APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel True Lord

True Lord

Zelbert jatuh ke tangan Putri Erina usai Pangeran Ergo lenyap di medan laga. Sayangnya, takhta Erina diguncang kudeta oleh Duke Hamburgh. Meski telah bersuamikan Iraqis yang merupakan sepupunya sendiri, sang putri tetap digulingkan dari takhta. Berbekal wasiat mendiang sang ayah, Erina kabur ke luar wilayah kerajaan demi menghimpun kekuatan baru. Perjuangannya kini dimulai untuk merebut kembali haknya sekaligus membebaskan tanah air dari belenggu pengkhianat.
Bab
Bagikan

Bab 3

Matahari tenggelam dengan sangat cepat, langit jingga berubah menjadi gelap berhiaskan bintang yang bersinar layaknya kilauan permata.

Putri Erina sudah menantikan untuk melakukan latihan pedang bersama dengan Pangeran Ergo, tentu saja dia sudah tidak sabar untuk segera menggenggam pedang.

Sir Gabriel datang menjemput Putri Erina. Pria tampan dengan badan yang kekar, mata birunya bersinar seperti batu safir di dalam air begitu jernih dan dingin. Wajahnya yang tegang dan tidak ramah nampak jelas bahwa dia juga jarang tersenyum.

Meskipun begitu, Putri Erina tidak takut dengan pria tampan di hadapannya. Seperti magnet, menarik perhatian Putri Erina untuk mengetahui lebih jauh tentang pria itu.

Sir Gabriel bertanya-tanya dalam hatinya, mengapa seorang putri tidak menekuni kelas putri kerajaan, justru dia ingin belajar pedang dengan para ksatria yang berada di bawah perintah Pangeran Ergo. Semua orang sudah membicarakan tentang reputasi Putri Erina yang tidak pernah serius dalam berbagai hal, dan juga ia sering gagal dalam ujian kelas putri. Ia seger menepis semua pertanyaan tidak pantas itu.

“Kenapa aku jadi ikut memikirkan reputasi Putri Erina? Dasar prajurit sialan itu sudah meracuni pikiranku,” kata Sir Gabriel dalam hati.

“Bisa-bisanya seorang ksatria kerajaan melamun saat berjalan dengan seorang Putri kerajaan.” Putri Erina mendengkus kesal.

Sir Gabriel terkesiap mendengar ucapan Putri Erina. “Maafkan hamba, Putri. Apakah anda mengatakan sesuatu?”

“Kau pasti tidak menyukaiku, kan? Karena rumor tentang aku yang bodoh dalam segala hal.” Putri Erina mencibir diri sendiri.

“Tidak, hamba tidak pernah berpikir seperti itu kepada Tuan Putri, maafkan hamba yang sudah mengabaikan Tuan Putri.” Sir Gabriel berusaha untuk menutupi rasa paniknya.

“Walaupun kau punya pikiran seperti itu, aku tidak menyalahkanmu. Karena memang benar aku tidak pintar dalam urusan belajar bersama setumpuk buku. Tidak seperti kakak, dia bisa melakukan semua hal dengan sempurna tanpa kekurangan. Kakak pantas menjadi seorang Raja, bukankah begitu Sir Gabriel?” Putri Erina memiringkan kepalanya agar bisa melihat wajah tampan Sir Gabriel.

Sir Gabriel hanya menganggukkan kepalanya, tanda bahwa ia setuju dengan pendapat Putri Erina. Mereka terus berjalan menuju arena berlatih pedang di istana bagian barat, milik pangeran Ergo.

Arena berlatih tepat di belakang taman istana bagian barat, tidak terlalu luas namun cukup untuk menampung sekitar dua puluh orang. Putri Erina berlari setelah melihat Pangeran Ergo yang sudah berada di arena berlatih, menyiapkan pedang sungguhan miliknya. Kali ini wajah Putri Erina semakin senang, akhirnya dia akan menggunakan pedang besi bukan pedang kayu seperti di kelas seni pedang.

Pangeran Ergo melemparkan pedang ke arah adiknya, Putri Erina dengan sigap menangkap pedang itu tanpa kesalahan.

Semua ksatria yang berada di arena berlatih terkejut dengan ketangkasan Putri Erina. Pangeran Ergo hanya tersenyum puas, ia tahu bahwa adiknya akan menjadi ksatria wanita hebat suatu hari nanti.

Pangeran Ergo menyerang Putri Erina tanpa mengatakan apapun sebelumnya. Pedang diayunkan dengan cepat dan memburu, tanpa membiarkan Putri Erina untuk membalas serangan yang bertubi-tubi.

