APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Transmigrasi Sang Mafia

Transmigrasi Sang Mafia

Zaira Leonhardt, bos mafia Eropa Timur sekaligus CEO kejam, tewas dan jiwanya masuk ke tubuh Callista Renée, siswi SMA lemah korban perundungan. Walau raganya rapuh, insting predator Zaira tetap tajam untuk merebut takhta kekuasaan. Di tengah aksinya, rahasia kelam Callista mulai terkuak. Ditambah lagi, kehadiran Kael Evandros, siswa populer sekolah itu, ternyata menyimpan misteri yang jauh lebih berbahaya dari masa lalu Zaira.
Bab
Bagikan

Bab 2

Mobil hitam itu berhenti di depan sebuah gedung kaca bertingkat yang menjulang tinggi menembus langit senja. Lampu-lampu kota mulai menyala, memantul di permukaan gedung, menciptakan bayangan yang seolah hidup dan mengawasi setiap langkah.

Zaira menatap sekeliling dengan mata yang masih penuh kebingungan. Tubuh Callista yang ia tempati kini berdiri di depan sebuah dunia baru-bukan dunia sekolah yang membosankan dan penuh ejekan, tapi dunia orang-orang kuat, dunia di mana kekuasaan dan uang adalah segalanya.

Kael membuka pintu mobil dan berjalan menuju lobi gedung dengan langkah tenang, seolah ia adalah penguasa di tempat ini.

"Kenapa kau membawaku ke sini?" tanya Zaira dengan suara yang lebih tegas dari sebelumnya. Suara itu adalah suara Zaira yang selama ini tersembunyi di balik ketakutan Callista.

Kael menatapnya sejenak, lalu mengangguk. "Kau harus tahu siapa dirimu sebenarnya. Dan kau harus siap menghadapi kenyataan yang selama ini tersembunyi."

Mereka melangkah masuk ke dalam gedung, melewati resepsionis yang tersenyum sopan tapi tetap dengan mata waspada. Lift besar mengangkut mereka ke lantai atas, di mana ruang kantor megah menunggu.

Di dalam ruang itu, seorang pria tua berdiri menyambut mereka. Wajahnya serius dan penuh wibawa. "Kael, kau membawa tamu yang kau bicarakan?" tanyanya tanpa basa-basi.

"Ya, ayah. Ini Callista," jawab Kael singkat.

Zaira terpaku. Panggilan "ayah" itu membuat darahnya berdesir. Ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar pertemuan biasa.

Pria itu melangkah maju, menatap Zaira dengan mata tajam. "Callista... atau Zaira, jika kau mau, ini saatnya kau mendengar semua yang selama ini kau sembunyikan dari dirimu sendiri."

Zaira merasa jantungnya berdegup semakin kencang. Ia tahu, inilah titik balik yang selama ini ia hindari - menghadapi masa lalu yang penuh darah dan kebohongan.

"Dulu kau adalah pewaris dari salah satu keluarga mafia paling berpengaruh di negara ini," pria tua itu memulai, suaranya berat dengan beban sejarah. "Tapi kekuatan itu membuatmu menjadi target. Keluargamu dibantai, dan kau selamat karena sebuah pengorbanan besar."

Zaira mengernyit, ingatannya samar-samar kembali. Bayangan kekerasan, pengkhianatan, dan pengorbanan yang menyakitkan.

"Kau tak benar-benar mati," lanjut pria itu. "Tubuhmu hilang, tapi jiwa dan kekuatanmu tertanam dalam tubuh Callista. Takdir membawamu kembali, tapi dalam wujud yang lemah, agar kau belajar arti kekuatan sebenarnya."

Zaira menatapnya, merasa campur aduk antara marah dan bingung. "Jadi... aku ini semacam proyek?"

Pria itu tersenyum tipis, "Bukan proyek, tapi kesempatan kedua. Kau punya kekuatan, dan kau harus menggunakannya untuk membalas dendam pada mereka yang menghancurkan keluargamu."

