APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel True Lord

True Lord

Zelbert jatuh ke tangan Putri Erina usai Pangeran Ergo lenyap di medan laga. Sayangnya, takhta Erina diguncang kudeta oleh Duke Hamburgh. Meski telah bersuamikan Iraqis yang merupakan sepupunya sendiri, sang putri tetap digulingkan dari takhta. Berbekal wasiat mendiang sang ayah, Erina kabur ke luar wilayah kerajaan demi menghimpun kekuatan baru. Perjuangannya kini dimulai untuk merebut kembali haknya sekaligus membebaskan tanah air dari belenggu pengkhianat.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pria berbadan tinggi, memiliki bahu lebar dan tegap, otot kekar yang terbalut dengan pakaian mewah, tidak cukup untuk menutupi bentuk tubuhnya yang menonjol. Ia menerobos masuk ke dalam kamar Putri Erina. Langkahnya yang lebar dan tergesa membuat mata para prajurit serta pelayan mengikuti ke mana arah perginya pria tampan itu.

“Erina. Apa yang kau lakukan pagi ini?” Pangeran Ergo bertanya dengan sangat lembut namun hatinya sangat khawatir.

Putri Erina yang sedang merangkai bunga di kamarnya terlihat seolah-olah tidak ada sesuatu hal penting.

“Hanya pergi ke kediaman Duke Vries karena undangan acara minum teh bersama Lady Aurora,” jawab Putri Erina dengan polos.

“Lalu, apa yang terjadi di sana?” Pangeran Ergo duduk di hadapan Putri Erina dengan menyilangkan kedua tangan di depan dadanya.

“Tidak ada.” Putri Erina tidak ingin mengingat dan membicarakan kejadian tadi pagi.

“Kenapa kau menggunakan sihir api?” Pada akhirnya Pangeran Ergo menyerah bermain teka-teki bersama adik kesayangannya.

“Oh itu.... mereka yang menginginkannya, jadi aku melakukan sesuai dengan permintaan mereka.” Putri Erina tetap bersikap tenang.

Pangeran Ergo menghela nafas. “Adikku tersayang, jika aku tidak segera menghentikannya bisa saja bukan hanya gaun para lady yang terbakar. Tapi kediaman Duke Vries juga ikut terbakar.”

Putri Erina menyengih dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Jadi tadi itu.... kakak yang mencegah?”

“Tentu saja. Siapa lagi kalau bukan aku yang bisa melakukan sihir dengan jarak sejauh itu. Lain kali kau harus berhati-hati, belajarlah dengan lebih giat lagi.” Pangeran Ergo mengusap rambut Putri Erina dengan pelan.

“Kak, apa aku sebodoh itu?” tanya Putri Erina dengan menundukkan kepalanya.

“Kau tidak bodoh, Cuma kurang serius dan ceroboh dalam segala hal. Apa kau ingin mencoba belajar pedang?” Pangeran Ergo memahami pikiran Putri Erina.

“Apa itu boleh? Bukankah aturan kerajaan, wanita bangsawan tidak boleh mengangkat pedang seperti kesatria dan prajurit? Hanya boleh memanah dan belajar seni pedang paling dasar.” Punggungnya bersandar di bantalan kursi dan Putri Erina terlihat sangat putus asa.

“Biar aku yang mengurusnya, tugasmu hanya menjaga rahasia ini dari siapapun.” Pangeran Ergo mengedipkan sebelah matanya dan pergi dari kamar Putri Erina.

Putri Erina melompat bahagia dan memeluk Sativa, pelayan pribadinya yang baru saja masuk ke kamar Putri Erina.

Sativa terkejut dengan sikap Putri Erina. “Putri...” Sativa tidak bisa melanjutkan ucapannya karena Putri Erina memegang kedua tangannya dan mengajak dirinya berputar-putar.

Putri Erina kehabisan nafas, ia segera mengatur nafas sebelum menceritakan kepada Sativa.

“Pa Pangeran Ergo ... akan ... melatihku berpedang,” kata Putri Erina dengan nafas yang tidak beraturan.

Sativa menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Dia tidak tahu harus bahagia atau khawatir.

