APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The hot chef and me

The hot chef and me

Hubungan unik terjalin antara Jena, pemilik kafe di New York, dan Drew, koki ternama sekaligus model seksi, setelah Jena mengkritik tajam estetika makanannya. Saat cinta mulai tumbuh, campur tangan pihak luar memicu konflik besar. Jena telah memberikan segalanya, namun rencana pernikahan mereka hancur hingga Drew memilih pergi. Sadar akan kesalahannya, kini Drew harus berjuang keras memperbaiki keadaan demi bisa bersatu kembali dengan Jena.
Bab
Bagikan

Bab 2

Langkah kakinya begitu teratur saat menaiki titian anak tangga menuju ke lantai dua apartemen sederhana bersusun lima lantai itu. Jena bersama seorang pengelola menuju ke unit nomor 2D. Kunci terputar hingga terdengar bunyi bahwa pintu siap terbuka. Pengelola mempersilakan Jena memutar kenop bulat seperti apel berwarna emas dan membukanya dengan mendorong pelan ke arah dalam. Suasana yang terang karena wallpaper berwarna kuning masih menempel rapi di dinding. 

"Penyewa lamanya seorang mahasiswi disain, jadi ia yang membuat hiasan dinding ini sendiri. Kami memang membebaskan. Bagian dapur, ia juga yang melukis dengan cat tembok, masih tampak rapi, bukan?" ujar wanita paru baya itu menatap Jena, ia mengangguk. Harga yang di tawarkan juga pas untuknya. 

"Kapan kita bisa tanda tangan kontrak sewa? Sekarang, bisa?" Jena tersenyum. Penyewa mengangguk. 

Setelah menandatangani kontrak, Jena memberi tahu Reese melalui sambungan telepon. Di mana saat itu, sahabatnya sedang berada di kantor. Ia terkejut, Reese pun tak masakah jika ia harus pisah tempat tinggal dengan Jena, semua dilakukan demi memperbaiki kondisi perekonomian Jena yang sedang tak baik-baik saja. 

"Aku akan kirim pesan ke ponselmu di mana alamatku ya, dan sekarang aku sedang menuju ke apartemen lama, mengambil beberapa barang yang bisa ku bawa, sisanya, ku serahkan kepadamu Reese, mau kau jual atau sumbangkan, aku tak peduli," ujar Jena sambil menyebrang jalan bersama beberapa orang lainnya. 

"Jena, apa tidak masalah kita tinggal terpisah? Kau juga tahu, kalau aku sedang dekat dengan seorang pria, bukan? Mmm.. maksudku," ucapan Reese terjeda.

"Ya...ya...ya..., aku tahu Reese, justru itu akan membuatmu senang, karena tidak ada aku yang akan menegurmu karena sering membawa pacarmu pulang ke rumah." Omel Jena tegas. Reese hanya bisa tertawa.

Tatapan Jena terpaku pada satu sosok pria yang sedang menyebrang dari arah berlawanan. Wajah pria itu tak asing bagi dirinya. Lirikannya dibalas okeh tatapan dingin pria itu, Jena membuang pandangan dan terus berbicara dengan Reese melalui ponselnya. 

Ia menyewa jasa pindahan, dengan cepat dan sebelum petang, ia pindah ke unit apartemen barunya dengan model studio itu. Ia beruntung, karena jasa pindahan sudah termasuk biaya angkut dan penataan, jadi, ia tak perlu repot menata barang-barangnya lagi. 

Malam menjelang, Jena sudah menempati apartemen itu, perutnya lapar, lemari es masih kosong, peralatan masak baru ia cuci kembali supaya lebih bersih. Ia beranjak dan menyambar tas kecil yang ia silangkan di depan dadanya.

Supermarket yang berjarak seratus meter menjadi tujuannya kala itu. Ia melihat rekening tabungan dulu, kepalanya mengangguk saat ia berdiri di mesin ATM di pinggir jalan itu, mengambil beberapa dollar untuk biaya hidup satu minggu kedepan. Masih cukup.

