APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The hot chef and me

The hot chef and me

Hubungan unik terjalin antara Jena, pemilik kafe di New York, dan Drew, koki ternama sekaligus model seksi, setelah Jena mengkritik tajam estetika makanannya. Saat cinta mulai tumbuh, campur tangan pihak luar memicu konflik besar. Jena telah memberikan segalanya, namun rencana pernikahan mereka hancur hingga Drew memilih pergi. Sadar akan kesalahannya, kini Drew harus berjuang keras memperbaiki keadaan demi bisa bersatu kembali dengan Jena.
Bab
Bagikan

Bab 3

Jena mengecek semua hal yang harus ia pantau sebelum meninggalkan unit apartemennya. Walau hanya unit kecil model studio, sudah terasa nyaman untuknya tinggali seorang diri. Reese pun sempat berpikir untuk menyewa apartemen dekat dengan tempat Jena, namun Jena melarang, karena hobi sahabatnya itu yang suka membawa kekasihnya ke tempat ia tinggal, membuat Jena risih. 

"Aku hari ini akan berkunjung ke food truck milik rekan lamaku Reese, dan, sepertinya, akun vlog ku mau aku hentikan. Aku harus mencari pekerjaan yang jauh lebih menghasilkan uang." Jena berbicara dengan Reese di ponselnya sambil berjalan menyusuri trotoar, ia baru melihat lowongan kerja sebagai marketing restoran di salah satu sudut kota Newyork, tak ada salahnya ia mencoba peruntungannya. 

"Aku akan mencobanya, sebagai tenaga pemasaran, doakan aku berhasil Reese, demi menyelamatkan hidupku dari hutang kepada Ayah dan Ibu, dan kembali bangkit." Jena memasukan ponselnya ke dalam tas yang ia bawa setelah selesai berbicara dengan Reese. Ia harus berjalan menuju tiga blok lagi sebelum sampai. 

Langkah kakinya begitu tegap juga yakin jika ia akan mudah mendapat pekerjaan, sifat optimis dan tak suka hanya menunggu datangnya keajaiban Tuhan, ia gunakan untuk mencari rejekinya. Berusaha. Dengan begitu, Tuhan pasti akan memudahkan rejekinya. 

Ia berdiri bersama banyaknya manusia yang menunggu lampu lalu lintas berhenti di warna merah, ia akan menyebrang bersama-sama. Kerumunan manusia layaknya semut yang berjalan beriringan, sudah pemandangan biasa bagi Jena setelah pindah ke kota yang dijuluki tak pernah tidur itu, sejak beberapa tahun lalu.

Ia hanya gadis desa, kedua orang tuanya merupakan pemilik perkebunan apel, anggur dan ternak sapi di daerah negara bagian Amerika. Sangat kaya raya, hanya saja, tak suka dengan kehidupan kota yang menurut mereka terlalu liar dan bebas. 

Jena memiliki dua Kakak laki-laki. Tumbuh menjadi gadis mandiri dan sedikit tomboy, membuatnya tak susah untuk hidup sendirian di kota, hanya saja, saat ia meminjam modal usaha kepada kedua orang tuanya, mereka mengingatkan Jena, jika gagal, maka ia harus pulang dan membantu bekerja di perkebunan dan peternakan, juga, bersiap di jodohkan dengan putra sang opsir polisi ternama di sana. 

Wanita itu bertekad tak akan pulang sebelum berhasil menjadi sukses dan mengembalikan uang modal usaha yang ia pinjam. 

***

Suara bel pintu restoran terdengar setelah Jena mendorongnya. Ia mengucap salam seraya berjalan masuk ke dalamnya. Tampak seorang pria dengan setelan jas licin datang menghampiri, Jena pun menyampaikan maksud dan tujuannya. 

Tak butuh waktu lama, ia keluar restoran dengan wajah tak senang. Posisi yang ia inginkan baru saja terisi. Ia berjalan kembali, kali ini tujuannya cafe-cafe kecil. Ternyata hasilnya sama, sudah empat cafe ia datangi, namun tak ada lowongan atau, justru sudah terisi. 

Ia mengusap wajahnya dengan tangan, duduk di toko kecil menjual minuman segar dan roti, ia memakannya dengan santai.