“Tapi bagaimana jika sampai Yang Mulia Raja Fasco dan Ratu tahu tentang ini?” Suara Sativa sedikit berbisik.

“Itu dia! Ini akan menjadi rahasia.” Putri Erina meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya.

“Tapi siang ini anda harus pergi ke kelas sejarah,” kata Sativa mengingatkan.

“Kenapa kau selalu menjadi badai di saat matahari sedang bersinar?” Putri Erina menghela nafas berat.

Dengan langkah gontai, Putri Erina pergi ke perpustakaan istana. Sebelum langkahnya memasuki perpustakaan, dua orang prajurit datang menemuinya.

Kedua prajurit membungkuk hormat. “Putri Erina, Yang Mulia Raja memanggil anda untuk datang ke ruang kerja Raja,” kata salah satu prajurit.

Putri Erina mengangkat satu alisnya, tidak seperti biasanya, Raja Fasco memintanya untuk menemui di ruang kerja. Dengan cepat Putri Erina memutar arah menuju sang ayah berada. Ia membuka pintu ruang kerja Raja Fasco dengan anggun, Putri Erina melihat Duke Albert, Duke Vries dan juga Count Trevor juga berada di dalam ruang kerja Raja. Dengan segera ketiga bangsawan berdiri dan memberikan hormat kepada Putri Erina.

Duke Albert adalah ayah dari Belinda dan Count Trevor adalah ayah dari Evelyn. Putri Erina tahu mengapa Raja Fasco memanggilnya untuk menghadap.

Wajah Raja Fasco terlihat sangat muram dan tidak ramah seperti biasanya. Putri Erina memberanikan diri untuk berbicara.

“Yang Mulia Raja memanggil hamba? Ada apa gerangan membuat Yang Mulia sampai memanggil hamba?” Putri Erina memberikan hormat di hadapan ayahnya.

“Putri Erina, kau pasti sudah tahu mengapa aku memanggilmu dan ketiga bangsawan juga berada di sini.” Raja Fasco melihat keempat orang yang berada di dalam ruangannya secara bergantian.

“Mohon maaf Yang Mulia, hamba tidak paham.” Kali ini Putri Erina harus mendengar apa yang akan dikatakan oleh Duke Albert dan juga Count Trevor.

“Apakah kau tidak menyadari kesalahanmu tadi pagi di kediaman Duke Vries? Silakan jelaskan, Duke Albert dan Count Trevor. Jika memang Putri Erina bersalah maka aku akan menghukumnya, tapi jika anak-anak kalian yang bersalah, aku juga harus menghukumnya,” ucap Raja Fasco dengan tegas.

“Putri Erina membakar gaun milik anak kami, Yang Mulia. Di depan semua para nona bangsawan lainya, tadi pagi saat acara minum teh di kediaman Duke Vries.” Duke Albert mengatakan dengan suara marah yang tertahan.

“Benar begitu, Duke Vries?” Tatapan Raja Fasco beralih ke arah Duke Vries.

“Benar, Yang Mulia.” Duke Vries terlihat sangat tenang, karena dia tahu bahwa Putri Erina tidak melakukan hal yang keliru, berdasarkan cerita dari anaknya, Aurora.

“Sekarang giliranmu untuk menjelaskan, Putri Erina.” Raut Wajah Raja Fasco terlihat sedikit kecewa dengan anak gadisnya.

“Maafkan hamba, Yang Mulia. Hamba tidak menduga bahwa kejadian tadi pagi akan berlanjut. Semua yang dikatakan oleh ketiga kepala keluarga bangsawan ini memang benar adanya,” ucap Putri Erina dengan sangat polos.

Semua orang tersentak mendengar Putri Erina mengakui kesalahannya. Terlebih Raja Fasco, ada rasa bangga di dalam hatinya untuk anak gadisnya itu.

