagi Inayah dia hanyalah budak pemuas nafsu tuannya. Hal itu juga yang membuatnya selalu bertutur formal pada Edric.

"Hehehe, pesan itu sudah aku baca. Baiklah, hari ini aku libur. Kita akan pergi cek ke dokter. Kamu setuju, Sayang?" Mata indah milik Edric menatap Inayah yang masih betah berdiri di sisi meja.

"Sa … saya takut, Tuan." Hanya kata-kata itu yang keluar dari bibir sensual milik Inayah.

"Takut? Takut pada siapa? Anne? Dia tidak akan tahu apa-apa, karena dia sibuk dengan dunianya. Yang penting kamu jangan bicara apa-apa padanya." Edric menyudahi sarapan paginya. Kemudian dia beranjak, sebelum beranjak dia kembali mengingatkan Inayah untuk segera bersiap-siap.

Inayah masih mematung di sisi meja makan. Rasa takut itu pun kembali menguasai hati. Wanita bertubuh sintal itu kian menjadi was-was. Dia takut, jika memang telah tumbuh benih sang majikan dalam rahimnya. Inayah tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Apabila mimpi buruk itu menjadi kenyataan.

Pertama, keluarganya pasti akan memarahinya. Kedua, orang kampung pasti akan memandangnya hina. Ketiga, dia tidak ingin memelihara benih dari hubungan terlarangnya selama ini. Keempat, dia takut jika Nyonya Anne Edric Dawson mengetahui segalanya. Masih panjang pikiran Inayah, tentang kemungkinan buruk yang akan terjadi.

"What it is? Kamu masih di sini, Sayang?" Inayah terperanjat mendengar suara bariton Edric menggema memasuki gendang telinganya.

"Ma … maaf, Tuan. Ya, sebentar. Saya bereskan semua ini dulu," ucap Inayah gugup. Cekatan jari-jari ramping miliknya lihai memindahkan piring kotor ke wastafel. Setelah itu, dia segera beranjak terburu-buru menuju kamarnya.

Ketika dia hendak menutup pintu kamar, tangan berbulu milik Edric sudah menahan pintu lebih dulu. Inayah terkejut, dan otomatis menatap wajah Edric yang tampan. Edric tersenyum tipis, lalu ikut masuk ke kamar yang tidak terlalu buruk itu.

"Tu … Tuan mau mengapa?" tanya Inayah sedikit gugup. Inayah semakin gugup ketika Edric malah tiduran di atas kasurnya. Kemudian, kedua tangannya menyilang di belakang kepala.

"Nggak ada. Aku cuma ingin melihatmu ganti baju, Sayang." Edric tersenyum kembali, seraya mengedipkan sebelah matanya. Bibir seksinya mengatup, hanya matanya yang tak berkedip menatap Inayah.

Wanita belia 19 tahun itu pun hanya bisa pasrah. Selama ini dia tidak pernah bisa mampu melarang apa pun, yang akan dilakukan Edric. Jadi, dia rasa percuma kalau melanjutkan protesnya pada Edric.

Perlahan, Inayah mulai menarik ujung baju kaosnya sampai terlepas. Hal itu membuat tubuh indahnya menjadi terekspos. Punggung mulus Inayah, tak luput dari tatapan Edric. Beberapa kali laki-laki tiga puluh enam tahun itu menelan ludah, sampai jakun-jakunnya naik turun menahan hasrat yang mulai muncul.

Inayah tak ingin berlama-lama menampakkan tubuhnya. Secepat mungkin, Inayah kembali menyarungkan baju yang baru saja dia ambil dari dalam lemari.

Inayah lega, karena majikannya tidak melakukan apa-apa. Wanita belia itu pun menghembuskan napas perlahan. Setelah menyisir rambut dan memolesi wajahnya dengan bedak, dia pun melapor pada Edric," Tuan, saya sudah selesai."

"Ya, kamu sangat cantik." Lagi-lagi Edric memuji kecantikan Inayah, yang sudah mencuri perhatiannya sejak pertama kali bertemu dulu.

Walaupun dari kampung, Inayah cukup pandai berdandan dan membawa diri. Setiap kali bepergian dengan Edric, dia tampil dengan penampilan terbaiknya. Meskipun, Inayah menganggap dirinya hanyalah babu.

Ya, bagi Inayah dia tetaplah babu, bukan kekasih simpanan Edric. Akan tetapi, di mata Edric, Inayah adalah kekasih simpanannya. Wanita kedua yang dinomorsatukan. Oleh sebab itu, Edric selalu memperlakukan Inayah dengan lemah lembut.

