APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Lost Princess (Bahasa)

The Lost Princess (Bahasa)

Pasca kepergian ibunya, hidup Mira yang tanpa ayah selama sembilan belas tahun berubah total. Seorang pria tak dikenal menjemputnya ke Belgia demi memenuhi mandat sang ayah. Diusir oleh neneknya, Mira terpaksa terbang ke Eropa. Namun, ia justru terperangkap dalam lingkaran keluarga baru yang penuh kebencian. Bahkan, pengawal pribadinya sendiri ikut memusuhinya. Sanggupkah Mira bertahan melewati segala misteri dan konflik di sana?
Bab
Bagikan

Bab 1

Kukencangkan sabuk mantelku sebelum melangkah keluar dari gate kedatangan bandara Internasional Zaventem - Brussels, Belgia. Yah, ini memang bukan yang pertama kali aku menginjakkan kakiku di Negara ini. Ayahku, lelaki yang sama sekali tak kukenal, yang memiliki andil besar atas keberadaanku di dunia ini, dia yang mengatakannya padaku lewat telepon seminggu yang lalu tentang hal itu.

Tapi entahlah, aku hanya tidak bisa menangkap kilasan memori saat aku berada di negara ini. Oh ya, dia tinggal di sini. Beliau adalah abdi kerajaan yang taat. Saking taatnya, beliau rela meninggalkan anaknya, oh bukan, harus kubenarkan, anak h*ramnya, dengan seorang mahasiswa lugu dari Negeri Timur yang saat itu sedang magang di konsulat Istana. Belum genap dua minggu sejak Mamaku meninggal dunia. Tanah di pusaranya juga belum kering, saat seseorang datang ke gubuk reyot yang kami tinggali. Mengaku utusan dari Monsieur Gouireille - Monsieur adalah panggilan hormat setara 'Tuan' dalam bahasa Indonesia.

Aku bahkan tidak menyadari bahwa nama itu ada di belakang namaku selama ini. Karena nama yang tidak lazim, dan lumayan susah dilafalkan oleh lidah loka, para guru sering tidak mengikutsertakannya dalam data diriku. Mama meninggal karena penyakit diabetes miletus bawaan yang parah yang dideritanya sejak usianya masih amat muda. Beliau collaps karena telat menyuntiikan insulin ke dalam tubuhnya, yang menyebabkan komplikasi hebat sampai ke jantung dan ginjalnya. Begitulah alasan beliau meninggal. Semuanya berlangsung cepat dan tak terduga. Tapi karena sudah terjadi, maka tak ada yang bisa kami sesali saat ini. Terlanjur.

Angin yang bercampur butiran salju lembut berhembus ke arahku. Membuat gigiku sedikit bergemetetuk. Hmph! Kalau sedingin ini, bagaimana aku bisa bertahan hidup di sini?

“Mlle Mireille?“ aku mengernyit mendengar nama itu di sebut. Terdengar aneh di telingaku.

“Sebelah sini, s’il vous plaît.“ Kulihat seorang pria dalam balutan jas formal berwarna hitam dengan memakai kacamata hitam juga, Pria tersebut memmintaku untuk mengikutinya menuju mobil hitam yang sudah terparkir rapi di sana.

Mlle, singkatan dari Mademoiselle, adalah panggilan kehormatan pagi wanita Prancis yang belum menikah. Madam, digunakan untuk memanggil mereka yang sudah menikah atau memiliki kedudukan tinggi dalam hierarki sosial, sedangkan monsieur merupakan panggilan formal untuk para pria.

Aku mengikutinya masuk ke dalam sebuah mobil mewah yang bahkan tak kutahu namanya. Well, here we go. Meet Daddy, batinku kecut saat mobil bersiap meninggalkan bandara.

***

Seumur hidupku, Mama selalu mengajariku bahasa Prancis. Aku mengikutinya dengan sukarela karena kukira Mama memang amat menyukai bahasa tersebut. Dan dulu, kupikir semua orang juga berbicara dalam bahasa itu. Ternyata tidak. Aku sempat dianggap aneh oleh beberapa orang di sekelilingku.