“Tapi itu semua bukan kesalahan hamba sepenuhnya, lady Belinda dan lady Evelyn meminta hamba menunjukkan kekuatan sihir sederhana, meskipun lady Aurora sudah memperingatkan bahwa itu permintaan yang tidak pantas, namun mereka berdua memaksa. Jadi hamba menunjukkan sihir api, Yang Mulia Raja juga tahu pelajaran mantra sihir hamba baru menginjak sihir api, dan sihir api merupakan sihir dasar untuk anggota keluarga kerajaan yang harus dikuasai. Pada akhirnya hamba tidak sengaja membakar gaun lady Belinda dan lady Evelyn, itu saja sudah membuat Pangeran Ergo bersusah payah untuk menghentikan mantra sihir hamba. Jika tidak, kediaman Duke Vries juga ikut terbakar,” lanjut Putri Erina dengan wajah tidak bersalah.

Raja Fasco dan Duke Vries menahan tawanya, mendengar penjelasan Putri Erina yang sangat polos dan apa adanya, tidak ada maksud tertentu dari ucapannya.

“Memang benar, meminta anggota kerajaan menunjukkan sihir merupakan hal yang tidak pantas. Terlebih mereka meminta kepada Putri Erina yang masih belajar. Bagaimana menurut anda, Duke Vries?” Raja Fasco tidak bisa memutuskan secara sepihak, karena akan menjadi rumor bahwa dirinya membela anaknya.

“Menurut hukum kerajaan memang tidak pantas seorang meminta salah satu anggota keluarga kerajaan mengeluarkan ilmu sihir hanya untuk sebuah pertunjukkan. Jadi menurut hamba Putri Erina tidak salah, yang bersalah justru lady Belinda dan juga lady Evelyn.” Duke Vries selalu berada dipihak Raja, dan ia adalah orang yang jujur serta adil.

“Apakah penjelasan Putri Erina bisa dibuktikan?” Duke Albert tidak terima dengan keputusan bahwa anaknya bersalah.

Pintu ruang kerja Raja Fasco terbuka lebar, Pangeran Ergo datang karena ia mendengar adik kesayangannya sedang berada dalam masalah.

“Yang Mulia Putra Mahkota.” Semua orang serempak memanggil Pangeran Ergo.

Ketiga bangsawan membungkuk memberikan hormat.

“Benar yang dikatakan Putri Erina, jika hamba tidak mencegah mungkin kediaman Duke Vries sudah menjadi abu sekarang. Bukankah para nona bangsawan tahu bahwa Putri Erina masih berada ditahap awal untuk ilmu sihir? Kenapa mereka ingin melihat Putri Erina menggunakan sihir? Untuk menjadi bahan lelucon atau untuk mempermalukan Putri Erina? Jika benar seperti itu maka hukumannya bukan hanya melanggar hukum kerajaan terkait sihir, namun bertambah menjadi penghinaan kepada anggota keluarga kerajaan.” Pangeran Ergo ingin menghentikan sikap manja para bangsawan yang hanya bisa mengeluh tanpa memperbaiki diri.

Duke Albert dan Count Trevor panik mendengar ucapan Pangeran Ergo.

“Maafkan kelalaian kami mendidik anak-anak kami, Yang Mulia. Mereka masih sangat muda dan tidak mungkin memiliki pemikiran keji seperti itu. kami akan meminta anak-anak untuk meminta maaf kepada Putri Erina secara pribadi.” Count Trevor terlihat jelas tidak ingin masalah ini menjadi panjang.

“Tidak perlu, saya anggap masalah ini selesai. Saya harap anak-anak anda tahu batasannya dan bisa memperbaiki kelakuannya.” Putri Erina sudah sangat malas mendengar para bangsawan yang seolah-olah tertindas.

“Yang Mulia Raja, Yang Mulia Putra Mahkota. Hamba mohon undur diri, karena ini waktunya kelas sejarah dan guru besar sudah menunggu.” Putri Erina memberikan hormat kepada Raja Fasco dan Pangeran Ergo sebelum ia keluar dari ruang kerja Raja.

Putri Erina duduk di balik kursi yang berada di perpustakaan dengan menghela nafas kesal.

Guru besar terkekeh melihat tingkah Putri Erina. “Pelajaran sejarah belum dimulai tapi anda sudah menghela nafas?”

“Bukan karena pelajaran sejarah, namun kejadian sebelum saya datang ke sini yang membuat saya sangat kesal.” Putri Erina menopang dagunya dengan telapak tangannya.

