APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Second Marriage

The Second Marriage

Kehancuran rumah tangga Lara dan Ilham dipicu oleh perselingkuhan, menyisakan kepedihan mendalam serta hak asuh putri mereka, Cherry. Pasca-perceraian, Ilham berupaya rujuk kembali. Namun, sosok Banyu hadir menawarkan perlindungan dan masa depan baru. Kini, Lara berdiri di persimpangan jalan, berjuang menyembuhkan trauma masa lalunya demi memilih antara mantan suaminya atau lembaran baru yang lebih bahagia.
Bab
Bagikan

Bab 3

Mobil sedan hitam tampak terparkir dihalaman rumah Lara, lebih tepatnya rumah mertuanya. Terlihat Mia tampak mendekati Cherry sembari membawa sepiring nasi.

"Cher yuk makan dulu, kan mau sekolah bentar lagi. Nanti ayah marah lho kalau kamu belom makan," kejar Mia sembari menyodorkan sendok.

"IHHHHHH!!! Bundaa!!! Bunda!!! Cherry maunya sama bunda. Bunda!!" Teriak Cherry.

Dari dalam rumah mertua Lara tampak melihat Cherry dan Mia yang tengah kejar-kejaran, "Ck, punya mantu bodoh banget." Ujarnya.

"Lara!!!" teriaknya.

"Lara!!!!!," lebih kencang.

Lara yang ada di dapur mendengar namanya dipanggilpun bergegas meletakkan pisau dan menuju sumber suara.

"Ya Bu!!" sahutnya sambil berjalan.

"Lama banget toh, tuh anakmu urusin dulu, teriak-teriak kayak kebon binatang. Ngapain kamu?" Sang ibu mertua nampak melipat kedua tangannya di dada.

"Lara habis bikin ramuan Bu, maaf kan ada Mia Bu tadi Lara sudah suruh Mia untuk nyiapin Cherry," ucap Lara.

"HEEE..., liat tuh liat. Punya mata itu diliat, anakmu mau nggak sama Mia. Orang Cherry nggak mau kok ya dipaksa. Udah cepet suapin anakmu. Lagian ngapain sih pakai acara bikin ramuan ramuan segala. Kalau udah sakit penyakitan yaudah terima aja. Buat apa pakai segela ramuan. Dari dulu bikin ramuan nggak ada tuh sembuh sembuhnya. Yang ada ngabisin bahan dapur tau nggak," omelnya.

Lara tersenyum getir, melangkah pergi menuju Cherry. Kata-kata sang mertua sungguh menyayat hati.

"Mia," panggil Lara

Mia berbalik dan menghampiri Lara. "Ya Mbak,"

"Udah biar saya aja," Lara mengambil piring yang ada di tangan Mia.

"Bunda!!" seru Cherry

"Bunda kemana aja sih, akukan maunya disuapin bunda," lanjut Cherry.

"Bunda kan bikin jamu di belakang, Cherry lupa ya. Cherry makan dulu kan mau sekolah nanti telat lho. Kalau telat nanti ngga bisa senam bareng teman-teman. Emang Cherry mau ngga senam bareng teman-teman?? Ngga sedih ketinggalan?" tanya Lara lembur.

Cherry menggelengkan kepalanya.

"Cherry 3 kali ngga ikut senam Bunda, katanya nganter mbak dulu. Padahal kan Cherry mau sekolah. Ayah itu nakal suka jajan di toko wawak lama sama mbak," ujar Cherry.

Lara mengerutkan keningnya, toko wawak siapa yang Cherry maksud, sebab tidak ada nama wawak di komplek ini ataupun dekat sekolah Cherry.

"Toko Wawak?" tanya Lara.

Cherry menganggukkan kepalanya, "Iya Bunda, ayah suka gandeng mbak ke toko Wawak katanya mbak Ia kalau ngga digandeng suka ilang kayak Chelly," jawab Cherry.

"Emang dimana nak tokonya?" tanya Lara penasaran.

"Bunda mau jajan juga ya, kayak mbak Mia sama ayah?" tanya Cherry.

"Boleh nanti jajan bareng," jawab Lara.

"Tapi nanti ayah malah, kan Chelly gaboleh omong-omong," Cherry menundukkan kepalanya.