"Jena," suara sesorang menyapanya. Jena terbelalak. Ia beranjak dan menyapa pria tersebut sambil memeluknya. 

"Sedang apa? Wajahmu tampak kusut, di mana Reese?" tanya pria bernama Maden, ia merupakan teman masa kuliah Reese, dari penampilannya, Jena bisa menyimpulkan jika Maden, sudah sangat sukses. 

Mereka asik berbincang, Maden sesekali tertawa saat dengan semangat membara, Jena memaki mantan manajer keuangannya yang menggelapkan dana cafenya. Menyebabkan ia bangkrut seketika. 

"Bagaimana jika, kau bekerja denganku?" 

"Aku, di tempat mu? Tidak...tidak...tidak..., kamu bankir, dan aku hanya seorang food vlogger yang hobi masak. Jangan bergurau denganku Maden, tak lucu." Jena menyedot minumnnya.

"Bekerja sebagai juru masak, Jena, di rumah kami, karena begitu boros jika setiap hari memesan makanan di restoran dan juga seringnya makan terpisah dengan anggota keluarga." Lanjut Maden. Helaan napas juga terdengar berat dari Maden. Jena menatapnya dengan serius. 

"Aku ingin merasakan makan pagi, dan malam bersama semua anggota keluargaku, bisakah kau bekerja denganku, Jena?" bujuknya.

Jena mengerjapkan kedua matanya, pikirannya kini terpusat pada satu kata "UANG", Jena pun menanyakan tugasnya apa saja jika ia menerima pekerjaan itu. Maden tak banyak meminta, hanya meminta Jena menyiapkan masakan untuk dua waktu itu dan, berbelanja sendiri. Maden dan keluarganya hanya menerima bersih dan cukup menikmati. 

"Aku akan membayarmu cukup besar, Jena, tolong jangan kau tolak, kedua orang tua dan adikku juga pasti senang jika kau menjadi juru masak keluarga kami."

Jena terkekeh. Ia ingat, keluarga Maden memang baik kepadanya, Maden, walau satu perguruan tinggi dengan Reese - bukan seperti Jena yang hanya lulusan sekolah menengah atas - mereka saling mengenal dan berteman cukup baik. 

"Apa kabar keluargamu, Maden? Sudah satu tahun sejak kau pindah bekerja, aku dan Reese tak mengunjungi kalian." Jena menunduk. Ia tersenyum seraya menikmati roti dan minumannya. 

"Mereka baik. Yeah ... kau tau adikku bukan, Madeline, dia sudah masuk perguruan tinggi dan tetap manja. Apalagi ia sendirian di rumah, beberapa teman tak menyukainya, hanya karena Madeline pintar dan akan menjadi calon dokter sukses."

Jena terkekeh, ia ingat Madeline begitu cerewet dan senang menceritakan apa saja kepala Jena dan Reese. Ia mengangguk, menerima tawaran pekerjaan menjadi juru masak untuk keluarga Maden. 

"Kapan aku mulai bekerja, Maden?" Wajah Maden begitu senang, ia beranjak seraya menatap wajah Jena dengan senyum mengembang. 

"Sekarang. Kita belanja ke supermarket," ajak Maden sembari mengulurkan tangannya. Jena menyambut dan tersenyum. 

"Kau sunggu malaikat baik hati yang dikirim Tuhan untuk menyelamatku Maden." Jena tersenyum penuh rasa syukur. Maden menepuk-nepuk punggung tangan Jena. 

"Kau bisa mengandalkanku jika kau butuh sesuatu, Jena, aku akan selalu ada di sampingmu." Maden melirik Jena yang begitu riang. Sedangkan di dalam hati Maden, ia bersorak begitu bahagianya. 

Selama ini, ia begitu mengagumi Jena yang begitu periang, ramah dan hangat. Sejak pertama kali ia dikenalkan kepada Jena oleh Reese, saat itu juga, Maden begitu jatuh hati kepada wanita itu. 

Dengan menggunakan mobil mewah milik Maden yang berprofesi sebagai seorang bankir di bank besar di Newyork, mereka pergi menuju ke supermarket besar di pusat kota. 

