APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tragedi kelam satu malam

Tragedi kelam satu malam

Laura, wanita tangguh yang sempat lenyap tanpa jejak selama bertahun-tahun, mendadak pulang ke Indonesia bersama seorang anak. Kembalinya Laura membangkitkan amarah sekaligus penyesalan mendalam pada diri Kendra Adelio. Selama ini, Kendra telah berupaya keras mencari keberadaan Laura namun selalu gagal. Kini, tabir misteri dari tragedi satu malam yang menjungkirbalikkan takdir hidup mereka perlahan mulai terungkap. Rahasia besar apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu?
Bab
Bagikan

Bab 1

Laura, seorang wanita yang berusia 23 tahun baru saja tiba di Indonesia. Kaki jenjangnya melangkah menyusuri koridor bandara ibu kota. Bak wanita berkelas, wajah ayu, rambut hitam pekat panjang yang mengurai, dengan dress yang melekat dalam dirinya menambah kecantikan dalam diri wanita itu.

Tetapi, tangan kanannya menggandeng tangan mungil seorang anak laki-laki yang mungkin berusia 4 tahun.

"Mama," panggilnya.

Membuat sang empu menoleh dan menurunkan badannya.

"Ada apa sayang?"

"Aku lapar," ujarnya dengan mencebikkan bibirnya lucu.

Laura terkekeh, wanita itu mengusap kepala sang anak. "Mari kita makan sayang," ajak Laura membuat si kecil bersorak riya.

Mata Laura melirik satu persatu toko di bandara, wanita itu mencari bakmi, makanan kesukaan sang anak.

"Reynald, kita makan di sana ya?" Ajak sang empu sembari menarik tangan laki laki mungil itu.

Laura memesankan dua porsi bakmi dengan es teh. Wanita itu lalu duduk menunggu pesanannya datang, sembari mengotak atik ponsel genggamnya dan mendengar celoteh sang anak.

Wanita itu rencananya ingin menghubungi sahabatnya namun, niatnya masih di urungkan. Ia memilih menelpon sosok pak Jaka- selaku penjaga rumahnya selama wanita itu berada di Eropa.

Tak lama. Pesanan dua bakmi itu datang membuat Laura tersenyum tipis dan mengucap terima kasih.

Beruntungnya, Reynald bukan anak yang rewel, sejak dalam kandungan dan bayi. Laki-laki itu tidak pernah merepotkan Laura, seakan mengerti keadaan mamanya yang tengah berjuang menghidupi dirinya.

Meskipun begitu, Laura tak akan membiarkan Reynald kesusahan atau bahkan kekurangan apapun. Meski kemandirian ia ajarkan sejak dini, namun Laura memberikan kasih sayang sepenuhnya. Tak heran jika Reynald tumbuh menjadi anak yang cerdas, penurut, bahkan pengertian.

"Mama, apakah kita akan bertemu papa?" tanya Reynald.

Uhuk!

Laura tiba-tiba tersedak, ia meraih es tesnya dan meneguknya dengan cepat. Wanita itu sesekali memukul dadanya dengan pelan.

Ia menoleh pada Reynald, mengingat saat laki-laki itu berusia 2 tahun setengah. Menanyakan dimana papanya, dan Laura menjawab sedang bekerja di Indonesia. Dan sejak itu, Reynald tidak pernah menanyakan lagi dimana papanya.

Namun sialnya, kini Laura kembali ke Indonesia dan anaknya menanyakannya. Membuat Laura ber kelimpungan sendiri mencari jawaban.

Laura menghela nafas pelan, ia menatap dalam Reynald dan mengatakan dengan lembut.

"Apa Reynald sekarang tidak bahagia dengan mama?" tanya Laura.

Reynald menggeleng, "Aku senang, sangat senang," jawab Reynald membuat Laura tersenyum dan mengangguk.

"Jadi, meskipun kita hanya berdua. Tidak masalah bukan?" ucap Laura dengan senyum kecilnya.

Reynald diam untuk beberapa saat dan mengangguk kecil membuat Laura mengusap rambut sang anak.

Pelan-pelan Laura menghela nafas kecil, rasanya sangat berat melihat sang anak yang sekecil itu berusaha memahami keadaannya. Laura selalu bersyukur di dalam hatinya. Reynald seolah lahir dengan kedewasaan yang tertanam sejak kecil.

Keduanya melahap bakmi sampai tandas. Lalu Laura mengajak sang anak keluar dari bandara dan memasuki mobil hitam yang ia sewa yang sudah sejak tadi menunggunya.