"Nggak nak, kan ada Bunda. Bunda selalu jagain Cherry kan. Sekarang dianter bunda aja ya. Kita motoran gimana? Kan seru tuh liat kanan kiri. Pasti Cherry kan bosan naik mobil," Lara mencoba membujuk anaknya.

Cherry perlahan menatap Lara lalu ia menganggukkan kepalanya pelan. "Kita beli Joy ya, di sana," ucapnya.

Lara menganggukkan kepalanya, sepakat dengan apa yang diinginkan Cherry.

"Sekarang kamu habisin makannya," Larana menyuapkan sesendok nasi ke mulut Cherry.

Lara amat sangat penasaran dengan toko yang dimaksud Cherry. Memang semenjak kehadiran Mia, ia tak lagi ikut mengantar Cherry sekolah. Kadang Ilham seakan sengaja meninggalkan Lara padahal Lara tengah bersiap untuk ikut, ketika Lara sudah siap yang Lara dapati malah mobil Ilham sudah melaju meninggalkan pagar. Bukan sekali duakali namun sudah berkali-kali Ilham demikian.

Lara mengeluarkan sepeda listriknya, menghiraukan ibu mertuanya yang sedari tadi mengomel. "Dasar mantu gak beres," terdengar suara sang ibu mertua masih mengomel. Lara tetap tak menghiraukan, ia lebih memilih menuntun sepeda listrik sembari menatap punggung Cherry yang tengah menunggunya di depan pagar.

"Ye ye.. Chelly sama Bunda," ungkap Cherry kegirangan.

Keduanya menaiki sepeda, Lara tak mengayuh sepedanya, ia menjalankannya dengan listrik.

"Wah bunda, bagus sekali ya. Chelly suka naik sepeda," dari belakang suara Cherry terdengar.

"Iya dong kan sama bunda," jawab Lara.

Jalanan memang agak ramai namun tak sampai menimbulkan kemacetan, Lara begitu senang melihat anaknya bersenandung dan bernyanyi dibelakang. Sudah sangat lama ia tak mengantar anaknya sekolah.

"Bunda itu toko Wawak bunda," Cherry menunjuk sebuah bangunan megah.

Lara menghentikan sepedanya di pinggir dan menoleh ke bangunan yang ditunjuk oleh Cherry. Mata Lara terbelalak sempurna begitu melihat bangunan tersebut.

"Motel Serayu" ucapnya pelan.

Lara benar-benar syok, ia tak bisa membayangkan bagaimana bisa Cherry, anak yang berusia 3 tahun itu menunggu di mobil sendirian sedangkan dua manusia laknat itu malah bermesraan di motel. Manusia macam apa yang meninggalkan anaknya dimobil seperti itu setiap hari? Astaga sungguh bukan manusia kedua orang itu.

"Cherry selalu dimobil?" Tanya Lara memastikan.

Cherry menganggukkan kepalanya, "Awas kamu mas, kamu bisa nyakitin aku tapi tidak dengan anakku. Bisa-bisanya anak sekecil ini kamu tinggal di mobil dan kamu malah bermesraan sama perempuan laknat itu. Aku nggak habis pikir, selain buta mata kamu juga gak ada otaknya," batin Lara penuh amarah.

"Katanya kalau keluar digigit naga, kan aku takut bunda jadinya aku nuguin disini lama sekali," jawab Cherry.

Lara menghembuskan nafasnya kesal, benar-benar tak mengerti dengan apa yang sedang dipikirkan kedua manusia itu. Bagaimana bisa akal keduanya tidak dipakai, Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Cherry. Apalagi dia didalam mobil sendirian untuk waktu yang lama. Apakah hal tersebut dibenarkan??

Lara begitu emosi, ia lanjut menjalankan sepedanya, mengantarkan putri kecilnya agar sampai disekolah tepat waktu. Meskipun pikirannya Melaju begitu nyaring untuk membenci Ilham. Semakin hari kebencian itu semakin dalam. Seakan tak ada lagi cinta di dalam hati Lara. Rasa Cinta itu makin lama makin mati dan perlahan hilang ditelan waktu.

Terkikis oleh benci dan terlupakan oleh waktu.