Lampu supermarket masih menyala terang, masih dua jam lagi sebelum toko tutup. Ia masuk dan mengambil keranjang berlanja kecil warna hitam yang ia pegang. Rak bumbu tujuan pertamanya, ia memasukan beberapa bahan rempah kering, garam, lada bubuk, juga santan siap pakai, ia baru melihat siaran televisi yang memasak menu asia, ia penasaran dengan rasanya. 

Beralih ke lorong daging. Ia membeli iga sapi, daging khas dalam, daging cincang, dan dada ayam, diliriknya ke keranjang belanjaan, ia harus menghitung supaya bahan makannya cukup untuk tiga hari kedepan dahulu. 

Terakhir, ia menuju ke lorong sayuran, ia memasukan beberapa jenis sayuran yang ia butuhkan, tak banyak, karena ia suka jika membeli sayur mendadak, lebih segar. 

"Permisi," ucap Jena sambil berdiri di dekat seseorang dan ia sedikit berjinjit untuk mengambil sereal rasa buah, jagung dan coklat di rak nomor tiga yang cukup tinggi. 

"Perluku bantu?" Suara itu terdengar begitu dalam. 

"Tidak. Terima kasih, tuan, permisi," ucap Jena seraya membawa keranjangnya yang tampak penuh dan berat. 

Antrian tak begitu panjang, Jena maju perlahan. Di belakangnya pria tadi yang menawarkan diri menolongnya. Tubuhnya tinggi tegap, tinggi tubuh Jena bahkan hanya sebatas dada bidangnya. Bidang? Ya, jelas tercetak sempurna di kaos hitam pres body yang dikenakan pria tersebut. 

Ponsel berbunyi, bukan milik Jena, tapi milik pria di belakangnya. Terdengar percakapan ringan, hingga satu kalimat membuat Jena terbelelalak. 

"Ya, aku sudah bicara dengan pekerja bagian kasir, memintanya mengingat ciri-ciri wanita yang berani mengkritik masakan dan tampilan makanan yang ku buat. Membuatku tak bisa tidur sejak kemarin. Sial." Geram pria yang berdiri di belakang Jena. 

"Tolong beritahu aku informasi tentang dirinya. Secepatnya. Wanita itu tidak tahu berhadapan dengan siapa. Dan, tolong, kosongkan jadwalku yang lain untuk dua hari ke depan, karena aku ada pemotretan untuk endorse parfum. Apa Dave sudah memberitahumu juga?"

Kedua mata Jena terpejam sejenak. 'Pria ini, jangan-jangan, koki restoran itu. Ya Tuhan.'

Jena berucap dalam hati, ia memberikan keranjang belanjaannya ke petugas kasir, setelah menghitung dan di masukan ke paper bag coklat, Jena memberikan uang, dan bergegas memeluk dua kantung itu dan segera berjalan cepat menuju ke apartemennya. Ia melirik sejenak, pria itu tak sadar jika Jena meliriknya. Ia berjalan terburu-buru karena takut pria tersebut menyadari dirinya. 

Lemari es sudah rapi, saatnya Jena memasak. Perutnya sudah memberontak, sambil memakan sereal tanpa susu, Jena asik membuat creamy chiken curry with fetucini, ia mencoba resep itu setelah melihat saluran televisi masakan asia. 

Ia mencicipi, wajahnya sumringah. Dengan perlahan, ia menata makanannya dan diberi hiasan sederhana berupa cacahan daun kemangi segar dan bubuk cabai, tak lupa, ia mengabadikan dahulu sajian yang ia buat diatas piring itu dengan ponselnya. Ia melangkah menuju ke sofa kecil dan duduk di depan televisi. 

Ia mengganti siaran berita entertainmet dengan garpu yang mulai menusuk ke pasta yang menjadi makan malamnya. 

Tampak wajah pria tadi muncul di layar TV, diberitakan bahwa pria tersebut merupakan bakal calon koki berprestasi dan HOT atau seksi yang menjadi incaran kaum hawa. 

Jena menganga. Ia baru sadar, jika ia sudah membuat pria tersebut mencari dirinya karena berani mengacak-ngacak masakannya dan mengkritik dengan pedas. 