Guru besar ikut menghela nafas. “Kalau seperti ini bagaimana anda bisa belajar dengan baik. Begitulah para bangsawan, mereka akan lemah dan merasa tertekan bila berhadapan dengan tuannya. Meskipun mereka berbuat salah tapi mereka akan bersikap sebagai orang yang tertindas.”

Putri Erina merasa berada di lingkaran sosial yang tinggi justru sangat mengerikan, banyak dari mereka yang bermuka dua dan pasti mereka memiliki tujuan sendiri untuk menyelamatkan kehidupan mereka. Segala macam cara akan mereka lakukan hanya untuk mengambil hati sang Raja, tidak ada yang bisa dipercaya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Mrs. Ilona
9.7
Menginjak usia 25 tahun, Ilona Roselani Belvania pulang ke Indonesia demi menuntut balas atas kematian tragis ayahnya, Tuan Belvara. Peristiwa kelam itu tidak hanya menghancurkan finansial mereka, tetapi juga merenggut kewarasan sang ibu. Ilona kini mendapat peluang emas dengan menyamar sebagai guru di sekolah elit tempat anak pewaris keluarga Altaresh menuntut ilmu. Demi menuntaskan dendam masa lalu, mampukah Ilona menyelesaikan misinya terhadap musuh bebuyutan sang ayah?
Sampul Novel I'm The Beast
9.0
Rodolfo Silas, mantan pembunuh bayaran, kini berjuang melindungi desa dari teror misterius setiap bulan purnama. Dengan keahlian tempurnya yang hebat, ia menjadi tameng tunggal melawan kawanan serigala yang gemar menculik warga. Namun, takdir menyeretnya ke dalam nestapa saat sekelompok elite werewolf menangkap dan mengubah wujudnya menjadi monster mengerikan. Rodolfo kini harus bertahan hidup sebagai bagian dari makhluk buas yang selama ini ia musuhi.
Sampul Novel Kasus 21+
9.3
Khusus pembaca 21 tahun ke atas. Sebagai ketua tim khusus kepolisian elit, Eva Avalon mengemban misi besar untuk memberantas kejahatan dan eksploitasi seksual yang merajalela. Di era modern dengan teknologi yang memicu berbagai modus operandi baru yang licin, ia harus memimpin penyelidikan kasus-kasus rumit. Ikuti perjuangan hebat Eva dalam mengungkap setiap misteri dan menegakkan keadilan di tengah tantangan yang berbahaya.
Sampul Novel Kembalinya Sang Penguasa
9.0
Insiden ledakan rumah yang menewaskan sepasang suami istri membuat polisi dan militer gempar. Kehilangan putri mereka menjadi pertanda bangkitnya Red Everlasting Dragon, sang penguasa legendaris yang ditakuti dunia. Ia memutuskan turun gunung untuk menuntut balas atas kematian orang tuanya sekaligus menyelamatkan adiknya yang diculik. Dengan kemurkaan yang membara, ia bersumpah melibas semua pelaku dan siap mengguncang tatanan dunia dari timur hingga barat.
Sampul Novel King Of King
8.2
Di Negeri Awan, selir keempat Kaisar Oro, Elisabet, melahirkan Starling saat bintang raksasa bersinar. Namun, hasutan kejam seorang dukun membuat Kaisar curiga bahwa bayi itu adalah anak Jenderal Robert. Sang penguasa pun didesak mengorbankan darah dagingnya sendiri sebagai tumbal demi kedamaian istana. Di tengah ancaman maut dari Oro, akankah hasrat berkuasa sang ayah melibas kasih sayangnya pada Starling?
Sampul Novel Ksatria Naga Phoenix
8.3
Benua Arkandaria terancam kiamat oleh kehadiran Naga Langit, sesuai ramalan kuno yang beredar. Harapan satu-satunya ada pada Ksatria Naga Phoenix yang legendaris. Zhu Fei, anak Panglima Zhu Lei, diprediksi sebagai sosok penyelamat tersebut. Sejak berumur lima tahun, ia dikirim ke Pulau Pek Long untuk menjalani pelatihan demi takdir besar ini. Mampukah Zhu Fei menghentikan bencana besar itu, ataukah semua ini hanya akan berakhir sebagai mitos belaka?