APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel TN MAFIA PLEASE SAVE ME

TN MAFIA PLEASE SAVE ME

Alexzno, bos mafia kejam yang membenci pengkhianatan, membiarkan Robert hidup setelah dikhianati. Keputusan ini diambil karena ia terpikat oleh kecantikan Alinda, putri Robert yang bermata biru indah. Ketertarikan pada pandangan pertama itu berubah menjadi obsesi ekstrem. Demi mengklaim Alinda dan mencegahnya kabur, Alexzno bahkan tega memasang chip pelacak di tubuhnya. Simak ketegangan kisah asmara penuh obsesi dan bahaya ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

'Ya tuhan... mengapa hidupku jadi seperti ini'. Hati Alinda menjerit pilu dengan jalan hidup yang dia lalui sekarang. Air mata tak henti menetes dari matanya yang sembab. Dia turun dari ranjang melangkah ke kamar mandi. Dia menggosok kasar badannya. Dia merasa jijik dengan tubuhnya. Setelah selesai mandi dia berbaring di atas ranjang.

Pagi telah datang namun mata Alinda sama sekali tidak bisa dipejamkansedikitpun. Semalaman dia tidak bisa tidur. Setiap dia memejamkan matanya perlakuan dari Alexzno selalu terbayang di pikiranya.

Alinda segera berdiri menuju kamar mandi. Entah sudah berapa kali Alinda mandi dalam semalam. Entah berapa kali dia mencoba membersihkan tubuhnya , namun dia masih merasa kotor. Demi tuhan, dia bahkan masih merasakan tangan Alexzno yang mengerayangi tubuhnya. Tapi dia harus kuat demi daddynya. Dia menata dan menguatkan hatinya kembali. Dia mengangap semua ini adalah bentuk baktinya kepada daddy yang merawatnya penuh sayang dari kecil.

"Nona, Tuan menunggu anda untuk sarapan di bawah". Lenna memberitahu Alinda.

"Saya sedang tidak enak badan." Alinda menjawab dengan lemah.

"Apakah nona mau dibawakan sarapannya ke kamar." Lenna bertanya lagi.

Alinda menjawab dengan menganggukkan kepala. Badan Alinda terasa tidak enak sekarang, Badannya terasa meriang, mungkin ini efek mandi berkali-kali tadi malam.

Pelayan itu keluar dari kamar Alinda untuk mengambilkan sarapan pagi.

"Tuan, Nona sedang tidak enak badan. Nona menyuruh saya mengantarkan sarapan ke kamarnya." Pelayan itu melapor pada Alexzno.

"Hmm, bawakan saja apa yang Dia minta. Pastikan Nona memakan sarapannya dan meminum obat."

"Baik Tuan." jawab sang pelayan.

Sang pelayan segera menggantarkan sarapan ke kamar Alinda.

Alana meletakkan sarapan di atas nakas. Alana membangunkan Nonanya, yang sedang meringkuk di atas tempat tidur.

"Nona. Bangunlah sarapan dulu dan minum obatnya."

Pelayan itu memberi tahu Alinda.

Alinda hanya mengeliat dan melihat dengan malas mangkok yang berisi bubur. Dia tidak bernafsu makan sama sekali.

" Baiklah, nanti akan saya makan. Kamu keluarlah, Saya ingin beristirahat." jawab Alinda.

"Baik Nona."

Pelayan itu undur diri dan meninggalkan Alinda sendirian di kamar.

Alexzno menyelesaikan sarapan paginya. Setelah sarapan dia melangkah ke lantai atas untuk melihat keadaan Alinda.

Alexzno membuka pintu kamar Alinda. Alexzno melangkah masuk ke dalam kamar Alinda. Mata Alexzno melihat mangkok bubur yang masih penuh di atas nakas. Itu tandanya Alinda belum menyentuh buburnya sedikitpun.

Hatinya menggeram marah dengan kelakuan Alinda. Dia menyibakan selimut dengan kasar.

" Cepat bangun dan makanlah! Aku tak ingin ada orang yang menyusahkan di dalam rumahku."

Alinda menatap tajam mata Alexzno. Kenapa orang ini tak membiarkan dirinya tenang sejenak. Kenapa orang ini selalu menganggunya?

Tanpa banyak kata Alinda mengambil mangkok bubur dan memaksakan diri untuk menelan bubur itu. Dirinya terlalu malas berhadapan dengan monster menyebalkan seperti Alexzno.

Alinda bersikap patuh untuk saat ini. tapi jangan salah, di dalam hati Alinda saat ini ia sedang mengucapkan umpatan dan sumpah serapah yang di tunjukkan kepada laki-laki bermuka datar yang sedang berada di sampingnya.

Alexzno memandang dengan awas setiap gerakan Alinda yang menyuapkan bubur ke dalam mulutnya. Diam-diam bibir Alexzno tertarik sedikit , sangat sedikit hingga tak terlihat. Dalam hati, Alexzno menyukai kepatuhan yang di tunjukkan perempuan ini.

