APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Ceo's Wife

The Ceo's Wife

Gadis desa nan lugu terjebak dalam pernikahan siri dengan CEO kaya yang berhati dingin. Hubungan tanpa landasan cinta ini dipaksakan oleh Hanson Smith Huston kepada sang putra. Di kediaman mereka yang megah, sang suami justru menaruh benci dan mengabaikan istrinya, membuat wanita itu didera ketakutan serta keraguan. Tanpa ada kehangatan, perlakuan buruk sang pria kian menciptakan jurang pemisah yang lebar di antara mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Memang beberapa tahun lalu almarhum Nyonya Parcelia Huston meminta hal serupa dengan Bram. Meminta anaknya untuk segera menikah, karena ia berharap mendapatkan cucu dari anak semata wayangnya.

tapi Bram tidak kunjung mengabulkan permintaan ibunya itu, Hingga nyonya Parcelia meninggal dunia. Padahal nyonya Parcelia sudah sangat berharap pada anaknya agar diberikan cucu secepatnya.

Nyonya Parcelia sangat sedih atas penolakan anaknya, padahal keinginan besarnya meminang cucu dari Bram. Tapi takdir tidak mengizinkan itu semua, Bram mulai sedih mengingat kembali permintaan ibunya itu, ia sungguh merasa bersalah sampai saat ini.

"Tapi ayah, aku tidak menyukainya dan aku tidak mengenalnya." sanggah Bram.

"Menikahlah nak, ini permintaan terakhir ayah, ayah ingin melihatmu bahagia sebelum ayah pergi untuk selamanya nak Bram." ucap tuan Hanson lemah.

Ia berpikir tidak ada jalan lain lagi selain memaksa anaknya dengan cara seperti ini.

"Ayah aku mohon jangan meminta hal yang tidak bisa ku kabulkan." pinta Bram memohon.

"Kabulkanlah permintaan terakhir ayahmu ini nak, ini untuk kebaikanmu Bram." mohon tuan Hanson pada anaknya.

Bram langsung memijit pelipisnya mencoba menjawab permintaan sang ayah, dia begitu menyayangi ayahnya, dia begitu takut permintaan ibunya dulu yang sama kembali menjadi penyesalan terakhirnya.

"Baiklah ayah, aku akan mencoba mencarinya dan menikahinya." ucap Bram terpaksa.

Tuan Hanson tersenyum menghiasi wajahnya yang tak kalah tampan dari anaknya itu walaupun dia dalam keadaan lemah dan pucat.

''Menikahlah besok nak!'' kali ini suatu perintah bukan permintaan, sekali lagi Bram kaget dengan perintah ayahnya.

"Bagaimana bisa aku harus menikahinya secepat itu ayah? aku tidak tau di mana tempat tinggalnya." ucap Bram.

''Bram.'' ucap tuan Hanson.

"baiklah ayah aku akan mencoba mencarinya dan besok menikahinya." ucap Bram terpaksa.

"Terima kasih nak kau mengabulkan permintaan ayah, di atas sana ibumu pasti merasa senang mendengar semua ini." ucap tuan Hanson senang.

"Istirahatlah ayah, aku keluar sebentar" ucap Bram meninggalkan ruangan ayahnya.

"Gadis itu bekerja di salah satu supermarket dekat rumah sakit ini nak, carilah dia." jelas tuan Hanson, Bram hanya mengangguk dan berlalu pergi.

Tuang Hanson juga merasa bersalah pada anaknya, tidak seharusnya dia meminta hal yang tidak masuk akal ini, apalagi Bram tidak menyukai hal tersebut, tapi ia tak punya pilihan lain.

Tuan Hanson berdoa semoga ini yang terbaik untuk anaknya, dia ingin kehidupan Bram yang sekarang ada yang mengurusnya, apalagi dia orang yang sangat sibuk. Seorang CEO mempunyai perusahaan, dan beberapa cabang perusahan yang tersebar di Indonesia maupun luar negeri, Bram tentu saja membutuhkan pendamping hidup yang bisa mengurusnya.

keesokan harinya, di rumah sakit Bram sudah membawah gadis yang dimintai ayahnya untuk dinikahi, begitu Bram masuk di ruang inap tuan Hanson, di ambang pintu menampilkan sosok pria tampan, wajah datar, dan bermata tajam dengan seorang wanita cantik memakai hijab.

