APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tuan Arogan dan Pelayan Hati

Tuan Arogan dan Pelayan Hati

Demi menebus kesalahan masa lalu, Nara menyamar menjadi pelayan untuk Jaden Luther, seorang CEO angkuh yang kini lumpuh dan mengasingkan diri. Sikap dingin Jaden perlahan melunak berkat kehadiran Nara yang tulus. Namun, saat cinta mulai bersemi di antara mereka, rahasia kelam masa lalu terbongkar dan mengancam hubungan tersebut. Akankah ketulusan Nara bertahan, atau justru berubah menjadi dendam yang menghancurkan segalanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Nenek Miranti membawa Nara ke kamar Jaden, dan saat pintu dibuka, Nara melihat seorang pria dengan kursi rodanya duduk membelakanginya, dia sedang melihat ke arah luar jendela kamarnya.

"Jaden, nenek ingin bicara denganmu."

"Nek, aku sudah katakan jika aku tidak membutuhkan seorang pelayan untuk merawatku! Kenapa Nenek menganggap aku pria lumpuh yang tidak bisa apa-apa?" Pria bernama Jaden itu bicara tanpa melihat pada lawan bicaranya.

"Jaden, nenek mencarikan kamu seorang pelayan bukan karena Nenek menganggap kamu tidak bisa apa-apa, tapi agar kamu ada yang memperhatikan lebih baik di sini."

"Tidak perlu ada yang memperhatikanku, Nek, aku bisa mengurus hidupku sendiri."

"Bagaimana kamu bisa mengurus dirimu sendiri? Kamu sendiri saja duduk di kursi roda," ucap Nara tegas.

Nenek Miranti yang mendengar hal itu seketika menoleh pada Nara yang berdiri tepat di sampingnya. Wajah Nara menunjukan aura dinginnya.

"Siapa kamu berani mengatakan hal itu padaku?" Jaden seketika memutar kursi rodanya dan sekarang Jaden dan Nara saling berhadapan.

"Perkenalkan, nama saya Nara dan saya adalah pelayan pribadi Tuan Muda Jaden."

Sekarang Jaden dan Nara saling berhadapan.

"Cih! Pelayan pribadiku? Aku tidak membutuhkan pelayan pribadi sepertimu."

"Terserah Tuan Muda Jaden mengatakan apa, tapi Nenek Miranti sudah memberikan separuh dari gaji saya untuk menjadi pelayan pribadi Tuan Muda Jaden, jadi saya harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah saya sepakati dengan Nenek Miranti."

"Reno ... Reno ...!" teriak Jaden dan tidak lama seorang pria dengan kacamata putihnya masuk ke dalam kamar Jaden dan dia dengan cepat membungkukkan sedikit tubuhnya ke arah Jaden.

"Ada apa Tuan Jaden? Apa ada yang harus saya lakukan?"

"Berikan sepuluh kali lipat gaji yang nenekku berikan pada wanita tidak tau diri ini!"

Nara terlihat samar menarik napasnya dan mengembuskannya perlahan.

Pria bernama Reno itu pun bingung, dia sampai melihat ke arah Nara dan kemudian berpindah pada nenek Miranti.

"Ta-tapi, Tuan."

"Apa kamu mau membantah perintahku?" bentak Jaden marah.

"Iya, akan saya lakukan." Reno berjalan beberapa langkah, tapi kemudian langkah terhenti saat tangan Nara menahan lengan tangan Reno.

"Aku tidak membutuhkan uangmu, Tuan Jaden Luther. Aku datang ke sini karena aku harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah aku sepakati dengan nenek Tuan."

"Surat kontrak itu, aku akan menghancurkannya dan kamu bebas untuk pergi dari rumah ini."

Nara berjalan mendekat ke arah Jaden Luther dan dia membungkukkan sedikit tubuhnya agar wajahnya sejajar dengan pria yang duduk di kursi roda.

"Ini bukan masalah Tuan Jaden bisa merobek atau bahkan membakar surat kontrak itu, tapi lebih pada tanggung jawabku yang tetap mau menandatangi surat kontrak itu walaupun aku tau apa yang tertulis di sana."

Nenek Miranti dan Reno pun sekarang saling melihat.

"Apa yang kamu inginkan sebenarnya? Kenapa kamu ingin sekali menjadi pelayan pribadiku?" tanya Jaden dengan wajah dinginnya.