Setelah memastikan buburnya habis. Alexzno memandang wajah Alinda, Dia membungkukkan wajahnya tepat berada di depan wajah Alinda, Nafas hangat Alexzno menerpa wajah Alinda. Dan tanpa aba-aba Alexzno menyambar bibir Alinda , Alexzno melumat dan menghisap bibir Alinda dengan pelan.

Sesekali Alexzno mengigit kecil bibir milik Alinda. Mata Alinda melotot kaget dengan kelakuan Alexzno, Dia masih belum terbiasa dengan serangan yang tiba-tiba dari Alexzno.

Alinda secara reflek memukul dada Alexzno. Alinda merasa nafasnya akan hilang jika Alexzno tak melepaskan bibirnya.

Alexzno dengan tidak rela mengakhiri ciuman dibibir Alinda. Dia menatap sayu mata Alinda. Hasrat dalam dirinya selalu bangkit jika bersentuhan dengan Alinda.

"Ahemm." Alexzno berdehem untuk menetralkan hasratnya. Dia mengusap bibir Alinda dengan ibu jarinya sambil berkata.

"Bibir manis ini punyaku, dan seluruh tubuhmu hanya milikku jadi jangan pernah punya fikiran untuk lari dariku. Jika kau berani lari dariku, Jangan salahkan aku jika kakimu nanti tidak utuh lagi." Alexzno berkata dengan nada datar. Bibirnya membentuk senyum . Senyuman yang menunjukkan aura yang mematikan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas dendam
9.2
Jenni yang dulu lemah kini telah berubah menjadi wanita tangguh setelah dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya sendiri, serta menjadi korban perundungan. Didampingi sahabat setianya yang selalu mendukung, Jenni kini merancang rencana balas dendam yang matang untuk membuktikan kekuatannya. Sambil mencoret foto para pengkhianat, ia bersumpah akan membalas semua rasa sakitnya. Ikuti perjuangan Jenni dalam menuntut keadilan atas masa lalunya.
Sampul Novel I'm Not a Gangster
9.8
Demi bertahan hidup, seorang pemuda desa memutuskan merantau ke kota besar dengan impian sederhana menjadi pengawal profesional. Namun, takdir berkata lain saat ia justru terseret ke dalam gelapnya dunia kriminal. Tanpa diduga, ucapan masa lalunya menjadi kenyataan pahit yang mengubahnya menjadi seorang gangster. Kini, ia harus terjebak di tengah pusaran konflik dunia bawah tanah yang menguji seluruh prinsip hidup serta keberaniannya.
Sampul Novel Murka Istri, Dinasti Luluh Lantak
8.5
Di hari peringatan kematian putra kami, aku memergoki suamiku bersama selingkuhannya yang hamil di vila kami. Dia mengirim rekaman suara yang menghina trauma masa laluku beserta undangan pernikahan mereka. Ternyata, dia sengaja membuatku mandul demi mencari pewaris lain untuk dinasti megah yang ia impikan. Namun, aku akan hadir di pesta pernikahan itu bukan untuk merestui, melainkan menghancurkan seluruh mimpinya hingga menjadi abu.
Sampul Novel Pembalasan Dendam Istri TKI
8.6
Bekerja di luar negeri, Mutia harus menahan kepedihan mendalam saat tahu suaminya berselingkuh dan menikah lagi. Rasa sakitnya kian tak terbendung ketika mendengar putri kesayangannya disiksa di rumah mereka sendiri. Begitu kembali ke Indonesia, Mutia menolak untuk terus menderita. Berbekal tekad kuat, ia menyusun rencana matang demi menuntut keadilan. Inilah saatnya bagi Mutia untuk membalas semua pengkhianatan dan kehancuran yang menimpa keluarganya.
Sampul Novel Pembalasan Pada Keluarga Mantan Calon Suamiku
9.1
Demi keadilan bagi diri dan ibunya, Azzalyn bangkit membawa dendam membara. Kehilangan orang-orang tercinta akibat kekejaman musuh telah menghapus seluruh rasa takutnya. Di tengah perjuangan, ia dikejutkan oleh kenyataan bahwa sang ayah rupanya masih hidup, walau ada masa lalu kelam yang menyertainya. Meski badai persoalan terus datang menghimpit, Azzalyn bertekad untuk tetap bertahan dan membalas setiap kejahatan mereka.
Sampul Novel Pengkhianatannya, Balas Dendam Mafia-ku
8.4
Hatiku hancur saat suami membawa selingkuhan mendiang saudaranya yang hamil ke rumah kami dengan dalih tanggung jawab. Pengkhianatan kian nyata ketika kalung warisan ibuku sengaja dirusak, dan suamiku justru menampar demi membela wanita itu. Tindakan kasarnya memicu perang besar, sebab aku adalah putri seorang kepala mafia. Di makam ibu, aku bersumpah menuntut balas. Kuhubungi ayahku untuk menghancurkan seluruh kerajaannya yang kini tak lagi memiliki kehormatan.