Tuan Hanson tersenyum melihatnya dan menyapa gadis tersebut, "siapa namamu nak?" tanya tuan Hanson langsung.

“Nina Defras tuan." jawab Nina ramah dan tersenyum manis.

"Bagaimana keadaanmu tuan?" tanya Nina balik.

"Sudah mulai membaik nak, terima kasih sudah menyelamatkan nyawa saya." ucap tuan Hanson berterima kasih.

"Bagaimana saya harus membalas kebaikanmu nak Nina?" tanya tuan Hanson lagi.

"Ah tidak perlu tuan, saya sangat ikhlas menolongmu, syukurlah keadaan tuan juga sudah membaik." ucap Nina jujur dan tidak lupa senyum manisnya.

"Apakah kau sudah mempunyai kekasih nak?" tanya tuan Hanson hati-hati.

Nina hanya menggeleng heran.

"Di mana orang tuamu nak?" tanya tuan Hanson lagi.

Tampak raut wajah Nina sedih, tuan Hanson pun mengerti.

"maaf jika pertanyaan saya salah." ucap tuan Hanson merasa bersalah, Nina pun hanya menanggapi dengan senyumnya.

"Oh iya perkenalkan dia anakku Bram Xander Huston." ucap tuan Hanson memperkenalkan.

Nina melirik malas pria yang dimaksud, ia hanya tersenyum pada tuan Hanson.

Dalam hati Nina sangat jengkel dengan pria tampan nan angkuh di depannya itu. Bagaimana tidak, tadi saja pria tampan itu mengajaknya ke rumah sakit ini dengan paksa tanpa memberi tahu alasannya.

"Kau sudah tahu nak apa maksud saya memanggilmu ke sini?" tanya tuan Hanson pada Nina.

Yang di tanya pun hanya menggeleng, memang Nina tidak mengetahui apa maksud pria tampan itu mengajaknya ke rumah sakit ini, tuan Hanson pun mengatur nafasnya dengan pelan.

"Nina, maukah kau menikah dengan anak semata wayangku Bram Xander Huston??" tanya tuan Hanson.

Dhek... Jantung Nina berdetak, Nina sontak kaget. "astaga apakah ini suatu lamaran?" batinnya.

"a,a,apa maksudmu tuan?" tanya Nina terbata-bata.

Tuan Hanson tersenyum dan mengulangi perkataannya lagi.

"saya tuan Hanson Smith Huston ayah dari Bram Xander Huston melamarmu untuk menjadikanmu istri dari anak saya seorang ceo dan menjadikanmu menantuku, maukah kau menerima lamaran ini nak Nina?" ucap tuan Hanson mantap.

Yang di tanya pun kaget bukan main, jantung Nina sudah tidak berdetak normal.

"ma, maksud saya bagaimana mungkin saya harus menikah dengan anakmu tuan, sedangkan saya hanya gadis desa yang tidak berpendidikan tinggi, saya hanya seorang pegawai supermarket, dan saya juga tidak mengenal anakmu tuan." jelas Nina masih tak percaya.

Yah, Nina sadar akan statusnya, karena tidak mungkin seorang pria tampan yang berpendidikan tinggi, apalagi seorang Ceo di perusahaannya sendiri, pria yang sangat kaya raya, akan menikah dengannya yang notabennya orang yang tak mampu.

Tuan Hanson tersenyum "tidak apa-apa nak, kau pantas menjadi menantuku, semua kebutuhanmu akan terpenuhi." jelas tuan Hanson.

Nina pun melirik pada Bram, jantung Nina berdetak lebih cepat lagi, mata Elang pemilik mata itu tidak lepas dari tatapannya menatap dirinya, Nina langsung saja berpaling.

''astaga, tidak mungkin aku menikah dengan pria angkuh itu, dari tatapannya saja seperti ingin membunuhku detik ini juga." batin Nina takut.

Tuan Hanson mengerti dengan raut wajah Nina "bagaimana nak Bram, kau mau menikahinya?" tanya tuan Hanson pada Bram yang sedari tadi hanya diam.

"YA." jawab Bram ketus.

Nina sudah menduga, bahwa pria itu juga tidak menginginkan pernikahan ini.