Putri Erina menghalau pedang dengan tangannya sekuat tenaga, pedang besi yang berat dan menahan serangan Pangeran Ergo membuat tangan Putri Erina seperti terkena kliatan petir. Darahnya yang mengalir kencang seolah berlari di tangannya, panas membara begitu sangat menyengat di pundak Putri Erina.

Dengan cermat, Putri Erina mengamati pola pergerakan serangan dari Pangeran Ergo. Setelah ia paham bagaimana Pangeran Ergo mengayunkan pedangnya, Putri Erina dengan sangat berani membalas serangan tanpa henti. Kali ini para ksatria tercengang, mereka tidak melihat Pangeran Ergo sedang melatih tapi mereka melihat pertarungan antara kakak beradik.

Pangeran Ergo menghentikan serangannya, dia sudah mulai kehabisan nafas. Butiran keringat mengalir deras membasahi tubuhnya. Begitu juga dengan Putri Erina, ia merebahkan badannya di arena berlatih.

Sir Gabriel tersenyum samar, ternyata prasangka buruk tentang Putri Erina selama ini tiba-tiba hilang dari pikirannya karena menyaksikan pertarungannya dengan Pangeran Ergo. Putri Erina lebih pintar membaca strategi dan pola berpedang lawan daripada belajar di perpustakaan.

“Ternyata benar dugaanku, kau lebih menonjol untuk belajar pedang, kau akan menjadi ksatria wanita,” kata Pangeran Ergo dengan mengatur nafasnya.

Putri Erina terbahak mendengar ucapan Pangeran Ergo. “Kakak sudah tahu kan, sihir bertarung dan sihir tumbuhan yang paling aku kuasai?”

Disaat mereka sedang berbincang, ksatria Hilar berlari menghampiri Pangeran Ergo dengan tergesa-gesa. Ia berbisik di telinga Pangeran Ergo, dan seketika wajah Pangeran Ergo berubah menjadi kekhawatiran.

“Ada apa kak?” tanya Putri Erina.

“Dengarkan aku, ini bukan suatu hal yang baik dan tidak menguntungkan untuk kita. Aku tidak akan berada di istana mulai besok, karena aku harus pergi ke medan perang. Tetap berlatih pedang dan sihir, kau harus bisa melampaui aku dan jaga kerajaan kita demi aku, ayah dan ibu. Apa kau paham?” Pangeran Ergo menyentuh pipi Putri Erina dengan kedua tangannya.

Belum sempat untuk Putri Erina bertanya lebih jauh lagi, Pangeran Ergo pergi dari hadapannya dengan cepat bersama ksatria Hilar dan Hilian. Putri Erina hanya bisa menatap punggung kekar milik kakaknya dengan pertanyaan yang ia telan sendiri.

~ Ruang kerja Raja ~

Raja Fasco menerima laporan dari perbatasan negara bahwa kerajaan Velian sudah mulai bergerak untuk memulai peperangan ke negara Zelbert, kegundahan Raja Fasco tidak bisa dibendung lagi. Kerajaan Velian adalah kerajaan tetangga, dua kerajaan ini berselisih karena pusat tambang permata berada di perbatasan dua negara.

Kekuatan militer yang sama kuatnya dengan kerajaan Velian membuat perang ini layaknya sebagai mimpi buruk untuk Raja Fasco. Selama ini Raja Fasco selalu berhati-hati agar tidak menyinggung kerajaan Velian, namun entah apa yang sudah terjadi sehingga membuat kerajaan Velian mengangkat pedangnya untuk mengusik kerajaan Zelbert.

"Ayah tidak perlu khawatir, aku akan menangani peperangan kali ini, aku yang akan menjaga kerajaan dan negara kita tetap aman." Pangeran Ergo mencoba menenangkan hati sang ayah.

"Tapi nak, kau adalah Putra Mahkota yang harus aku lindungi untuk meneruskan tahta, bagaimana bisa ayah membiarkan kau pergi untuk berperang melawan kerajaan Velian yang kekuatan militer sama besarnya dengan kita?" Raja Fasco masih tidak setuju dengan keputusan anaknya tersebut.

"Ayah, ini saatnya aku menunjukan kepada rakyat bahwa aku adalah calon Raja yang bisa diandalkan nantinya, aku akan membawa Hilar dan Hilian bersamaku." Pangeran Ergo terus mencoba untuk meyakinkan sang ayah.

"Baiklah nak, kalau itu sudah menjadi tekad mu, ayah akan mempersiapkan semua yang kau butuhkan, jangan lupa bawa Hilian dan Hilar juga bersamamu." Raja Fasco akhirnya setuju akan permintaan anaknya tersebut.