Maden dan Jena tertawa bersama saat mereka melakukan kegiatan itu. Jena terbelalak saat Maden memberitahu gaji yang akan di berikannya kepada Jena. Seribu lima ratus dollar, di luar uang belanja setiap harinya. Jena tak percaya, ia bahkan sampai memeluk leher Maden yang jelas membuat pria tersebut terkejut tak percaya dengan perlakuan wanita di dekatnya itu. 

Wanita itu masih takjub, ia langsung menghitung dengan cepat berapa lama ia harus bekerja dengan Maden untuk bisa melunaskan hutang kepada orang tuanya dan tetap tinggal di apartemen kecil itu yang tergolong murah.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gadis Cantik Milik Mafia
8.8
Setelah diusir oleh bibinya akibat fitnah kejam, Sephi berjuang keras demi memperbaiki hidupnya. Takdir menuntunnya mengikuti wawancara kerja, di mana ia bertemu Aldo, seorang CEO dingin yang juga pemimpin mafia disegani di Eropa. Aldo yang dikenal kaku dan hanya peduli pada keponakannya, mulai merasakan cinta untuk pertama kali setelah melihat ketulusan Sephi. Akankah kehangatan gadis itu mampu meluluhkan hati sang bos kriminal yang tak tersentuh?
Sampul Novel Hello Love Sign
8.7
Kebencian mendalam Sheina pada keluarga Levanchois tak menghalanginya bertahan demi sebuah misi rahasia di kantornya yang toksik. Namun, tepat saat ia berniat mundur dan menuntut balas, takdir mempertemukannya dengan Samuel Clark Levanchois. Pria terkuat di dinasti tersebut justru menyodorkan kontrak bisnis menggiurkan untuk melepaskan Sheina dari atasannya. Kini, terjebak dalam pusaran dominasi, sanggupkah ia menghindari jerat asmara dari pria yang paling ia benci?
Sampul Novel Kau Menikahi Aku Dengan Benci
8.0
Saat Prakasa, suaminya yang bertugas, hilang tanpa kabar, Anjani dirundung duka. Namun, ia justru dipaksa menikah dengan Arjuna untuk menggantikan sang adik yang melarikan diri. Meski berprofesi sebagai dokter spesialis, Anjani tetap diremehkan keluarga Arjuna dan dituduh mengincar harta. Masalah kian pelik ketika Prakasa mendadak kembali. Anjani pun terjebak dalam rumitnya status hukum pernikahan, di tengah kebencian Arjuna yang perlahan terkikis menjadi cinta.
Sampul Novel Main Api
9.8
Mengejar sensasi mendebarkan yang memacu adrenalin, seorang remaja mengambil langkah nekat dalam novel modern Main Api. Secara rahasia, ia mengirimkan rekaman video pribadi yang intim menggunakan mainan dewasa kepada teman semeja di kelasnya. Aksi berani ini sengaja dilakukan demi memantik dan menggoda hasrat pemuda tersebut secara perlahan. Keputusan impulsif ini pun memulai permainan godaan yang penuh risiko di antara mereka berdua, di mana batas antara fantasi dan realitas mulai mengabur.
Sampul Novel Menikah dengan kakak ipar
9.0
Hanifah yang mandul meminta suaminya, Raihan, menikahi adiknya yang bernama Nur Naila Habibah demi memiliki anak. Namun, Naila merasa tidak pantas bersanding dengan Raihan, seorang dosen agama religius, lantaran dirinya adalah mahasiswi nakal yang belum berhijab. Di sisi lain, terungkap fakta bahwa Naila bukanlah adik kandung Hanifah, melainkan putri dari sahabat ibunya. Akankah Naila bersedia memenuhi permintaan kakaknya, atau justru menolak karena merasa perbedaan mereka terlampau jauh?
Sampul Novel Satu-PD184
8.9
Niat baikku mengantar Lee ke Thailand demi cinta pertamanya justru dibalas dengan pengkhianatan kejam. Malam itu juga, ia menculik kedua orang tuaku sebagai sandera untuk memeras informasi tentang keberadaan wanita tersebut. Lewat layar monitor, aku dipaksa menyaksikan ayah dan ibuku tergantung terbalik dari sebuah pesawat. Saat perintah diberikan, sebutir peluru ditembakkan ke tali pengikat yang mulai rapuh. Kini, nyawa mereka benar-benar berada di ambang kematian.