Clek,,, pintu terbuka, beberapa orang yang masuk ruang inap. Sebelum Bram pergi menjemput Nina, dia sudah terlebih dahulu menelfon Alex untuk membawah penghulu ke rumah sakit juga beberapa orang untuk dijadikan saksi. Alex sempat kaget dengan perintah sepupunya, begitu Bram menjelaskan semuanya Alex pun paham.

Tuan Hanson tersenyum melihat beberapa orang yang masuk ruang inapnya. Nina masih syok dengan kejadian ini, matanya tak berkedip sedikit pun, dua orang perawat, Dokter Leon, juga pak RT, dan

''Astaga siapa pria paru baya yang berpakaian layaknya imam masjid, apakah dia penghulu?" batin Nina syok.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta di Tengah Bahaya
9.2
Saat hamil lagi, sang istri menyerahkan seluruh tabungannya demi mendukung janji Arif Ravindra untuk berubah. Namun, ia justru mendapati kenyataan bahwa suaminya adalah bos mafia kaya raya yang memalsukan kemiskinan. Atas saran sahabat kecilnya, Lina Candra, Arif memilih menguji kesetiaan istrinya sekali lagi sebelum mengungkap identitas aslinya. Mengetahui cintanya selama ini hanya dijadikan bahan ujian dan dipenuhi kebohongan, sang istri memutuskan untuk pergi dan menolak hubungan tersebut.
Sampul Novel Cinta Tak Terhalang Usia
8.1
Khawatir dengan perubahan sikap putranya yang sering melamun dan hilang nafsu makan, seorang ibu akhirnya menyadari bahwa sang anak sedang memasuki masa pubertas setelah memergokinya mengagumi video sahabatnya. Ketika hal ini diceritakan, sang sahabat ternyata menghadapi situasi serupa karena anaknya sendiri menaruh hati pada sang ibu. Menghadapi dinamika modern yang rumit ini, kedua orang tua tersebut sepakat untuk saling bekerja sama guna mengarahkan anak-anak mereka memahami esensi hubungan lawan jenis secara benar.
Sampul Novel Mengejar Gadis Dingin
9.5
Kehidupan Amanda, siswi kutu buku yang sering dirundung akibat kecerdasannya, berubah sejak kehadiran Deva. Murid baru yang tenang ini hadir sebagai pelindung Amanda dari gangguan di sekolah. Kehadiran Deva perlahan mencairkan keseharian Amanda yang kaku. Akankah kedekatan ini menumbuhkan benih cinta, serta mengubah sang gadis dingin menjadi lebih hangat dan menawan? Ikuti kisah perjuangan Deva dalam mendekati dan meluluhkan hati Amanda.
Sampul Novel My Ghost
8.4
Syafira akhirnya paham mengapa apartemennya disewakan dengan harga miring. Di balik ketakutan para tetangga, hunian itu dihuni hantu tampan yang justru memikat hatinya. Alih-alih lari, fantasi romantis Syafira malah membuncah saat merasakan dekapan dingin sang arwah. Namun, benturan logika dua dunia perlahan mulai mengusik pikirannya. Akankah jalinan asmara beda alam ini berujung bahagia seperti kisah-kisah fiksi yang kerap ia tulis?
Sampul Novel Pesona Sebuah Ciuman
8.2
Karin menghadapi gejolak batin usai menyambut ciuman Wilson. Walau mestinya ia membenci lelaki tampan itu, kehangatan tersebut terus membayangi benaknya. Keadaan kian pelik lantaran Karin masih terikat pernikahan sah dengan Steven. Sanggupkah Karin dan Wilson menekan daya tarik terlarang yang kian membara? Simak pergulatan emosi Karin yang mempertaruhkan keutuhan rumah tangganya dalam kisah romansa dewasa yang penuh dilema ini.
Sampul Novel Si Bodoh Yang Mirip Cinta Pertamaku
9.0
Terdesak kebutuhan finansial, seorang wanita menerima pekerjaan untuk merawat putra seorang miliarder yang memiliki keterbelakangan mental. Tugas yang awalnya ia kira biasa saja ternyata jauh dari bayangan. Ia tidak hanya harus mendampinginya ke kamar mandi, tetapi juga dipaksa mengenakan gaun tidur seksi saat malam tiba. Di balik sikap kekanak-kanakannya, pria kaya tersebut ternyata menyimpan sisi lain yang sangat berpengalaman, mengejutkan sang pengasuh dalam hubungan tak terduga ini.