APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Hot Personal Trainer

The Hot Personal Trainer

Penyesalan mendalam menghantui Beyonce Linch setelah mendatangi kediaman sahabatnya, Aldrich Jonas. Akibat pengaruh alkohol, Beyonce nekat mengejek pemilik gym itu sebagai gay dan menantangnya. Tersinggung dengan ucapan tersebut, Aldrich hilang kendali dan tega merenggut paksa kehormatan Beyonce. Padahal, dua hari lagi Beyonce akan melangsungkan pernikahan dengan tunangannya, Zack. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit atas peristiwa kelam itu.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tapi karena Beyonce terlalu aktif bergerak. Alhasil gelas itu bergoyang-goyang, tangan Aldrich sulit mengimbangi gelas itu karena Beyonce memeluknya dari depan dengan erat.

“Bey, kumohon lepaskan pelukanmu?” pintanya dengan lembut, sekesal dan semarah–marahnya Aldrich kepada Beyonce. Ia tak tega berkata kasar atau membentak.

“Tidak, tidak.” Beyonce semakin menggodanya.

“Oh, ya ampun! Kenapa kau mabuk, sih? Kalau begini aku yang rugi. Lebih baik setelah ini aku mengantarmu pulang,” putus Aldrich, tidak mungkin seatap berdua dengan kondisi Beyonce yang mabuk.

Begini saja Beyonce sudah membuat Aldrich panas dingin, apalagi jika dibiarkan tinggal lama di rumahnya yang sepi hanya berdua. Bisa–bisa Aldrich lepas kendali, kendati Aldrich hanya tinggal sendiri di rumahnya karena kedua orang tuanya sudah lama meninggal.

“Jangan salahkan aku, Al. Tapi salahkan, Zack. Dia tak mau mengangkat teleponku lagi setelah dia marah, bahkan dia mematikan teleponku. Sungguh menyebalkan, bukan?” keluhnya mengadu tanpa sungkan, karena ia menganggap Aldrich seperti keluarga, kakak atau saudara.

Dulu Aldrich pun sama, tidak sekarang ketika cintanya pada Beyonce tumbuh semakin besar.

“Iya, iya. Zack yang salah, kau puas?” tanya Aldrich memandangi wajah imut Beyonce saat ini.

Bibirnya itu yang merah membuat Aldrich gerah dan haus. Aldrich mulai kewalahan dan kurang fokus. Sehingga di saat yang bersamaan gelasnya diangkat ke atas, Aldrich juga melihat Beyonce akan terjatuh. Dia langsung menangkap tubuh Beyonce dengan satu tangannya. Beyonce sekarang aman, tapi susu di gelas yang dipegang Aldrich tumpah ke dadanya sendiri.

“Ya, tumpah,” desah kecewa Aldrich, tapi Beyonce justru menertawainya.

“Mau dijilat?”

“Apa katamu barusan?” Aldrich tersentak sampai tubuhnya tegang.

“Bercanda.” Beyonce terkekeh yang membuat Aldrich kini merasa lega.

Menit berikutnya, Beyonce terlihat duduk tenang dan bersikap manis di sofa ruang tamu. Aldrich baru saja melepas kaosnya akan membawanya ke mesin cuci.

Tapi ternyata tubuh kekar pria tampan itu, justru membuat mata Beyonce tak berkedip. Ia terpana dan berdecak kagum mengamati pahatan sempurna tubuh sahabatnya itu, dengan segera bangkit dari sofa untuk mendekati Aldrich.

“Astaga, Al! Tubuhmu bagus sekali!” Jari lentik Beyonce meraba dada pria itu.

Otot perut bersusun enam, dadanya padat dan sekal. Dengan bulu tumbuh di sana membuat Aldrich tampak jantan.

“Jangan disentuh begini!" larang Aldrich agak mendesah sambil terpejam menurunkan jari wanita itu dari dadanya. “Ssh!”

“Kenapa tak boleh?” Beyonce mendongak menatap Aldrich yang jauh lebih tinggi darinya.

Aldrich membisu, bingung menjelaskannya. Tapi Beyonce selalu punya cara untuk mengacaukan konsentrasi Aldrich dan pertahanannya.

“Dadamu kenapa bisa sebagus ini, Al? Apakah dada Zack juga begini?" Beyonce bertanya hal sepolos itu dan Aldrich menanggapinya dengan sebuah gelengan malas.

“Aku tak tahu.”

“Selalu saja tak tahu, kapan kau tahunya? Kau sama dengan Zack, tipe–tipe pria kurang peka!” omel Beyonce.