Aku sedikit lancar, walaupun bahasaku masih amat baku dan basic, tapi setidaknya kata Mama, cukup untuk berkomunikasi. Oma kadang menertawakan kami saat kami berdebat dengan bahasa yang campur aduk di rumah. Mungkin alasan lainnya adalah karena Oma sama sekali tidak paham bahasa tersebut.

Siapa yang menyangka kalau Mama ternyata menyiapkanku untuk hari ini? Agar aku bisa berkomunikasi dengan orang - orang di negara asal Ayahku. Apa dia tau kalau aku akan ke sini suatu saat? Sendirian seperti ini? Tanpa dirinya?

“Mlle Mireille, ini kamar anda. Kamar Ayah anda ada di seberang lorong. Saya ada di dapur dan di ruang belakang jika sewaktu - waktu anda membutuhkan saya.“ Brigitte, seorang wanita tua yang mengingatkanku pada sosok Oma, menyambut kedatanganku dan mengantarku berkeliling rumah saat aku datang.

Sayang sebenarnya, rumah semegah ini, hanya ditinggali oleh seorang pria tua paruh baya dengan anak gadisnya, dua pengurus rumah tangga, satu sopir dan satu tukang kebun. Ironis. Berbanding terbalik dengan gubuk reyot kami yang kecil yang hanya memiliki dua kamar dan di paksa untuk menampung tiga orang.

“Mlle Mire…“

“Mira, please“ “

Ah, excusez - moi. Mlle Mi...“ Aku memotongnya lagi saat dia meminta maaf.

“Jangan gunakan embel - embel Mademoiselle. Aku bukan seorang francophonique. Mira. Panggil aku Mira“ Aku memotong permintaan maafnya. Benar, aku bukan orang perancis, tidak perlu embel - embel panggilan itu untuk memanggilku. Mira saja cukup.

“Aa… d’accord.” Katanya menyetujui, meskipun tak yakin. “Mira pasti capek setelah seharian di pesawat terbang, mari saya buatkan makan malam untuk anda“ Katanya meminta diri. Agak tak terbiasa sebenarnya. Aku terbiasa mandiri bersama Mama dan Oma. Tidak ada yang memanjakanku walaupun aku adalah anak semata wayang Mama.

“Well, oke. Apakah Monsieur Goureille akan makan bersamaku nanti? “ Aku menahannya dengan pertanyaan yang secara tidak langsung menanyakan di mana keberadaannya. Ayahku.

“Ah, Mira, Monsieur menitipkan maaf untuk anda karena tidak bisa menemani anda di rumah kurang lebih selama seminggu ini… Ah!“ Brigitte memekik kaget saat aku meletakkan tas selempangku dengan kasar dan keras di atas meja rias. Mungkin lebih tepat juka dikatakan membanting, karena memang aku sedang emosi. Saat tidak ada respon lanjutan dariku, dia meneruskan kembali, “Beliau sedang ada tugas kerajaan ke Perancis menemani perdana menteri. Anda sebaiknya beristirahat setelah makan, anda telah melewati hari yang berat, Mira. Besok pagi Richard akan menemani anda ke sekolah baru anda“

Si*lan! Tua Bangka itu! Beraninya dia memisahkanku dari satu – satunya keluarga yang aku miliki di Indonesia, menyuruhku datang ke negaranya untuk menemuinya, tinggal di rumahnya dan sekarang dia pergi begitu saja tanpa ada kata selamat datang atau apapun!

Dan… apa tadi? Sekolah baru? Berani sekali dia mengatur hidupku di sini seperti aku hanya boneka baginya!! Memang apa hak dia?! Aku selalu menentukan hidupku sendiri.

Menentukan akan melanjutkan ke SMP mana, SMA mana, semuanya aku yang menentukan sendiri, dan sekarang mendadak aku harus menerima dengan senang hati dan lapang ada bahwa ada orang yang akan selalu menentukan sesuatu untukku di sini?! Candaan macam apa ini? Tentu saja aku tak terima!

Aku bukan anak yang akan menurut begitu saja saat hidupnya ditentukan harus ke mana dan harus bagaimana. Aku terlalu mandiri untuk menurut begitu. Aku punya keinginanku sendiri, punya sesuatu yang menurutku menarik. Jadi kalau dia mengira ini akan mudah, maaf sekali. Aku harus mengecewakannya. Dia harus menerimaku yang seperti ini, silahkan saja kembalikan aku pada Oma.