Ia makan dengan cepat, setelahnya, menuju ke laptop yang ia letakkan di atas ranjangnya, ia mulai mencari tau profil pria tersebut. Setelah cukup lama mencari, munculah nama koki tersebut beserta profilnya. 

"Drew Sebastian, pria keturunan Amerika dan Spanyol, pemilik restoran Grey Dishes NewYork, usia tiga puluh dua tahun, merupakan salah satu koki terpercaya kerajaan Inggris selama tiga tahun, melayani presiden selama dua tahun dan dinobatkan sebagai 20 The Hottest Chef 2020, digilai banyak wanita tetapi Drew bersikap acuh dan dingin." Jena tercekat, ia lalu menutup wajahnya dengan kedua tangan seraya mengusap kasar.

"Ya Tuhan ... aku sepertinya sudah membangunkan singa tidur. Ampuni aku Tuhan."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur saat kesuciannya dirampas di depan kekasihnya akibat rencana jahat kakek pria itu. Bukannya melindungi, sang kekasih justru mencampakkannya dan menikahi wanita lain. Di tengah keputusasaan, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama keluarga aslinya, ia menyusun rencana pembalasan dendam untuk menghancurkan mantan kekasih dan keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang ia cari?
Sampul Novel Gairah Sang Majikan
8.2
Hubungan terlarang membara di dalam rumah antara seorang majikan dan asisten rumah tangganya. Terpikat oleh kecantikan sang pembantu yang begitu memikat, sang majikan tidak mampu membendung ketertarikannya. Keduanya pun terhanyut dalam romansa dewasa yang penuh dengan adegan intim yang intens dan eksplisit. Pembaca diharapkan bersikap bijak saat mengikuti kisah penuh godaan dan gairah membara yang tak terhindarkan ini.
Sampul Novel Janjinya, Kehancurannya
8.6
Malam kejayaan karier arsitekturku hancur seketika saat Baskara, tunanganku, menyerahkan karyaku pada cinta pertamanya. Aku dipaksa membimbing wanita itu, mengalami kekerasan fisik, hingga akhirnya dipecat. Kekejaman Baskara memuncak saat ia mencelakaiku di rumah sakit hingga bersimbah darah, padahal aku sedang mengandung anaknya. Enggan bertahan dalam pengkhianatan keji ini, aku memutuskan pergi jauh, mengubah identitasku, dan menghilang bersama bayiku selama lima tahun.
Sampul Novel Mantan Gay Kaum Pelangi
8.9
Kepergian sang ayah membuat Leo kehilangan arah hingga terjerumus ke dunia kelam demi mengejar kasih sayang. Trauma masa lalu itu menyeretnya ke dalam hubungan sesama jenis. Sadar akan dosa, ia mendapat hidayah dan bertekad kuat untuk berhijrah. Namun, jalan pulang tidak mudah karena berbagai godaan masa lalu terus menguji imannya. Mampukah Leo tetap istiqomah, melepas identitas lamanya, dan membangun lembaran hidup baru yang normal?
Sampul Novel Melodi Curian, Cinta Dikhianati
8.2
Karya musik yang kutulis selama tiga tahun dicuri oleh tunanganku, Bima, dan adikku, Bianca. Pengkhianatan mereka direstui oleh orang tuaku sendiri demi ambisi keluarga. Bakatku diperas, perasaanku diabaikan, bahkan janin di rahimku dianggap alat untuk mengendalikanku. Di tengah kepura-puraan kasih sayang Bima, aku akhirnya memilih mengambil langkah drastis untuk mengakhiri semua penderitaan ini.
Sampul Novel Noda Darimu
8.5
Satu malam tak terduga dengan Biantara Edzhar Martinez, kekasih sahabatnya, mengubah hidup Violetta Gilda. Kehamilan Gilda akibat peristiwa di pesta itu membuat kakek Edzhar mendesak pernikahan demi menutupi aib. Carla yang murka bersekutu dengan ibu Edzhar untuk menghancurkan Gilda lewat pernikahan kontrak. Di tengah penderitaan itu, Gilda harus bertahan demi bayinya sembari memendam cinta yang tumbuh pada Edzhar. Akankah perasaan tulusnya terbalas?