"Saat bertemu dengan nenek Miranti dan bicara dengan beliau, aku melihat wajah nenek Miranti seolah berharap agar cucunya yang dulu bisa kembali lagi di kehidupannya, dari sana aku berharap bisa membantunya."

Jaden sedikit terkejut mendengar apa yang Nara katakan. "Jaden yang dulu sudah meninggal saat kecelakaan mobil itu terjadi. Sebaiknya kamu pergi saja dari rumahku."

Nara kembali menarik tubuhnya menjadi posisi berdiri tepat di depan Jaden. "Apa yang kamu dapatkan dengan membenci seperti ini?"

Jaden tiba-tiba menarik dengan kasar pergelangan tangan Nara dan mencengkeramnya dengan erat sehingga membuat wajah Nara meringis kesakitan.

"Jaden, apa yang kamu lakukan?" Nenek Miranti tampak kaget.

"Tuan Muda Jaden." Reno pun kaget dan dia khawatir melihat Nara yang menahan sakit.

"Jangan sok pintar atau banyak bicara denganku. Sebaiknya kamu pergi atau aku akan membuat kamu menangis karena sudah bersikeras ingin menjadi pelayanku." Jaden dengan kasar melepaskan tangan Nara. "Pergi dari sini!" bentaknya marah.

Nara memijit pergelangan tangannya dan dia dapat merasakan kemarahan Jaden bukan padanya, tapi pada keadaanya saat ini.

Nenek Miranti dan lainnya meninggalkan Jaden di kamarnya sendiri. Mereka sekarang ada di ruang tengah.

Nenek Miranti meminta maaf pada Nara atas apa yang Jaden lakukan padanya, tapi Nara sama sekali tidak marah akan hal itu.

"Sudah banyak orang yang pernah melamar menjadi pelayan di sini. Mereka tergiur dengan gaji yang aku tawarkan, tapi hanya beberapa jam saja mereka mengundurkan diri, sampai aku membuat surat kontrak dan menjelaskan semua di sana. Mereka yang tidak melakukan sampai selesai pekerjaannya di dalam surat kontrak itu akan membayar ganti rugi, tapi karena tidak tahan dengan sikap tempramen dan kasar Jaden, mereka memilih membayar ganti rugi saja."

"Tapi Nenek Miranti tidak pernah memintanya karena nenek Miranti orang yang sangat baik," terang Reno.

"Iya, Ren, aku melakukan hal itu hanya ingin mereka tetap mau menjadi pelayan pribadi Jaden karena aku sendiri bingung harus berbuat apa untuk cucuku itu."

"Tuan Jaden sebenarnya orang yang baik, tapi setelah kematian ayahnya ditambah kecelakaan itu dan ditinggal oleh wanita yang sangat dia cintai, membuatnya berubah seperti ini. Aku sendiri sedih melihat Tuan Jaden yang seperti saat ini."

"Nara, kalau kamu ingin berhenti menjadi pelayan di sini, aku akan menghormatinya dan soal surat kontrak itu kamu buang saja."

Tangan Nara memegang tangan nenek Miranti. "Nek, aku akan tetap bekerja di sini sebagai pelayan pribadi Tuan Muda Jaden sesuai surat kontrak yang aku sudah tanda tangani."

"Kamu serius, Nara?" tanya Nenek Miranti dengan wajah tidak percaya.

Nara mengangguk perlahan. Nenek Miranti tidak tau jika selain ingin menjadi pelayan pribadi seorang Jaden Luther. Nara juga memilik rencana lain untuk pria arogan itu.

"Apa Nona Nara sudah memikirkannya baik-baik?" tanya Reno memastikan.

"Sudah. Aku sudah memutuskan untuk tetap bekerja di sini."

Nenek Miranti dan Reno sekali lagi saling melihat. "Kamu belum tau apa yang bisa Jaden lakukan, Nara. Bahkan aku saja tidak didengarkan sekarang olehnya."

"Nenek tenang saja. Semoga aku bisa membuat Tuan Jaden menjadi lebih baik."

"Entah kenapa, saat melihatmu aku merasa ada sesuatu hal yang istimewa di dalam diri kamu, Nara."

"Tidak ada yang istimewa dariku, Nek. Aku hanya wanita biasa yang bekerja untuk mendapatkan uang, tapi aku juga harus bertanggung jawab dengan apa yang aku kerjakan."

"Terima kasih kamu mau bekerja di sini, aku lebih tenang jika meninggalkan Jaden untuk pergi ke luar negeri mengurusi bisnisnya yang setelah kecelakaan itu, Jaden sama sekali tidak mau keluar dari kamarnya."