Kael mengangguk, menatap Zaira dengan serius. "Aku ada di sini bukan hanya sebagai ayah, tapi juga pelindungmu. Dunia yang kau hadapi sekarang jauh lebih berbahaya dari yang kau kira."

Zaira merasakan tekanan yang luar biasa. Semua yang selama ini ia lari, kini hadir di hadapannya dalam bentuk yang tak bisa ia hindari.

"Tapi bagaimana dengan tubuh ini?" tanya Zaira pelan. "Aku merasa rapuh, lemah, dan... takut."

Pria tua itu melangkah ke meja dan mengambil sebuah kotak kecil. "Di sini ada sesuatu yang akan membantumu mengendalikan kekuatanmu. Tapi kau harus berjanji, kau tidak akan menyerah."

Zaira menatap kotak itu dengan penuh penasaran. Di dalamnya terdapat sebuah liontin kecil dengan batu merah menyala.

"Ini bukan sembarang liontin," kata pria itu. "Ini warisan keluarga yang bisa menghubungkan kekuatan jiwamu dengan tubuh ini. Tapi ingat, kekuatan itu datang dengan harga."

Hari-hari berikutnya dihabiskan Zaira untuk belajar dan berlatih. Kael dan pria tua itu menjadi guru sekaligus pelindungnya. Ia belajar mengendalikan kekuatannya yang tersembunyi, belajar membaca bahasa tubuh musuh, dan menyusun strategi untuk menghadapi bahaya yang mengintai.

Tapi semakin dalam ia belajar, semakin besar juga beban yang ia rasakan. Dunia yang dulu ia tinggalkan penuh dengan darah dan pengkhianatan, kini hadir kembali dalam berbagai bentuk yang lebih rumit.

Suatu malam, saat Zaira sedang berlatih sendirian di ruang rahasia gedung itu, ia merasakan sesuatu yang aneh. Bayangan masa lalu muncul kembali - bukan hanya kenangan, tapi juga ancaman nyata.

Seseorang mengintai di luar ruangan, langkahnya pelan tapi pasti. Zaira segera menyembunyikan diri dan menyiapkan diri untuk bertarung.

Pintu terbuka perlahan, dan sosok bayangan hitam masuk. Mata Zaira membelalak, mengenali wajah yang selama ini menjadi momok dalam hidupnya.

"Jadi kau masih hidup, Zaira..." suara itu dingin, penuh kebencian.

Zaira mengangkat kepala, matanya menyala penuh amarah. "Aku bukan Zaira lagi. Aku adalah Callista. Tapi jangan salah, aku lebih kuat dari yang kau kira."

Pertarungan pun tak terhindarkan. Suara benturan dan gesekan memecah keheningan malam itu. Tubuh rapuh Callista tak mampu menahan serangan secara langsung, tapi Zaira menggunakan kecerdasan dan insting bertarungnya untuk mengelak dan membalas.

Saat pertarungan semakin intens, Zaira teringat liontin di lehernya. Dengan gerakan cepat, ia menyentuh liontin itu, dan seketika aura merah menyala mengelilinginya.

Tubuhnya yang lemah seolah berubah menjadi bayangan pembalasan yang tak terduga. Ia memukul mundur lawannya dengan tenaga yang luar biasa, membuat musuh itu terkejut dan akhirnya mundur.

"Ini baru permulaan," ujar Zaira dengan suara berat. "Aku akan membalas semua yang telah hilang. Aku akan menjadi ratu, bukan mangsa."

Keesokan harinya, Kael datang dengan wajah serius. "Kau mulai menunjukkan kekuatanmu, tapi ingat, musuhmu bukan hanya dari masa lalu. Ada banyak pihak yang ingin menguasai dunia yang kau tinggalkan."

Zaira mengangguk, tatapannya tajam dan penuh tekad. "Aku siap menghadapi semuanya. Tak ada yang akan menghancurkanku lagi."

Kael tersenyum tipis. "Bagus. Karena jalanmu masih panjang, dan aku akan berada di sisimu."