Tanpa Laura sadari, ada laki-laki asing yang diam sedari tadi mengawasinya. Diam-diam laki-laki itu memotret Laura lalu mengirimkan pesan pada atasannya.

Bukankah ini wanita yang kau cari?

Photo. Terkirim.

***

Laura ini kini turun dari mobil, wanita itu menghirup nafas dalam dalam. Ia menatap rumah yang di desain minimalis namun elegan itu, dengan lingkungan yang asri karna sedikit jauh dari kota. rumah ini sengaja di bangun bertahun-tahun lalu dan di jaga dan di rawat oleh pak Jaka.

Bertahun-tahun Laura mempercayakan rumah ini pada sosok tua paruh baya itu.

Laura tersenyum kecil. Rumah ini dahulunya adalah rumah sederhana warisan orang tua nya. Setelah orang tuanya meninggal. Dan tragedi malam itu.

Laura menggunakan sebagian uangnya untuk merenovasi rumah ini, karna bagaimana pun ia akan kembali ke Indonesia. Tanah kelahirannya.

"Non Laura sudah pulang?" sapa pak Jaka yang kini rambutnya penuh dengan rambut bewarna putih namun wajahnya masih segar dan semangat.

Laura tersenyum. "Sudah pak, bapak apa kabar?" tanya Laura.

"Baik non, ini den Reynald?" sapa pak Jaka.

Laura tersenyum tipis, ia memperkenalkan pak Jaka pada Reynald sebagai kakeknya.

Pak Jaka adalah orang kepercayaan ayahnya yang sampai kini setia mengabdi pada keluarga Laura. Laki-laki paruh bayah itu kini membantu membawakan koper Laura, sedangkan wanita itu menggendong Reynald yang masih canggung dan asing pada suasana rumah.

"Terimakasih pak Jaka," ujar Laura di balas senyuman tipis.

Meskipun dengan rumah minimalis. Namun rumah ini memiliki halaman yang luas sehingga kamar yang tersedia cukup banyak. Pak Jaka memang tinggal disini sejak dahulu, walaupun Laura pergi bertahun-tahun lalu namun wanita itu percaya pada pak Jaka.

Lihatlah saat ini, keadaan rumah yang rapi, kolam yang bersih, dan tanaman yang terawat.

Laura mensejajarkan tubuhnya dengan anaknya.

"Reynald, sekarang Reynald tinggal disini ya? Kita rangkai lagi semuanya dari awal," ucap Laura lalu mengecup kening Reynald.

Laura memilih kamar yang dekat dengan kolam renang, karna pemandangan jendela nya yang menuju langsung ke taman.

Kini, ia harus menghubungi sahabatnya. Karna Reynald harus masuk ke taman kanak-kanak maka Laura membutuhkan bantuan sahabatnya.

Laura tak ingin menghubungi sejak tadi, karna dirinya tahu bahwa tadi masih di jam kerja dan akan merepotkan sahabatnya. Cukuplah saat ini Laura akan memberikan kejutan pada teman-temannya dan mengatakan bahwa ia akan menetap disini.

***

Disisi lain, sosok laki-laki berwajah tampan dengan rahang tegas dan hidung mancungnya. Sedang memijat pelipisnya. Ia terasa pusing seharian ini. Masalah proyek yang hampir gagal membuat kepala Kendra hampir pecah.

Laki-laki itu berdiri dari tempat duduknya. Memilih menatap bangunan luar dari dalam perusahaannya sejenak.

Laki-laki itu membuka jasnya, dan membuka beberapa kancing kemejanya membuat tubuh atletisnya semakin terlihat dan menambah ketampanannya.

Pintu ruangan Kendra terbuka. Menampilkan Adrian sosok sahabat sekaligus asistennya.

"Duduk lah Ken, perusahaan akan mengerjakan ulang proyek ini," tutur Adrian.

Kendra menghela nafas berat, ntah lah mengapa ia merasa cuaca ibu kota saat ini terasa panas sehingga ia mudah emosi.

"Bayangkan saja, jika proyek itu lalai dan benar-benar gagal kita bisa rugi miliaran Adrian," tekan Kendra.

Pintu terketuk lagi. Menampilkan sosok perempuan yang membawakan kopi untuk Kendra.

Adrian mengambilnya dan meletakkan di meja Kendra lalu menyuruh wanita itu pergi.