“Hmm, terserah.” Aldrich kembali berusaha menyingkirkan tangan Beyonce dari dadanya.

Sayangnya jari lentik Beyonce tak hanya menyentuh dadanya saja, sekarang bergerak semakin ke atas. Mengelus-elus rahang kokoh Aldrich yang cambangnya ditumbuhi bulu–bulu halus rapi itu dengan tatapan sayu dan intens.

“Sejak kapan kau tampan?”

Pertanyaan absurd Beyonce membuat Aldrich tersenyum tipis yang anehnya terlihat menawan di mata wanita itu.

“Kau baru menyadarinya? Sejak dulu aku memang tampan,” jawab Aldrich penuh percaya diri.

“Ya, kuperhatikan.” Mata Beyonce menyipit. “Kau lebih tampan dari Zack.”

Hati Aldrich bahagia mendengarnya. “Benarkah itu Bey?”

Beyonce tak menjawab, dia malah memeluk Aldrich dengan tiba–tiba.

“Al …,” Beyonce memanggil Aldrich dengan suara lembut cenderung seksual karena efek mabuknya itu. Lalu membawa pandangannya naik menatap Aldrich sampai pria itu menjadi gugup.

“Hmm, ya? Kenapa kau tak menjawabku?” sahut singkat Aldrich juga menatap Beyonce dengan tatapan mendamba. Ia terbawa perasaan, hanya mengikuti kata hatinya saat dirinya menerima perlakuan Beyonce.

Aldrich tahu kalau ini salah, tapi apa salahnya berusaha merebut cintanya sebelum pernikahan terjadi?

"Gimana rasanya sih, Al? Bersentuhan itu?” tanya Beyonce.

Mata warna zamrud Aldrich terbeliak sempurna, merasa aneh dengan pertanyaan Beyonce. Lalu Aldrich pun mengedikkan bahu tak bisa menjawab.

Lantaran otaknya sekarang travelling ke mana-mana membayangkan bercumbu dengan Beyonce. Nafasnya mulai memburu secepat denyut jantungnya.

Lagi dan lagi ketika Aldrich menelan salivanya paksa sambil mengusap lembut punggung wanita itu. Imannya mulai goyah, tapi Aldrich mati–matian berusaha bertahan dari gejolak itu.

“Kok diam?” Beyonce bingung karena Aldrich mengacuhkannya.

Aldrich menguatkan mental untuk menjawab, “Pertanyaanmu aneh dan nyeleneh. Aku tak bisa menjawab. Humm, tapi coba tanyakan itu saja ke Zack.”

Wajah Beyonce sontak merengut, melepas sendiri pelukan di tubuh Aldrich.

Tapi, Aldrich dengan cepat menahan pergelangan tangannya. “Bersentuhan yang bagaimana maksudmu?” Aldrich tahu, tapi berakting bodoh.

“Eee, itu …" Beyonce memainkan jarinya di dada Aldrich, memutar ujung jari lentiknya ke permukaan dada padat itu tanpa sadar apa yang dilakukannya bisa berakibat fatal. "Bercinta di atas ranjang?"

"Kalau itu … a–aku tak tahu," gugup Aldrich kemudian membuang muka.

Menepis jari Beyonce dari dadanya, berlalu pergi dari sana saat itu juga. Bisa gila Aldrich jika terus di dekat Beyonce yang godaannya benar maha dahsyat.

Pertanyaannya semakin menjurus ke mana-mana dan tingkahnya pun berani di luar batas. Aldrich tak yakin sanggup menahan hasratnya itu, karena sesuatu dalam dirinya telah bangun dan membuat celananya sesak.

Namun, Beyonce mengejarnya lalu memeluknya dari belakang. Menyandarkan kepalanya di punggung tegap Aldrich.

“Jangan pergi Al, temani aku di sini. Eum?" Suara manja bercampur serak Beyonce menghentikan langkah Aldrich.

Nafas hangat wanita itu menjalari seluruh permukaan kulit punggung Aldrich yang seketika meremang.

"Bey, aku mohon jangan begini. Lama-lama aku jadi tak tahan?" keluh Aldrich berterus terang daripada membohongi diri sendiri.

Siapa tahu dengan berkata jujur, Beyonce mau melepaskan pelukannya. Pelukan memang kemudian dilepas tapi Beyonce malah menertawainya.

"Tak tahan? Bukankah kau ini gay, sahabatku? Haha!" lanjut Beyonce tertawa keras sambil berjalan sempoyongan. "Jangan bercanda deh, Al! Mana mungkin milikmu bisa berdiri sementara kau saja tak pernah mendekati seorang wanita? Malahan kau lebih sering didekati pria-pria melambai itu?"