"Aku juga senang melihat senyum nenek itu." Nara melihat ke jam yang ada pada pergelangan tangannya. "Nek, sudah jam dua tepat, saatnya Tuan Muda Jaden makan kemudian minum obatnya."

"Kamu masih mengingat dengan baik semua yang tertulis di surat kontrak itu. Aku akan menyuruh pelayan mengantar makanan ke kamar cucuku."

"Biar aku saja, Nek yang membawakan makanan untuk Tuan Muda Jaden."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku dan Pacar Menikah Di Hari Yang Sama
9.7
Setelah video lamaran kekasihnya, Willy, dengan sang sekretaris viral di internet, Sarah mencari penjelasan. Namun, ia justru mendengar Willy meremehkan hubungan tujuh tahun mereka demi menyelamatkan sang sekretaris dari pernikahan paksa. Sadar kesetiaannya tidak dihargai, Sarah memutuskan untuk menikah dengan pria lain di hari yang sama dengan pernikahan Willy. Saat iring-iringan mobil pengantin mereka berpapasan di jalan, Willy sangat terpukul melihat Sarah mengenakan gaun pengantin bersama pria lain.
Sampul Novel Alisha: Wanita yang Kau Sia-siakan
9.1
Dunia Alisha runtuh akibat perselingkuhan Rama, suaminya, dengan seorang aktris terkenal. Tanpa ada penyesalan dari Rama, Alisha memilih pergi dan bekerja sebagai pengasuh anak seorang CEO muda bernama Damar. Kelembutan hati Alisha perlahan memikat sang bos. Namun, saat hubungan mereka mulai dekat, Rama mendadak kembali dan memohon untuk rujuk. Alisha kini terjebak dalam dilema antara ketulusan Damar atau penyesalan mantan suaminya.
Sampul Novel Gadis Pemuas Tuan Grey
8.9
Laura berjuang keras mencari kerja sampingan sebagai pengasuh demi membiayai pengobatan ayahnya yang sedang sakit parah. Sayangnya, nasib buruk justru menimpanya saat ia bertemu Greyson. Kesucian Laura direnggut paksa, dan ia dipaksa menjadi pemuas hasrat pria tersebut. Kini, Laura terjebak dalam dilema moral yang sangat menyiksa. Ia harus memilih: sanggupkah ia bertahan menjadi budak nafsu Greyson demi mendapatkan uang untuk menyelamatkan nyawa sang ayah?
Sampul Novel Gairah Liar Setelah Menikah
9.6
Kebahagiaan seorang miliarder membubung setelah berhasil menikahi wanita muslimah impiannya. Namun, baru satu pekan berjalan, sang istri mulai merasa kewalahan menghadapi hasrat suaminya yang begitu membara. Pria itu kerap meminta bermesraan di berbagai tempat, mulai dari ruang tamu hingga area dapur saat istrinya memasak. Sempat menolak karena sibuk, ia akhirnya pasrah pada keinginan suaminya. Ketangguhan sang suami yang luar biasa pun membuatnya lemas tak berdaya.
Sampul Novel I am always waiting for you (I'm fine 2)
7.8
Kepergian Ara Valeria tanpa kabar demi mengobati HIV yang dideritanya membuat Aldy Fathee, CEO arogan Fathee Grup, tumbuh menjadi sosok yang kian kejam. Takdir kembali mempertemukan mereka dalam sebuah proyek besar saat Aldy telah bertunangan dengan Melly. Meski Aldy mencoba mendekat, Ara kini bersikap sangat dingin. Setelah kecelakaan menimpa Ara, Aldy bertekad membongkar rahasia di balik sikap dinginnya itu. Akankah cinta mereka bersatu kembali?
Sampul Novel One Night Stand
9.8
Liburan solo Seo Inha di Bali berubah drastis setelah malam tak terduga bersama Lee Yeon, pewaris kaya yang patah hati. Akibat salah minum ramuan dan mabuk, Inha salah masuk kamar hingga berujung kehamilan. Demi tanggung jawab, Yeon bersedia menikahi Inha meski tanpa cinta. Namun, saat perhatian Yeon mulai tumbuh dalam pernikahan kontrak mereka, sang mantan kekasih kembali untuk merebut posisinya. Akankah Inha mampu bertahan menghadapi masa lalu Yeon yang datang mengusik?