"Masih ada waktu seminggu untuk memperbaiki proyek itu," jawab Adrian sembari menepuk pundak sahabat nya itu. "Duduklah, dan minum. Tenangkan dirimu. Jangan seperti orang kesetanan," imbuh Adrian.

Kendra akhirnya kembali duduk, ia menyeruput kopi hitamnya sedikit demi sedikit membuat perasaan gundahnya sedikit hilang.

"Apa karna pesan itu kau jadi seperti ini?" tanya Adrian.

Kendra mengernyit, laki-laki itu meletakkan kopinya. "Pesan? Pesan apa maksudmu?" Tanya Kendra.

"Periksalah ponselmu," jawab Adrian.

Kendra mengambil ponselnya, ia mengecek pesan dari bawahannya yang sudah terkirim 4 jam yang lalu. Sedari tadi ia sibuk dengan pekerjaannya.

Kendra membuka room chatnya itu dan membacanya. Dia diam-diam meremas ponselnya.

"Dia kembali," gumamnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dikhianati Di Hari Pernikahan
9.2
Hari tenang Aurelia Callista hancur seketika saat dipaksa menikahi Kaelan Castor. Mengira hanya menjadi tamu biasa, Rhea syok mendengar namanya disebut sang direktur muda dalam akad nikah. Dia baru menyadari dirinya dijadikan pengantin pengganti demi menutupi kelicikan keluarga Kaelan. Kini, Rhea terperangkap dalam pernikahan megah tanpa landasan cinta, sekaligus harus bertahan menghadapi berbagai konspirasi dan rahasia kelam di balik status barunya.
Sampul Novel Gairah yang Tertahan
8.9
Tiga tahun membina rumah tangga, desakan ibu mertua untuk menimang cucu kian menyiksaku. Padahal fisikku sehat, namun sikap pasif suami membuat kebutuhan batinku tak terpenuhi. Demi mengatasi kejenuhan dan kesulitan finansial, aku memutuskan kembali bekerja menjadi sekretaris. Siapa sangka langkah ini justru membawaku pada skandal besar. Di tempat kerja, aku mulai mencari kepuasan yang hilang di rumah, mengkhianati suami demi memuaskan gairah yang telah lama terpendam.
Sampul Novel Jangan Rubah Takdirku
9.4
Pernikahan muda Azalea dan Erik hancur saat Erik bertugas ke perbatasan. Delapan tahun menghilang, Azalea berjuang bangkit dari keterpurukan sebagai yatim piatu. Berkat sang paman, ia sukses menjadi dokter. Takdir lalu mempertemukannya lagi dengan Erik yang kini bersikap dingin, meski tatapannya tetap penuh cinta. Di tengah luka lama dan rintangan keluarga, mereka berjuang menyatukan kembali asmara yang sempat padam demi kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Prahara
9.1
Tiga puluh tahun membina rumah tangga, pernikahan Beri Pratama dan Monica Sari kini di ambang kehancuran. Kehadiran kembali Soraya Maharani, cinta pertama Beri saat SMA, menuntut janji masa lalu yang belum usai. Beri pun didera dilema hebat antara masa lalunya atau komitmen terhadap Monica serta kedua buah hati mereka, Eka dan Dwi. Di sisi lain, Monica harus tegar menghadapi rahasia kelam suaminya demi mempertahankan keutuhan keluarga mereka.
Sampul Novel Sebuah Pengabdian
9.3
Impian Hamid menjadi tentara pupus seketika saat orang tuanya memaksa dirinya menjalani pernikahan dini yang tak pernah ia inginkan. Walau diselimuti amarah karena harus menikahi wanita asing, ia akhirnya mengalah demi berbakti. Siapa sangka, kehidupan pernikahan ini justru mendewasakan Hamid dan menuntunnya memahami arti pengabdian kepada Tuhan. Namun, badai ujian kini mulai mengancam komitmen mereka. Mampukah Hamid dan sang istri bertahan melewati cobaan demi menjadi abdi sejati?
Sampul Novel WARUNG KOPI JENNY
8.8
Demi sang ibu, Jennyta memilih menetap di Rusunawa Depok setelah pulang menjadi TKW Malaysia. Sisa modalnya ia pakai untuk mendirikan sebuah warung kopi kecil. Sayang, ketenangannya kerap terusik oleh ulah Jimmy Waluyo, mantan preman yang selalu mengganggunya. Namun, dari pertengkaran harian itu, tumbuh perasaan cinta yang tak terduga. Kini Jennyta bimbang, mampukah ia melupakan sosok sang kekasih, Januar Arifin, demi menerima Jimmy di hatinya?