Namun di balik semua itu, ada rahasia yang lebih gelap menunggu untuk terungkap - rahasia yang bisa merubah segalanya dan membuat Zaira mempertanyakan siapa sebenarnya musuh dan siapa yang benar-benar bisa dipercaya.

Malam itu, di balik bayangan kota, seorang sosok misterius mengamati dari kejauhan. Dengan suara serak yang penuh dendam, ia berbisik, "Zaira... aku sudah menunggumu."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bermandikan Api: Kisah Reinkarnasi Seorang Putri
8.0
Putri Yun Shang terlahir kembali ke masa lalu saat dirinya masih berumur delapan tahun. Di balik raga kecilnya, ia memikul memori pahit dari masa depan tentang pengkhianatan sang suami, hilangnya buah hati tercinta, serta kekejaman kakak perempuannya. Berbekal kepedihan dan ingatan masa lalu, Yun Shang bertekad mengubah takdirnya. Ia menolak menjadi sosok lemah dan bersiap membalas dendam kepada semua orang yang dahulu menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Code Name Amaryllis
8.6
Hukum Indonesia runtuh pada 2050 akibat korupsi massal. Menghadapi situasi ini, Presiden mendirikan organisasi rahasia yang diperkuat pemuda genius berteknologi canggih untuk menumpas konspirasi elite politik. Fokus cerita tertuju pada agen muda berkode nama Amaryllis. Ia harus mempertaruhkan nyawa di tengah intrik mematikan demi mengembalikan keadilan negara. Sebagai tumpuan terakhir bangsa, sanggupkah Amaryllis menghancurkan kejahatan sistemik tersebut?
Sampul Novel DENDAM DAN CINTA KING MAFIA
9.6
Albern Barnard, pemimpin mafia asal Italia, menyamar jadi pebisnis di Indonesia demi memburu pengkhianat bernama Reno. Dendam atas kematian kakaknya terbayar lunas saat Albern mengeksekusi Reno di hadapan Harnum, istrinya yang sedang hamil tua. Kejadian tragis itu membuat Harnum keguguran akibat pendarahan hebat. Bukannya kasihan, Albern malah menyekap Harnum di sebuah rumah hutan tua dan terus menyiksanya demi meluapkan kebencian yang membara.
Sampul Novel Gairah Sang Bodyguard
8.7
Nyawa penyanyi pop terkenal, Venus Harristian, terancam setelah ia melihat sebuah kejahatan besar. Polisi bernama Dion Elang Juliandra pun ditugaskan menjadi pengawal pribadinya demi menjaga keselamatan Venus hingga persidangan tiba. Namun, interaksi yang intens justru memicu getaran asmara di antara keduanya. Situasi menjadi rumit karena Venus dan Dion sama-sama telah bertunangan. Di bawah bayang-bayang teror, mereka kini terjebak dilema antara komitmen dan gairah yang membara.
Sampul Novel JOSEPH HUNTER (Fight for Trust)
8.7
Tragedi malam pertama merenggut Camila, istri Joseph Hunter, yang hanyut ke laut demi menghindari restu maut ayahnya. Nyaris tewas, Joseph terikat kontrak gelap untuk memburu kartel The Demon. Di tengah misi berbahaya ini, ia bertemu Vanessa, kekasih musuhnya yang berwajah persis mendiang istrinya. Rahasia masa lalu yang terbongkar menyeret Joseph ke pusaran dendam membara, memaksanya bertarung demi sebuah kepercayaan di dunia mafia yang kejam.
Sampul Novel Love a Sweet Psycho
7.9
Kehidupan tenangku berubah drastis sejak Hun, pria tampan mirip pangeran dongeng, mulai terobsesi mengejarku. Meski aku tak tertarik, sosok berdarah dingin ini justru bertindak ekstrem demi melindungiku, seperti membunuh ular hingga nyaris mencekik penggangguku. Aku sangat benci menjadi pusat perhatian dalam drama gila ini. Mengapa takdir mengubah hidup mediokerku menjadi serumit ini hanya karena campur tangan seorang psikopat?