"Ayo kita berangkat." Edric memasangkan sabuk pengaman untuk Inayah. Inayah hanya diam membisu.

Sepanjang perjalanan, Inayah terus memikirkan hal apa yang akan terjadi pada dirinya. Dia khawatir jika memang ada benih majikannya dalam rahimnya. Pun, dia lebih khawatir, jika majikannya meminta Inayah mengandung benih itu. Sepanjang perjalanan, Inayah tak berhenti memikirkan itu semua.

"Kenapa takdir hidupku seperti ini?" Inayah membatin merasa putus asa.

—-----------

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Crazy Marriage (Pernikahan Paksaan)
9.2
Di usia 19 tahun, Vintari terpaksa mengubur mimpinya demi pernikahan kontrak akibat perjodohan orang tua. Bersanding dengan Zeus Ducan yang jauh lebih dewasa terasa bagai siksaan, sementara Zeus hanya menganggapnya gadis ceroboh yang merepotkan. Namun, ketika rasa nyaman mulai hadir, sebuah kenyataan pahit terbongkar. Zayn, lelaki yang selama ini dicintai Vintari, rupanya adik tiri dari suaminya sendiri. Kini, ia terjebak dilema rumit antara Zeus dan cinta masa lalunya.
Sampul Novel Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan
8.3
Kiana terkejut saat mengetahui pernikahan tiga tahunnya dengan Yovan palsu, dan sahabatnya adalah istri sah yang sebenarnya. Pengkhianatan ini terjadi setelah Kiana mandul akibat menyelamatkan Yovan. Menolak diperdaya, Kiana membalas dendam dengan menikahi tuan muda miliarder yang menjadikannya pihak berkuasa atas proyek mereka. Pernikahan mewahnya menggemparkan kota, dan ia berhasil melahirkan anak kembar. Saat Kiana berniat mundur demi cinta sejati suaminya, sang tuan muda justru memohon agar ia tetap tinggal.
Sampul Novel Gadisku UniQue
9.5
Uni merintih kesakitan saat Ares mencoba memasukkan sesuatu secara hati-hati. Meski diminta perlahan, rasa sakit membuat Uni membentak Ares dalam situasi panik. Ares lalu mengajak Uni ke kamar mandi agar lebih mudah. Di luar ruangan, Deris tidak sengaja mendengar percakapan ambigu tersebut hingga merasa sangat terkejut dan tidak percaya. Kesalahpahaman pun akhirnya muncul akibat interaksi penuh ketegangan ini.
Sampul Novel Guru Untuk Nona Muda Nakal
8.2
Demi meloloskan diri dari kejaran sosok misterius, Dihan terpaksa bersembunyi. Di waktu yang sama, keluarga Rahadian tengah pusing mencari guru privat untuk mendidik dua putri mereka yang terkenal sangat nakal dan enggan belajar. Dihan akhirnya mengambil kesempatan itu walau harus menghadapi tantangan berat. Sanggupkah ia mengatasi kebandelan dua nona muda tersebut? Sementara itu, di balik kekacauan ini, misteri masa lalu Dihan perlahan mulai membayangi langkahnya kembali.
Sampul Novel Kisah Miris Suamiku dan Kekasihnya
9.7
Di kehidupan lalu, sang protagonis melanggar kode etik medis demi memperingatkan Jovin bahwa cinta pertamanya mengidap HIV. Namun, Jovin justru memfitnahnya, meracuni kandungannya hingga keguguran, dan menendangnya saat sekarat. Setelah terbangun kembali di hari diagnosis tersebut, ia memutuskan untuk bungkam dan langsung meminta putus. Ia memilih merestui hubungan Jovin dengan kekasihnya tanpa perlu lagi mengorbankan dirinya sendiri.
Sampul Novel Miliarder Mendadak!
8.4
Demi wasiat keluarga, Vera Dianthe terpaksa menikahi Dorian Ashford, sang CEO kapal pesiar mewah. Merasa terikat tanpa kehendaknya, Dorian pun mengajukan kesepakatan yang menyulitkan Vera. Namun, keteguhan dan keberanian Vera dalam menghadapi Dorian justru mulai memikat hati sang suami. Konflik semakin rumit saat Isabella Moreau, kekasih Dorian, mulai melancarkan serangan demi merusak hubungan mereka. Di tengah intrik kekuasaan ini, mampukah benih cinta sejati tumbuh?