Apa yang Cherry alami adalah sebagian kecil kesalahan Ilham dari banyaknya kesalahan-kesalahan yang lain. Dan tentunya membuat sakit hati Lara makin menjadi.

Belum lagi ibu mertua yang setiap hari mencaci dan menghinanya. Seakan cacian itu adalah makanan sehari-hari Lara. Untuk mertua mungkin Lara masih bisa mentolerir namun jika perselingkuhan yang terjadi, maka Lara tidak bisa diam dan bersabar. Tidak mungkin ia mampu menahan sakit hati yang begitu dalam.

Ada waktunya ia bangkit dan membuktikan bahkan membalaskan semua rasa sakit yang ia dan Cherry terima.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bersinar Setelah Menjanda
9.0
Amira sempat dipandang sebelah mata oleh Irfan yang mengira mantan istrinya itu tak akan mampu bertahan sendirian. Namun keadaan kini berbalik total. Saat Amira berhasil membuktikan kemandiriannya hingga meraih puncak kesuksesan, hidup Irfan justru hancur berantakan. Di tengah penyesalannya, Irfan datang lagi berusaha mendekati dan memikat Amira kembali. Apakah Amira akan luluh pada rayuan masa lalu, atau membiarkan sang mantan suami meratapi nasibnya?
Sampul Novel Cinta Barunya Adalah Taipan Misterius
8.9
Charlee hancur setelah dikhianati tunangan dan saudara tirinya tepat di hari pernikahan. Di tengah rasa sakit, ia melewati malam penuh gairah dengan seorang pria asing yang misterius. Tak diduga, pria tampan nan kaya ini selalu pasang badan melindunginya sekaligus membantunya membalas dendam. Namun, saat cinta baru mulai tumbuh, sang mantan pacar datang lagi meminta balikan. Kini, sang taipan menuntut ketegasan Charlee untuk memilih siapa pria yang berhak memilikinya.
Sampul Novel GAIRAH PAPA MERTUAKU
8.5
Dua tahun membina rumah tangga, Tessa Willson didera kesepian akibat Leonil, sang suami, yang terlalu sibuk bekerja. Rasa frustrasi karena kebutuhan batinnya terabaikan kian memuncak. Di situasi rapuh ini, Arnold Caldwell, ayah tiri suaminya, datang untuk urusan bisnis. Daya tarik Tessa menyulut perselingkuhan terlarang yang membakar gairahnya. Saat Tessa ingin menyudahi hubungan gelap tersebut, ia justru terjebak dalam muslihat licik Arnold. Mampukah ia menyelamatkan pernikahannya?
Sampul Novel Not Seen
8.4
Demi balas budi, seorang pria menikahi wanita penolong nyawanya. Pernikahan ini terjadi akibat desakan sang ibu, yang justru membenci anak kandungnya sendiri dan memperlakukannya seperti orang asing berutang. Berharap meraih kebahagiaan di kota, wanita malang ini malah menemui kenyataan pahit. Alih-alih terbebas dari penderitaan masa lalu di desa, ia kini justru terjebak dalam kesepian mendalam dan dinginnya penolakan dari keluarga barunya.
Sampul Novel Ragu yang Berujung Temu
9.0
Mikha menghadapi dilema besar saat Khalil, cinta lamanya selama sepuluh tahun, dan Malik melamarnya secara bersamaan. Demi mencegah luka yang lebih parah, ia harus menentukan pilihan. Sayangnya, pernikahan yang ia pilih justru terasa dingin dan hampa sejak malam pertama. Saat badai rumah tangga dan bayang-bayang perceraian mengintai, hadirlah wanita lain yang berniat merebut sang suami. Kini, Mikha harus berjuang menjaga komitmen pernikahannya sembari berharap mukjizat akan datang.
Sampul Novel Terjebak Miliarder Posesif
8.0
Michael, miliarder Tionghoa ateis, bertekad menikahi Fahima demi menghindari nasib buruk setelah memecahkan guci pernikahan sakral. Namun, guru religius asal Pulau Bangka itu menolak karena perbedaan iman dan trauma masa lalu pada pria Tionghoa. Di tengah persaingan Michael dengan saudaranya, Jordan, perjuangan gigih sang miliarder dan serangkaian peristiwa spiritual perlahan mulai mendekatkan mereka berdua.