Tidak lama kemudian Hilian dan Hilar datang menghadap sang Raja. Mereka memberikan hormat sebelum mendengar titah dari Raja Fasco.

"Kondisi sekarang sedang tidak baik untuk kita, tolong bantu pangeran Ergo dalam perangan kali ini, lindungi dia dan pastikan dia aman,” titah Raja Fasco kepada dua kesatria itu.

"Baik, Yang Mulia." Hilian dan Hilar membungkuk hormat dan pergi dari hadapan sang Raja.

Hilian dan Hilar adalah kesatria yang sangat penting untuk kerajaan Zelbert, mereka juga disebut sebagai Kesatria Musim Dingin, menghunuskan pedang tanpa berkedip dengan menatap matanya saja sudah membuat musuh ketakutan, gerakannya seperti angin di musim dingin, tenang dan mematikan. Kesetiaan mereka terhadap kerajaan Zelbert tidak diragukan lagi, karena mereka adalah anak dari anggota keluarga kerajaan, Grand Duke Kafman.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Mrs. Ilona
9.7
Menginjak usia 25 tahun, Ilona Roselani Belvania pulang ke Indonesia demi menuntut balas atas kematian tragis ayahnya, Tuan Belvara. Peristiwa kelam itu tidak hanya menghancurkan finansial mereka, tetapi juga merenggut kewarasan sang ibu. Ilona kini mendapat peluang emas dengan menyamar sebagai guru di sekolah elit tempat anak pewaris keluarga Altaresh menuntut ilmu. Demi menuntaskan dendam masa lalu, mampukah Ilona menyelesaikan misinya terhadap musuh bebuyutan sang ayah?
Sampul Novel I'm The Beast
9.0
Rodolfo Silas, mantan pembunuh bayaran, kini berjuang melindungi desa dari teror misterius setiap bulan purnama. Dengan keahlian tempurnya yang hebat, ia menjadi tameng tunggal melawan kawanan serigala yang gemar menculik warga. Namun, takdir menyeretnya ke dalam nestapa saat sekelompok elite werewolf menangkap dan mengubah wujudnya menjadi monster mengerikan. Rodolfo kini harus bertahan hidup sebagai bagian dari makhluk buas yang selama ini ia musuhi.
Sampul Novel Kasus 21+
9.3
Khusus pembaca 21 tahun ke atas. Sebagai ketua tim khusus kepolisian elit, Eva Avalon mengemban misi besar untuk memberantas kejahatan dan eksploitasi seksual yang merajalela. Di era modern dengan teknologi yang memicu berbagai modus operandi baru yang licin, ia harus memimpin penyelidikan kasus-kasus rumit. Ikuti perjuangan hebat Eva dalam mengungkap setiap misteri dan menegakkan keadilan di tengah tantangan yang berbahaya.
Sampul Novel Kembalinya Sang Penguasa
9.0
Insiden ledakan rumah yang menewaskan sepasang suami istri membuat polisi dan militer gempar. Kehilangan putri mereka menjadi pertanda bangkitnya Red Everlasting Dragon, sang penguasa legendaris yang ditakuti dunia. Ia memutuskan turun gunung untuk menuntut balas atas kematian orang tuanya sekaligus menyelamatkan adiknya yang diculik. Dengan kemurkaan yang membara, ia bersumpah melibas semua pelaku dan siap mengguncang tatanan dunia dari timur hingga barat.
Sampul Novel King Of King
8.2
Di Negeri Awan, selir keempat Kaisar Oro, Elisabet, melahirkan Starling saat bintang raksasa bersinar. Namun, hasutan kejam seorang dukun membuat Kaisar curiga bahwa bayi itu adalah anak Jenderal Robert. Sang penguasa pun didesak mengorbankan darah dagingnya sendiri sebagai tumbal demi kedamaian istana. Di tengah ancaman maut dari Oro, akankah hasrat berkuasa sang ayah melibas kasih sayangnya pada Starling?
Sampul Novel Ksatria Naga Phoenix
8.3
Benua Arkandaria terancam kiamat oleh kehadiran Naga Langit, sesuai ramalan kuno yang beredar. Harapan satu-satunya ada pada Ksatria Naga Phoenix yang legendaris. Zhu Fei, anak Panglima Zhu Lei, diprediksi sebagai sosok penyelamat tersebut. Sejak berumur lima tahun, ia dikirim ke Pulau Pek Long untuk menjalani pelatihan demi takdir besar ini. Mampukah Zhu Fei menghentikan bencana besar itu, ataukah semua ini hanya akan berakhir sebagai mitos belaka?