Meskipun Oma sudah mengusirku, aku yakin bisa melakukan sesuatu untuk itu. rencana cadangan, kalau Oma tetap tidak mau menerimaku, aku akan hidup sendiri di sana. Setidaknya di sana lebih familiar untukku daripada di sini.

Dan ini malah apa, yang kudapat??

Kau membuat masalah dengan seseorang yang belum kau ketahui kekuatannya, Pak Tua….

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dalam Pelukan Sang Miliarder
9.7
Demi menyelamatkan panti jompo tempat tinggalnya dari rencana penggusuran, Raissa nekat menemui Arkhan Alvaro, seorang miliarder dingin dan kejam. Namun, Arkhan justru mengajukan syarat tak terduga: panti tersebut akan aman jika Raissa bersedia menjadi miliknya sepenuhnya. Kini, Raissa terjebak dalam dilema besar antara kehormatan diri dan pengorbanan. Hubungan yang diawali dengan paksaan ini pun mulai memicu badai emosi yang mendalam di antara keduanya.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Namun, takdir membawanya bertemu Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket tanpa sengaja. Kini, Daiva berada di persimpangan asmara saat kedua pria itu mulai memperebutkan cintanya. Siapakah yang akan Daiva pilih sebagai pendamping hidupnya di tengah bayang-bayang masa lalu yang kelam?
Sampul Novel GADIS PENARI TUAN MUDA
8.2
Demi menemukan cinta sejati, Benni Handoko yang berasal dari keluarga terpandang rela menyamar sebagai pelayan toko. Namun, takdirnya berubah drastis ketika ia mendapati Mulan, seorang gadis penari, berada di ranjangnya setelah acara jamuan keluarga. Mulan ternyata merupakan cucu sahabat nenek Benni yang sempat hilang. Walau mereka telah dijodohkan, hubungan keduanya tidak berjalan mulus dan penuh rintangan. Sanggupkah mereka menjaga cinta di tengah badai konflik yang menerpa?
Sampul Novel Pembalasan Pada Keluarga Mantan Calon Suamiku
9.1
Demi keadilan bagi diri dan ibunya, Azzalyn bangkit membawa dendam membara. Kehilangan orang-orang tercinta akibat kekejaman musuh telah menghapus seluruh rasa takutnya. Di tengah perjuangan, ia dikejutkan oleh kenyataan bahwa sang ayah rupanya masih hidup, walau ada masa lalu kelam yang menyertainya. Meski badai persoalan terus datang menghimpit, Azzalyn bertekad untuk tetap bertahan dan membalas setiap kejahatan mereka.
Sampul Novel Sopir Itu Suamiku (Suamiku Sopir Yang Ternyata Kaya)
8.3
Ahmad Jaelani, seorang sopir pribadi, terpaksa menikahi anak bosnya yang merupakan desainer terkenal bernama Mona yang sedang hamil. Perbedaan kasta membuat Ahmad selalu direndahkan oleh Mona dan juga mantan pacarnya, Brian. Namun, takdir berubah ketika ayah kandung Ahmad tiba-tiba datang dan mengungkap identitas aslinya. Siapakah Ahmad yang sebenarnya? Bisakah kehadiran sang ayah menumbuhkan benih cinta sejati di antara Ahmad dan Mona dalam pernikahan mereka?
Sampul Novel Terjerat Cinta Sang Arsitek
7.9
Hati Leticia hancur setelah mengetahui Daniel ternyata telah beristri. Kini, ia harus menemukan arsitek hebat demi menebus kesalahan masa lalunya kepada sang ayah. Sementara itu, Raymond, seorang arsitek andal, sedang terpuruk karena ditinggal menikah oleh Nikita. Pertemuan Leticia dan Raymond yang diwarnai salah paham akibat komunikasi buruk justru menyeret keduanya ke dalam situasi tak terduga. Akankah luka serupa menyatukan mereka, atau kisah ini hanya menjadi cinta satu malam?