Dada Aldrich seketika bergemuruh hebat, tak terima dituduh sembarangan. "Aku normal Bey, bukan gay?!" elaknya dengan emosional.

“Perutku mulas Al, sudah cukup bercandanya? Haha." Beyonce belum puas dan masih tak percaya penuh jika Aldrich berkata jujur.

“Apa perlu kubuktikan kalau aku memang normal?" tantang Aldrich dengan nafas memburu, meraih kedua bahu Beyonce lalu menatap mata wanita itu lebih dalam dan penuh ambisi.

"Dengan apa, Al? Ayo coba buktikan!" Beyonce malah menantangnya balik, masih bersikukuh dengan pendiriannya kalau Aldrich seorang penyuka sesama jenis.

Aldrich panas dikatakan begitu, lalu mengendurkan tangannya dari kedua bahu Beyonce. Membuktikan bahwa ia normal dengan cara tak biasa. Perlahan-lahan Aldrich melepas gespernya, menariknya lalu dibuangnya ke bawah lantai.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Dan Benci
8.1
Viona Anatasya meregang nyawa akibat pengkhianatan keluarga dan tunangannya yang tega merampas organ hatinya. Saat mendapat kesempatan hidup kedua, ia bertekad merebut kembali segalanya dan membalas dendam. Namun, takdir mempertemukannya dengan Randy Logan, seorang CEO dingin yang tiba-tiba terobsesi padanya. Di sela rencana pembalasan, sang miliarder justru menjerat Viona dengan kasih sayang posesif yang membuatnya tersudut.
Sampul Novel Di Ujung Lelah
9.3
Pernikahan selama lima tahun ternyata menjadi mimpi buruk bagi Mirna. Alih-alih bahagia, ia justru harus menghadapi tekanan mental dari suaminya, Farid, yang tak pernah berubah. Setiap hari diwarnai pertengkaran hebat yang menguras emosi, memicu ketakutan, serta kesedihan mendalam. Berada di titik nadir dan merasa tidak sanggup lagi bertahan, Mirna akhirnya membulatkan tekad. Ia memilih menyudahi hubungan beracun ini demi membebaskan diri dari penderitaan panjang.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
8.1
Setelah disiksa hingga tewas oleh penculik demi melindungi ayahnya, seorang gadis malang harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya. Panggilan telepon terakhirnya diabaikan dengan penuh kebencian. Keesokan harinya, jenazahnya ditemukan di depan kantor polisi dalam kondisi mengenaskan. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli forensik memimpin langsung proses otopsi jasad putrinya sendiri tanpa menyadari identitas korban yang sangat ia benci.
Sampul Novel Kisahku dalam Pelukan Gigolo dan Brondong
8.4
Kehidupan pernikahan yang menjemukan mendorong Amanda, seorang wanita paruh baya, mencari pelarian pada jasa gigolo. Walau menemukan sensasi baru, kehampaan hatinya baru terusik setelah bertemu Alex, pemuda cerdas yang memikat. Hubungan intim mereka memicu konflik keluarga dan benturan ambisi. Di bawah tekanan sosial, Amanda akhirnya menyadari bahwa kebahagiaan sejati bukan dari lelaki lain, melainkan kedamaian batin serta kendali atas hidupnya sendiri.
Sampul Novel Mau Dimadu Demi Membalas Suami Peselingkuh
8.3
Fiona Larasati rela melakukan apa saja demi membahagiakan suaminya, mulai dari merawat diri hingga mengurus dapur. Sialnya, pengorbanan itu dibalas dengan pengkhianatan keji saat ia mendapati sang suami berselingkuh dengan iparnya sendiri. Alih-alih membela, ibu mertuanya malah merestui hubungan gelap itu. Merasa hancur dan enggan terus ditindas, Fiona menolak pasrah. Ia kini mulai merancang sebuah rencana balas dendam yang rapi demi menghancurkan hidup mereka.
Sampul Novel Niat Jahat Majikanku
9.4
Niat bekerja sebagai pengasuh bayi justru membawa perempuan ini ke dalam situasi tak terduga bersama majikannya, Pak Jeff. Demi menguji kelayakan sang pengasuh, miliarder yang mengidap gangguan emosi tersebut menuntut pelayanan khusus berupa pasokan susu segar setiap hari untuk dirinya dan sang anak. Meski merasa malu, ia berusaha tetap profesional demi mempertahankan pekerjaannya yang berharga. Namun, rahasia hubungan intim ini akhirnya terendus oleh ayah Pak Jeff, yang kemudian memanggilnya ke ruang kerja secara mendadak pada suatu malam.